Lyodra, bunga desa Wonosobo menanam tanaman herbal langka khas dataran tinggi. Namun, warga desa yang mayoritas petani tembakau tidak menyukainya. Karena tanaman tersebut memiliki manfaat yang membuat orang berpikir negatif. Afrodisiak pada akarnya. Padahal di dunia tehnologi modern, tanaman herbal ini dapat dimanfaatkan sebagai obat anti kanker dan anti bakteri yang berdaya jual tinggi.
Kemarahan warga makin menjadi-jadi setelah mendapati Lyodra bersama pria asing di lumbung desa. Warga menuduh mereka berbuat mesum.
Kesalah pahaman membuat kepala desa terpaksa meminta pria asing itu untuk menikahi Lyodra. Agar tidak mencoreng nama baik Lyodra. Namun, sebuah rahasia malah terkuak.
Rahasia apakah itu? Apakah rahasia itu akan mempengaruhi kisah cinta Lyodra ke depannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss DK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tes DNA
Edward berdehem cukup keras. Tanda ia kurang menyukai ucapan kawan baiknya itu.
Menurut Edward, Lyodra bukan barang yang harus dipertontonkan pada sekumpulan pria lain. Walaupun pria itu adalah teman baiknya atau rekan kerja yang sudah bersamanya sekian tahun.
Edward tak rela pria lain mengagumi kecantikan Lyodra. Lalu menginginkannya di dalam hati untuk dipinang jadi kekasih atau istri.
Menurut Edward, Lyodra harus menjadi miliknya jika terbukti mereka bukan saudara kembar.
Dan Edward berjanji, dengan sekuat tenaganya, dengan semua kejeniusan dan kekayaan yang dimilikinya, ia akan melindungi Lyodra.
Agar Lyodra hanya ada dan tercipta untuknya.
Menurut Edward, pelosok desa terpencil, Wonosobo, adalah tempat yang sesuai untuk Lyodra. Tempat yang jauh dari pria-pria metropolitan yang mengincar perempuan cantik nan polos seperti Lyodra.
Di desa, paling-paling Edward hanya perlu bersitegang dengan warga desa seperti Pak Sewot dan Dokter Hans yang masih saja mengejar Lyodra padahal sudah ditolak mentah-mentah.
Bukan karena Edward takut kalah saing dengan pria metropolitan ya. Tapi Edward murni hanya ingin memiliki Lyodra secara utuh.
Lyodra hanya miliknya seorang. Cinta yang begitu posesif.
"Dasar pelit! Posesif! Aku juga gak bakal tertarik dengan perempuan udik macam itu. Seleraku gak kampungan kayak seleramu." Suara pria di seberang terdengar super kesal.
"Kalau begitu, buktikan! Kejar Sherena, jangan buat dia terus menerus menerorku." Edward meminta kawan baiknya untuk mengatasi perempuan ugal-ugalan yang baru saja direkrut oleh perusahaan games tempatnya bekerja. Setelah tim Sherena berhasil menjuarai perlombaan e-sport di Thailand.
Sherena tercipta dengan kecantikan yang b saja, namun ia pandai memoles wajahnya yang b saja menjadi luar biasa. Make up tebal dengan gaya rambut dicat warna warni seperti pelangi. Dipadu dengan fashion yang unik dan trendy.
Super manja. Bar-bar. Cuapannya sehari-hari dalam kehidupan nyata maupun di dunia maya sangat dar der dor. Membuat semua mata memandangnya. Tak butuh waktu lama, subscribernya langsung melonjak naik begitu ia terjun sebagai youtuber gaming terkemuka.
"Ya ampyun. Ngomong-ngomong tentang Sherena. Aku lupa mengabarimu kalau Sherena juga ijin cuti begitu tahu kalau kamu cuti panjang dan balik ke Indo. Sherena menyewa jet pribadi khusus untuk ke Indo. Di kantor dia terus uring-uringan. Mulutnya yang kayak ember bocor, ngamuk-ngamuk gara-gara kamu mereject panggilan teleponnya dan tidak mau menemuinya. Gila bener itu anak. Ngejar kamu sampai seperti itu," jelas pria itu dengan berapi-api.
Edward terkekeh geli mendengar penjelasan kawan baiknya.
"Selama HRD tidak memberikan alamat rumahku padanya, biarkan saja Sherena ke Indonesia dan tersesat saat mencariku."
Pria itu menghela nafas dalam-dalam. "Sepertinya kamu terlalu meremehkan Sherena. Cegil yang satu ini pantang menyerah, Bro. Dia pasti sewa detektif swasta untuk menemukanmu."
"Fiuh, takuttt." Edward kembali terkekeh.
"Kudengar orang tua Sherena sekarang tinggal di Jakarta, Bro. Mereka adalah orang kaya lama yang cukup punya pengaruh di dunia bisnis. Mereka juga sangat memanjakan putri tunggalnya, Sherena. Jika mereka tahu siapa kamu sebenarnya, mereka pasti akan membantu Sherena menemukanmu dan membuatmu jadi menantu mereka. Lebih baik kau berhati-hati," pesan pria itu dengan hati-hati.
