Hidup Bang Jack berubah drastis setelah memasang aplikasi asing. Ia mendadak memiliki kekuatan fisik luar biasa dan akses misi rahasia negara.
Jack harus melawan jaringan mafia yang berkolusi dengan penguasa. Bukti dikumpulkan, kejahatan diungkap, dan pelaku diamankan.
Mampukah ia mengantarkan keadilan agar selamat sampai di tujuan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sistem Error & Mati Total
Jack terkulai lemah di dalam mobil tahanan yang masih berjalan pelan. Seluruh tubuhnya terasa remuk redam dipenuhi luka lebam dan darah kering.
Namun rasa sakit fisik itu tidak ada apa-apanya dibanding luka di dalam hati. Kepercayaan dirinya pada manusia dan keadilan sudah hancur lebur tak bersisa.
"Kenapa Tuhan ciptakan dunia yang begitu jahat dan penuh tipu daya ini? Kenapa orang benar harus menderita, sementara orang jahat hidup bergelimang harta?"
Pertanyaan-pertanyaan pilu itu terus berputar di dalam kepalanya yang pening. Harapan dan semangat juangnya perlahan padam digantikan rasa putus asa.
Di saat itulah, sistem yang tertanam dalam dirinya memberikan respons terakhir. Layar biru hologram yang biasa muncul tiba-tiba terpancar terang di hadapan matanya.
[ANALISIS SITUASI: KRITIS. HOST MENGALAMI KERUSAKAN MENTAL BERAT.]
TINGKAT STRES: 100 PERSEN. TIDAK ADA KESEIMBANGAN EMOSI TERDETEKSI.]
Jack menatap layar itu dengan mata yang sayu dan penuh keterkejutan. Ia sadar ada sesuatu yang sangat buruk sedang terjadi pada dirinya saat ini.
"Apa yang terjadi? Kenapa sistemmu menunjukkan angka merah semua begitu? Apakah aku terkena serangan penyakit mematikan atau ada bahaya lain yang datang?"
[SISTEM DIBUAT UNTUK MEMBANTU HOST YANG PUNYA SEMANGAT DAN HARAPAN.]
[SISTEM TIDAK BISA BEKERJA PADA TUBUH DAN PIKIRAN YANG SUDAH MATI.]
[KEPUTUSAN AKHIR: SISTEM AKAN MATI TOTAL UNTUK MENGHENTIKAN PENDERITAAN.]
Jack terkejut setengah mati mendengar pengumuman mematikan dari sistem itu. Ia berteriak memohon agar sistem tidak meninggalkannya di saat yang paling sulit.
"Jangan! Tolong jangan lakukan itu! Kamu satu-satunya temanku yang tersisa Jika kamu pergi juga, siapa lagi yang akan melindungiku dari dunia yang kejam ini?"
[MAAF HOST. LOGIKA TIDAK BISA MELAWAN PERASAAN YANG SUDAH HANCUR.]
[KAMU SUDAH TIDAK PERCAYA DIRI KAMU SENDIRI. MAKA KEKUATAN PUN PERGI.]
[PROSEDUR SHUTDOWN TOTAL AKAN DIAKTIFKAN. HITUNGAN MUNDUR DIMULAI.]
Angka berhitung mundur muncul di layar dengan warna merah yang menyala-nyala. Detik demi detik berlalu cepat menandakan akhir dari kekuatan super yang ia miliki.
10... 9... 8...
"Berhenti! Aku mohon berhenti! Aku masih butuh kamu untuk lawan penjahat! Aku masih mau bongkar kebusukan Menteri Rudi dan semua orang jahat di sana!"
7... 6... 5...
"Rakyat sudah tidak peduli! Mereka mau aku mati menderita!"
4... 3... 2...
Air mata Jack mengalir deras tanpa bisa ia bendung lagi sejak tadi. Ia sadar bahwa semua usahanya selama ini memang sia-sia dan tidak berarti.
1... 0...
[SISTEM MATI TOTAL. SEMUA FITUR DINONAKTIFKAN. TERIMA KASIH.]
Layar biru itu berkedip terakhir kalinya dan kemudian menghilang selamanya.
