NovelToon NovelToon
Perjalanan Istimewa

Perjalanan Istimewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Misteri / Mata Batin
Popularitas:780.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Sekuel dari Novel Arjuna Bopo Istimewa.
Di sini kita akan di suguhkan dengan perjalanan cinta antara Arjuna dan Meshwa.
Perjalanan rumah tangga dan kehidupan dari Bopo Istimewa ini, ternyata banyak sekali ujiannya.
Apakah Meshwa yang berstatus sebagai istri sanggup menemani perjalanan Arjuna? ataukah dia akan menyerah?

Di Novel ini juga akan ada kelanjutan kisah cinta Nala dan Mifta. Lalu, bagaimana dengan Dipta? Apakah dia akan menemukan tambatan hati?

simak kelanjutan cerita dari Keluarga Bopo Desa Banyu Alas di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Solusi

"Mas! Astaghfirullah, Mas Juna."

Dengan sekuat tenaga, Meshwa mendorong tubuh Arjuna hingga suaminya itu terjatuh di sebelahnya.

Meshwa segera turun dari ranjang dan buru - buru membenahi kancing piyamanya yang terbuka. Dengan tatapan was - was, ia melihat ke arah Arjuna yang nampak bengong.

"Astaghfirullah! Astaghfirullah." Arjuna beristighfar dengan tatapan resah.

Ia lalu menatap ke arah Meshwa yang berdiri di sudut tembok.

"Astaghfirullah. Maafin Mas, Dek." Lirih Arjuna dengan suara bergetar.

Arjuna pun segera keluar dari kamar dan langsung masuk ke kamar mandi yang ada di luar kamarnya.

Tak lama, terdengar suara guyuran air yang sangat keras, berkali - kali seolah tak memberi jeda untuk bernafas. Dengan panik, Meshwa langsung menuju ke kamar mandi yang berada di dekat dapur.

"Mas! Mas Juna!." Meshwa mengetuk - ngetuk pintu kamar mandi itu dengan keras.

"Mas! Jangan bikin aku takut kayak gini. Mas kenapa, Mas?" Cicit Meshwa dengan suara bergetar.

Ada rasa bersalah di hatinya karena mendorong Arjuna dengan keras saat suaminya itu sedang mengikuti nalurinya. Namun, ia juga khawatir jikalau nantinya perbuatan mereka yang melanggar janji itu akan mendatangkan musibah. Bukan hanya untuk mereka berdua, tetapi juga untuk warga desa yang tak bersalah.

"Mas... Maafin aku, Mas." Kata Meshwa sambil memukul - mukul pintu kamar mandi yang masih tertutup.

Suara guyuran air yang tak berjeda, di padu dengan suara air yang keluar dari keran pun masih terdengar dari dalam.

Meshwa masih terus memukul - mukul pintu kamar mandi sambil terus memanggil - manggil suaminya.

Tak lama, suara air itu pun berhenti. Diikuti dengan suara kunci pintu yang terbuka.

"Ya Allah, Mas Juna." Meshwa langsung menghambur pada Arjuna yang basah kuyup dengan pakaian yang masih melekat di tubuhnya.

"Mas basah, Sayang, nanti kamu masuk angin." Kata Arjuna saat Meshwa memeluknya. Tentu baju istrinya itu juga basah.

"Aku takut Mas kenapa - napa." Kata Meshwa yang semakin erat memeluk Arjuna. Air matanya pun luruh hingga membuatnya terisak - isak.

"Maafin Mas ya, Sayang. Maafin, Mas." Lirih Arjuna sambil memeluk dan mengecupi puncak kepala Meshwa.

"Makasih karena sudah menyelamatkan Mas. Maafin Mas ya, Dek. Mas juga gak tau, kenapa bisa kelepasan seperti ini." Kata Arjuna dengan suara bergetar karena rasa bersalah yang begitu besar.

"Gak apa - apa. Aku gak apa - apa, Mas." Kata Meshwa sambil mengusap wajah Arjuna yang masih basah.

Arjuna menghela nafas panjang. Rasa bersalahnya semakin dalam karena melihat istrinya sampai menangis seperti ini.

