ketika sebuah pernikahan di awali dari sebuah kebohongan
jeon kinan gadis 19 th yang tinggal di panti asuhan tiba-tiba diajak menikah oleh seorang pengusaha sekaligus pemilik yayasan di tempatnya tinggal.
kim victor seorang pengusaha yang memiliki sifat dingin dan sangat susah didekati tanpa angin tanpa hujan mengajak menikah seorang gadis yatim piatu.
apakah pernikahan mereka baik-baik saja setelah kinan mengetahui fakta yang menghancurkan dirinya?
apakah victor bisa mendapatkan maaf dari sang istri setelah luka yang dia torehkan kepada kinan?
bagaimana kelanjutan pernikahan mereka??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa kamu
“Kamu tidak ada hak menggugurkannya karena dia anak victor" teriak irene.
Kinan menatap irene dengan pandangan menusuk lalu setelahnya tertawa mengejek.
“Kamu bilang aku tidak punya hak? Tentu saja ada karena dia tumbuh di dalam rahimku dan aku punya hak penuh atas tubuhku termasuk dia, jadi jika aku menggugurkannya pun itu tidak akan menjadi masalah" ucap kinan dengan tatapan tajamnya.
“Dan satu lagi jika memang kamu ingin mempunyai anak kenapa kamu tidak hamil sendiri? Atau memang kamu tidak bisa hamil?" Ejek kinan dengan tatapan menusuk lalu berjalan mendekat ke arah irene yang juga menatapnya.
Victor berjalan mendekat ke arah kinan, "Sayang sudah, ayo kita kembali ke mansion dan kita bicarakan dengan baik-baik” bujuk victor sambil berusaha memegang tangan istrinya tapi ditepis dengan kasar oleh kinan.
"Jangan menyentuhku!!!!!!” Teriak kinan yang membuat semuanya terkejut.
"Jangan pernah menyentuhku karena aku tidak suka disentuh oleh penipu sepertimu” ucap kinan dingin dengan tatapan penuh luka kepada suaminya.
"Keputusanku sudah bulat aku akan menggugurkannya” ucap kinan lalu melangkah keluar dari ruangan yang membuatnya sesak. Saat kinan sampai di depan pintu dirinya menoleh dan menatap tajam ke arah victor.
"Aku sangat membencimu kim victor dan mari bercerai” ucap kinan dengan air mata yang kembali mengalir lalu setelahnya dia pergi meninggalkan semua orang tanpa menoleh ke belakang.
Sementara victor hanya membeku saat mendengar kata-kata terakhir istrinya hingga sebuah suara membuyarkan lamunannya.
“Victor, kejar kinan cepat" teriak hoseok dan seketika itu victor segera melesat meninggalkan ruangannya diikuti yang lainnya meninggalkan irene seorang diri.
Kinan terus berlari mengabaikan tatapan orang-orang yang penuh tanda tanya saat melihat dirinya yang terlihat berantakan saat ini, entah apa kesalahannya hingga harus mengalami ini semua. Saat dirinya sudah di lobi kantor tiba-tiba hujan turun sangat lebat seolah ikut bersedih dengan apa yang wanita itu rasakan saat ini dan tanpa berpikir dua kali kinan segera menerobos hujan tersebut mengabaikan suara guntur dan kilatan petir yang menyambar.
Victor dan yang lainnya sudah sampai di lobi dan netranya berusaha mencari sosok wanita yang baru saja dia sakiti hatinya tapi nihil tak ada kinan di lobi tersebut, diluar hujan turun sangat lebat padahal ini masih siang.
“Kerahkan bodyguard untuk mencarinya" ucap victor dengan nada frustasi.
“Tenanglah kinan pasti belum jauh" ucap baekhyun sambil mengelus punguung putranya meski dirinya tidak yakin akan hal itu.
Victor menatap wanita yang telah melahirkannya.
“Aku tidak ingin kehilangan kinan mah, aku hanya ingin dia" ucap victor lirih dengan tatapan kehilangan yang begitu besar.
Semua orang yang melihat kondisi victor yang sekarang hanya bisa diam, hingga sebuah suara membuat emosi victor meledak seketika.
“Kenapa kalian repot-repot mencarinya? Pasti suatu saat dia akan kembali karena dia butuh uang untuk menghidupi anaknya" ucap irene tenang.
Plaaaaaakk
Sebuah tamparan menggema di lobi tersebut dan pelakunya adalah jinnie sedangkan korbannya irene sudah tersungkur di lantai lobi.
“Seharusnya sejak dari dulu aku menyuruh victor menceraikanmu!!! Setelah kamu menipu keluarga kim dengan kelakuan jalangmu itu kamu masih punya muka untuk menampakkan diri hah???!!! Dan karena ide konyolmu itu adikku harus mengalami ini semua!!" Emosi jinnie benar-benar tidak terbendung.
“Kenapa kakak hanya menyalahkanku??!! Victor juga setuju dengan rencana itu dan seharusnya kalian menyalahkan victor karena dia jatuh cinta dengan jalang itu” teriak irene.