Edward menepis pikiran buruk yang baru saja diungkap kawan baiknya. "Aku yakin mereka akan mundur jika tahu yang sebenarnya."
"Tahu sebenarnya? Apa maksudmu?" Suara pria itu terdengar penasaran.
"Tunggu beberapa hari lagi, semuanya akan terkuak. Bye." Edward memutus panggilan teleponnya secara mendadak.
Jantung Edward berdegup kencang.
Edward berusaha meyakinkan dirinya jika dia bukan saudara kembar Lyodra, itu berarti salah satu dari mereka berdua, bukan anak dari tuan tanah kaya, Edoardo.
Edward harus menyiapkan mental jika selama ini dia ternyata bukan pewaris kedua tuan tanah kaya karena tidak punya hubungan darah sedikit pun.
Dan jika dari tes DNA yang akan Lyodra jalani nanti terbukti bahwa Lyodra lah pewaris kedua tuan tanah kaya sebenarnya.
Edward paham kalau kakaknya, Edgar tidak mungkin bermain-main dengan harta warisan ayah.
Jika kak Edgar membekukan hak waris yang seharusnya Edward terima itu berarti kak Edgar punya bukti kuat yang membuktikan bahwa dirinya bukan putra tuan tanah kaya dan bukan saudara kandungnya.
Edward hanya ingin membuktikan sekali lagi, apakah Lyodra adalah putri tuan tanah kaya dan saudara kandung kak Edgar.
Edward mengelus pucuk kepala Lyodra dengan jemari tangannya.
Dengan lembut ia berujar, "Aku rela bukan menjadi pewaris tuan tanah ke dua, asalkan kau menjadi milikku selamanya."
Setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang, naik mobil turun di kota Semarang lalu lanjut ke Jakarta dengan naik pesawat, akhirnya Edward dan Lyodra tiba di depan rumah sakit yang menjadi pusat rujukan di Jawa.
Gedung yang masih mempertahankan gaya arsitektur lama berwarna putih bersih, menyambut mereka dengan hangat.
Edward dan Lyodra segera menuju ke laboratorium tes DNA paternitas atau garis keturunan.
Edward melalukan tes swab dan tes darah bersama Lyodra untuk mengetahui hubungan kekerabatan di antara Lyodra dan Edward. Apakah mereka saudara kembar atau orang asing?
Dan tanpa sepengetahuan Lyodra, Edward diam-diam memberikan gelas minum teh Lyodra dan cangkir kopi Edgar pada petugas lab. Untuk mengetahui hubungan kekerabatan di antara Lyodra dan Edgar. Apakah mereka saudara kandung atau orang asing?
Setelah menjalani semua prosedur dan membayar biayanya yang lumayan mahal, mereka segera makan malam di restaurant hotel bintang lima. Edward memesan beberapa menu. Makanannya sangat lezat sekali. Lyodra makan sampai kenyang.
Setelah selesai makan malam, Edward mengajak Lyodra turun ke lobby hotel. Kali ini Edward memesan penginapan. Dua kamar yang bersebelahan. Mereka tidak lagi tidur dalam satu kamar seperti malam sebelumnya.
"Ini kartu kamar 1053." Edward menyodorkan key card pada Lyodra. Nomor angka yang jika ditulis dengan huruf menjadi kata LOVE.
"Kak Edward tidak satu kamar aja denganku? Kan sayang kamar segitu luasnya ditinggali sendirian," ucap Lyodra yang masih terkagum-kagum dengan kemewahan lobby hotel bintang lima.
Edward tersenyum. "Malam ini dan kemarin malam itu berbeda situasi, Lily. Kalau kemarin malam kan kepepet, tapi kalau malam ini kan tidak. Jadi, malam ini kita tinggal di kamar sebelahan saja ya."
Lyodra mengangguk patuh. Apa yang dikatakan Edward benar. Lyodra juga harus menjaga harga diri, tidak boleh terus menerus menempel ke Edward. "Baiklah."
Jemari Edward menunjuk ke arah lift. Lyodra tersenyum dan berjalan bersama Edward ke dalam lift. Naik ke lantai sepuluh.
Tak berapa lama kemudian, Lyodra sudah berada di dalam kamar hotel yang begitu luas dan mewah. Interiornya bagus sekali. Sangat modern. Kasurnya besar dan super empuk. Kamar mandinya juga luas dan ada bath up berbentuk lingkaran di ujung kamar mandi.
Lyodra tak sabar ingin berendam. Ia langsung melepas semua pakaiannya dan berendam di air hangat. Mengendurkan semua otot-ototnya yang tegang setelah melalui perjalanan panjang.
Entah karena nyaman atau kelelahan, Lyodra memejamkan mata dan tertidur.