NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN KONTRAK IDOLA

PERNIKAHAN KONTRAK IDOLA

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:702
Nilai: 5
Nama Author: Zhao Eunbi

Zee Chou, atau yang dikenal dengan nama panggung Choi Heesung, adalah idola K-Pop paling populer dan dicintai jutaan penggemar. Di atas panggung, ia bersinar sempurna, tampan, dan memiliki citra bersih yang dijaga sangat ketat. Namun di balik kemegahan itu, ia menyembunyikan satu kenyataan pahit: warisan perusahaan keluarga yang terancam bangkrut. Demi menyelamatkan segalanya, Zee terpaksa menyetujui pernikahan yang tidak pernah ia bayangkan—menikahi Park Hye-ri, gadis biasa dan sederhana, putri sahabat orang tuanya yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan dunia hiburan.

Pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan di atas kertas, rahasia yang harus dijaga mati-matian dari publik dan penggemar. Tidak ada cinta, tidak ada perasaan, hanya kewajiban dan aturan ketat. Bagi Zee, Hye-ri hanyalah kewajiban yang mengganggu karir cemerlangnya. Bagi Hye-ri, Zee hanyalah idola dingin, angkuh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao Eunbi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Antara Cinta dan Dunia

 

Keesokan harinya, seluruh mata negara tertuju pada konferensi pers darurat yang diadakan di gedung utama Grup Chou. Ribuan wartawan berkumpul, media menyiarkan langsung ke seluruh penjuru, dan jutaan orang menonton dengan rasa penasaran sekaligus kemarahan.

Suasana di panggung sangat tegang. Di atas meja panjang, duduk Heesung, Direktur Agensi, dan penasihat hukum. Wajah Heesung tenang, tapi matanya menampakkan tekad yang tak tergoyahkan. Di ruangan tertutup di belakang panggung, Hyeri menonton lewat layar monitor dengan jantung berdegup kencang, tangannya saling menggenggam erat karena cemas.

"Terima kasih semuanya sudah datang," buka Heesung dengan suara tegas dan jernih. "Saya memanggil kalian semua hari ini bukan untuk menyangkal, bukan untuk menutupi, tapi untuk mengakui dan menjelaskan kebenaran yang sesungguhnya."

Kalimat itu langsung membuat gempar ruangan. Para wartawan mulai berteriak mengajukan pertanyaan serempak.

"Apakah dokumen pernikahan kontrak itu benar, Tuan Heesung?"

"Apakah Anda menipu publik selama ini?"

"Bagaimana tanggapan Anda soal boikot yang makin meluas?"

Heesung mengangkat tangan menenangkan mereka.

"Ya. Dokumen itu benar adanya."

Satu pengakuan itu seperti petir menyambar. Direktur Agensi di sampingnya langsung pucat pasi, hampir saja jatuh dari kursinya. Ini bukan skenario yang disepakati! Agensi menyuruhnya menyangkal, tapi dia justru mengakuinya!

"Di awal pertemuan kami," lanjut Heesung tanpa gentar, menatap lurus ke kamera, "memang ada perjanjian. Dulu Nenek saya khawatir akan masa depan perusahaan dan keluarga. Saya setuju berhubungan dengan Hyeri dengan syarat tertentu, semata-mata demi kepentingan keluarga saat itu. Bagi saya saat itu, itu hanya kewajiban dan tugas."

Suara protes dan ejekan mulai terdengar.

"Jadi memang benar dia cuma alat!"

"Penipu!"

Heesung menaikkan volume suaranya, penuh penekanan perasaan.

"TAPI... manusia bukanlah mesin, dan perasaan tidak bisa diatur oleh kertas apa pun!"

Ruangan kembali hening.

"Seiring berjalannya waktu, perjanjian itu hilang maknanya. Saya bertemu dengan Hyeri. Saya mengenal hatinya yang paling tulus, kebaikannya yang tanpa pamrih, dan ketulusan cintanya yang tidak pernah memandang harta atau kedudukan. Dia masuk ke hidup saya yang kaku dan dingin, lalu mengubah segalanya."

