"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Nina membalasnya dengan senyuman sinis,"Kata-kata bodoh." Nina membalas dengan nada dingin.
"Aku jujur padamu Nina,selama ini aku diam-diam menyukaimu." Andra mulai mengungkapkan perasaannya.
"Menyukaiku?" sembari menunjuk dirinya sendiri.
"Aku bicara yang sebenarnya Nina."ucap Andra dengan tegas.
"Apa tidak terpikirkan untuk mencari wanita lain yang lebih cantik dan kaya,kenapa harus aku." pertanyaan itu langsung membuat kedua mata Andra melotot.
"Aku tidak menyukai apa yang kau sebutkan,aku lebih menyukaimu apa adanya." Andra mulai mantap dengan apa yang ia pilih.
"Jangan terlalu berharap aku menerimamu,aku bukan wanita baik-baik." ucap Nina yang lebih jujur dengan dirinya sebenarnya adalah wanita paling kejam.
"Terserah orang lain menilai apa tentangmu,jika dirimu mengatakan kamu bukan orang baik maka aku akan membuat dirimu menjadi orang yang lebih baik." Andra mengucapkan hal itu dengan serius.
Nina menatapnya dengan tatapan kesal."Terserah,aku pun tak terlalu peduli dengan hal itu." jawab Nina yang masih belum menerima kehadiran Andra di sisinya.
Tanpa mereka sadari ada dua orang yang sengaja menguping pembicaraan mereka berdua,"Ternyata diam-diam dibelakang kita Andra sudah mengungkapkan perasaannya." ucap lirih Yogi yang mendengar langsung Andra langsung mengungkapkan perasaannya.
"Temanmu itu berani juga." jawab Airin yang sengaja mereka berdua sembunyi mengintip apa yang mereka sedang bicarakan.
"Bagaimana tidak berani jika sekian lama ia memendam rasa itu yang akhirnya dia berani bicara juga.Tapi sepertinya temanmu itu cuek sekali." ucap Yogi dengan suara lirih.
"Dia orangnya begitu,kamu saja yang tak terlalu hafal sifat temanku." jawab Airin yang bergegas pergi menghampiri mereka berdua.
Airin datang menghampiri mereka berdua," Ternyata kalian disini, dari tadi aku cari kalian berdua malah disini." ucap Airin yang sengaja beralasan.
Nina segera bangkit dari tempat duduknya,"Ayo kita pulang sekarang." ajak Nina yang mulai tak nyaman dengan Andra.
"Sebentar." Yogi langsung menghentikan langkah Nina.
"Ada apa lagi?" tanya Nina pada Yogi yang langsung di balas dengan tatapan tajam.
"Sebenarnya aku dan Airin mau keluar bersama,ada hal sesuatu yang penting yang harus kami cari." Yogi langsung menarik tangan Airin.
"Sesuatu yang penting?"Nina melirik kearah Airin.
"Iya penting,iya kan Rin." Yogi memberikan kode pada Airin dengan kedipan mata.
"I-itu benar Nin,aku mau pergi sama Yogi dulu sebentar." jawab Airin yang terpaksa berbohong pada Nina.
Nina dapat menebak jika Airin sedang berbohong." Baiklah." jawab Nina yang merasa ada sesuatu yang sedang mereka sembunyikan.
"Kamu pulang dulu sama Andra,nanti aku menyusul dibelakang." ucap Yogi yang tatapannya mengarah Andra.Sebenarnya Andra tak mempermasalahkan hal itu tapi tidak dengan Nina yang begitu menjaga jarak antara mereka.
"Ya sudah kami akan pulang sekarang." Pamit Andra yang langsung pulang mengajak Nina,momen itu menjadi waktu tepat untuk lebih mengenal Nina.
Berbeda dengan Nina yang terlihat kesal dengan ulah Airin dan Yogi yang sengaja melakukan hal itu pada dirinya.
Sebenarnya dirinya bisa menolaknya,tapi semua kembali ke awal tujuan dia hanya untuk penyamaran saja. Akhirnya Nina pulang bersama Andra, selama di perjalanan Nina lebih memilih untuk diam dan tak begitu menghiraukan keberadaan Andra.