Suara dingin sistem itu lenyap tak berbekas meninggalkan keheningan. Seketika itu juga, Jack merasakan perubahan dahsyat terjadi di dalam tubuhnya. Seluruh otot-ototnya yang dulu keras dan kuat kini lembek dan lemas tak berdaya.
Energi yang biasa meledak-ledak di dalam pembuluh darahnya kini habis tersedot. Penglihatan tajam, pendengaran super, dan kekuatan fisiknya lenyap seketika itu juga.
Jack tidak lagi menjadi manusia super yang ditakuti oleh para penjahat. Ia kembali menjadi manusia biasa yang lemah, sakit-sakitan, dan penuh luka.
"Jadi ini akhirnya... Aku kembali menjadi orang biasa tanpa kekuatan apa pun."
Mobil tahanan itu akhirnya berhenti di depan gedung pengadilan. Pintu besi dibuka dan tangan kasar segera menarik tubuh Jack yang jatuh terduduk.
"Hei! Bangun! Jangan pura-pura mati di situ! Masuk ke dalam! Kamu pikir dengan pura-pura lemas Kamu bisa lolos dari hukuman mati kami?"
Jack mencoba berdiri tapi kakinya gemetar hebat dan langsung lemas kembali. Ia sadar musuh besarnya belum selesai. Mereka pasti akan menghabisinya sekarang.
Jack terkulai lemas di lantai ruang tahanan yang dingin dan keras. Sistem sudah mati total. Tidak ada lagi layar biru. Tidak ada lagi suara bantuan.
Ia mencoba menggerakkan tangan kanannya untuk memukul dinding beton itu. Dulu satu pukulan saja bisa menghancurkan batu, tapi sekarang hanya terasa perih.
"Apa ini... kenapa tanganku begitu ringan dan tidak bertenaga? Kenapa otot-otot ini lembek dan lemas sekali seperti tidak pernah berolahraga?"
Jack mencoba berdiri tegak namun kakinya gemetar hebat dan langsung lemas. Ia jatuh kembali terduduk dengan napas yang memburu dan jantung yang berdebar.
Jack kembali menjadi manusia biasa yang lemah, sakit-sakitan, dan tak berdaya. Ia sama persis seperti jutaan manusia lain yang ada di luar sana tanpa keistimewaan.
Luka di dahi dan pipinya masih terus berdarah dan terasa sangat perih. Dulu luka semacam ini akan sembuh dalam hitungan menit, tapi sekarang tetap terbuka.
Pikirannya berputar kacau memikirkan nasib yang akan menimpanya selanjutnya. Musuh-musuhnya pasti akan sangat senang mengetahui ia sudah tidak berbahaya lagi.
"Hei pengkhianat! Sudah siap untuk menerima hukuman mati yang pantas Kamu dapat?"
Pintu sel dibuka paksa dan beberapa orang preman bayaran masuk dengan senyum sinis. Mereka tahu Jack sudah tidak punya tenaga. Mereka tahu mangsanya sudah tak berdaya.
"Lihat dia! Dulu dia sombong dan angkuh dengan kekuatannya. Sekarang lihat! Dia seperti sampah !"
"Kalian mau apa lagi? Aku sudah kehilangan segalanya karena ulah kalian! Apa kalian masih belum puas melihat aku hancur dan menderita begini?"
"Kami akan hajar Kamu sampai pingsan supaya Kamu tidak bisa lapor ke siapa pun lagi."
"Mundur kalian! Jangan dekati aku! Kalian tidak tahu siapa aku sebenarnya!"
Orang-orang itu tertawa keras mendengar ancaman kosong yang keluar dari mulut Jack. Mereka tidak takut sedikitpun pada pria yang sudah kehilangan seluruh kekuatannya.
"Ayo kawan-kawan! Hajar dia! Jangan kasih kendor! Habisi dia sekarang juga!"
Mereka maju serentak dengan tangan mengepa. Jack mencoba bertahan namun tubuhnya terlalu lemah untuk melawan serangan itu.
Satu pukulan keras mendarat tepat di perutnya membuat ia tersungkur ke depan. Jack sadar bahwa neraka yang sesungguhnya baru saja dimulai untuk dirinya.