Heesung menatap kamera seolah menatap langsung ke hati setiap penonton.

"Kertas kontrak itu hanya awal cerita kami. Tapi apa yang kami miliki sekarang... rasa sayang, rasa percaya, dan pengorbanan satu sama lain... itu adalah cinta sejati yang nyata. Lebih nyata daripada apa pun di dunia ini."

"Saya tidak menipu kalian. Saya hanya belum sempat menceritakan bahwa dari perjanjian, kami tumbuh menjadi sepasang kekasih yang sungguhan."

"Dan untuk kalian yang marah, yang kecewa... silakanlah marah pada saya. Anggap saya penipu, anggap saya buruk. Tapi tolong jangan sakiti Hyeri. Dia tidak pernah meminta ini semua. Dia adalah wanita terbaik yang pernah saya kenal. Jika kalian harus menghukum seseorang... hukumlah saya saja."

"Karena saya katakan ini di depan semua orang: Saya bangga mencintainya. Dan saya tidak akan pernah meninggalkannya, meskipun saya harus kehilangan segalanya."

Konferensi pers berakhir dengan gegap gempita. Pernyataan Heesung membelah publik menjadi dua kubu. Ada yang mulai mengerti dan terharu, tapi ada juga yang makin marah dan menganggapnya alasan klise.

 

🔴 Dampak yang Mengerikan

Seperti perkiraan terburuk, pengakuan itu membuat keadaan makin parah.

Hari demi hari, kerugian datang bertubi-tubi.

✅ Saham Grup Chou anjlok hampir 40% dalam seminggu, nilai kekayaan berkurang ratusan miliar.

✅ Tiga sponsor besar membatalkan kontrak iklan bernilai triliunan rupiah.

✅ Proyek Global yang sudah disiapkan bertahun-tahun diambil alih oleh pesaing.

✅ Dewan Direksi mengadakan rapat darurat dan memberikan ultimatum.

Malam itu di ruang rapat keluarga, suasana sangat dingin dan penuh tekanan. Para paman dan sepupu Heesung yang selama ini iri pada posisinya kini bersorak gembira di balik kedok keprihatinan.

"Heesung, kau sudah keterlaluan!" bentak Paman Kim, anggota tertua keluarga. "Karena gadis itu, perusahaan hampir bangkrut! Nama baik keluarga rusak parah! Kau tidak pantas lagi memimpin!"

"Kami sepakat," sambung sepupunya dengan senyum licik. "Kau harus mundur dari jabatan Direktur Utama. Dan hubungan dengan gadis itu harus diakhiri sekarang juga. Itu satu-satunya cara menyelamatkan sisa kekayaan kita."

Heesung duduk tegak, meski hatinya berat sekali. Ia menatap Nenek Chou yang duduk diam di ujung meja, tampak tua dan lelah.

"Nenek..." panggil Heesung pelan.

Nenek Chou menghela napas panjang, lalu menatap cucunya dengan mata berkaca-kaca.

"Heesung... Kau tahu betapa kerasnya aku membangun ini semua. Aku ingin kau sukses, aku ingin kau menjadi yang terbaik. Tapi... saat kau berbicara di konferensi pers kemarin... Nenek bangga padamu."

Semua orang terkejut mendengar itu.

"Karena seorang pemimpin yang tidak punya kesetiaan dan hati nurani, tidak akan berguna bagi siapa pun. Tapi..." Nenek mengalihkan pandangan ke anggota keluarga lain.

"Namun aturan bisnis tetaplah keras. Jika kerugian terus berlanjut, kita semua bisa jatuh miskin. Untuk sementara waktu... demi menjaga kepercayaan pasar... kau harus melepaskan jabatanmu."

