NovelToon NovelToon
My Women

My Women

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aaron Cemburu

Angel sudah bersiap - siap untuk berenang. Dia menggunakan baju renang yang hanya menutupi, bukit kembar dan celana renang yang panjangnya di atas lutut berwarna biru. Dengan kacamata hitam. Angel mulai menuju ke pantai karena pavilun mereka depannya pantai.

Semua orang yang lalu lalang dan berjemur melihat kearah istrinya Aaron. Apalagi tatto gambar wajah anaknya pada kulit putih mulusnya sangat menonjol untuk menarik perhatian orang lain.

"Perempuan ini, cari mati dia. Dion, Rido jaga Ethan."

Tanpa menunggu lama. Aaron langsung memeluk Angel. Dan mencium leher Angel memberi tatto merah disitu.

"Melawan, kamu akan berakhir di kamar tidur dengan badan penuh peluh."

"Kak...."

"Pilih mana??? aku gendong ke pantai atau ke kamar."

"Aku mau berenang."

"Good wife." Bibir Angel jadi sasaran. Aaron langsung mengendong istrinya sampai di dadanya dan dia melepaskan istrinya untuk berenang.

"Papi, Ethan mau berenang sama mami dan papi."

"Dalam sayang, sama uncle aja."

"Papi curang, bilang aja mau berdua dengan mami. Padahal tadi sudah tidur berpelukan."

"Mengerti ya jagoan papi."

"Oke. Jaga mami kita berdua ya papi."

Aaron hanya memberi kode tangan dan kedipan mata.

"Sebelah kanan tatto gambarku sayang."

"Sakit tahu."

"Kenapa mau di tatto???"

"karena kamu nikah lagi. Emang ngak bisa cari cara lain."

"Nikahnya juga bohongan. Kamu celup juga."

"Sayang, aku laki - laki lima tahun. Tetapi aku menyesal loh."

"Kakak yang tatto aja gambar kamu di tanganku."

"Jangan disini nanti aja kalau di Korea, biar higenis."

Mereka sudah keluar dari air laut. Sekarang mereka sedang menikmati makan siang di sebuah restoran. Tiba - tiba hampir saja pelayan yang sudah di bayar Karin ingin menumpahkan kopi panas di badan Angel yang hanya menggunakan bikini. Aaron dengan refleks menutup kedua kopi panas itu sehingga tidak mengena badan Angel.

"Kakak.... Tangan kakak."

"It's oke honey. Kamu tidak kena tumpahannya kan sayang."

"Tidak kak. Tetapi tangan kakak merah, kita obati ya."

Angel dan Aaron langsung mencari wastafel mencuci tangan Aaron dan ditiup - tiup. Sementara pelayan kafe itu sudah di amankan oleh Rido. Dion yang sedang pergi mengambil hasil tes Aaron langsung di minta membeli salep buat tangan Aaron.

"Sengaja dia??"

"Disuruh perempuan. Dan itu Karin, dia sudah kabur."

Mata Aaron memberi kode dan Rido tahu apa maksudnya. Dion yang bertemu dengan Rido langsung di cerita kejadian sampai dia harus membeli salep untuk luka bakar kena benda panas. Anak buah Rido sedang melacak keberadaan Karin.

Hasil tes lengkap Aaron sudah keluar. Sebelum Dion pergi mengambil, Angel sudah mendapat hasilnya lebih dahulu via email. Dan Angel tahu suaminya sehat tidak terkena penyakit menular. Angel sedang mengoles tangan suaminya. Sambil meniup tangan itu. Tiba - tiba Ethan datang memeluk papinya.

"Terima kasih papi, sudah jaga mami." Aaron dan Angel kaget. Aaron langsung memeluk anaknya.

"Papi sudah berjanji dengan Ethan kan, bahwa papi akan menjaga, melindungi dan menyayangi mami punya kita berduakan."

Angel terharu, mendengar janji yang dibuat suami dan anaknya.

Rido sudah mengendong Ethan kembali ke paviliun karena dia sudah tertidur. Mereka semua sudah selesai makan siang bersama.

"Masih mau bermalam disini atau kita pulang sayang."

"Kakak, sewa sampai kapan."

"Sampai kalian mau pulang ke rumah."

"Kita pulang saja ya. Lebih nyaman bobo di rumah."

"Bobo sama kakak ya."

"Iya siapa takut." Angel sedang mengobati tangan Aaron suaminya yang kena air kopi panas. Waktu disentuh masih sakit. Angel yakin bahwa sebentar malam, Aaron tidak akan macam - macam.

Pukul tujuh malam. Mereka memutuskan pulang. Karena informasi dari anak buah Aaron, Karin sudah di tangkap. Sementara ada dikurung di gudang kantor Pratama Company. Aaron harus memberi pelajaran buat perempuan yang sudah berani mau mencelakai istrinya. Untung saja Aaron refleknya cepat.

Mereka mampir sebentar di swalayan yang ada di mall. Sifat cemburu Aaron, kumat lagi begitu melihat istrinya turun dari mobil dengan celana coklat tua berwarna coklat dan kaos tang top tak berlengan berwarna putih.

"Sayang, kamu akan kakak hukum."

"Ingat tangan itu masih sakit." Aaron dalam hatinya berkata :" Pintar kamu mencobai aku terus. Kamu tunggu sayang". Aaron terus memepet istrinya. Angel tahu, bahwa dari dulu, suaminya itu posesif. Selesai belanja dan membeli kebutuhan buat bekal Ethan mereka kembali ke rumah.

Dengan di bantu bibi, Angel merapikan belanjaan tadi. Suster sudah mengurus Ethan dan sedang membuat susunya. Selesai minum susu, Angel yang menyikat giginya dan membaca cerita buat anaknya dan dia pun tertidur. Jelas dia kelelahan karena dari pagi sampai sore berenang terus. Setelah mematikan semua lampu kamar anaknya, Angel ke kamarnya.

"Kak, tangannya adek oles salep dulu." tidak ada respon dari Aaron, akhirnya Angel pun mendekat. Dengan secepat tubuh Angel di tangkap dan sekarang berada di bawa tubuh Aaron.

"Kak ade mandi dulu."

"Satu ronde dulu baru mandi."

"Sayang ......." Aaron sudah menjalankan aksinya. Akhirnya setelah lima tahun lebih berpisah mau enam tahun, Aaron kembali memasukan rudalnya kedalam mulut rahim istrinya. Angel merintih. Karena sudah lama dia tidak perna di sentuh. Semenjak Aaron meninggalkan dia.

"Beb, aku tidak tahan. Kalau sakit seperti biasa boleh menggigit badan kakak."

Aaron langsung melakukan hubungan itu. Volume penyatuan sudah tidak ada kecepatan menengah sudah sampai kepada yang tertinggi kecepatannya. Terdengar bunyi tubuh yang menyatu. Nafas yang satu - satu. Desahan sesekali. Semua bercampur menjadi satu. Cinta dan rindu tertuang dalam penyatuan ini. Sampai mereka mencapai garis puncak kenikmatan.

Angel menangis. Aaron memeluk istrinya, mencium bibir dan keningnya. Mengucapkan terima kasih atas kenikmatan ini.

"Jangan tinggali aku dan anakmu sayang."

"Iya beb. Kaka janji. I love you."

"Love you more."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!