NovelToon NovelToon
ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Pengantin Pengganti
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Safa adalah gadis cantik nan penurut yang tampaknya selalu dimusuhi takdir. Sejak kecil, ia tak pernah mencecap manisnya kasih sayang keluarga, bahkan dari ibunya sendiri. Kesalahan di masa lalu yang bukan kehendaknya membuat Safa dilabeli sebagai "anak pembawa sial" dan dibenci seumur hidup. Puncaknya, ia dipaksa menikah dengan seorang kakek demi menyelamatkan bisnis keluarga yang nyaris bangkrut.

Namun, kenyataan tak seburuk dugaannya. Sang kakek ternyata hanya perantara, ia mencarikan istri untuk cucu laki-lakinya yang bertemperamen kaku, cuek, dan dingin. Di rumah barunya, Safa yang terbiasa disisihkan justru mulai merasakan hangatnya kasih sayang dari keluarga sang suami yang memperlakukannya dengan sangat baik. Sayangnya, benteng es di hati suaminya sendiri tetap tak tergoyahkan.

Mampukah Safa memenangkan hati pria yang menikahinya hanya karena amanah sang kakek? Ataukah pernikahan "titipan" ini akan hancur dan berakhir dengan perceraian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Bapak Biadap

Srak! Srak!

Derap langkah itu pelan, namun mampu membuat Safa ketakutan. Suasana rumah sepi. Saat seperti inilah yang kadang mampu membuat ia berfikir untuk mengakhiri hidup.

Kedua tangan bertaut, doa ia panjatkan. Bibirnya tak henti melantunkan pertolongan pada yang Maha Kuasa.

"Ya Allah, lindungilah hambamu ini," bisiknya seraya memejamkan mata.

"Safa ... kamu sedang apa, sayang?" Tangan kasar sedikit kerutan itu mengusap lembut pundaknya.

Safa menghindar dengan cepat. Tubuhnya mulai menggigil, bukan karena dingin, ia ketakutan.

"Tidak ada, Om. Safa hanya sedang duduk," sahutnya kemudian.

Srak! Kursinya ditarik paksa dan diputar ke arahnya. Safa sontak membelalak.

"Loh, kenapa kamu membelakangiku? Aku ini bapak mu, loh," ucap pria paruh baya yang tak lain adalah ayah tirinya.

Safa menggeleng pelan. "Eng ... enggak kok, Om. Aku hanya sedang belajar aja."

Genggaman tangan Safa semakin erat. Ia tak ingin bapak tirinya itu tahu jika ia gemetar.

Dari semua masalah, inilah yang paling ia takuti. Lagi dan lagi ia lupa mengunci kamar tidurnya. Ia juga tak tahu kenapa bapak tirinya, Hendra selalu datang saat rumah sepi.

Ibunya menikah untuk yang ke tiga kali. Ayahnya meninggal. Suami ke dua sang mama bercerai dan baru dua tahun ini mamanya menikah lagi.

Namun, untuk yang ke tiga ini, Safa sangat takut padanya. Entah mengapa saat melihat dirinya, tatapan Hendra berbeda. Seolah dia bukan menatapnya sebagai seorang anak. Itulah mengapa ia juga tak mau memanggilnya bapak.

Hendra mulai memijit pelan pundak anak gadisnya itu perlahan, namun matanya seolah menelanjanginya.

"Kamu pasti capek, ya? Sini bapak pijitin biar badan kamu enak lagi. Tapi habis ini gantian bapak, ya?" ujarnya sambil terus berusaha menyentuh Safa.

Sontak Safa kaget dan berdiri. Ia mundur, tubuhnya kaku.

"Om lebih baik keluar! Nanti mama pasti marah kalau liat Om ada di kamarku," ucap Safa dengan nada lebih tinggi.

Seketika wajah Hendra berubah masam. Seolah tak terima dengan penolakan itu. Usahanya sia-sia jika ia tak dapat mendapatkan Safa.

Tanpa Safa ketahui, selama ini Hendra selalu ikut campur dalam masalah asmaranya. Setiap ada yang berusaha mendekatinya, Hendra akan cari cara untuk membuat mereka menjauh.

Hendra justru semakin mendekat. Ia membelai kepala Safa. "Kenapa kamu begitu takut? Aku ini bapak mu Safa. Sini, jangan jauh-jauh."

