NovelToon NovelToon
Princess Anna

Princess Anna

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Anak Yatim Piatu / Spiritual / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:404
Nilai: 5
Nama Author: Diyah_ell

Namanya Anna.. Dia anak yang polos namun tangguh, berjiwa bebas dan baik hati.. ia terlahir di sebuah gubuk sederhana di dalam hutan yang jauh dari pemukiman warga, meski hidup sederhana, ia merasa hari harinya selalu dipenuhi kebahagiaan.
Hingga sampai suatu waktu, tragedi menimpa keluarga kecilnya dengan tragis.. Ternyata ayahnya adalah seorang putra mahkota, dan Anna pun tiba tiba menjadi seorang Putri.
bisakah Anna beradaptasi di kehidupan barunya??
Lika liku percintaannya dimulai..inilah kisah Princess Anna..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah_ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sylvanna dan Leonard

Pagi itu Anna berdiri di pinggir lapangan tempat berlatih pedang, Anna sudah mengenakan pakaian berpedangnya. Saat para ksatria yang sedang berlatih menyadari keberadaan Anna seorang komandan yang memimpin pelatihan memberikan instruksi.

"Dengarkan!! Saat ini Yang Mulia Putri sedang melihat kalian berlatih! Aku mengingatkan kembali pesan Kaisar, tidak ada yang boleh terluka atau berdarah di hadapan putri, jadi latihan kali ini ganti dengan pedang kayu!!" ucap komandan pasukan dengan lantang.

"Baik!" ucap mereka serentak.

Melihat mereka lagi lagi mengganti pedang saat melihatnya membuat Anna kehilangan minatnya lalu menjauh pergi.. Anna ingin menghadapi traumanya tapi ia tak memiliki kesempatan karena Kaisar akan memberi pelajaran setimpal pada siapapun yang memicu trauma Anna. Karena itu semua orang menjadi sangat berhati hati.

Anna sangat tertarik berlatih pedang, ia mengikuti kelas berpedang dengan giat, tapi ia bahkan tidak pernah memegang pedang sungguhan. Kadang Anna merasa frustasi karena merasa sia sia ia susah payah melatih fisik dan belajar ilmu berpedang namun hanya bisa memegang pedang kayu seperti anak anak.

Anna yang merasa frustasi kembali ke kediamannya, ia merasa kesepian karena Daisy sedang cuti, lalu tiba tiba sesuatu terlintas di pikirannya.

Anna memakai jubah hitam yang menutupi kepala sampai ujung kakinya, kemudian ia keluar mengendap endap menjauhi pandangan orang lain. Ada sebuah pintu rahasia di belakang istana putri yang sengaja dibuat untuk berjaga jaga apabila ada keadaan darurat, namun pintu itu akan mulai dijaga ketat saat sore. Berkat pintu itu Anna bisa keluar dari istana dengan mudah, tentunya sebelum sore hari tiba.

Saat merasa bosan atau jenuh Anna akan berjalan jalan sendirian atau duduk memperhatikan kehidupan orang orang yang berlalu lalang. Entah bagaimana hal itu sangat membantu menjernihkan pikirannya.

Saat ini Anna telah sampai di tempat penyewaan kuda, setelah membayar ia segera mengendarai kudanya dengan cepat.

Anna turun dari kuda lalu memarkirkan di tempat penitipan kuda. Ia berjalan memasuki pasar yang dulu sering di kunjungi bersama Ibunya, selama 10 tahun pasar ini banyak mengalami perubahan, pasar semakin rapi dan luas. riuhan suara orang orang yang menawarkan dagangan mereka dengan semangat terdengar sangat hidup..

"Aku rindu Ibu.." gumamnya dalam lamunan.

Dug!.. Tiba tiba seorang anak kecil menabraknya hingga anak itu terjungkal ke tanah.

"Kau baik baik saja?" ucap Anna mendekat dan mengulurkan tangan.

Tapi anak laki-laki itu menepis tangan Anna lalu tersenyum menyeringai kemudian melarikan diri, saat itu Anna menyadari apa yang ada di tangan itu, itu adalah kantong uang miliknya, ternyata anak laki-laki itu adalah pencopet.

"Hei bocah!! Tolong! Ada pencopet!" Anna melihat sekelilingnya, dari sekian banyak orang di tempat itu tak ada yang menggubrisnya dan beberapa malah menyalahkan Anna karena tidak berhati hati.

Anna berlari mengejar anak itu, namun tiba tiba Anak itu menghilang saat Anna sampai di gang buntu.

"Aku yakin tadi dia kesini" gumamnya.

Karena sudah kehilangan anak itu akhirnya Anna berbalik pergi..

