NovelToon NovelToon
Pengantin Paksa Sang Mafia

Pengantin Paksa Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Alya Maheswari, gadis sederhana dengan masa lalu kelam, dipaksa menikah dengan Arkan Virello, seorang mafia dingin dan kejam yang tak percaya cinta.

Pernikahan mereka bukan tentang cinta, melainkan perjanjian darah. Namun di balik sikap dingin Arkan, tersembunyi obsesi berbahaya. Dan di balik kepasrahan Alya, tersimpan rahasia yang bisa menghancurkan segalanya.

Ketika cinta mulai tumbuh di antara ancaman, pengkhianatan, dan dendam lama, satu pertanyaan muncul:

Apakah mereka akan saling menyelamatkan, atau justru saling menghancurkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam yang Tak Terlupakan

Alya menatap kota malam dari balkon kamarnya, angin malam menerbangkan rambut panjanganya, sementara pikirannya terus dipenuhi dengan kekacauan.

Sejak kejadian penyerangan dua hari lalu, Arkan menjadi jauh lebih protektif. Ke mana pun Alya pergi, selalu ada anak buah yang mengikuti. Ponsel diperiksa, bahkan pintu kamarnya kini dijaga. Ia merasa seperti tahanan, dan bukan seorang istri.

Suara pintu terbuka, Arkan masuk dengan langkah tenang. Wajah dingin itu tampak lelah, tetapi sorot matanya tetap tajam seperti biasa.

"Aku sudah bilang, jangan berdiri di balkon saat hujan turun," ucapnya datar.

Alya mengalihkan pandangan, "Kenapa? Apa kamu takut kalo aku akan kabur?"

Arkan terdiam beberapa detik, lalu berjalan mendekat. "Ya, kamu benar. Aku memang takut kehilanganmu."

Kalimat itu membuat Alya membeku, kali ini Arkan Virello mengatakan sesuatu yang terdengar jujur. Namun Alya terlalu terluka untuk langsung mempercayainya.

"Kalau memang peduli padaku, maka berhentilah untuk mengurungku di rumah ini," balas Alya pelan, namun tajam. "Aku ini manusia, Arkan. Bukan barang milikmu."

Rahang Arkan mengeras, "Kamu tidak mengerti situasinya, Alya."

"Kalau begitu, buatlah aku mengerti dengan semua ini!" ucap Alya dengan meninggikan suaranya.

"Aku capek hidup dalam ketakutan, semua orang di rumah ini menyembunyikan sesuatu. Dan bahkan aku tidak tahu, siapa yang bisa aku percaya!" lanjut Alya.

Arkan menatapnya dalan diam, tatapan dingin itu perlahan berubah menjadi sesuatu yang sulit dijelaskan.

Marah.

Terluka.

Dan putus asa.

Tiba-tiba Arkan menarik tangan Alya dan membawanya masuk ke kamar. Tubuh Alya terdorong pelan ke dinding, membuat napasnya tercekat.

"Dengarkan aku baik-baik," bisik Arkan rendah. "Musuhku mulai bergerak, Damar tidak akan berhenti sampai dia menghancurkan semua yang aku miliki."

"Tapi apa hubungannya denganku?"

"Jelas semua ini ada hubungannya denganmu, karena sekarang kamu sudah menjadi istriku."

Jawab itu terdengar begitu berat, Alya menatap mata pria di depannya. Ia melihat ada ketakutan di balik sikap dingin Arkan.

Bukan takut kehilangan kekuasaan, tapi takut kehilangan dirinya.

"Aku tidak pernah meminta semua ini," lirih Alya.

Arkan menunduk perlahan, hingga jarak mereka nyaris tak tersisa. "Aku tahu itu."

Seketika suasana menjadi sunyi, hanya ada suara hujan yang terdengar samar dari luar kamar.

Jantung Alya berdetak semakin cepat, saat tangan Arkan menyentuh pipinya dengan lembut. Kelembutan yang jarang sekali ia tunjukkan.

"Alya," ucapnya dengan suara serak. "Kenapa kanu selalu membuatku kehilangan kendali?"

Napas Alya terasa sesak, pria itu begitu dekat hingga ia busa merasakan hangat tubuhnya. Tatapan Arkan turun ke bibir Alya, lalu ia kembali menatap matanya.

Seolah sedang memberi pilihan. Pergi, atau tetap tinggal. Atau karena sekarang hatinya mulai goyah.

Arkan mengusap perlahan rambut Alya, gerakannya hati-hati, berbeda dari sisi dominan yang bisa ia tunjukkan.

"Semua orang menganggap aku monster," ucap Arkan lirih. "Dab mungkin, mereka memang benar."

Alya hanya terdiam, dan tidak mengeluarkan satu kata pun.

"Tapi saat bersamamu," lanjutnya pelan. "Aku ingin menjadi manusia biasa."

Kalimat itu menghantam pertahanan Alya, ia membenci kenyataan bahwa dirinya mulai melihat diri Arkan yang begitu rapuh.

Arkan mendekatkan dahinya pada Alya, membuat gadis itu memejamkan matanya.

"Kalau aku melepaskanmu sekarang," bisik Arkan. "Apa kamu akan benar-benar pergi dariku?"

Pertanyaan itu terdengar seperti ketakutan yang selama ini Arkan pendam, Alya membuka mata. Dan untuk sesaat, tidak ada seorang mafia, tidak ada perjanjian darah, dan tidak ada dendam keluarga. Yang terlihat, hanya dua orang yang sama-sama terluka.

"A-aku tidak tahu," jawab Alya.

