NovelToon NovelToon
SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Perjodohan
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Demi menghindari perjodohan gila dengan rentenir tua pilihan ibu tirinya, Alana nekat menyewa seorang pria asing di pinggir jalan untuk menjadi suami pura-puranya dengan bayaran 5 juta sebulan. Pria itu tampak seperti pengangguran tampan yang sedang butuh tempat sembunyi.

​Alana bekerja keras siang malam untuk menghidupi "suami miskinnya" itu. Ia bahkan rela membelikan pria itu kemeja obralan agar terlihat rapi saat menemaninya.

​Namun, Alana tidak pernah tahu bahwa pria yang setiap malam tidur di sofa sempit apartemennya adalah Xander, pemimpin kartel mafia paling ditakuti sekaligus CEO triliuner yang kekayaannya tak berseri. Saat keluarga tiri Alana mencoba menginjak-injak hidup gadis itu, mereka tidak sadar bahwa mereka telah membangunkan iblis kejam yang sedang menyamar.

​"Siapa pun yang berani menyentuh milikku, bersiaplah kehilangan nyawa." — Xander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Lahirnya Sang Ratu

​"Tuan Besar, Anda akan memimpin penyerangan ini secara langsung?" tanya Dante. Terlepas dari cedera bahunya, kilat antusiasme seorang algojo terpancar jelas dari mata kanannya.

​Xander menatap tajam peta holografik Rusia di tengah ruangan, matanya sedingin es di Siberia. "Tidak."

​Dante dan Komandan Jace serentak mengangkat wajah, terkejut. Sepanjang sejarah klan Leonidas, Xander selalu berada di garis depan saat bendera perang dikibarkan.

​"Ivan Volkov baru saja memproklamirkan bahwa ia akan menculik istriku dari ranjangnya," geram Xander, aura membunuhnya menekan udara di War Room hingga terasa sesak. "Aku tidak akan memberinya celah sekecil apa pun untuk menyentuh Alana. Selama ancaman itu ada, aku tidak akan melangkah keluar dari radius pelindung Pulau Hantu."

​Xander menoleh pada Dante. "Kau yang akan memimpin Pasukan Bayangan, Dante. Terbang ke Rusia malam ini juga dengan jet siluman militer. Bakar fasilitas penyimpanan senjata Volkov di St. Petersburg dan sabotase seluruh jalur logistiknya di pinggiran Moskow. Jangan tinggalkan saksi hidup. Tinggalkan pesan berdarah bahwa Leonidas tidak pernah menggertak."

​"Sesuai perintah Anda, Tuan Besar!" Dante membungkuk hormat, meninju dada kirinya.

​Di saat mesin perang Leonidas mulai dipanaskan, suasana di suite utama justru terasa kontras.

​Alana baru saja menyelesaikan sarapannya saat pintu kamar terbuka. Sarah melangkah masuk dengan piyama pasien markas. Wajah asisten sekaligus sahabatnya itu masih pucat pasi. Lingkar matanya menghitam, tanda trauma akibat kecelakaan pesawat yang hampir merenggut nyawa mereka semalam.

​"Sarah!" Alana langsung berdiri, memeluk sahabatnya itu dengan erat. "Syukurlah kau baik-baik saja."

​Sarah gemetar dalam pelukan Alana. Ia perlahan melepaskan diri dan menatap sekeliling kamar berlapis pualam dan baja itu dengan tatapan ngeri.

​"Alana... tempat apa ini?" bisik Sarah ketakutan. "Dan pria itu... suamimu. Aku melihatnya semalam. Dia bukan hanya seorang CEO yang dingin, Alana. Dia seorang monster. Pengawalnya mematahkan kaki seseorang dan membiarkannya tenggelam! Bagaimana... bagaimana kau bisa hidup bersama pria yang dikelilingi oleh kematian seperti ini?"

​Pertanyaan Sarah menghantam dada Alana. Dulu, jika dihadapkan pada kenyataan ini, Alana pasti akan berlari sejauh mungkin. Perjanjian pernikahan kontrak mereka awalnya hanyalah jalan keluar dari jeratan utang dan kejamnya dunia.

​Namun, semalam saat pesawat mereka menukik jatuh menuju kematian, yang Alana ingat hanyalah dekapan hangat Xander yang rela menjadikan tubuhnya sendiri sebagai tameng baja.

​Alana menatap mata Sarah, dan tidak ada lagi keraguan di sana. Wajah gadis itu berubah tenang, memancarkan wibawa yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya.

​"Karena di dunia yang penuh monster ini, Sarah... dialah satu-satunya perisaiku," jawab Alana mantap. "Dia suamiku. Dan aku tidak akan mundur meninggalkannya."

​Terdengar suara tepuk tangan tunggal yang pelan dari arah pintu.

​Sarah memekik tertahan dan mundur beberapa langkah. Xander berdiri di ambang pintu yang telah terbuka, melipat kedua lengannya di dada. Matanya menatap Alana dengan kilat kekaguman yang gelap dan posesif.

​"Kau bisa kembali ke ruang medismu, Nona Sarah. Dokter menunggumu," ucap Xander dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari sang istri.

​Sarah menelan ludah, menunduk ketakutan, dan bergegas berlari keluar dari kamar itu.

​Setelah pintu tertutup secara otomatis, Xander melangkah perlahan menghampiri Alana. Pria itu menyentuh dagu Alana, mengangkat wajah cantik istrinya, dan mengecup bibirnya dengan intensitas yang menggetarkan jiwa.

​"Pernyataan yang sangat berani untuk seorang gadis yang baru saja selamat dari rudal hipersonik," bisik Xander di depan bibir Alana, mengusap tengkuk istrinya dengan ibu jari.

​"Aku mengatakan yang sebenarnya, Xander," jawab Alana, menatap lurus ke dalam mata obsidian itu. "Aku istrimu. Aku tidak akan menjadi kelemahanmu."

​Senyum predator yang menawan terbentuk di bibir Xander. "Bagus. Jika kau memang sudah siap menjadi ratu di kerajaanku, maka kau tidak bisa hanya bersembunyi di balik perisai."

​Xander menggenggam tangan Alana yang lembut.

​"Ikut aku ke ruang bawah tanah," ucap Xander, suaranya memberat. "Sudah saatnya kau belajar bagaimana caranya menarik pelatuk senjata."

​(Bersambung...)

1
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Orang_Cuman_Cerita: Lagi Proses Kak 👍
total 1 replies
Anonim
Lanjutkan 👍
Orang_Cuman_Cerita
Sukakan?💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!