Brukkk!! Tiba tiba terdengar bunyi keras dan erangan kesakitan anak kecil, Anna tak bisa mengabaikannya, ia berjalan masuk gang buntu tersebut, yang ia kira gang buntu ternyata dibagian sudut ada sebuah ruangan tanpa atap. Anna mendekat dengan hati hati.

Anna sangat syok karena disana ada seorang anak kecil terkapar dan berdarah darah, itu adalah anak yang tadi mencuri uangnya.

Anna ingin menolong anak itu yang mungkin masih bisa diselamatkan tetapi tubuh Anna gemetar, pandangannya kabur dan lehernya terasa tercekik, nafasnya tersengal, traumanya muncul di saat yang sangat tidak tepat tapi ia harus bertahan itu adalah keinginannya untuk melawan trauma itu.

Anna terus mencoba bertahan sekuat tenaga namun energinya habis dan membuat tubuhnya terhuyung. Namun tiba tiba seseorang menangkapnya dari belakang, dengan sisa sisa kesadaran yang mulai menipis Anna menatap wajahnya, wajah yang dikenalnya...

"Duke muda.." ucapnya pelan sebelum akhirnya kehilangan kesadarannya.

"Yang Mulia Putri.." teriak pria itu memanggil manggilnya yang tak sadarkan diri.

Leonard menggendong Anna pergi dari tempat itu dan menyuruh bawahannya mengurus anak yang terluka.

Leo merebahkan Anna di atas pangkuannya di dalam kereta kuda miliknya.

"Cepat jalan ke istana!" teriak Leo yang panik kepada kusir.

Kereta kuda berjalan dengan cepat, Leo semakin panik karena wajah Anna semakin pucat, keringat dinginnya mengucur deras dan nafasnya pendek.. Tak lama kesadarannya mulai kembali, Anna menyentuh tangan Leo dan menggenggamnya erat.

"Yang mulia Putri sudah sadar? Syukurlah!" ia tersenyum lega.

"Duke muda.. Jangan bawa aku ke istana.." ucapnya lirih.

"Keadaan anda cukup parah Yang Mulia, anda harus mendapatkan perawatan dokter istana"

"Hentikan kereta kudanya Duke muda!" ucapnya lirih.

"Baiklah.."

Kereta kuda berhenti di jalan yang sepi. setelah beberapa saat Anna merasa semakin baikan, Namun setelah suasana tegang mereda diantara kedua orang itu berubah menjadi sangat canggung bagi Leonard karena sudah lama sejak Anna menggenggam tangannya erat-erat, Leo menjadi sangat malu duduk berdampingan lama dan hanya berdua saja di tempat yang sempit itu.

Leo memberanikan diri menoleh ke arah Anna, wajahnya masih pucat.

"Anda yakin tak perlu perawatan dokter? Atau kalau anda tak ingin ke istana juga bisa ke kediaman Duke, Yang Mulia!"

"Tidak Duke muda.. Anda tidak perlu khawatir karena gejala ini bukan karena aku menderita penyakit, aku akan merasa semakin baik jika berada di tempat yang tenang"

"Baiklah.. Tapi.. Telapak tangan saya cukup berkeringat, saya kawatir anda merasa tidak nyaman" ucapnya ragu ragu.

"Maaf ya Duke muda.. Kau pasti kaget karena aku tiba-tiba menggenggam tanganmu tanpa ijin, tapi kalau aku melepaskannya sekarang aku merasa kondisiku akan memburuk lagi.. Tolong tahan sedikit lagi yaa.."

"Bukan itu maksud saya, anda tenang saja.. Saya bisa menahannya sampai anda merasa sudah baik baik saja kok"

"Terimakasih sudah berkata seperti itu Duke muda.. Hah.. Ini adalah pertama kalinya aku begini di luar istana, ternyata kondisiku sangat serius, aku harus lebih berhati-hati"

"Kenapa anda keluar sendirian Yang Mulia?"

"Aku pergi diam diam karena merasa jenuh"

"Tapi itu berbahaya Yang Mulia, kalau Baginda Kaisar tahu pasti beliau akan heboh"

Anna tersenyum "Benar.. Ayahku sangat berlebihan, tapi setiap traumaku kambuh Ayah akan terus berada di sampingku, menggenggam tanganku seperti kau saat ini Duke muda"

"Trauma?"

"Iya.. Sebenarnya ini rahasia tapi sepertinya semua orang sudah tahu, aku tidak bisa melihat kondisi seperti anak tadi karena Ibuku meninggal dengan cara seperti itu bahkan lebih dari itu.. Kupikir aku sudah sangat membaik, tapi ternyata aku masih sama.. Maaf ya aku jadi terlalu banyak bicara"

"Tidak apa-apa yang mulia, saya rasa semakin anda banyak bicara keadaan anda jadi semakin membaik"

"Benarkah? Ahh.. Anda benar, baru kali ini aku membaik dengan cepat tanpa bantuan obat"

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!