NovelToon NovelToon
The End Of Before

The End Of Before

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di usia 27 tahun, Vivian Wheeler mengira hidupnya sempurna—hingga ia mendapati dirinya menjadi "pelakor" tanpa sengaja dalam satu hari yang sama.

Setelah memergoki pengkhianatan George, Kekasihnya, yang ternyata telah beristri, Vivian kembali dihantam badai saat dituduh sebagai selingkuhan oleh seorang remaja histeris yang mengamuk hingga merusak mobil Porsche-nya.

Penyebabnya? Logan Enver-Valerio, pemuda 20 tahun yang angkuh, menggunakan foto Acak Vivian sebagai alasan palsu untuk memutuskan Moana.

Tak terima dihina "wanita tua" dan dijadikan tameng, Vivian mendatangi kampus Logan dengan penampilan yang menipu usia, siap memberi pelajaran pada bocah ingusan tersebut.

Pertarungan ego antara sang pewaris tegas dan brondong ini pun dimulai. Siapakah yang akan menyerah saat mulai mencampuradukkan dendam dan obsesi?

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#34

Malam di kediaman Valerio biasanya dihiasi dengan tawa Isabella yang renyah atau diskusi ringan tentang bisnis antara Logan dan Alexander. Namun, malam ini, keheningan yang menyelimuti ruang keluarga terasa begitu pekat dan berat, seolah oksigen di ruangan itu telah habis tersedot oleh ketegangan yang tak kasatmata.

Logan melangkah masuk dengan senyum sumringah yang sulit disembunyikan. Bayangan wajah Vivian di meja makan tadi, pipinya yang merona tanpa riasan, dan fakta bahwa Tuan Wheeler tampaknya mulai menerimanya, membuat Logan merasa berada di atas awan. Ia langsung menghampiri Isabella yang duduk di sofa panjang dan memeluk bahunya dengan manja.

"Mom, kenapa mendadak sekali menyuruhku pulang? Aku sedang menikmati makan malam yang sangat 'berkesan' di rumah Vivian," ucap Logan riang.

Isabella tidak membalas pelukan itu. Ia hanya diam, tangannya mengepal di atas pangkuan. Di seberangnya, Alexander Valerio duduk dengan postur tegak, menyesap cerutunya dengan tatapan yang sangat dingin dan tajam.

"Duduklah, Logan," ucap Alexander. Suaranya rendah, namun memiliki otoritas yang tidak bisa dibantah.

Logan melepaskan pelukannya, kerutan muncul di dahinya. Sejujurnya, keluarga mereka jarang sekali bicara serius seperti ini. Sejak kecil, Logan dibebaskan melakukan apa pun. Ia tidak pernah dikekang, selama ia tetap menjaga nama baik keluarga. Ia duduk di kursi tunggal, menatap kedua orang tuanya bergantian.

"Ada apa? Apa ini pembahasan soal pernikahanku dengan Vivian, Dad?" tanya Logan, mencoba mencairkan suasana meski hatinya mulai waswas.

Ia teringat Mommy-nya pernah mengatakan ingin membahas hal ini dengan Daddy sebelum "kandungan" Vivian semakin membesar.

Alexander meletakkan cerutunya di asbak perak. "Apa kekasihmu benar bernama Vivian Wheeler?"

Logan tertegun. "Kau mengenal keluarga Wheeler, Dad?"

"Jawab pertanyaan Daddy," potong Alexander tanpa ekspresi. "Apa kau memacari Vivian Wheeler, putri dari Wheeler pemilik perusahaan properti itu?"

Logan melirik ke arah Isabella, mencari dukungan, namun ibunya tetap bungkam. Wajah Isabella tampak sangat pucat, matanya sembap seolah baru saja menangis. Logan kembali menatap ayahnya.

"Iya, Dad. Namanya Vivian Wheeler. Dan aku mencintainya."

Alexander menyandarkan punggungnya, matanya menyipit. "Berapa usiamu, Logan Enver-Valerio?"

"Dua puluh tahun, Dad. Kau tahu itu."

