apa jadinya jika seorang pemuda berumur 17 tahun transmigrasi ketubuh seorang duda berumur 36 tahun karena di seruduk oleh seekor domba?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
...Happy Reading...
.......
.......
.......
.......
.......
Langit berteriak kencang lalu berlari menuju ke dalam gudang dan memeluk Gilang dari belakang.
"hiks takut hiks uhuk hiks hueeeee tadi ada mbak mbak pake baju putih hiks" tangisnya sesenggukan sambil mengelap ingusnya ke baju Gilang.
"shhhh udah yah jangan nangis lagi, ngga ada kok mbak mbaknya mungkin udah pergi, kamu salah liat kali" ujarnya dengan mengelus rambut langit setelah ia membalikan badan.
"hiks ngga mauu, mauu pulang hiks gendong~" rengek langit merentangkan tangannya ke depan Gilang, Gilang yang melihat itu langsung saja menggendong langit ala koala, langit sungguh sangat ringan jika digendong olehnya padahal tubuh langit agak berisi.
"shhh nangisnya udah honey nanti sesek nafasnya" ucap Gilang dengan mempuk-puk pantat berisi langit
Saat dilihat ternyata langit sudah terlelap di gendongannya, ah Gilang menatap wajah langit yang ternyata jika dilihat dari dekat akan terlihat sangat imut namun jika dilihat agak jauh rasanya dia menjadi tampan bukan imut.
Gilang menuju ruang guru dimana Bu El, pak Idham dan guru pembimbing perkemahan lainnya untuk izin pulang dan diizinkan oleh semua guru disana.
Tak lupa Gilang juga mengabari Rico lewat chat jika langit pulang bersamanya karena sakit padahal mah engga sakit.
Gilang membawa langit menuju mobilnya dan hendak ke apartemen miliknya untuk menginap satu hari.
"ah dia sungguh sangat imut, wajahnya mirip sekali dengan papanya yang juga sangat imut.
"mine.." bisiknya Dengan seringai di bibirnya yang sexy itu.
......
Keesokan harinya di mansion
"hoamm, shhh sakit banget sih mereka berdua nyusu ngga ada otak apa yah sampe bengkak gini" kesal saga, ia mengomel seperti itu karena kedua anaknya sudah pergi menuju sekolah dan kuliah mereka pagi ini, ya saga tau karena tadi ia membuka ponselnya dan terdapat pesan dari kedua anaknya itu lalu saga hanya menjawab iya dan melanjutkan tidurnya sampai sekarang.
"dah jam delapan aja perasaan semalem gw tidur baru sebentar deh" ucapnya sambil bangun menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap menuju kantor miliknya.
setelah semuanya siap dan rapi ia menuju ke arah garasi mobil dan mengemudikan mobilnya menuju kantor miliknya.
setelah lima belas menit saga mengemudikan mobilnya ia sudah sampai Ki kantor besar dan megah milik nya, ia masuk kedalam dan disambut hangat oleh semua karyawannya.
"pagi tuan, tuan sudah ditunggu tuan Arion" ujar seorang pria yang menggunakan jas karyawan seperti biasanya dan semua karyawan wanita hanya memekik gemas, setelah bos mereka tidak masuk tiga hari ternyata wajahnya jadi manis dan sungguh sangat imut.
ia melangkah menuju ke ruangannya dan sampailah ia di ruangan kebesaran milik saga
"ion" panggil saga dan Arion yang dipanggil langsung menatap ke arah tuannya dengan senyuman tampan andalannya.
Saga yang di senyumi pun ia langsung salting, ia berjalan mendekat ke arah Arion yang duduk di sofa sambil memegang sebuah berkas setelah ia menutup pintu ruangan miliknya.
"t-tuan apa yang anda lakukan?" tanya Arion gagap saat saga mulai berjalan mendekat dan memegang kedua bahu miliknya.
"umhh ion aga mau jajan, aga laper belum sarapan iooonnnn~" rengeknya dengan bibir mengerucut lucu seperti bayi.
"astaga, okeee aga mau jajan apa hm? nanti ion pesanin" tanya Arion dengan lembut, tangannya memegang pinggang ramping milik saga dengan sangat lembut