NovelToon NovelToon
Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Transmigrasi
Popularitas:336
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Dunia di mata Shen Yu terbagi menjadi dua: realitas yang membosankan dan dunia fiksi yang ia cintai. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, sebagian besar waktunya dihabiskan dengan hidung menempel pada halaman buku atau layar ponsel.

Ia bukan sekadar membaca—ia hidup di dalamnya.

Setiap kali menyelesaikan sebuah bab, imajinasinya tidak pernah berhenti berpikir. Ia sering membayangkan betapa indahnya jika bisa melangkah melewati batas kertas, menjadi tokoh utama yang mengalami petualangan epik, romansa yang mendebarkan, atau bahkan nasib tragis yang penuh drama.

Apa pun juga bentuknya, asalkan lebih berwarna daripada hidupnya yang datar ini.

"Ah, andai saja aku benar-benar bisa masuk ke dalam cerita..." gumamnya pelan sambil menyimpan novel yang baru saja selesai dibaca ke dalam tas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

Pagi hari pada hari H lelang, suasana di udara terasa berbeda. Cahaya matahari menyinari jalanan kota dengan terang benderang, namun hati orang-orang dipenuhi antisipasi yang mendebarkan.

Di dalam kamar penginapan, Shen Yu sedang menyelesaikan penampilannya yang terakhir. Ia berdiri di depan cermin perunggu, tangannya terampil mengikat rambut panjangnya yang hitam legam menjadi satu kuncir kuda rapi di belakang kepala.

Penampilannya kini berubah total. Ia tidak lagi terlihat seperti pemuda desa yang polos dan lugu.

Ia mengenakan jubah Hanfu berwarna merah darah yang sangat mencolok namun tetap elegan. Kainnya tebal dan berkualitas tinggi, dihiasi manik-manik kecil serta benang perak yang menjuntai lembut.

Setiap kali ia sedikit saja bergerak, manik-manik itu berbunyi "ting... ting..." dengan suara yang sangat halus dan merdu, memberikan aura misterius sekaligus megah.

Yang paling penting, di wajahnya kini terpasang topeng kayu berukir halus berbentuk wajah rubah yang tersenyum misterius. Topeng itu menutupi seluruh bagian wajahnya kecuali sepasang matanya yang tajam dan berkilauan.

Shen Yu sedikit memutar tubuhnya untuk memandangi bayangannya sendiri di cermin.

"Bagus... sempurna," gumamnya dengan puas."Sekarang siapa pun yang melihatku pasti mengira aku adalah pembesar misterius atau penyihir dari pegunungan. Tidak akan ada yang menyangka ini hanya Shen yang kemarin masih mengenakan baju karung."

Rencananya aman. Dengan topeng ini, ia bisa hadir, mengawasi lelang, menerima uang, dan pergi tanpa meninggalkan jejak pun.

Setelah memastikan semuanya rapi, Shen Yu mengambil napas panjang lalu melangkah keluar dari kamar.

Di depan pintu utama penginapan, sebuah kereta kuda yang cukup bagus sudah menanti. Seorang pelayan milik Tuan Zhao segera membungkuk hormat saat melihat kedatangan sosok misterius itu.

"Selamat pagi, Tuan. Kereta sudah siap. Mari kami antar Tuan ke lokasi acara."

Shen Yu mengangguk pelan tanpa mengeluarkan suara, lalu melangkah naik ke dalam kereta. Perjalanan menuju panggung kejayaan resmi dimulai!

Suasana di lokasi lelang sungguh luar biasa meriah dan megah. Tuan Zhao berdiri di pintu masuk utama, menyambut satu per satu tamu kehormatan yang datang.

Senyum ramah tak pernah lepas dari wajahnya, tangannya terus bersalaman dengan para bangsawan dan pedagang besar.

Gedung itu hampir penuh sesak. Deretan kursi tamu hampir seluruhnya terisi, dan masih banyak orang yang berdiri di lorong karena kehabisan tempat duduk. Antusiasme masyarakat sangat tinggi.

Di belakang panggung, para pelayan dan ahli perhiasan sibuk memeriksa barang-barang yang akan dilelang satu per satu. Mereka menata perhiasan, lukisan, dan barang antik dengan sangat hati-hati di atas alas beludru, memastikan semuanya tampak sempurna di mata para pembeli.