"Bapak kedinginan malam ini, mamamu dan kakakmu juga gak di rumah. Jadi hangatkan bapak, ya?" katanya tanpa sedikitpun rasa malu.

Safa berpindah ke dekat jendela menghindari sentuhan bapak tirinya itu. "Gak! Om jangan macam-macam, ya! Aku bisa aduin sama mama nanti."

"Ha ... ha ...." tawa Hendra pecah. "Kamu aduin, mama mu gak bakal percaya. Dia lebih percaya kalau aku bilang kamu godain aku duluan Safa."

Air mata Safa mulai mengalir. Ia benar-benar takut. Kedua tangan mendekap tubuhnya kuat.

"Jangan, Om. Aku mohon," rengek Safa.

Namun, Hendra bukanlah orang baik. Ia justru semakin bersemangat saat Safa begitu ketakutan. Ia yakin Safa tak akan menolak kali ini.

Dengan cepat ia meraih tangan Safa dan menariknya mendekat. Dengan kasar ia berusaha mencium gadis tak berdaya itu.

Safa tak tinggal diam. Dengan tangan satu ia berusaha menjauhkan wajah pria biadab itu dari wajahnya.

"Tolong!" teriaknya histeris.

Tangan Safa yang lain berusaha meraih sesuatu di meja untuk di jadikan senjata.

Bruak!

Buku tebal itu melayang ke arah kepala Hendra.

"Akkhh!" rintih Hendra seketika tubuhnya mundur. Ia mendongak menatap tajam Safa. Tangannya terangkat hendak melayakkan tamparan keras. Namun, saat tangan itu nyaris menyentuh pipi Safa sebuah teriakan menghentikannya.

"Safa, buatkan aku teh hangat!" teriak sang kakak yang baru saja tiba.

Hendra mengibaskan tangan dengan kesal. Rencananya gagal lagi.

"Awas kamu bicara macam-macam. Kalau kamu berani, aku akan bilang kamu yang merayuku, dan mama mu itu pasti percaya padaku," ancamnya seraya keluar dari kamar.

Safa menjatuhkan dirinya di kasur lantai. Air mata tak hentinya tumpah hingga membasahi mukenahnya.

"Safa, cepat!" teriak Riana lagi.

Air mata segera di hapusnya. Di depan cermin Safa merapikan mukenah yang kusut lalu berlari kecil ke arah dapur.

Teh sudah tersaji, namun raut wajah sang kakak masih terlihat tak puas.

"Kau kemana aja, sih! Dipanggil dari tadi lama banget. Kamu tidur, ya?" cecar sang kakak.

Safa menggeleng. Menekuk wajahnya dalam tak berani menatap karena Hendra duduk di antara mereka.

"Maaf, Kak. Tadi aku gak dengar."

"Memang kamu itu lelet!" sahut sang mama yang terlihat sibuk dengan belanjaannya.

Ia membuka satu paper bag dan mengeluarkan isinya. "Lihat deh, sayang. Baju ini sangat cocok untukmu bekerja."

Safa melirik sekilas. Ia hanya bisa menahan rasa iri hatinya. Bukan tanpa sebab. Mamanya selalu memberikan barang baru pada sang kakak. Sedang dia hanya dapat barang bekas dari Riana. Syukur-syukur kalau itu masih layak, sering kali Riana memberikan pakaian yang usang dan robek.

Pakaian kuliahnya semua pemberian Riana, kadang ia menjahit beberapa yang robek. Safa yang kreatif kadang mengubah menjadi pakaian yang unik dan menarik dari bahan yang tak layak.

Tapi lagi-lagi, Safa tak pernah sedikitpun mengutarakan keluhannya. Dihantui rasa bersalah ia hanya bisa menerima.

Perlahan ia meninggalkan ruang keluarga yang terlihat begitu hangat. Ia hanya ingin tenang, setelah apa yang menimpanya.

Di dalam kamar, ia mulai membalas pesan penggemarnya.

"Terima kasih sudah hadir di hidupku," balasnya.

Tak lama name Kelana membalas.

"Aku juga senang jika bisa begitu berarti untukmu. Aku akan selalu menunggu cerita barumu, dengan cerita yang lebih bahagia."

