NovelToon NovelToon
Antagonis Hamil Duluan

Antagonis Hamil Duluan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Reinkarnasi / CEO
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: supyani

transmigrasi jadi tokoh yang harusnya mati mengenaskan? tidak, Terima kasih.
saat suami CEO-ku meminta cerai, aku pastikan 2 garis biru muncul terlebih dahulu. permainan baru saja dimulai, sayang.

#jadi antagonis#ceo#hamil anak ceo#transmigrasi#ubah nasib#komedi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon supyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pantai jebakan

Malam datang bawa gerimis.

Bawa wangi tanah basah dan hawa dingin yang menenangkan Jakarta. Yang bikin orang pengen ngerapatin selimut, bukan buka pintu buat tamu.

Nampak sesosok siluet pria tampan di depan jendela _floor-to-ceiling_ lantai 23. Andre. Matanya menatap ke arah luar, ke arah gerimis yang pelan-pelan jatuh, lembut, tapi konsisten. Kayak obsesinya.

Kamar remang. Pencahayaan seadanya. Cuma _standing lamp_ nyala kuning, bikin bayangannya panjang di lantai marmer.

_Tok. Tok._

Tiba-tiba ketukan halus mendarat di pintu. Tiga kali. Terukur.

Andre, dengan cepat berdiri dari sofa. Kaos hitam, celana _linen_. Tanpa senyum. Dia berjalan mengarah ke pintu, diam sebentar di lorong. _Klek. Klek._ Tangannya menyalakan semua lampu apartemennya. Dari remang jadi terang benderang. _Showroom_.

Pintu dibuka.

Nampak bayangan wanita. Tubuhnya ramping, tegak. Menggunakan gaun putih selutut, _body fit_, mahal. Rambut digerai, basah ujungnya kena gerimis. Jubah dokternya ditenteng di lengan kiri, tas _Hermès_ di kanan.

Alea.

"Silakan masuk, Dok," sambut Andre. Dingin. Gak ada "selamat malam". Cuma bisnis.

Alea hanya mengangguk. Tatapannya nyapu ruangan sekali. Kemudian masuk ke dalam apartemen itu. Haknya _ketak-ketok_ pelan di lantai.

"Pak Andre, Anda memang guru teladan," ucap Alea. Bibirnya senyum, tapi matanya kerja. Menatap apartemen mewah itu. Minimalis. Bersih. Bau _diffuser_ Jo Malone. Buku tertata rapi, gak ada yang miring. Bunga _lily_ putih di vas kristal.

Hidup yang terkontrol. Sama kayak orangnya.

Alea menjatuhkan jubah dokter dan tasnya di sofa _cream_. _Buk_. Santai. Kayak di rumah sendiri.

Matanya terhenti di satu titik. Mading besar. _Cork board_ 2x1 meter, berada tepat di atas meja kerja kayu jati.

Isinya penuh. Kertas-kertas. Puisi tulisan tangan, tinta biru. Kata-kata mutiara. Kutipan Khalil Gibran. Coretan indah semacam sketsa: tangan, mata, bibir. Dan di tengah, paling besar, dipaku pake _push pin_ emas...

"Menggambar adalah darahku, puisi adalah nadinya," sahut Andre. Dia ke _mini bar_, tuang _wine_ merah ke dua gelas. Tanpa nanya Alea mau atau enggak. Disodorin satu. "Silakan. _Cabernet_. Tahun 2018."

Alea terima. Gak diminum. Cuma diputer.

"Lalu yang ini?" Tanya Alea. Dagunya ngangkat, nunjuk satu gambar paling mencolok.

Sketsa pensil. Detail. Hidup. Sosok perempuan bergaun biru muda. Biru langit. Rambut panjang tergerai. Lagi berdansa sendirian di bawah lampu sorot tunggal. Wajahnya samar, tapi lekuk tubuh, gaunnya...

Vivian. Malam pesta Cika.

"Seni mencintai adalah seni yang baru aku pelajari," ucap Andre. Suaranya rendah. Dia jalan ke mading. Ujung jarinya nyentuh sketsa itu. Ngelus. Dari kepala, turun ke pipi, ke leher di kertas. Kayak ngelus Vivian beneran. "Namun ketika aku mendapatkan Vivian nanti... nilainya akan langsung sempurna. A+ tanpa remedial."

Alea senyum. Kali ini bukan senyum SOP. Senyum miring. Senyum pemain.

"Vivian memang sangat cantik," ucap Alea. Dia nyeruput _wine_ dikit. "Sangat... pantas diperjuangkan. Bahkan..."

Jeda. Matanya natap Andre lekat.

"...bahkan dalam keadaan hamil 4 bulan."

Tangan Andre yang lagi ngelus sketsa berhenti. Kaku. Sedetik.

Terus senyum. Lebar. Gila. "Kamu udah tau?"

"Aku dokternya, Andre," jawab Alea. Enteng. "Aku yang pegang data USG-nya. 16 minggu. Sehat. Kuat."

Hening. Cuma suara gerimis di kaca.

"Dan kamu tetep mau?" Alea ngetes.

Andre ketawa. Pelan. "Kenapa enggak? Aku guru, Alea. Aku biasa ngurus anak orang. Ngurus anak dia sama Eric? Anggap aja murid pindahan. Aku bakal jadi ayah yang lebih baik dari Eric."

_Deg_.

Gila. Alea suka jawaban itu.