Namun, di balik kesibukan itu, sedikit kegelisahan menyelinap di hati Tuan Zhao. Ia melirik ke arah pintu masuk sampingan tempat tamu VIP masuk.

"Mengapa Tuan Shen Yu belum datang juga?" batinnya penuh kekhawatiran.

Hari ini adalah hari yang paling penting, dan bintang utamanya belum terlihat sedikit pun.

Tepat saat ia sedang memikirkan hal itu, seorang pelayan muda berlari mendekat dan berbisik, "Tuan, Tuan Shen belum terlihat datang. Apakah kita harus menunda sebentar?"

Wajah Tuan Zhao sedikit memucat, namun ia segera menggeleng dan menenangkan diri. Ia menoleh ke arah jalanan luar yang terlihat padat merayap oleh kereta-kereta kuda mewah.

"Tidak perlu panik," ucap Tuan Zhao pelan namun tegas. "Lihatlah jalanan di luar sana. Macet total karena semua orang bersaing datang ke sini. Pasti kereta Tuan Shen terjebak di tengah kemacetan itu."

Ia menyunggingkan senyum kembali. "Pantas saja terlambat. Bersabarlah, orang penting memang selalu datang terakhir."

Memang benar apa yang dikhawatirkannya. Jalanan menuju lokasi lelang benar-benar macet parah. Kereta kuda yang ditumpangi Shen Yu terjebak di tengah lautan kendaraan, tidak bisa bergerak maju sedikit pun, bahkan tidak bisa mundur.

Suara derap kaki kuda dan teriakan kusir terdengar di mana-mana namun tak ada gunanya. Sang kusir sendiri sudah mulai berkeringat dingin dan tampak sangat cemas, memukul kemudi kereta dengan lembut sambil menggerutu.

"Tuan, maafkan kami, sepertinya kita tidak akan sampai tepat waktu!" seru kusir itu dengan nada panik.

Shen Yu menghela napas panjang sambil memandang kerumunan di luar.

"Sudah cukup, tidak ada gunanya menunggu. Kalau diam di sini sampai malam pun tidak akan berguna...." ucap Shen Yu dengan tegas.

Dengan gerakan cepat, ia menurunkan kaki kirinya lalu melompat turun dari kereta.

Ting... ting...

Suara manik-manik di jubahnya berbunyi merdu saat ia bergerak. Penampilannya yang gagah dengan topeng rubah dan jubah merah darah membuat orang-orang di sekitar yang melihatnya langsung terdiam dan menyilang memberi jalan.

Di sisi jalan, seorang pelayan yang ditugaskan Tuan Zhao khusus untuk menunggu dan menjemput tamu penting melihat kedatangan sosok misterius itu turun dari kereta. Wajahnya langsung memucat dan panik parah.

"Wahai Tuan! Mengapa Tuan turun di sini? Jalanan masih jauh dan sangat padat!" bisik pelayan itu dengan cemas, ia segera menghampiri dan membungkuk hormat.

"Bagaimana kalau Tuan menunggu saja di dalam?"

"Tidak bisa," potong Shen Yu dengan suara dingin. "Kalau menunggu, acara bisa saja sudah selesai duluan. Ayo, jalan kaki saja. Tunjukkan jalan pintas kalau ada."

Mau tidak mau, pelayan itu pun segera memimpin jalan dengan sigap, berusaha menyibakkan orang-orang agar tuannya yang misterius bisa lewat dengan aman menuju gedung lelang.

Sayangnya, berjalan kaki pun tidak banyak membantu. Jalanan sempit itu penuh sesak oleh para bangsawan dan pejabat tinggi yang juga terpaksa turun dari kereta mereka demi mempercepat langkah. Padat sekali, mustahil untuk menerobos.

Shen Yu mengerutkan kening di balik topengnya. "Hah... Merepotkan sekali hidup di kota."

Tiba-tiba, matanya berkilat menemukan ide yang cukup ekstrem. Ia mundur beberapa langkah sambil mengambil ancang-ancang.

"Daripada nunggu, mending aku parkour saja!"

