NovelToon NovelToon
Semuanya Menyalahkan Ku

Semuanya Menyalahkan Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: DANA SUPRIYA

Restu merasa hidup dalam keputus asaan ketika Istri dan anaknya suka menyalahkan dirinya hingga dirinya emosi membentak istri dan anaknya tersebut namun kini dirinya jadi orang yang di anggap paling bersalah hingga dia merasa hidup dalam ke hampaan tanpa harus bisa berbuat apa pun selain hanya diam karena apa pun yang dilakukannya akan jadi tambah Salah hingga akhirnya dia ingin mengakhiri hidupnya di suatu jurang yang dalam namun tiba-tiba takdir berkata lain, dia mengurungkan niatnya dengan mencari cara untuk memberi pelajaran kepada istei dan anaknya dengan bantuan sistim yang tiba-tiba datang memberikan pilihan bantuan hingga akhirnya dia mengatur cara agar semuanya menyadari kesalahannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANA SUPRIYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Perusahaan itu Milik Kita

Restu hanya tersenyum tipis mendengar celoteh anak-anaknya di dalam mobil mewah itu. Ia tidak bermaksud membual atau pamer.

"Anak-anak ingat ya, mobil ini cuma fasilitas kantor karena papa sudah dipercaya memegang jabatan tertentu. Jadi kita cuma dipinjamkan pakai, bukan milik pribadi. Makanya kita harus tetap hidup sederhana dan tidak boleh sombong,"

Pesan Restu bijak untuk mengajari anaknya tidak jadi orang sombong dan suka pamer ke kawan-kawannya

"Oh kita ini cuma pinjam ya..."

Gumam Maya sedikit kecewa tapi tetap menikmati empuknya jok kulit mobil itu. "Ya sudahlah, daripada naik ojek panas-panas."

Sementara itu Meisya, anak sulungnya, mendengus pelan sambil melihat keluar jendela.

"Pinjam atau bukan, yang penting papa cepatlah naik pangkat jadi Manajer atau Direktur kaya orang lain. Jangan jadi karyawan biasa terus. Lihat tuh teman-teman papa di kantor, pada keren-keren dan punya gaya. Papa mah biasa aja,"

Sindir Meisya tanpa sadar menyakiti hati perasaan papanya walaupun Restu tidak ingin menunjukan karena kondisi saat ini dia hanya menutupi identitas dirinya yang sebenar tapi bagaimana kalau hal itu dulu, bisa jadi hal ini sangat menyakitkan hati.

Akhirnya Restu tetap diam, hanya tersenyum kecut. '

Sabar Restu, mereka belum tahu apa-apa. Nanti juga mereka sadar,' batinnya menenangkan diri.

Sesampainya di rumah, mobil dinas itu pun pamit undur diri namun Restu mengingatkan untuk datang jam 6.00 pagi untuk mengantar anak gadisnya kesekolah

"Baik Pak, mobil akan kembali besok pagi tepat pukul 06.00 untuk mengantar Bapak dan keluarga,"

kata sopir itu dengan sangat hormat sebelum masuk ke dalam mobil dan pergi.

Sesungguhnya, sopir dan seluruh pihak di perusahaan tahu betul. Mobil mewah itu bukan sekadar fasilitas biasa, itu adalah mobil dinas khusus untuk pemilik perusahaan. Dan dana yang baru saja Restu suntikkan ke PT Angkasa kemarin mencapai angka fantastis 500 Triliun Rupiah untuk ekspansi global, membuat kepemilikan saham Restu menjadi 80% dan menjadikannya penguasa mutlak di sana.

Malam Harinya di Rumah...

Suasana makan malam seharusnya hangat, tapi lagi-lagi Meisya dan Maya mulai membanding-bandingkan.

"Pa, tahu nggak sih teman sekelasku, si Dika? Papanya itu Manajer di PT Angkasa juga lho! Gaya dia keren banget! Dikasih uang jajan banyak, bahkan baru saja dibelikan mobil sport buat jalan-jalan!"

Cerita Maya dengan mata berbinar sambil melihat papanya dan kakaknya

"Iya pa, terus si Melly juga, papanya juga kepala divisi sana. Setiap hari belanja barang branded. Kapan papa bisa gitu? Masa kita pelit terus sih?"

Tambah Meisya ikut menyindir papanya yang hal ini jadi catatan buat dirinya

Rina yang hari ini sudah berada di rumah karena gantian dengan abangnya jaga ayahnya di rumah sakit sedang duduk di sebelah Restu ingin menegur, tapi Restu mengangkat tangan memberi isyarat diam. Restu hanya menatap anak-anaknya dengan tatapan tajam namun tenang.

"Ooh? Papanya siapa namanya? Manajer bagian apa?"

