Genre: Sistem, Fantasi Timur, Reinkarnasi, Fanfiction, Over Power 🔥🔥
Li Yao mati, lalu sistem memberinya lima tubuh sekaligus di dunia Shrouding the Heavens, kemudian pergi begitu saja. Dengan satu jiwa dan lima takdir, ia harus berkembang dalam diam dan menyatukan kelimanya saat menembus ranah Four Pole. Zona Terlarang, makhluk tertinggi, bahkan para Kaisar Agung? Mereka semua akan berlutut, karena seorang penguasa sejati telah lahir! Li Tiandi:
"Zaman dan Era telah berubah."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RA.AM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25 — Sebuah Pion Yang Memimpikan Kebebasan
Di kedalaman Sekte Taixuan, di sebuah ruangan tersembunyi yang tidak diketahui oleh siapa pun kecuali beberapa orang tertentu, kabut tipis tidak pernah hilang. Kabut itu bukan kabut biasa—kabut ini adalah sisa-sisa energi spiritual yang begitu padat hingga terlihat oleh mata telanjang, berputar perlahan mengikuti irama napas seseorang.
Dinding-dinding ruangan ini tidak terbuat dari batu biasa, melainkan dari bahan yang mampu menyembunyikan aura dari pengintaian para tetua sekte. Di tempat inilah sesosok misterius setingkat Penguasa Suci bersembunyi.
Di dalam ruangan itu, seorang pemuda berdiri dengan sikap hormat. Usianya sekitar dua belas tahun, wajahnya masih muda namun sudah terlihat garis-garis ketegangan yang tidak biasa disetiap inci wajahnya. Matanya menunduk, tidak berani menatap langsung ke arah sosok di hadapannya. Pakaiannya rapi, jubah biru khas murid inti Sekte Taixuan, dengan bordiran awan di ujung lengan.
Dia adalah Hua Yunfei. Di usia dua belas tahun, ia sudah melampaui sebagian besar murid dewasa di sekte ini. Bakatnya luar biasa, pemahamannya tajam, dan semangatnya tidak pernah padam. Sejak usia lima tahun, ia diam-diam telah menerima warisan Seni Iblis Penelan Langit peninggalan Kaisar Kejam. Ia belajar bermain kecapi di depan umum, menyembunyikan taring di balik penampilan yang lembut, mengorbankan masa mudanya untuk menjadi alat bagi rencana besar seseorang.
Di hadapannya, sesosok pria tua duduk bersila. Wajahnya tidak terlihat jelas—kabut tipis seolah sengaja mengaburkan fitur-fiturnya, meninggalkan hanya siluet seorang lelaki tua dengan postur tegap. Rambutnya putih keperakan, panjang, terurai di pundak. Tidak ada yang tahu siapa dia sebenarnya.
Murid-murid Sekte Taixuan mengenalnya hanya sebagai tetua tamu yang jarang muncul. Tapi di balik topeng itu, ia adalah anggota dari garis keturunan Kaisar Kejam, seorang pengawal yang ditugaskan untuk mengawasi dan membimbing salah satu instrumen bidak mereka.
"Konsentrasi," kata pria tua itu, suaranya tidak keras, tapi setiap suku kata jatuh dengan bobot yang tidak bisa diabaikan. "Seni Iblis Penelan Langit tidak mentolerir kesalahan. Satu langkah salah, kau bisa kehilangan kendali atas tubuhmu sendiri."
Hua Yunfei mengangguk patuh. "Baik, Guru."
Pria tua itu melanjutkan ajarannya. Dia menjelaskan bagaimana teknik ini menyerap esensi dari berbagai jenis tubuh fisik, bagaimana memurnikan energi yang terkumpul, bagaimana menghindari agar tidak meledak dari dalam. Tapi tidak seperti yang terlihat—ini bukanlah pengajaran untuk membuat Hua Yunfei menjadi yang terkuat. Ini adalah pengajaran untuk membuatnya menjadi mangsa yang sempurna.
Hua Yunfei sendiri tahu. Sejak usia lima tahun, dia tidak pernah memiliki ilusi tentang takdirnya. Dia bukanlah penerus utama. Penerus sejati ada di tempat lain—di Tanah Suci Yao Guang! Seorang pemuda seusianya yang sejak kecil dipersiapkan untuk menguasai Seni Abadi Tak Terpadamkan, versi lebih tinggi dari seni iblis penelan langit.
Seni Iblis Penelan Langit mengambil, Seni Abadi Tak Terpadamkan menerima. Keduanya berasal dari sumber yang sama, diciptakan oleh Kaisar Kejam. Satu melahap berbagai jenis tubuh fisik dan mengubahnya menjadi nutrisi. Yang lain kemudian menyerap nutrisi yang telah dimurnikan itu, menjadikannya fondasi untuk mencapai puncak tertinggi.