"Jangan nangis lagi ya, Sayang." Pinta Arjuna sambil mengusap air mata Meshwa.

Arjuna kemudian mengajak Meshwa keluar dari kamar mandi dan segera mengambil handuk lalu membalut tubuh istrinya dengan handuk.

"Ganti baju di kamar mandi dalam ya, Sayang. Mas ganti di luar." Kata Arjuna.

Meshwa pun mengangguk dan segera masuk ke kamar dengan Arjuna yang mengekor di belakangnya. Arjuna mengambil pakaiannya, kemudian kembali ke kamar mandi belakang, sementara Meshwa masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamar mereka.

"Mas..." Panggil Meshwa saat tak mendapati Arjuna di dalam kamar.

"Dalem, Sayang. Mas di belakang, Dek. Kamu tunggu di kamar aja. Ini licin, Sayang." Jawab Arjuna yang ternyata sedang mengepel tetesan air dari bajunya dan baju Meshwa yang basah tadi.

Tak lama, Arjuna kembali ke dalam kamar dan menghampiri Meshwa yang sedang duduk di tepi ranjang.

"Maafin Mas ya, Sayang." Kata Arjuna.

"Gak apa - apa, Mas. Aku juga minta maaf ya, Mas. Karena aku yang menempatkan Mas dalam posisi seperti ini." Lirih Meshwa.

"Enggak, Dek. Ini pilihan Mas, kamu jangan berpikir seperti itu. Kamu mau menerima keputusan Mas yang sepihak ini pun, Mas sangat berterima kasih." Kata Arjuna sambil mengusap - usap kepala istrinya.

Meshwa pun kemudian memeluk pinggang Arjuna dan bersandar di dada suaminya itu. Mereka sama - sama terdiam, seolah saling menguatkan dalam diam.

Pernikahan mereka ini, bukanlah hal yang mudah. Di saat mereka sudah di persatukan dengan ikatan yang sah, tetapi tetap saja keduanya masih di batasi dengan pantangan.

Tapi, mungkin inilah salah satu bentuk ujian untuk membuat hati mereka lebih lapang dan rasa ikhlas mereka lebih besar.

"Mas yakin gak apa - apa kalo kita tetep sekamar? Aku takut-" Meshwa tak lagi melanjutkan kata - katanya. Ia tentu tak ingin menyinggung perasaan suaminya.

"Mas juga gak tau, Dek. Setelah kejadian ini, Mas juga merasa takut. Takut tiba - tiba terulang lagi dan Mas menyakiti fisikmu nantinya." Kata Arjuna.

"Apa kita tidur terpisah aja ya, Dek?" Tanya Arjuna kemudian.

"Mas yakin?" Tanya Meshwa.

"Kamu, gimana? Kamu keberatan atau enggak, kalau misal kita tidur terpisah dulu, Dek?" Arjuna justru balik bertanya.

"Aku nurut gimana Mas aja. Lagi pula cuma tidur malam, kan?" Kata Meshwa yang di jawab anggukan oleh Arjuna.

"Aduh, tapi Mas yang takut gak bisa tidur. Udah biasa meluk kamu kalo tidur, Dek." Kata Arjuna sambil garuk - garuk kepala. Sementara Meshwa hanya bisa tertawa geli melihat kegalauan suaminya.

...****************...

"Duh alah, untung gak ketiwasan, Mas... Mbak..." Kata Raina sambil mengusap - usap dadanya ketika Arjuna dan Meshwa menceritakan apa yang mereka alami semalam.

"Ya lebih baik pisah kamar dulu aja sementara waktu Nang, Nduk." Timpal Arsha.

"Iya, rencananya gitu, Yah." Sahut Arjuna.

"Itu, Cima semalem mungkin udah punya firasat, makanya gak mau pulang. Malah tok terne mulih (Malah kamu antar pulang)." Kata Arsha.

"Halah! Bilang aja Ayah sama Ibu mau berduaan." Ledek Arjuna.

"Ya Ayah sama Ibu kalo berduaan bisa ngapa - ngapa. Kamu kan gak bisa to, Nang." Arsha balik meledek putranya.