Safa tersenyum. Hatinya terasa hangat.

"Aku berharap akan ada hari itu di hidupku," balasnya lagi.

Safa beralih ke kasur. Ia membuka mukenah dan membaringkan tubuhnya. Rambut hitam panjangnya terurai indah.

"Aku yakin saat itu pasti tiba. Kau hanya perlu bersabar sebentar lagi, sementara itu aku akan selalu bersamamu," balas Kelana.

Senyum Safa tak henti-hentinya mengembang. Entah mengapa Kelana seolah benar hadir di sisinya.

Ia mengangkat tinggi-tinggi ponselnya sambil tersenyum bahagia.

Tak terasa ia sudah berjam-jam bercerita dengan Kelana hingga matanya terpejam.

              ——————————

Pagi itu Safa ada kelas pagi. Semua sudah siap di meja makan.

Pancake stroberi, jus Detoks serta nasi goreng sepesial kesukaan mereka telah selesai Safa siapkan. Walau ada pembantu Safa biasa mengerjakan semua sendiri, apa lagi hari ini Bi Ijah izin tak masuk. Jika bukan ia yang meng-handle semuanya pasti sang mama menghajarnya.

Safa menunggu ojek langganannya di depan pintu gerbang. Tak butuh waktu lama ojek itu datang.

"Maaf agak lama ya, Mbak. Tadi ada urusan sedikit," kata tukang ojek.

Safa mengangguk lalu naik ke atas motor. "Iya gak papa, Mang. Lagian aku gak buru-buru banget kok."

Motor distater melesat membelah padatnya jalanan kota.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit, akhirnya mereka tiba. Safa berhenti tepat di depan kampus.

Ia segera turun dan memberikan ongkos. "Ini uangnya. Makasih ya, Mang."

"Sama-sama, Neng."

Motor itu berlalu meninggalkan kepulan asap putih yang hilang diterpa angin.

Saat berjalan menuju ruang kelas, lagi-lagi ia di buat terkejut oleh teman seangkatannya.

Tumpukan bunga mawar berbentuk hati di letakkan di depan pintu. Di tengahnya berdiri seorang pemuda dengan pakaian kemeja rapi dengan dasi kupu-kupu tengah memegang setangkai bunga mawar merah.

"Safa. Maukan kamu jadi pacar aku?"

1
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa sih yg sering wa mas Arlan
Siti Anisa
bagus novelx suka
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
hahhahaha.. aku ngakak ngebayangin ekpresi nya si Arlan🤣🤣🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ganjalannya pasti tentang perasaan masing-masing🥺🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
nggak ada.. nggak punya/Tongue//Tongue/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ya ampun, siapa itu😬😬😬😬
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
aq g absen hari di mana mana krn khusus buat baca novel🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: hok O di maratonin ma aunty🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
safar cerita aja ttg hendra ke suami kamu ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
uhuk uhuk
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
idih gtau aja klo safa it istri bos kamu, klo sampe tau bs mati mendadadak riana😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
edgar sama farah aja thori, klo author g jodohin edgar sama farah, kalo gitu edgar sama aq aja gimana setujuh kan?
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: ihh aunty mah.. 🤣🤣
Berondong itu aunty, mau kah aunty🤭🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
heronya safa dateng🫶😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
blm tau aja suami safa orang keyong
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
sampe trauma begitu
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
arlan klo kamu tau safa sprti apa di rumah nya pasti kamu kasian
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
adit ini bener bener mulutnya seperti omprengan
𝓐𝔂⃝❥ ⃟🥑⃟ Sᴇɴᷢᴀͥᴀͥ☠️⃝⠀
mampir thor 🤔
Shankara Senja
safa itu bodoh bngt ya..apa apa diem..lebih baik dihajar abis sm mama lo dari pd dihajar abis diranjang sm bpk tiri lo.masa depan lo hancur ..kabur ,kek,takut bngt ga nemu makan..apa pengen ngancurin masa depan lu di perkosa bapak tiri lo..lo hancur jg keluarga lo ga perduli
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: Iya mungkin kabur lbih enak. Tapi ada sebagian orang gak akan berani kak. Mereka selalu memikirkan bakti dan takut akan hal-hal yang belum pasti. 🤧
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
ingat safa selalu tutup pintu dan kunci klo perlu gembok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!