Tiba-tiba saja hujan turun dengan deras, sehingga mereka harus turun untuk berteduh di sebuah toko yang saat itu tutup.
Mereka berdua basah kuyup, dan terpaksa keduanya berteduh. Diam-diam Andra melirik ke arah Nina yang saat itu bajunya juga basah karena hujan.
Andra pun segera melepas jaket miliknya, langsung saja Andra memakaikan jaket itu kepada Nina,"Kamu pakai jaket milikku, di luar dingin."Andra menunjukkan perhatiannya dengan memberikan jaket miliknya.
Nina langsung melepas jaket itu tapi tetap saja Andra menahannya,"Aku mohon, kamu pakai." Andra menahan tangan Nina.
"Aku tidak butuh." jawab Nina dengan nada dingin.
"Kamu harus pakai, Aku tak ingin jika nantinya kamu sakit."ucap Andra yang begitu perhatian kepada Nina, sedangkan Nina hanya menganggapnya dengan senyuman sinis.
"Cih." ucap lirik Nina yang lihat begitu kesal kepada Andra, belinya pun sebenarnya tidak menaruh hati kepada Andra. Tapi pria itu selalu mengejar dirinya.
Setelah hujan reda, barulah mereka berdua melanjutkan perjalanan pulang. Akhirnya Nina berhenti tepat di depan pintu gerbang kost milik Nina.
Nina langsung melepaskan jaket milik Andra,"Lebih baik kamu pakai, kapan-kapan saja kamu kembalikan." ucap Andra yang tak mempermasalahkan jika jaketnya dipinjam oleh Nina.
"Aku juga pernah."Nina langsung melepaskan jaket itu dan langsung meletakkan di sepeda motor milik Andra.
Nina bergegas pergi meninggalkan Andra, dan Andra hanya bisa menghela nafas,"Dia sangat sulit aku dekati."gumam Andra yang mengakui betapa sulitnya untuk menaklukkan hati Nina.
Nina berjalan menuju kamarnya,tidak sengaja ia bertemu Lina yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Aku kira Airin." ucap Lina yang salah menebak jika yang datang Airin.
"Dia sedang keluar dengan Yogi." jawab Nina yang sedang mengambil kunci di tasnya miliknya.
"Apa kamu bilang Yogi?"
"Iya ,Yogi." jawab Nina dengan santai.
"Tumben tuh mereka akrab." jawab Lina yang merasa heran dengan keduanya yang begitu akrab.
"Nina,apa boleh aku tanya sesuatu padamu?" tanya Lina pada Nina,Nina langsung melirik kearah Lina.
"Apa tadi kamu pergi ke perusahaan Anxel Company?" pertanyaan itu langsung membuat Nina terdiam.
"Apa dia tahu tentang aku."Batin Nina yang mulai was-was.
"Apa perusahaan Anxel company, untuk apa aku kesana." jawab Nina yang masih menutupinya.
"Aku tadi tidak sengaja melihat sosok wanita cantik yang wajahnya hampir mirip denganmu,hanya saja dia tidak memakai kacamata sepertimu." jawab Lina yang penasaran apa tebakan dia salah atau benar.
"Mungkin kamu salah lihat, dari Pagi sampai siang aku kerja mana mungkin aku ke perusahaan yang kamu sebutkan itu."Nina berbohong,apa yang dilihat oleh Lina memang benar adanya itu dirinya sendiri.
"Benar juga ya,apa aku hanya salah lihat saja ya." gumam Lina yang merasa kebingungan.
"Sudahlah,paling kamu kecapean saja.Lebih baik kamu istirahat saja." ucap Nina yang mencoba santai, walaupun dia sedikit was-was jika identitasnya di ketahui oleh temannya.
"Ya sudah." jawab singkat Luna yang kembali ke dalam kamarnya.Nina bergegas masuk ke dalam kamarnya.
Posisi Nina berdiri dibelakang pintu,"Hampir saja Lina mengetahui ku,jangan sampai terbongkar penyamaranku." gumam Nina yang hampir saja penyamarannya terbongkar.
Nina pun baru menyadari jika Lina di hari itu juga baru masuk kerja diperusahaan miliknya,kini Nina mulai berhati-hati untuk tidak dicurigai oleh Lina.