Arkan tersenyum tipis, senyum kecil yang jarang sekali terlihat di wajah dinginnya.

Namun senyum itu justru terasa menyakitkan, karena dipenuhi kelelahan.

Tiba-tiba suara petir menggelegar keras, hingga membuat Alya sedikit terkejut. Dan tanpa sadar, Arkan langsung menarik tubuh Alya ke dalam pelukannya.

Hangat.

Aman.

Perasaan asing itu membuat Alya membeku, ia bisa mendengar detak jantung Arkan yang berdebar kuat di dadanya.

Untuk pertama kalinya, sejak pernikahan mereka, Alya tidak berusaha melepaskan diri.

Arkan mengusap pelan punggung Alya, "Tidak perlu takut, aku akan selalu berada di sampingmu," bisiknya.

Padahal pria itu sendiri adalah sumber ketakutan terbesar dalam hidup Alya. Namun anehnya, malam itu di dalam pelukan Arkan Virello, Alya merasa dunia luar tidak bisa menyentuhnya

Beberapa saat kemudian, Arkan menatap wajah Alya. Tatapan mereka bertemu, tidak ada kata yang terucap, tetapi ketegangan di antara mereka terasa begitu nyata.

Alya tahu ia seharusnya menjauh, namun tubuhnya seakan menolak.

Arkan mengangkat tangan perlahan, memberi kesempatan terakhir bagi Alya untuk menghentikannya.

Ketika Alya tetap diam, pria itu langsung mengecup keningnya dengan lembut. Ciuman itu terlihat begitu tulus, dan itu membuat hati Alya semakin kacau.

"Aku tidak tahu cara mencintai wanita dengan benar," ujar Arkan pelan. "Tapi aku akan belajar mencintai, jika semua itu untukmu."

Mata Alya memanas, ia tidak siap mendengar pengakuan seperti itu. Terutama dari seorang Arkan Virello, pria yang seharusnya tidak memiliki hati.

Namun malam itu, semua dinding yang mereka bangun perlahan mulai runtuh.

Alya menunduk, mencoba menyembunyikan gemetar di tangannya. Tetapi Arkan menggenggam tangan itu, genggaman yanga seolah takut kehilangan.

Untuk pertama kalinya, Alya membalas genggaman itu. Meski terlihat ragu, tapi cukup untuk membuat Arkan terdiam.

Pria itu menatap Alya lama, seakan baru saja memenangkan sesuatu yang jauh lebih berharga dari kekuasaan mafia.

Hujan masih turun, namun malam itu tidak lagi terasa dingin. Karena tanpa mereka sadari, hati keduanya mulai jatuh terlalu dalam.

Dan itu akan menjadi awal dari kehancuran yang lebih besar.

1
Vie
lanjut kak .. 👍👍👍👍
Vie
lanjut kak.... makin seru.... 👍👍👍👍
Vie
lanjut kak.... makin seru... 👍👍👍👍
Vie
lanjut kak.....
Vie
lanjut kak...makin seru..... 👍👍👍
Vie
lanjut kak.... makin seru... 👍👍👍👍
Vie
ya makanya kamu jangan keluar rumah sudah tau tidak aman kan, lebih baik dim manis didalam, daripada celaka kan...
Vie
seru juga ceritanya, gak ngebosenin, menarik..... penasaran sama lanjutanya tetap semangat kak, lanjutkan ceritanya sampai tamat.... 👍🏻👍🏻🤭👍🏻
Vie
nah itu kamu udah tahu kan alya,gak usah diperjelas lagi, daripada nanti ujung2nya berakhir bertengkar, saling menyalahkan dn saling tidak mau mengalah.... 🤭🤭🤭
checangel_
Sampai segitunya 🤧
checangel_
Jauh darimu terasa hampa, tapi membuatmu tetap berada di sampingku membuatku lega ~ Arkan said (dalam hati) 🤭
checangel_
Ada kalanya dunia harus bersuara membela keadilan itu, bukan?🤧
checangel_
Dan tak semudah itu juga untuk membalikkan kertas yang sudah bertinta /Hey/
checangel_
Yang penting bukan imannya ya Alya/Facepalm/
checangel_
Betul, apalagi kalau berpikirnya sudah sampai ke perasaan, bukan pilihan lagi yang menyapa, tapi antara keyakinan dan keraguan yang menggema 🤭
checangel_: Bisa yuk
total 2 replies
checangel_
Cieee🤭
checangel_: Kabur ah 🏃🏻‍♀️🤣
total 2 replies
Vie
kamu cemburu tau... cemburu berarti tanda cinta ada dihatimu, walaupun kamu menepis perasaan itu, tapi Kamu tidak bisa menyangkalnya. jujurlah pada hatimu sendiri arkan.... 🤭🤭🤭🤭
Vie
ya.... kamu gak salah kok.... alaminya seorang manusia hal menyukai lawan jenis adalah manusiawi karena itu berarti kamu masih memiliki hati apalagi dia istri mu sendiri, sudah seharusnya kamu jaga dia dan kamu lindungi serta bahagiakan dia.... tapi jangan biarkan perasaan itu menjadi sebuah kelemahan mu juga, tapi harus Kamu jadikan kekuatanmu dalam melindungi apa yang menjadi milikmu......
Vie
nah loh ga bisa ngomong kan.. padahal kamu udah ada sedikit rasa sama alya.... ya mungkin karena sekarang dia adalah istri mu yang sudah seharusnya kamu bertanggung jawab dan juga sudah seharusnya kamu jaga dia dan perlakuan dia seperti layaknya seorang istri....
Lovelynzeaa🌷
SEMANGAT THORR🥰🙌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!