Kalimat itu seperti pisau tajam. Heesung tahu artinya. Ia kehilangan kuasa, kehilangan kekuasaan, dan menjadi orang biasa saja.

"Saya mengerti, Nenek," jawab Heesung tenang. "Saya rela mundur. Tapi satu hal... saya tidak akan pernah melepaskan Hyeri."

 

💔 Keputusan Hyeri

Berita turunnya jabatan Heesung menyebar cepat. Hyeri mendengarnya dari berita, dan dunianya serasa runtuh. Ia tahu... semua ini terjadi karena dia.

Malam itu, Heesung pulang membawa kotak barang pribadinya dari kantor. Pakaian gagah seragam direktur sudah tidak lagi dipakainya, ia hanya memakai kemeja sederhana.

Hyeri menyambutnya dengan air mata mengalir deras.

"Heesung... lihat apa yang sudah aku lakukan padamu. Kau kehilangan segalanya... jabatan, kekayaan, namamu..." Hyeri menangis di dada kekasihnya. "Kalau aku tidak ada di sini... kalau aku tidak pernah masuk ke hidupmu... kau pasti akan tetap menjadi Tuan Muda yang hebat dan dihormati semua orang."

Heesung memeluk gadis itu erat, mengecup puncak kepalanya berkali-kali.

"Jangan bicara begitu. Dengar aku, Hyeri. Dulu saat aku punya segalanya tapi hatiku kosong... aku merasa sangat miskin. Sekarang aku tidak punya jabatan, tidak punya kekuasaan... tapi aku punya kamu. Aku merasa lebih kaya dari siapa pun di dunia ini."

"Tapi aku tidak mau menjadi alasan kejatuhanmu!" Hyeri menatap mata Heesung. "Aku harus pergi, Heesung. Hanya itu jalan agar kau bisa kembali seperti semula. Agar Nenek tidak sedih, agar perusahaan selamat."

Heesung memegang wajah Hyeri kuat namun lembut.

"Kau pikir pergi itu menyelesaikan masalah? Jika kau pergi, aku akan menjadi hancur jauh lebih parah daripada ini. Tanpamu, semua emas dan perusahaan ini hanya sampah bagiku. Kita sudah berjanji, ingat? Bahwa kita hadapi semuanya bersama-sama, baik saat di atas maupun saat jatuh ke bawah."

Di sudut ruangan gelap itu, ada orang lain yang mendengar semuanya. Jung Soo-ah, yang diam-diam datang untuk melihat kehancuran mereka. Ia bersembunyi di balik tiang, mendengar percakapan itu.

Ia berharap melihat Heesung menangis dan menyesal. Tapi yang ia lihat justru kebahagiaan di mata mereka berdua, meski sedang jatuh.

"Aneh sekali..." gumam Jung Soo-ah dengan suara gemetar, ada rasa iri yang pahit. "Mereka kehilangan segalanya... tapi kenapa mereka terlihat lebih bahagia daripada aku yang punya segalanya tapi kesepian?"

Namun sifat jahatnya kembali muncul.

"Belum selesai. Aku ingin melihat sampai di mana ketahanan kalian. Aku akan pastikan kalian jatuh lebih dalam lagi, sampai tidak ada jalan kembali."

 

Keadaan makin sulit bagi Heesung dan Hyeri. Mereka tidak lagi hidup mewah, banyak orang yang dulu menyapa kini berpaling. Mereka dikucilkan, dicemooh, dan hidup dalam tekanan. Tapi di tengah kemiskinan dan kesulitan itu, cinta mereka justru tumbuh semakin kuat dan kokoh.

Mereka tidak tahu... bahwa ujian terberat masih menanti. Saat mereka harus berjuang dari nol, Jung Soo-ah akan datang lagi untuk menghancurkan sisa kebahagiaan kecil mereka.

 

1
HAN EUNBI
🤭 menarik banget💪 tingkatkan
VOYAGE LEUER: 🤭terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!