Tanpa pikir panjang, Shen Yu melompat!

Wush!

Dengan gerakan lincah dan ringan, kakinya menginjak atap kereta kuda pertama, lalu melompat lagi ke kereta berikutnya. Orang-orang yang berjalan di bawah langsung terbelalak dan berteriak kaget.

"Wah! Siapa itu?! Melompat di atas kereta?!"

"Gila sekali! Beraninya dia!"

Namun bagi Shen Yu, ini bukan hal yang sulit. Walaupun kini ia lebih sering menghabiskan waktu membaca dan bersantai, sejak kecil tubuhnya memang sudah terlatih dengan baik. Kakeknya dulu sangat khawatir melihatnya terlalu aktif, sehingga memaksanya belajar seni bela diri dan ilmu kelenturan tubuh.

Sayangnya, saat menginjak usia 19 tahun, ia pernah mengalami cedera kaki yang cukup parah dan harus berhenti berlatih secara intensif. Tapi... kemampuan dasarnya tidak hilang begitu saja. Melompati atap-atap kereta ini terasa semudah membalikkan telapak tangan baginya.

Ting... ting... cling...

Setiap kali tubuhnya melayang di udara, untaian manik-manik di jubah merah darahnya berbunyi saling bersahutan, menciptakan irama indah yang seolah mengiringi tarian anginnya.

Di tengah keramaian itu, Tuan Muda Qin baru saja turun dari keretanya dengan wajah sombong. Tiba-tiba, sebuah bayangan gelap menutupi cahaya matahari di atas kepalanya. Ia mendongak dengan cepat.

Matanya membelalak tak percaya. Di atas sana, sesosok pria dengan pakaian merah mencolok dan topeng misterius sedang melompat-lompat dengan anggun dan gagah. Gerakannya begitu ringan seolah tidak memiliki berat badan sama sekali, melayang di udara melewati kepala semua orang.

"Lu... luar biasa..." gumam Tuan Muda Qin terpesona, lupa untuk marah atau merasa dihina. Ia hanya bisa mematung memandangi sosok misterius yang semakin menjauh menuju atap gedung lelang.

Pelayan yang ditugaskan mengawal Shen Yu berdiri mematung di tengah jalan, mulutnya ternganga dan kakinya seakan terpaku di tanah. Ia benar-benar tak menyangka bahwa tamu penting yang seharusnya ia bantu jalan justru pergi dengan cara yang begitu memukau dan luar biasa.

"Tu... Tuan?!" bisiknya pelan dengan mata terbelalak. "Bukan main... benar-benar orang hebat!"

Sementara itu, Shen Yu tidak membuang waktu. Dengan kelincahannya yang luar biasa, ia dengan mudah mencapai area gedung lelang dalam waktu singkat. Namun, ia tidak langsung turun ke halaman depan yang sudah dipenuhi kerumunan orang yang antre masuk. Itu akan merepotkan dan bisa membuatnya tertahan lagi.

Shen Yu mengamati sekeliling, lalu matanya tertuju pada tiang kayu besar yang menyangga atap gedung di sisi samping.

"Hah! Ini dia jalan pintasnya."

Tanpa ragu sedikit pun, Shen Yu melompat turun dari atap kereta terakhir, tangannya mencengkeram tiang kayu itu dengan kuat. Dengan gerakan cepat dan luwes seperti kucing, ia memanjat naik melewati lantai satu, lantai dua, dan langsung mencapai balkon terbuka di lantai atas.

Ting... cling!

Suara manik-manik terdengar untuk terakhir kalinya sebelum tubuhnya melompat masuk ke dalam balkon dan menghilang begitu saja dari pandangan semua orang yang berada di bawah.

Orang-orang yang sempat melihat aksinya hanya bisa saling memandang dengan wajah takjub dan bingung.

"Siapa orang itu tadi? Pria berjubah merah?"

"Aku tidak tahu... tapi gerakannya seperti dewa angin!"

"Pasti dia tamu VIP yang mau menghadiri acara lelang. Luar biasa sekali!"

Shen Yu kini sudah berada di dalam gedung dengan aman dan tenang, jauh sebelum orang lain bisa sampai melalui pintu utama.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!