"Dan apa kau tahu berapa usia Vivian Wheeler?"

Logan menghela napas. "Tau, Dad. Dua puluh tujuh tahun."

Brak!

Tiba-tiba Isabella menggebrak meja, ia berdiri dengan napas memburu. "Dua puluh tujuh tahun, Logan! Dia hampir seusia Mommy-mu saat melahirkanmu! Dan kau mau menikah dengan wanita yang tujuh tahun lebih tua darimu?"

"Mom, tenanglah—"

"Bagaimana Mommy bisa tenang?!" teriak Isabella. Suaranya melengking penuh keputusasaan. "Mommy pikir dia gadis sebaya denganmu saat pertama kali melihatnya. Dia terlihat sangat muda, ya, Mommy akui itu! Tapi saat Daddy-mu memeriksa latar belakangnya, Mommy hampir pingsan! Apa para gadis cantik di kampusmu sudah habis sehingga kau jatuh cinta pada wanita dewasa yang sudah matang?"

Logan berdiri, mencoba menggapai tangan ibunya. "Mommy... dengarkan aku. Usia hanyalah angka. Vivian tidak seperti yang Mommy pikirkan. Dia hebat, dia mandiri—"

"Cukup!" sela Alexander. "Kami sudah memutuskan, Logan. Kau akan kami kirim ke luar negeri untuk melanjutkan studimu di London. Besok."

Logan mematung. "Apa? Besok? Dad, ini gila! Aku punya tim basket, aku punya kehidupan di sini, aku punya Vivian!"

"Dan soal bayi yang dikandungnya," lanjut Alexander seolah tidak mendengar protes putranya, "keluarga Valerio akan bertanggung jawab. Kita bisa menerima anak itu, memberikan santunan yang sangat layak, dan memastikan dia hidup mewah. Tapi, tanpa pernikahan. Kau tidak akan menikah dengan wanita itu."

Deg.

Dunia Logan seolah berhenti berputar. "Mom... apa maksudnya? Kemarin Mommy begitu mencintai Vivian. Mommy membelikannya sepatu bayi, Mommy menjaganya di restoran. Sekarang hanya karena tahu usianya, Mommy bisa berubah sekejam ini? Dad... aku baru saja merasakan cinta lagi setelah sekian lama aku hancur karena Elena!"

Alexander berdiri, melangkah mendekati Logan dan menatapnya tepat di mata. "Jangan bahas cinta dengan Daddy. Kau baru berusia dua puluh tahun. Kau belum tahu apa-apa tentang hidup. Nikmati dulu masa-masa kampusmu di London, cari gadis yang sepadan, dan lupakan obsesimu pada wanita Wheeler itu."

"Tidak, Dad! Aku mencintainya! Aku sudah berjanji akan menikahinya di depan ayahnya tadi!" teriak Logan, air mata kemarahan mulai menggenang di matanya.

"Mommy tidak akan pernah setuju, Logan," ucap Isabella dengan nada final. Ia menatap putranya dengan tatapan hancur. "Jika kau nekat tetap bersamanya dan menikahinya, Mommy lebih baik mati saja. Pilih saja: wanita itu, atau Mommy-mu."

Logan terhuyung. Kata-kata "mati" dari ibunya adalah senjata paling mematikan yang pernah ia terima. Ia merasa dadanya sesak, seolah ada batu besar yang menghimpitnya.

Di dalam kepalanya, bayangan Vivian yang sedang menunggunya dengan senyum manis di balkon apartemen nya terus terbayang.

Mata Logan memerah, ia tidak punya pilihan lain selain mengeluarkan kartu terakhirnya. "Vivian hamil, Mom... apa Mommy tega memisahkan anak ini dari ayahnya? Apa Mommy tega membiarkan cucu Mommy lahir tanpa status yang jelas?!"

Isabella tertawa pahit, tawa yang penuh dengan sinisme. "Hamil? Logan, dia wanita dewasa, dia sangat pintar. Dia tidak akan mungkin hamil dengan anak remaja ingusan sepertimu secepat itu. Dia hanya bermain-main denganmu! Dia hanya menggunakanmu untuk memuaskan egonya atau mungkin mencari darah segar! Mommy tahu itu. Wanita seusianya sangat licik."

