NovelToon NovelToon
Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:879
Nilai: 5
Nama Author: Iqbal Pertha

black hole yang menjadi legenda pembunuhan di masanya kini sedang berbaring lemah menahan rasa sakit karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

" dalam hidup ini aku sudah banyak melakukan dosa, dan sudah tidak terhitung berapa nyawa yang aku hilangkan."

" jika sakit ini menjadi menjadi penebus atas dosaku, maka aku bersumpah di kehidupan keduaku aku akan menjadi seorang yang lebih baik dan tidak akan menghilangkan nya orang lagi kecuali itu terpaksa. "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iqbal Pertha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

badai mulai datang

Hari berlalu bulan pun berganti, ayu semakin jatuh hati pada Wira keduanya sudah seperti perangko yang tak terpisahkan menempel begitu erat.

Tapi yang namanya kapal rumah tangga yang mengagumi lautan kehidupan akan datang pada masanya badai yang bisa menggoncang kapal ini. Jika orang di dalam tidak tau mengemudikan dan kapal dalam kondisi tidak baik baik saja maka kapal itu bisa karam.

" kamu masak apa, wangi sekali....." ujar ayu.

" beberapa masakan lokal saja, cobalah mungkin aku perlu menambahkan sesuatu agar rasanya pas...." ucap Wira yang sejak tadi begitu sibuk di dapur.

" aku tau masakanmu yang terbaik jadi tak perlu mencobanya, karena kamu sudah melakukannya dengan sangat baik." ucap ayu.

" eh...." Wira terkejut karena tiba tiba saja ayu memeluk Wira yang sedang mengaduk masakannya di atas kompor.

" Wira aku sangat mencintaimu...." ucap ayu.

" aku pun sama, tapi mengapa ini tiba tiba sekali....." ucap Wira membelai rambut halus nan wangi ayu.

" entah lah aku perasaanku mengatakan aku bisa kehilanganmu hari ini." ujar ayu.

" apa yang kamu pikirkan, bagai mana aku bisa hilang. Tidak lihat tubuh suamimu ini begitu besar." ucap Wira kemudian mematikan kompor.

" peluk aku Wira......" ujar ayu semakin membenamkan dirinya dalam tubuh Wira.

" ay jika kamu seperti ini aku jadi menginginkannya." ucap Wira.

" lakukan saja, aku seutuhnya milik mu." ucap ayu penuh rayu.

" jangan menyesal." ujar Wira membawa pergulatan ini ke jenjang yang lebih dalam dan di tempat yang seharusnya dan tidak ada yang bisa mengganggu.

...****************...

sore hari rumah baru ayu kini sudah banyak orang di sana berkumpul para ibu ibu dari tempat bersekolah sasa, mereka mengobrol asik membicarakan banyak hal.

Wira sendiri dia sedang di dapur dia sedang menata masakan yang sudah dia masak sejak pagi, Wira terlihat cukup berkeringat bulir kecil keringat di dahinya dan wajahnya yang tampan serta begitu serius mengerjakan sesuatu membuat Wira semakin berkharisma.

Sosok Wira yang kerap kali menjemput Sasa ketika pulang sekolah menjadi populer di sekolah itu, Bahakan ada satu ibu dari salah satu murid beberapa kali menunjukkan ketertarikan dan berusaha dekat dengan Wira.

Tapi meski begitu Wira tidak terpancing dia bersikap formal dan tidak terlalu akrab dengan ibu salah satu murid itu.

" selamat sore..." suara wanita yang begitu manis penuh rayu.

" oh sore... Ada yang bisa aku bantu." ucap Wira.

" aku ingin ke kamar mandi, di mana aku bisa menemukannya." ucap ibu salah satu murid itu, berjalan mendekati Wira dengan sexy bahkan terkesan menggoda. Dan entah sejak kapan tapi baju yang menggantung di bahunya itu sudah jatuh dan lepas.

" oh itu di sebelah sana." ujar Wira formal.

Jarak mereka begitu dekat hanya tinggal dua langkah lagi mereka pasti sudah bersentuhan, karena Wira sudah menunjukkan arah wanita itu bermaksud untuk berbalik tapi yang tidak di sangka wanita itu tiba tiba saja jatuh ke arah Wira, Wira yang melihat sedikit bergeser tidak bermaksud menangkapnya.

" aduh.... Mengapa lantainya licin." wanita itu.