Tanya Restu datar sambil mencatat nama orang yang dikatakan anaknya

"Itu lho Pa, papanya Dika namanya Pak Darmawan! Yang katanya paling sukses dan kaya raya di lingkungan mereka!"

 jawab Maya antusias dan tidak tahu kalau hal ini akan menyebabkan kehancuran pak Dermawan dan anaknya

Restu mengangguk pelan lalu tersenyum miring.

 'Pak Darmawan ya... Berani ya kamu pamer kekayaan padahal gajimu cuma beberapa puluh juta. Mana mungkin bisa beli mobil mewah tunai kecuali ada permainan di belakang.'

"Baiklah, papa ingat,"

 kata Restu singkat lalu kembali makan. Ia diam-diam mencatat nama itu di ponselnya sedangkan istrinya melihat suaminya mencatat nama yang di sebutkan anaknya hingga dia bertanya ketika anak-anak sudah masuk ke kamarnya

"Untuk apa di catat pa?, Jangan mengusik orang lain pa!, nanti kita terkena masalah. Biar saja yang penting kita tetap jujur"

"Iya ma tapi perusahaan itu sekarang milik kita ma"

"Apa?"

"Ssssst"

"Benaran ini pa?"

"Iya ma tapi mama simpan saja rahasia ini ya ma dan anak-anak belum perlu tahu sebelum saya lihat mereka menghargai kehidupan ini ma"

Rina menatap suaminya antara percaya tidak percaya hingga dia bertanya lagi

"Apa benaran ini pa?"

Restu hanya mengangguk namun membuat istri seperti tidak percaya, dalam hal ini dia hanya tersenyum dan membiarkan hal ini terjadi

"Besok pagi ikut papa ya ke kantor"

Tiba-tiba muncul sistim

[TUGAS SISTIM ; MENGHUKUM DERMAWAN DAN ANAKNYA AKAN MENDAPAT VILLA NO 1 DI PRESIDENT PROFERTI DAN MENDAPATKAN SAHAM 30 ℅]

"Apa?, kebetulan aku belum punya rumah jadi besok aku akan menghukum pak Dermawan kalau ketahuan korupsi"

Keesokan Pagi...

Setelah mengantar Maya sampai depan gerbang sekolah dengan mobil mewahnya yang membuat teman-teman mereka melongo, Restu langsung menuju kantor pusat PT Angkasa bersama istrinya yang sengaja hari ini dia bawa.

Rina seperti tidak percaya kalau Restu mengajaknya naik lift khusus untuk CEO hingga akhirnya sampai di ruangan CEO-nya,

"Jadi benaran papa ini CEO perusahaan Angkasa ini pa?"

"Ya lihatlah ruangan ini"

Restu membukakan pintu ruangan pintu CEO hingga terlihat photo suaminya dan photo keluarga mereka

"Jadi benaran ya pa?"

Rina seperti merinding badannya hingga dia menatap suaminya lagi

"Berarti papa ini benar-benar kaya Raya ya pa?"

Restu hanya tersenyum sambil bicara dengan istrinya yang cantik ini

"Mama bisa tetap di kantor ini sambil melihat papa menyelesaikan urusan kantor"

Rina mengangguk sambil mengambil tempat duduk di sopa yang ada di ruangan CEO ini

Sementara itu Restu langsung menelepon Pak Tomas yang tidak beberapa lama segera datang dan memberi hormat kepada Restu dan istrinya

"Kenalkan itu istri saya pak"

"Oh iya pak"

Pak Tomas langsung menyalami Rina dengan memperkenalkan diri kalau dia adalah direktur utama di perusahaan ini hingga akhirnya Rina benar-benar mengakui kalau memang benar suaminya adalah CEO di perusahaan ini.

Sementara itu Restu memanggil pak Tomas untuk menghadao ke dirinya

"Pak Tomas, Ada hal yang akan saya bicarakan sini bersama pak"

Tomas pun segera datang menemui pak Restu

. "Ada perintah apa Bos?"

"Saya mau tanya, ada Manajer bernama Darmawan di cabang kota kita kan?"

"Oh iya Pak, ada. Dia bagian operasional. Kenapa Pak?"

"Dan satu lagi kepala Devisi yang nama anaknya Melli?"

"Bentar untuk itu akan kita check pak"

"Baik, Cek rekam jejak pak Dermawan terlebih dahulu. Cek aliran dana masuk dan keluar rekening pribadinya serta aset yang dia miliki. Saya dengar dia sangat royal dan punya aset mewah yang tidak wajar dengan gajinya. Saya curiga ada korupsi atau aliran dana gelap," perintah Restu dingin.

"Siap Pak! Segera saya perintahkan tim audit internal!"

