NovelToon NovelToon
Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Vaelisse

Ketika kakaknya, Orla, kabur dari pernikahan dengan pria berbahaya bernama Lorcan, Pearl dipaksa menggantikannya demi menyelamatkan keluarga dari kehancuran.

Terjebak dalam pernikahan kontrak dengan pria dingin yang seharusnya menikahi orang lain, Pearl harus hidup dalam kebohongan yang bisa merenggut nyawanya kapan saja jika kebenaran terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vaelisse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

Tiga hari berlalu.

Tubuh Pearl perlahan menemukan kembali kekuatannya, seperti tanaman yang hampir mati tapi akarnya ternyata masih cukup keras untuk bertahan. Wajahnya masih sedikit pucat, tapi matanya sudah tidak lagi kosong seperti hari-hari pertama di mansion ini. Lorcan, tanpa penjelasan apa pun, telah menepati satu hal kecil yang tidak Pearl sangka akan ia lakukan, setiap pagi, laporan singkat tentang kondisi ibunya sudah ada di meja, diletakkan seseorang tanpa suara, tanpa keterangan dari siapa.

Pearl tidak bertanya.

Ia hanya membacanya setiap pagi dengan tangan yang sedikit gemetar dan rasa syukur yang terlalu besar untuk diucapkan kepada siapa pun.

**

Pagi itu, mansion terasa lebih sunyi dari biasanya.

Lorcan sudah pergi sejak sebelum matahari benar-benar naik, rapat darurat, kata Vanya singkat saat Pearl turun dan mendapati kursi sarapan Lorcan sudah kosong dan dingin. Pearl berdiri di ambang dapur yang luas, menatap deretan peralatan modern dan bahan-bahan segar yang tertata rapi di rak pendingin.

Dapur sebesar ini, dan selama berhari-hari Pearl bahkan tidak tahu ia boleh masuk.

"Nyonya, ada yang bisa saya bantu?"

Vanya muncul dari balik pintu, tangannya membawa keranjang belanjaan pagi. Perempuan tua itu menatap Pearl dengan tatapan yang sudah Pearl kenal, campuran kehati-hatian dan kehangatan yang selalu ia sembunyikan hampir sempurna.

Pearl sedikit ragu. "Vanya... apakah Tuan Lorcan punya sesuatu yang ia sukai? Makanan, maksudku. Sesuatu yang biasa ia makan saat lelah."

Vanya terdiam sejenak.

Lalu ada sesuatu yang bergerak di matanya sesuatu yang lembut dan sedikit sedih sekaligus. "Tuan Lorcan jarang meminta sesuatu yang spesifik, Nyonya. Tapi waktu kecil, beliau sangat menyukai sup kaldu ibunya. Sederhana, tulang, sayuran musim dingin, sedikit rempah. Katanya itu satu-satunya yang bisa membuatnya tenang."

Pearl mengangguk pelan.

"Bolehkah aku mencoba membuatnya?"

Vanya menatapnya sebentar, lalu tanpa kata-kata, perempuan itu meletakkan keranjang belanjaannya di meja dan mulai mengeluarkan bahan-bahan yang diperlukan.

**

Beberapa jam berikutnya, dapur mansion itu dipenuhi aroma. Pearl memulai dari tulang sapi yang ia temukan di lemari pendingin. Ia mencucinya bersih, lalu merebusnya sebentar dan membuang air pertamanya, untuk membersihkan. Setelah itu ia mengisi panci dengan air baru dan membiarkannya mendidih pelan di atas api kecil.

Sambil menunggu, ia mulai memotong sayuran di talenan.

Wortel dipotong serong, tidak terlalu tipis. Parsnip dikupas lalu dipotong dadu besar. Batang seledri diiris, daun bawang dibelah dua. Semuanya dimasukkan ke dalam kaldu yang sudah mulai mengeluarkan warnanya bening keemasan, dengan buih kecil di tepinya yang Pearl sendok pelan dan buang.

Api dikecilkan.

Pearl menarik kursi dan duduk di dekat kompor, sesekali mengaduk, sesekali mencicipi dengan sendok kayu. Kuahnya belum cukup gurih, ia tambahkan sedikit garam laut, lalu sepotong kecil akar peterseli yang ia temukan di laci rempah. Dicicipi lagi. Lebih baik, tapi masih kurang sesuatu.

Ia menatap deretan rempah di rak dinding.

Lada hitam. Daun salam. Thyme kering.

Pearl mengambil thyme, sedikit saja, diikat dengan benang dapur dan dicelupkan ke dalam kuah agar aromanya keluar pelan tanpa mendominasi. Lalu sepotong kecil tulang sumsum yang ia temukan di sudut lemari pendingin ia masukkan juga, untuk menambah kekayaan rasa.

Api tetap kecil.

Pearl membiarkan semuanya bekerja dengan sendirinya, mendidih pelan, menyatu pelan, mengeluarkan aroma yang semakin lama semakin hangat dan semakin dalam.

Empat puluh menit berlalu.

Ia mengangkat ikatan thyme, mencicipi sekali lagi, dan mengangguk pelan pada dirinya sendiri. Kuahnya sudah cukup, bening keemasan, gurih tanpa berlebihan, dengan aroma rempah yang hangat tapi tidak menyengat.

Pearl menuangkan sup itu ke mangkuk saji, mengiris roti gandum di sampingnya, dan menata semuanya di atas meja makan dengan tangan yang bergerak lebih tenang dari yang ia sangka.

Dan tanpa ia sadari, sudut bibirnya terangkat sedikit, bukan senyum yang diperhitungkan, hanya sesuatu yang muncul sendiri karena tidak ada yang memintanya untuk menjadi siapa pun di sini selain seseorang yang sedang memasak.

1
Dede D
ceritanya sangat bagus
Dede D
lanjut kak
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰
Gegara Kk nya, adikny jdi korban😭
Dan demi ibunya, pearl rela melaksanakan pernikahan yg ia sendiri tidak mau sbnrnya🙏😓
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Vaelisse: makasii kak, jangan lupa like dan komen nya ya 😀
total 1 replies
Juli Queen
bagus
Juli Queen
kaa kapan update nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!