" oh apa kamu baik baik saja mungkin tadi ada tumpahan air." ucap Wira.

" kaki ku sakit bisa bantu aku berdiri." ucap wanita itu.

Wira sebenarnya enggan tapi karena ini rumahnya dia juga harus menjadi tuan rumah yang baik.

Wira menyodorkan tangan untuk membantu tapi saat itu wanita itu menarik Wira hingga Wira tidak seimbang dan jatuh hingga.

" apa yang kalian lakukan...." ucap salah satu ibu dari murid yang akan ke kamar mandi juga.

" lepaskan aku aku mohon...." ucap wanita yang hampir saja Wira timpa itu.

Wira bingung apa yang dirinya lakukan mengapa wanita ini berteriak dan terdengar seakan Wira sedang berbuat jahat padanya.

karena yang lain mendengar mereka segera ke dapur dan ayu juga tidak ketinggalan ikut dengan yang lain. Saat tiba di dapur walau Wira berdiri berjarak tapi penampilan wanita itu sedang menjelaskan jika Wira sedang melecehkannya.

Ayu dan yang lain sangat terhenyak melihat pemandangan itu, waktu seperti berjalan lambat dan pandangan ayu seperti hanya berpusat pada Wira yang berdiri di sana tampak bingung.

" aku tidak tau jika suami ayu seperti ini..."

" bagai mana bisa begini..."

" sebenarnya apa yang kurang dari ayu...."

" benar mengapa suaminya masih melirik wanita lain...."

Para ibu ibu itu mulai berbicara ayu bergetar dia berusaha kuat dan berusaha percaya pada suaminya itu.

dengan bergetar ayu coba bertanya.

" Wira jelaskan apa yang terjadi, sejujurnya." ucap ayu.

Wira sudah bermaksud menjawab ayu dan menjelaskan hanya saja wanita itu langsung menyambarnya dan mulai membuat cerita dramatis.

" ayu ini karena suami mu, dia menarik ku, aku hanya bertanya kamara mandi tapi suami mu menarik ku dan memaksa ku aku ingin minta tolong tapi suami mu membekap mulutku. Lihat lah sekarang bagai mana aku akan menghadapi ini." ujarnya.

ayu menatap lama Wira Wira juga menatap ayu, dan satu kata keluar dari mulut Wira.

" ay apa kamu percaya padaku...." suara tenang Wira.

" aku percaya, tapi bagai mana membuktikan semuanya kamu lihat keadaan ini sudah menjelaskan semua." ucap ayu.

" aku tahu di sini memang aku menjadi pelaku dari sudut manapun jika melihat keadaan ini aku ini pelaku." ucap Wira.

" ayu apa di rumahmu ada cctv, kita lihat itu saja " ucap salah satu dari ibu ibu itu, sedang wanita yang mendengar cctv sedikit terkejut tapi berusaha tenang.

" di dalam rumah masih belum terpasang cctv." ucap ayu.

" jika begini kita tidak tau mana benar mana salah dengan keadaan ini."

" benar sekali, jika di lihat sepertinya ibu Maya memang sedang berusaha di lecehkan."

" ayu suamimu berniat melecehkan ku." ujar Maya.

" aku bisa membuktikan jika aku tidak bersalah, dan wanita ini hanya sedang bermain trik, entah apa tujuannya melakukan ini." ujar Wira.

" apa bukti yang bisa anda tunjukkan."

" benar cctv tidak ada, jika hanya mendengar pengakuan mu itu tidak bisa menghapus situasi yang jelas ini."

Ayu tidak bersuara dia takut dia takut Wira benar benar bersalah, dia tidak tau jika itu terjadi, dia tidak tau bagai mana akan menjalani hidupnya setelah ini.

" cctv tidak ada tapi kamera ada, hanya saja aku masih ingin memberi kesempatan padanya untuk menjelaskan yang sebenarnya terjadi. Karena setelah aku menunjukkan buktinya aku tidak akan mengambil jalur damai." ucap Wira.

" kamu sedang menekan ku Utuk menutupi kebusukan mu, kamu sungguh tidak bermoral." ucap Maya dia sebenarnya takut tapi dia mencoba meyakinkan dirinya sebenarnya Wira hanya menggertak nya.

" baik lah jika kamu bersikeras dan tidak mau jujur." ujar Wira lalu berjalan menuju ke pot bunga dan mengambil sesuatu

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!