NovelToon NovelToon
My Possessive Husband

My Possessive Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:34.6k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Setelah kepergian Ayahnya, hidup Keysa begitu menyedihkan. Di mana perlakuan Ibu dan Adiknya yang semakin menjadi-jadi, bahkan mereka sampai menjual Keysa ke salah satu klub untuk dilelang.

Saat pelelangan, seorang pria menawar Keysa dengan harga dua miliar dan membuat Keysa menjadi milik pria itu. Keysa pikir hidupnya akan hancur setelah dibeli pria asing itu, namun justru sebaliknya. Keysa diperlakukan dengan penuh kasih sayang dan pria itu tidak membiarkan siapapun menyakiti Keysa, pria itu memanjakan Keysa hingga membuat banyak orang merasa iri dengan hidup Keysa.

Bagaimana kelanjutannya? Siapa pria yang membeli Keysa? Apa alasan pria itu membeli Keysa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Terlalu Baik, Keysa

Tangan Lucas yang sedang memegang kompres tiba-tiba membeku, saat sweater itu terangkat lebih tinggi untuk memastikan batas memar yang baru didapat Keysa, matanya menangkap sesuatu yang membuat jantungnya seolah berhenti berdetak.

​Di atas kulit punggung Keysa, terdapat guratan-guratan panjang yang sudah mengering, beberapa tampak seperti bekas cambukan dan ada juga bekas luka kecil yang menyerupai sundutan rokok yang sudah lama memudar namun tetap meninggalkan jejak permanen.

​"Keysa...," suara Lucas terdengar pecah, antara tidak percaya dan murka yang luar biasa.

​Tanpa memedulikan penolakan Keysa, Lucas menyibakkan sweater itu hingga ke batas bahu dan seketika pemandangan di depannya berubah menjadi sebuah peta penderitaan. Punggung cantik itu penuh dengan luka lama yang tumpang tindih, ada bekas pukulan benda tumpul yang meninggalkan warna kulit tidak rata dan bekas cakaran yang memanjang di tulang belikat.

​"Jangan lihat... tolong, jangan lihat," rintih Keysa.

Keysa mencoba berbalik dan menarik pakaiannya ke bawah, namun Lucas menahan kedua pergelangan tangannya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya gemetar saat menyentuh salah satu bekas luka terpanjang di punggung Keysa.

​"Siapa? Siapa yang berani melakukan ini padamu, Keysa?" tanya Lucas.

​Keysa hanya terisak, wajahnya disembunyikan di atas bantal. Rasa malu yang luar biasa menghujamnya, ia tidak ingin Lucas melihat betapa rusak dirinya. Ia ingin Lucas hanya melihatnya sebagai wanita biasa, bukan wanita yang tubuhnya pernah dijadikan pelampiasan amarah oleh orang lain selama bertahun-tahun.

​"Jawab aku!" sentak Lucas, namun ia segera melembutkan suaranya saat merasakan tubuh Keysa ketakutan.

"Katakan padaku, sayang... siapa yang melakukannya?" tanya Lucas lagi.

​"Ibu... dan Donny, mereka melakukannya saat aku masih kecil... dan setelah Ayah meninggal, mereka kembali melakukannya," jawab Keysa pelan dan yaris tak terdengar.

​Tangan Lucas yang menyentuh punggung Keysa seketika mengepal kuat hingga kuku-kukunya memutih, amarah yang ia rasakan saat di pelelangan tempo hari tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang ia rasakan sekarang, ia merasa ingin membakar dunia karena membiarkan Keysa menanggung beban seberat ini.

​Lucas menundukkan kepalanya lalu dengan sangat lembut, ia mengecup satu per satu bekas luka di punggung Keysa. Kecupan itu terasa hangat dan penuh dengan rasa bersalah, seolah Lucas sedang meminta maaf karena terlambat untuk menjemput Keysa.

​"Aku bersumpah, Keysa. Mereka akan memohon untuk mati setelah apa yang mereka lakukan padamu. Aku akan memastikan mereka merasakan setiap inci rasa sakit yang pernah kamu rasakan, seribu kali lipat lebih parah," ucap Lucas di atas kulit punggung istrinya.