"Dia tidak licik, Mom! Dia juga mencintaiku!" Logan berteriak frustrasi. "Kumohon... jangan seperti ini, Mom... Dad... aku memohon padamu sebagai putramu. Jangan hancurkan satu-satunya hal yang membuatku merasa hidup kembali."

Namun, Alexander hanya berbalik, memberikan isyarat pada pengawal di pintu untuk mengunci semua akses keluar. "Masuk ke kamarmu, Logan. Paspor mu sudah ada di tangan Daddy. Besok pagi, kau berangkat."

Logan berdiri sendirian di tengah ruangan yang luas itu, sementara kedua orang tuanya melangkah pergi tanpa menoleh. Ia menatap ponselnya yang bergetar—pesan dari Vivian:

"Kau sudah sampai rumah, Sayang?"

Logan merosot di lantai, menggenggam ponselnya erat-erat. Ia terjebak di antara bakti pada ibunya dan cinta matinya pada Vivian. Badai yang ia takuti akhirnya datang, bukan dari musuh-musuhnya di kampus, melainkan dari orang-orang yang paling ia cintai. Dan kali ini, Logan tidak tahu apakah ia sanggup memenangkan pertandingan yang mempertaruhkan seluruh hidupnya ini.

1
Ita Putri
kalo gk salah setting ceritanya di los angeles ya Thor
gimana bisa ada gunung Argopuro ya
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Keputusan Logan yg terbaik utk kluarga 👍👍👍
ren_iren
pokoknya dar der dorrr🤭😂
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Daddy udh tau ini 🙈🙈🙈
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Hi hi 🤭🤭🤭
Amiiinnnnnnn 😇🤲🙏
Ade juga y, Sehat Slalu, GBU ❤️🤗😘
total 8 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Biar cinta segi4 mreka mnemukan jalan keluar terbaik wlau hrs mlewati neraka 🙈🙈🙈
Ros 🍂: ngakak ya tuhan 🤣🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Dad, Mom, itu Kedua Putra Putri kalian udh mlakuan ksalahn & mnyebabkn Flo hancur 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Ok, Ade ❤️🤗😘
total 9 replies
Nasya Sifa Aura
sdh lu tebak apa elowen tau y klau itu bkn kk kandung ny
Ros 🍂: ayo main tebak-tebakan kak😭🤣🤣🙏
total 1 replies
Ros 🍂
Nah Benar.🥰🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Tnyata oh tnyata, Elowen ...
Ros 🍂: Huhuhu terharu 🥹😭🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Jd inget Kartun, Flo & Al sperti Tom & Jerry 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Bener, Ade 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Moveee, Felix, klo gk mau, cwe yg kau cintai direbut Ade mu 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Blummm... msh otw jd kekasih 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Hi hi 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Wkwkwkw siapa yg pernah ke neraka 🤭🤭🤭
ren_iren
nah loh bau bau huru hara akan terjadi.... 🤭
Ros 🍂: Wkwkw siapkan diri kak 🤣🙏🥰
total 1 replies
Dev..
Vivian keterlaluan banget, dia dominan di hubungkan pernikahan, padahal harusnya ada proses diskusi utk ambil keputusan..😌
Ros 🍂: Nah benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Logan gk mau Putra ny mngalami hal yg sama sperti diri ny dulu 👍👍👍
Ros 🍂: Benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Logan, ini Putra mu, bikin 'mual' 🤣🤣🤣
Ros 🍂: besar dimulut kak😭🥰
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Auuu auuu suka hewan purba ternyata 🤭🤭🤭
Ros 🍂: cap Dino nggak tuh 🫶🤣
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
thor aku blm, ngantuk msh di tggu up selanjut ny
Ros 🍂: kak🫶🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Jd kacian liat nasib Flo 😔😔😔
Ros 🍂: huhu 🥹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!