"Inget udah mau punya Cucu, Yah. Masak nanti Anak saingan sama Cucu, besarnya." Kata Arjuna.

"Mas Juna ini ngaco aja kalo ngomong. Pabriknya udah tutup permanen." Sahut Raina.

"Ya gak apa - apa loh, Bu, kalo aku di kasih Adek lagi. Tak terima dengan senang hati." Kekeh Arjuna.

"Enggak! Aku gak mau punya Adek!" Seru Shima yang berlari dari dalam kamar.

"Adeknya nanti dari Mbak Aci sama Mas Juna aja. Ayah sama Ibu gak boleh punya Adek lagi." Imbuh Shima.

"Bopo sama Buna, boleh?" Tanya Arjuna.

"Gak boleh! Bopo sama Buna juga gak boleh punya Adek lagi. Kan udah ada Cima, anaknya Bopo sama Buna juga." Sahut Cima yang membuat mereka tertawa.

"Yang Ti sama Yang Kung aja kalo gitu ya, Cim?" Tanya Arjuna.

"Emang bisa, Mas? Nanti Yang Ti lupa naro Adeknya dimana. Orang kaca mata di pake aja, di cariin sama Yang Ti waktu itu." Sahut Shima yang lagi - lagi memecah tawa orang tua juga Kakak - Kakaknya.

"Padahal kalo Cima punya adek lagi, seru lho. Kan jadi rame yang di rumah ini." Kata Arjuna.

"Ra usah nggolek molo kowe, Nang. Wes gek ndang mangkat kerjo, kono. Isuk - isuk kok ape nggawe geger lemper! (Gak usah cari masalah kamu, Nang. Sudah cepetan berangkat sana. Pagi - pagi koo mau bikin ribut besar)." Omel Arsha.

"Ciyee, panik." Ledek Arjuna dengan tawa renyahnya.

1
Adoel Nawi
🤣🤣🤣🤣🤣
aku baru
waaah seneng klo kelurga besar abimanyu lg ngumpul,,,,,,,pasti seruuu🤣🤣🤣🤣🤣
Munas Tuti
lucuuu banget kelg besar Abimanyu, setiap momen pasti ada ajha yg bikin ketawa....mbak authornya pinter banget siiih 👍
Ayu Oktaviana
mas dipta dirimu dirasani orang satu rumah😁😁😁.. msti bersin2 itu kalau gak denggung kupinge😁😁😄😄
Susi Lawati
ya Alloh ngakak bangett...🤣🤣, Aksa, Arjuna, chimaa dah lah merekamah trio ngakak,......
Eka
shima sama juna memang clop kslau udah berfua
dik sugiyantoro
kalo cima dan Juna ketemu. hari hari di dunia ngak bakalan tenang. pasti terjadi kehebohan yg bikin ngakak ngak kelar2. 🤣🤣🤣🤣🤣
Rusi Rusi
next thor
Nice1808
ada2 ja kluarga abimanyu ini, klo dah nongol shima bikin ngocok perut baca nya🤣🤣🤣
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
gak ketemu Saddam Hussein sekalian Ra njaluk minyak gratisan 😂😂😂🤪
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
konco kentel 🤣🤣🤣🤪
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
Juna guk guk guk
kemari guk guk guk
ayo lari2 🤣🤣🤣😁😆🤪
cipa
🤣🤣🤣🤣🤣
adning iza
❤❤❤❤❤
amilia amel
perutku juga ikutan kaku cimmmm
Mpit Mpit
kAlo udah ada nty chim perut ku pasti keram...😄
Gita Mitha Pertiwi
wong'e gk enek d rasani 🤣🤣🤣🤣
Nur Wakidah
hanya Cima yg bisa ngimbangi tingkah solah e Mas Juna 🤣🤣🤣
Mas Dip dirasani koweeee 🤭🤭🤭
jelas keduten kui bokong e 😂😂😂
Abizar Abizar
👍👍👍👍
syora
🤣🤣🤣🤣🤣ya allah brsa hdp.di india susah sedih ada aja hiburannya
gongnya ttp ada pada nty chim🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!