​"Tidak, Lucas... jangan," Keysa berbalik dengan susah payah dam menatap mata Lucas yang kini berkilat merah karena dendam.

"A-aku sudah bebas sekarang, tolong jangan kotori tanganmu untuk orang-orang seperti mereka," ucap Keysa.

​Lucas menatap mata Keysa yang sembab, amarahnya kini mencapai puncaknya lalu ia menarik Keysa ke dalam dekapannya dan membungkus tubuh ringkih itu dengan dadanya yang bidang seolah ingin menyatukan Keysa ke dalam dirinya agar tidak ada lagi yang bisa menyentuhnya.

​"Kamu terlalu baik, Keysa. Dan dunia benci orang baik," ucap Lucas sambil membelai rambut Keysa dengan posesif.

"Tapi mulai malam ini, kamu tidak perlu menjadi baik pada siapa pun. Biarkan aku yang menjadi jahat untuk melindungimu, kamu cukup duduk di singgasana ini dan lihat bagaimana aku menghancurkan mereka yang pernah membuatmu menangis," lanjut Lucas.

​Malam itu, Lucas tidak melepaskan Keysa sedetik pun, ia mengobati memar di pinggang istrinya dengan ketelatenan yang luar biasa lalu memakaikan kembali pakaian tidur yang lebih nyaman untuk Keysa.

​Saat Keysa akhirnya tertidur karena pengaruh obat pereda nyeri, Lucas bangkit dari tempat tidur. Ia berjalan menuju balkon kamar, mengambil ponselnya dan menghubungi Bastian, salah satu anak buahnya yang sudah bekerja dengannya bertahun-tahun sekaligus menjadi orang kepercayaan Lucas.

Suasana di balkon lantai tiga itu sedingin es, Lucas berdiri mematung dan menatap kegelapan malam dengan rahang yang mengeras hingga otot-otot di pelipisnya berdenyut. Di tangannya, sebatang rokok yang menyala dibiarkan begitu saja hingga abunya memanjang, ia tidak berniat menyesapnya, ia hanya butuh sesuatu untuk membakar amarahnya yang meluap hingga ponsel di telinganya tersambung.

Ya, Tuan?

^^^Segera cari tahu kehidupan Keysa, cari tahu tentang Ayah, Ibu dan Adiknya!^^^

Baik, Tuan. Akan saya laksanakan

Setelah itu, Lucas mematikan sambungan telepon tersebut. Ia tidak langsung masuk dan memilih berdiam sejenak di balkon, angin malam yang menusuk seolah tak terasa bagi tubuhnya yang terbakar amarah, Lucas mematikan rokoknya lalu membuangnya di asbak.

​Lucas melangkah masuk kembali ke dalam kamar yang remang, suara napas Keysa yang halus terdengar di antara sunyinya ruangan. Ia mendekat ke sisi ranjang dan menatap wajah istrinya yang masih menyisakan jejak air mata di sudut mata. Dengan pelan, Lucas merebahkan tubuhnya di samping Keysa dan menarik gadis itu ke dalam dekapannya dengan sangat hati-hati agar tidak menekan luka di pinggangnya.

​"Tidur yang nyenyak, sayang," bisik Lucas sebelum akhirnya ikut memejamkan mata.

.

Cahaya matahari pagi menyelinap masuk melalui sela-sela gorden dan menciptakan garis-garis emas di atas lantai marmer, Keysa mengerjapkan matanya perlahan dan merasakan sisa-sisa kehangatan di sisi ranjang yang kini kosong lalu ia meraba sprei sutra di sampingnya yang dingin, di mana Lucas sudah tidak ada di sana.

​Keysa bangkit perlahan, sedikit meringis saat rasa nyeri di pinggangnya masih terasa, meski sudah jauh lebih mendingan berkat kompres dan perhatian Lucas semalam. Ia menatap sekeliling kamar luas itu, merasa sunyi yang asing tanpa kehadiran sang suami yang begitu dominan.

Setelah mandi air hangat yang lama untuk melemaskan otot-ototnya, Keysa berdiri di depan cermin besar walk-in closet dan memilih sebuah gaun terusan berwarna soft peach yang menjuntai hingga lutut. Bahannya begitu ringan, Keysa memulas sedikit pelembap bibir dan menatap pantulan wajahnya yang mulai kembali segar.

