NovelToon NovelToon
Istri Yang Kau Anggap Bodoh

Istri Yang Kau Anggap Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Selingkuh
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Yehppee

Raden Kirana Wijaya percaya bahwa pernikahannya adalah pilihan yang tepat.

Bukan karena cinta yang membara, melainkan karena kecocokan yang sempurna.
~

Status, latar belakang, dan masa depan yang terjamin.

Ia menikah dengan Adhikara Pradipta Mahendra, seorang pria yang tampak sempurna di mata semua orang.

Hingga suatu hari, masa lalu itu kembali.

Wanita yang pernah ia cintai...
wanita yang dulu ia lepaskan demi nama besar keluarganya...
kini kembali hadir, dan perlahan mengambil tempat yang seharusnya menjadi milik seorang istri.

Rana tahu.

Rana melihat.

Ia menyadari.

Bahkan lebih awal dari yang dibayangkan siapapun.

Lantas, apa yang akan Rana lakukan? Apakah ia lebih memilih bercerai dan rela kehilangan suami atau justru bertahan demi dua buah hatinya?

Ikuti terus tentang Rana disini, jangan lupa juga follow akun tiktok di Yehppee_26

Selamat membaca

°°°°°

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yehppee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pucuk 2

Pukul enam pagi.

Hujan semalam menyisakan udara dingin yang masih menggantung di sekitar rumah. Cahaya matahari belum sepenuhnya terang, hanya semburat keemasan yang menyelinap masuk melalui jendela dapur.

Raden Kirana Wijaya, Rana sudah berdiri di depan kompor listrik.

teflon berukuran sedang di tangannya mengeluarkan bunyi desis halus saat telur mata sapi mulai matang. Kuningnya bulat sempurna, putihnya rapi di pinggiran- seperti biasa, seperti yang ia lakukan setiap pagi.

Tidak ada yang berubah.

Setidaknya...dari luar.

Di meja makan, sepiring tumis brokoli sudah tersaji rapi. Empat gelas susu hangat berjajar- untuk suaminya, dan kedua anak mereka.

Masayu, yang baru berusia tiga tahun, duduk di kursi makan sambil memainkan sendok kecil di tangannya. Sementara Alaric, lima tahun, sudah lebih rapi, meski sesekali menguap karena masih mengantuk.

"Bunda, hari ini aku sekolah 'kan?" tanya Alaric.

Rana menoleh, tersenyum tipis.

"Iya, sayang. Nanti di antara Mbak Sari, ya."

Anak itu mengangguk.

Suasana pagi itu... normal.

Terlalu normal.

Langkahnya kaki terdengar dari arah tangga.

Adhikara Pradipta Mahendra muncul dengan kemeja rumah berwarna gelap, rambutnya masih sedikit berantakan. Wajahnya tampak segar, seolah malam tadi tidak pernah terjadi apa-apa.

Rana hanya melirik sekilas.

Lalu kembali fokus pada piring di tangannya.

"Pagi," sapa Dipta singkat, menarik kursi.

"Pagi, ayah," sapa Alaric bersemangat.

Dipta melirik kearah istrinya, perempuan itu meletakkan telur di atas piring, lalu duduk di kursinya.

Tidak ada percakapan lebih lanjut.

Bisanya, Rana akan menanyakan jadwal suaminya hari ini.

Lalu ia akan memastikan dasi yang cocok, atau mengingatkan agenda penting.

Tapi pagi ini, Rana sama sekali acuh tak acuh

Rana hanya makan dalam diam.

Sesekali menyuapi Masayu, memastikan anak itu tidak menumpahkan susu, lalu kembali pada piringnya sendiri.

Dipta sempat melirik.

Sekali.

Dua kali.

Ada yang berbeda.

Tapi ia tidak mengatakan apa pun.

Hingga sarapan selesai.

Rana berdiri lebih dulu, mengangkat piring-piring kotor, membawanya ke dapur. Tangannya bergerak cekatan, seperti rutinitas yang sudah ia hafal di luar kepala.

Sementara itu, Dipta masih duduk.

Menunggu.

Biasanya, di jam seperti ini...

Pakaian kerjanya sudah tergantung rapi di kamar. Dasi sudah dipilihkan. Sepatu sudah disiapkan.

Namun hari ini...

Tidak ada.

Ia akhirnya berdiri, berjalan menuju kamar, lalu keluar beberapa menit kemudian dengan pakaian yang ia pilih sendiri.

Tatapannya kembali jatuh pada sosok Rana di dapur.

Wanita itu membelakanginya, sibuk mencuci piring.

Seolah dunia berputar di sekitar hal-hal sederhana.

Tanpa dirinya.