Tidak butuh waktu lama, hasil penyelidikan keluar. Benar saja dugaan Restu! Pak Darmawan ternyata melakukan mark-up proyek dan menerima suap dari rekanan. Uang tidak jelas masuk ke rekeningnya mencapai milyaran rupiah, yang dia gunakan untuk gaya hidup mewah dan membelikan mobil anaknya.

"Bagus... jadi dia yang membuat anak saya iri dan membanding-bandingkan, dan bagaimana dengan kepala Devisi yang nama anaknya Melly"

"Untuk kepala Devisi yang nama anaknya Melly belum ketemu pak tapi kami akan selidiki lebih lanjut pak"

"Baik, Panggil pak Dermawan ke ruangan saya sekarang!"

Perintah Restu dengan tegas kepada pak Tomas yang hal ini diperhatikan oleh Rina

"Ternyata suami ku begitu tegas"

Beberapa menit kemudian, Pak Darmawan datang dengan wajah sombong dan percaya diri, mengira dia dipanggil untuk kenaikan jabatan atau pujian.

"Selamat siang Bos! Ada apa memanggil saya?"

Sapanya sok akrab dengan bos barunya ini

Restu tidak menyuruhnya duduk. Restu hanya melemparkan berkas tebal berisi bukti-bukti ke hadapan pria itu.

"Baca itu!"

Darmawan tertawa kecil lalu mengambil berkas itu. Namun perlahan senyumnya hilang, wajahnya berubah pucat pasi, tangannya mulai gemetar membaca laporan keuangan dan bukti transfernya.

"Ini... ini..."

"Kau pikir kau pintar bermain kotor Darmawan? Kau menghamburkan uang hasil curian untuk gaya-gayaan, sampai-sampai anakku mendengarnya dan membandingkannya denganku!" hardik Restu naik pitam.

"Pak... ampun Pak... itu semua salah paham..."

"Diam! Mulai detik ini juga, kau saya berhentikan dengan tidak hormat! Laporan ke polisi sudah siap atas tuduhan korupsi dan pencucian uang! Keluar kau dari kantor saya sekarang juga sebelum saya panggil satpam!"

"TIIDAK PAK! TOLONG PAK! SAYA BUTUH PEKERJAAN INI!"

Darmawan langsung berlutut menangis memohon ampun.

"Tomas! Keluarkan dia! dan sita semua yang berhubungan dengan korupsi dari perusahaan ini"

Dengan mudah, Darmawan diseret keluar. Kariernya hancur lebur hanya karena ingin pamer dan berbuat curang.

Restu menghela napas panjang. 'Sekarang baru adil. Orang jujur seperti saya yang dihina, orang curang malah dipuji. Tapi sekarang semuanya sudah kembali pada tempatnya.'

[TUGAS SISTIM SELESAI, SELAMAT KEPADA TUAN PEMILIK SISTIM, ANDA MEMILIKI VILLA NO 1 DI PRESIDENT PROPERTI DAN MENDAPATKAN SAHAM 30 %]

Restu mengepalkan tangan tanda senang namun dia harus segera menutupinya dengan kembali menemui pak Tomas

"Dalam satu jam kedepan, saya minta semua direksi, Menejer dan kepala divisi untuk ke ruang pertemuan karena ada yang mau saya sampaikan dan akan saya buat pak Dermawan sebagai contoh"

"Siap pak"

1
@Yayang Suami Ris4
Kejam bapak yang menabrak Restu memfitnah Restu
@Yayang Suami Ris4
Restu istrimu maunya menang sendiri
@Yayang Suami Ris4
Restu kamu kasihan banget ya
Yayang Suami Risa
Rina kenapa langsung memarahi Restu
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Restu kamu malah cuma di hina
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Rina ngga usah menyalahkan Restu deh
@Yayang Risa Couple Happy
Rina kamu istri durhaka banget
@Yayang Risa Couple Happy
Restu kejar cita citamu
@Me and You Married
Kenapa istrinya Restu menyalahkan Restu
@Me and You Married
Restu ngga usah punya pikiran bunuh diri
ANDANA
Hai sobat baca
tinggalkan jejak sobat ya
makasi
Ya Ris Tak Terpisahkan
Restu istrimu ngga dengarkan penjelasanmu
@ Yayang Risa Selamanya
Restu kamu hidupnya selalu di tindas orang
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Kasihan badannya Restu penuh luka malah jalan kaki
Risa Virgo Always Beau
Restu kasihan banget kamu ya
Yayang Lop3♡ Risa
Ternyata motornya Restu itu di sita
You And Me Cinta Abadi
Istrinya Restu ngga iba ke Restu sama sekali
Aku kamu tak terpisahkan
Restu korban dan kamu yang salah malah menyalahkan Restu
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Maya teriak membuat Restu sedih
Risa Yayang Cinta Sejati
Istrinya Restu ngga percaya ke Restu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!