​Dengan langkah ragu, ia menuruni tangga melingkar menuju lantai satu, sebenarnya di rumah itu ada lift. Sayangnya, Keysa belum terbiasa menggunakan lift, jadi ia lebih memilih menggunakan tangga. Begitu sampai di lantai satu, aroma sedap mulai menyambut indra penciumannya.

Begitu Keysa sampai di ruang makan, empat orang pelayan berseragam rapi langsung berdiri tegak dan membungkuk serempak.

​"Selamat pagi, Nyonya," ucap mereka.

​Keysa tersentak kecil, ia masih belum terbiasa dengan panggilan itu. "Pa-pagi... Bi Lita ada?" tanya Keysa.

Tiba-tiba, ​Bi Lita muncul dari arah dapur dengan senyum hangat dan membawa nampan berisi roti gandum yang masih mengepul. "Saya di sini, Nyonya. Mari, silakan duduk. Tuan Lucas sudah memesankan menu sarapan khusus untuk Nyonya sebelum beliau pergi," ucap Bi Lita.

​Keysa pun duduk dan menatap deretan hidangan yang terlalu banyak untuk dimakan satu orang, "Tuan Lucas... sudah berangkat?" tanya Keysa.

​"Sudah, Nyonya. Tuan berangkat pukul tujuh pagi tadi karena ada rapat darurat di kantor," jawab Bi Lita sambil menuangkan jus jeruk segar ke gelas Keysa.

.

.

.

Bersambung.....

1
Ariany Sudjana
jangan terlalu polos Keysa, saatnya Donny menuai apa yang sudah dia tabur
Felycia R. Fernandez
kayaknya Yasmin bakalan jadi ulat bulu nih
Felycia R. Fernandez
aku paling suka Eclair coklat dengan isian butter krim🤤
jadi pengen 🤣🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
👍👍👍👍👍
Ariany Sudjana
hahaha Yasmin ketinggalan info, kalau Keysa itu istrinya Lucas 🤣🤣
Ariany Sudjana
Keysa kamu jangan terlalu polos, Yasmin itu pelacur murahan
Ratih Tupperware Denpasar
wah aromanya akan ada pelakor nih
Felycia R. Fernandez
Akhirnya Keysa bisa mengembangkan dirinya...bukan hanya seorang istri yang duduk manis dirumah.semangat Keysa,kamu juga bisa sukses sebagai penjual kue dan roti...
Ariany Sudjana
wah semangat yah Keysa 😄🙏
Felycia R. Fernandez
Ulala...suami bucin akut sih ini namanya...
Masak ya nunggu sampe Berjam jam gak konfirmasi ke asisten Lucas...
Nurminah
hadeh HP kemana zaman now nenek reot aja ada HP nunggu 2 jam hadeh lucu sekelas istri CEO jangan juga dibuat dramatis
Ariany Sudjana
bagus Lucas, kamu bersikap tegas sama karyawan kamu yang tidak menghormati Keysa
Masha 235
nah...bagus jg tu idenya si Keisha..bhsa "halusnya",shock theraphy...pindahin mreka jadi staf OB, Cleaning service, staf gudang atau apapun yg posisinya rendah...biar mreka tau di posisi rendah itu nggak enak...
Ariany Sudjana
masih syukur kalian ga dipecat dan di blacklist, karena kebaikan hati nyonya bos 😄🙏
Naufal Affiq
entar kalau sudah dipecat dari kantor mu tuan lucas,kirim ya kerumah ku,biar kukirim orang itu ke hutan
erviana erastus
telat lu lucas... makax umumkan kalo lu pnya istri,...
Ariany Sudjana
mampus kalian semua, sudahlah Lucas pecat saja semua karyawan yang tidak kompeten begitu dan blacklist saja dari semua perusahaan
Felycia R. Fernandez
pasti ini resepsionis gak percaya kalau kamu istrinya Lucas Keysa...
Masha 235
hadeuuh....langsung TLP kn bisa ...ribet amat ..
Ariany Sudjana
dasar resepsionis ga tahu diri, kamu siap-siap menggali kuburan kamu sendiri 🤣🤣😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!