Beberapa menit kemudian, suara motor metik pengasuh terdengar di luar.

"Ayah, bunda...Mas Al belangkat!" seru Alaric dari depan.

"Iya, hati-hati sayang." Ujar Dipta sembari melambaikan tangan.

Pintu depan tertutup.

Hening kembali mengisi rumah.

Dipta meraih kunci mobilnya.

Langkahnya sudah sampai teras. Namun terhenti. Ada sesuatu yang mengganjal pada hatinya. Ia menghela napas pelan, lalu berbalik.

Kakinya melangkah kembali masuk ke dalam rumah.

Menuju dapur. Netranya masih melihat Rana di sana. Mengelap meja makan dengan lap bersih.

Dipta mendekat tanpa suara. Hingga jarak di antara mereka hanya tinggal beberapa langkah.

Dan tanpa peringatan, ia meraih tubuh Rana dari belakang.

Memeluknya.

Gerakan itu cukup tiba-tiba.

Membuat tangan Rana berhenti sesaat.

"Rana...," suara Dipta rendah, sedikit melembut.

"Mas minta maaf soal semalam."

Hening.

Rana tidak langsung merespons. Tubuhnya tetap diam dalam pelukan itu. Tidak menolak. Tapi juga tidak membalas.

"Kerjaan lagi banyak banget akhir-akhir ini," lanjutnya, suaranya terdengar seperti pembelaan yang sudah ia siapkan. "Pikiran lagi penuh...jadi kebawa ke rumah."

Tangan kekarnya mengerat di pinggang istri, berharap mendapatkan respon.

"Kamu ngerti, kan?" ucapnya lembut.

"Aku ngerti, Mas," Rana menjawab pelan.

Rana menghela napas, "kalau Mas capek...ya wajar."

Dipta mengangguk kecil, merasakan kelegaan pada hatinya.

Akan tetapi sebelum Rana akan berkata lagi, suara ponsel milik suaminya berdering nyaring membuat Rana mengurungkan niatnya.

"Aku berangkat dulu," ucap Dipta setelah menatap layar ponsel sebentar.

Rana mengangguk, "iya...Mas, hati-hati."

...****************...

Bersambung....

1
Ma Em
Ayo Rana cari bukti sebanyak banyak kalau Laras dekat dgn Dipta bkn karena msh cinta tapi Laras ada niat jahat pada perusahaan Dipta dan setelah semua terkumpul bukti kelicikan dan kejahatan Laras bongkar semua kejahatan Laras lalu Rana gugat cerai Dipta .
Ma Em
Ayo Rana kumpulkan bukti sebanyak banyaknya bahwa Dipta ada main hati dgn Laras setelah itu baru buat Dipta menyesal .
Gemuruh riuh
Go Rana!!! bikin calon pelakor itu tahu diri!!!!
Gemuruh riuh
turut berdukacita thor
Gemuruh riuh
waw, apakah Rana bakal menjebak Dipta dan Laras?
Ma Em
Turut berduka juga Thor , semoga almarhumah Husnul hotimah diampuni dosanya ditempatkan di surganya Allah 🤲🤲🤲.
Yehppee: makasih kak🫶
total 3 replies
Ma Em
Bagus Rana si Laras suruh masuk saja ke perusahaan Dipta agar mudah dipantau nya dan setelah Dipta ketahuan ada Main dgn Laras lalu jatuhkan saja agar nama Dipta dan Laras tercemar dan hancur .
Gemuruh riuh
wkwkwkkwk Hamdan jangan ke geeran entar patah hati sendiri
Gemuruh riuh
sa ae lu Hamdan🤣
Gemuruh riuh
hati-hati Ran, suamimu terpikat lagi sama cinta lamanya
Gemuruh riuh
wkwkw sarkas nih Rana
Gemuruh riuh
poor Rana
Gemuruh riuh
jodoh, mati, rezeki udah ada yang atur
Gemuruh riuh
li xian😍
Gemuruh riuh
waduh, Rana!!! hati-hati, sepertinya ada udang di balik bakwan
Gemuruh riuh
wkwkwk viralin guys🤣
Gemuruh riuh
cocok bener Kim ji won jadi Rana, pokonya bikin Rana Badas thor
Gemuruh riuh
makin seru, jangan di bikin menye-menye Rana nya thor😍
Ma Em
Rana lambat banget gerak nya dan membiarkan Dipta jln bareng sama selingkuhan nya .
Ma Em
Thor jgn lama2 Dipta membohongi Rana , semoga Rana tau semua kebohongan yg Dipta lakukan pada Rana termasuk Dipta tdk mencintai Rana agar Rana sadar dan tdk jadi istri yg bodoh ditipu dan dibohongi .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!