"Bagus," ucap Alea. Dia naruh gelas _wine_. Belum habis. Jalan ke mading, berdiri sebelah Andre. Jari lentiknya nunjuk sketsa Vivian. "Masalahnya cuma satu. Dia masih Nyonya Wijaya."

"Untuk sekarang," potong Andre.

"Dan aku tahu caranya," lanjut Alea. Matanya nyala. Gak ada lagi dokter polos. Yang ada cuma perempuan yang mau menang. "Caranya biar dia cepet jadi mantan Nyonya Wijaya."

Andre nengok. Alis naik. "Gimana?"

"Eric itu trauma," bisik Alea. "Dikhianatin Doni sama Vivian dulu. Dia benci pengkhianat. Kita kasih dia pengkhianatan. Kita buat dia lihat Vivian selingkuh. Sama kamu."

"Foto? Video?" Andre senyum.

"Lebih rapi," Alea nyengir. "Kita manfaatin vila barunya Bu Ratna. Di Anyer. Eric pasti bawa Vivian ke sana buat _refreshing_. Kamu kebetulan lewat. Kebetulan ketemu. Kebetulan... kepergok."

Andre angguk. Pelan. "Dan kamu?"

"Aku?" Alea ketawa kecil. "Aku dokter yang kebetulan ngecek. Kebetulan jadi saksi. Kebetulan nguatin mental Eric pas dia _collapse_."

Gerimis di luar makin deras. Kayak restu.

...

Sementara itu di kediaman Wijaya, segalanya terlihat normal.

Terlalu normal sampe mual.

Semua orang duduk di meja makan. Lampu _chandelier_ terang. _Steak_ udah setengah. Tapi yang dikunyah cuma kecanggungan.

Tenang. Tapi pikiran Vivian bergemuruh, kayak ombak mau badai.

Mengingat kejadian tadi sore di kamarnya. Surat. Bentakan. Pelukan. Ciuman. _Yang penting kamu. Sama anak kita._

Apa Eric cemburu? Misinya 50 persen berhasil? Ada senang campur bingung campur takut. Takut cuma halusinasi.

"Kak Eric, Kak Vivian bertengkar lagi?"

Suara Cika ngebelah meja makan. Polos. Sambil ngunyah brokoli.

Vivian sama Eric barengan kaget. Barengan noleh. Barengan buang muka. Kayak anak SD ketauan nyontek.

Membuyarkan lamunan Vivian.

"Tidak," sahut Vivian cepet. Senyum dipaksa. "Hanya sedikit tak enak badan saja. Malas bicara pada patung."

_Uhuk_. Eric batuk. Kena.

Bu Ratna yang dari tadi ngaduk sup tapi gak diminum, akhirnya buka suara. Mencairkan es.

"Ric, bawa istrimu jalan-jalan," ucapnya. Lembut tapi gak bisa dibantah. "Ibu kemarin beli vila baru, di Anyer. Dekat pantai. Cocok untuk bersantai. Udara bagus buat ibu hamil. Pikiran tenang."

Eric nampak ragu. Garpu di tangannya berhenti di udara.

"Urusan perusahaan biar Ibu yang urus beberapa hari," lanjut Bu Ratna. "Bawa Chindy dan Cika biar ada yang bantu Vivian di sana. Biar rame."

Mengingat Cika akan libur beberapa hari sebelum ujian, biar tak stres. Begitu pula Chindy, beberapa bulan ini sibuk di butik, kemarin sampai pingsan karena stres. Biar _refreshing_ dulu.

Dan... biar ada saksi kalau Eric-Vivian akur.

Eric natap ibunya. Terus natap Vivian. Sekilas. Cepet banget. Tapi kecantol.

Vivian nunduk. Jantungnya _deg-deg_an.

"Iya," sahut Eric singkat.

Satu kata. Ngebelah hening. Ngebelah rencana Alea.

Chindy tepuk tangan. "Yes! _Healing_!"

Cika: "Boleh _surfing_ gak?"

Vivian? Dia genggam sendok kenceng.

Vila. Pantai. Alea tau. Andre tau.

Ini liburan... atau jebakan?

Jawab jujur, seru ngak?, Kira-kira di pantai Vivian pake bikini gak ya?.

komen ya😏

1
Dinda Putri
lagi
Nurfi Susiana
lanjut thor
Hikmal Cici
nah gitu dong 👍👍👍🙂
Hikmal Cici
vivian ini cewek barbar kan ya thor, bukan yg kalau dijahatin cm bisa nangis. pasti ada perlawanan yg seru ya kan 😊
Dinda Putri
makin seru up lagi thor
anonim
bikin greget
Hikmal Cici
lagi...lagi...lagi
Uthie
ratingku perpect.. 10 🌟🌟🌟
Uthie
Wadduuhhhh.. si Alea makin kurang ajar itu 😡😡😡
Uthie
Puasssss banget itu Vivian nunjukin bekas cinta nya ma dokter rasa Pelakor 😆👍
Uthie
kurrraangggg
Irsyad layla
tapi lengan kemeja nya digulung thor kek mana ni😄😄
Hikmal Cici
ya pasti kurang lah kk
Uthie
masih gagal maniing...gagal maning... pusiiinggg dehhhh tuhhh /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Joyful//Joyful/
Hikmal Cici
nunggu bab selanjutnya
lexxa
aaaaaa suka bngettttt
Uthie
Jadi makin favorit ceritanya 👍😘😍😍
Uthie
Lanjjjjjuuuuttttt 😍😍💪💪💪
Uthie
harusnya tunduk😆
Uthie
100😆👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!