Tanpa diduga victor menarik rambut irene kuat yang membuat wanita itu meringis kesakitan
"Ssa-sakit victor lepaskan” ucap irene terbata.
"Kamu benar aku jatuh cinta pada kinan sejak pertama kali melihatnya itulah sebabnya aku setuju menikahinya tapi satu hal yang kamu harus tahu dia bukan jalang, dia tidak sepertimu yang bisa tidur dengan pria manapun dia adalah wanita polos dan satu-satunya istri kim victor mulai hari ini dan seterusnya, untuk kamu mulai detik ini kamu bukan lagi istri kim victor dan kamu bukan siapa-siapa lagi di hidupku” ucap victor dingin lalu meninggalkan irene di tengah lobi dengan rasa malu karena insiden ini dilihat oleh semua karyawan.
Sementara itu di suatu tempat di tengah derasnya hujan kinan terus berjalan tak tentu arah, tubuhnya yang basah menggigil kedinginan tapi dirinya tidak peduli. Yang kinan inginkan saat ini dia ingin menjauh dari orang-orang yang membuatnya seperti sekarang.
“Kenapa hiks…kenapa kalian sejahat itu padaku? Apa salahku” isak kinan lirih.
Tiba-tiba rasa pening menghantam kepalanya dan pandangannya perlahan memburam dan dalam hitungan detik tubuh mungilnya jatuh di aspal yang dingin, kinan pingsan di tengah guyuran hujan tanpa ada satu orang pun yang tahu.
Tak jauh dari tempat kinan pingsan ada pasangan suami istri yang baru selesai makan siang di restoran, tiba-tiba sang wanita melihat tubuh yang tergelatak tak sadarkan diri di tengah hujan tak jauh dari restoran.
“Gyu, ada yang pingsan" ucap sang istri sambil menunjuk suatu arah dengan telunjuknya.
“Kamu benar woonie, lalu bagaimana?" tanya mingyu tak paham.
“Kok bagaimana sih ya kita bantulah" ucap sang istri kesal.
“Cepat ambil mobil dan kita bawa ke rumah sakit" perintah sang istri dan mingyu pun mengangguk.
Rumah Sakit
Woonie menatap wanita yang kini masih terlelap di ranjang rumah sakit dengan tatapan yang sulit diartikan, entah kenapa dia familiar dengan wajah itu.
“Sayang, kata dokter dia baik- baik saja" ucap mingyu berusaha menenangkan sang istri.
“Gyu, bukankah wajahnya sangat familiar" ucap sang istri dengan tatapan tak lepas dari kinan.
“Maksudnya?" Tanya mingyu tidak paham sambil menatap sang istri.
“Wajahnya mirip dengan mama" ucap woonie pelan sedangkan mingyu langsung fokus menatap kinan dengan seksama dan memang benar wajah wanita di depannya ini mirip mama mertuanya.
Tak beberapa lama pintu ruangan terbuka dan tampaklah pasangan paruh baya masuk dengan ekspresi paniknya.
“Ya ampun sayang apa yang terjadi?" Tanya wanita paruh baya tersebut sambil mengecek seluruh badan putrinya.
"Aku baik-baik saja mah, yang sakit bukan aku tapi dia” ucap woonie sambil menunjuk ke arah tempat tidur dan seketika fokus pasangan itu jatuh kepada sesosok wanita mungil yang tertidur di atas ranjang.
"Dia siapa sayang?” Tanya sang papa.
"Woonie tidak tahu pah, aku dan mingyu menemukannya pingsan di tengah guyuran hujan” jelas sang putri.
Perlahan wanita paruh baya itu mendekat dan menatap intens gadis di depannya saat ini ada perasaan aneh saat melihatnya, dia merasa sudah mengenal lama gadis di depannya saat ini.
"Pah aku punya satu permintaan boleh?” Tanya woonie sambil menatap sang papa.
"Katakan apa yang kamu inginkan sayang” ucap sang papa tuan jeon sehun.
"Aku ingin melakukan tes dna dengannya" ucap woonie yang tentu saja membuat yang lain terkejut.
“Tapi sayang bagaimana jika tidak sesuai lagi? Aku takut kamu kembali terpuruk" ucap mingyu sang suami.
“Ini yang terakhir kalinya, jika hasilnya tidak cocok kita akan berhenti sampai disini" pinta woonie.
Yang lain diam hingga.
“Baiklah ini yang terakhir kalinya dan jika hasilnya kembali berbeda kita berhenti sampai disini” ucap tuan jeon dan diangguki oleh woonie.
"Tapi jika hasilnnya tidak sesuai bolehkah jika kita mengangkatnya menjadi bagian dari keluarga jeon?” Tanya woonie.
"Tunggu dia sadar dulu untuk memastikan dia punya keluarga atau tidak, karena tidak mungkin kita memaksa seseorang untuk menjadi bagian keluarga kita jika dia sendiri sudah mempunyai keluarga” jelas tuan jeon dan woonie pun mengangguk.
Sementara itu sang istri jeon luhan terus menatap wajah tersebut dengan sesekali mengelus surai kinan pelan.
"Kenapa aku merasa sangat dekat denganmu” ucap luhan lirih.