Satu melahap orang lain, yang lain duduk manis menikmati hasilnya. Begitulah takdir Hua Yunfei—hidup sebagai bidak, mati sebagai batu pijakan.
Dia tahu, tapi dia tidak bisa melarikan diri. Jalur yang dia pilih hampir tidak mungkin untuk diubah. Begitu dia kehilangan nilainya, para penerus Kaisar Kejam mungkin tidak ragu untuk mengorbankannya.
Tiba-tiba, pria tua itu berhenti. Matanya yang tersembunyi di balik kabut menyipit. Bukan ke arah Hua Yunfei, tapi ke arah dinding—ke arah luar, ke arah gerbang sekte yang jauh.
"Guru?" Hua Yunfei bertanya pelan, tidak mengerti mengapa tiba-tiba diam.
Pria tua itu tidak menjawab. Dia memperluas jangkauan spiritualnya hingga mencakup seluruh area Sekte Taixuan. Ada sesuatu yang aneh lewat.
Sebuah kehadiran fisik kuat, pikirnya. Energinya... Sangat kacau. Tidak seperti kultivator biasa.
Dia merasakannya lebih dalam. Energi itu tidak mengalir dalam pola teratur—dia beroperasi secara liar, seperti pusaran air yang tidak mengikuti arus utama, seperti api yang menyala tanpa arah. Sebagai anggota garis keturunan Kaisar Kejam, dia bisa merasakan jenis energi langka.
Beberapa pikiran melintas cepat dibenaknya. Lalu dia teringat sesuatu. Sebuah legenda kuno tentang fisik tak tertandingi dalam sejarah. Tentang tubuh dengan kekuatan tak tertandingi sepanjang zaman, tubuh Kekacauan!
Mungkinkah?
Dia tahu persis bagaimana Tubuh Kekacauan tercipta. Di zaman kuno, hanya Kaisar Kejam yang berhasil dengan cara melahap esensi dari berbagai jenis tubuh fisik, melebur semuanya menjadi satu, lalu berinkarnasi membentuk tubuh yang sempura. Tapi sekarang, jalan itu hampir tidak mungkin ditempuh oleh orang lain.
Jika tubuh Kekacauan lahir sekarang...pikiran pria tua itu berpacu, pasti akan mengganggu rencana kami!
Dia menatap Hua Yunfei—murid yang telah dia bimbing, bidak instrumen yang telah dia persiapkan selama bertahun-tahun. Selama tujuh tahun, dia telah menanamkan dasar-dasar Seni Iblis Penelan Langit, menjadikan Hua Yunfei mesin pemburu yang sempurna. Tapi bagaimanapun juga, Hua Yunfei hanyalah pion. Pion ini tidak begitu penting, mereka hanya perlu menjalankan tugasnya dengan baik.
Tapi jika Tubuh Kekacauan benar-benar lahir...
Tubuh Kekacauan tidak hanya kuat—ia adalah anomali yang bisa mengganggu keseimbangan dunia. Jika pemilik tubuh itu berkembang terlalu cepat, ia bisa menjadi ancaman bagi rencana yang telah mereka susun selama ribuan tahun.
Namun, pria tua itu tidak akan membiarkan pikirannya teralihkan, dia harus fokus pada pekerjaan utama. Pria tua itu menghela napas pelan, memaksakan dirinya untuk tenang. Mungkin hanya perasaannya. Mungkin hanya kebetulan. Tidak ada bukti untuk memastikan keasliannya, aura itu dengan cepat lenyap seolah tidak benar-benar ada.
Hua Yunfei mengamati perubahan ekspresi gurunya dengan cemas."Mungkin saya membuat kesalahan?" Hatinya dipenuhi rasa ingin tahu yang tak terucapkan, tapi dia tahu bahwa gurunya tidak akan pernah menjelaskan apa pun kepadanya. Dia hanyalah pion, tidak perlu tahu terlalu banyak.
Setelah sesi latihan selesai, pria tua itu berdiri. Jubah abu-abunya mengembang sedikit, kabut di sekitarnya berputar lebih kencang.
"Kau boleh istirahat," katanya pada Hua Yunfei. Lalu, setelah jeda sebentar, dia menambahkan, "Sebelum kau kembali, pergilah ke area platform teleportasi sekte. Periksa apakah ada hal yang aneh. Laporkan padaku nanti jika ada yang mencurigakan."
Hua Yunfei mengerutkan alis. "Ada apa, Guru?"
"Mungkin hanya perasaanku," kata pria tua itu, suaranya sedikit lebih berat dari biasanya. "Mungkin tidak ada apa-apa. Tapi tidak ada salahnya memeriksa. Tadi aku merasakan sesuatu yang tidak biasa."
Hua Yunfei mengangguk patuh, meskipun di dalam hatinya ia bertanya-tanya. Dia tahu gurunya—seorang anggota garis keturunan Kaisar Kejam yang kuat tidak mudah terpengaruh oleh masalah sepele.
Dia keluar dari ruangan dengan langkah cepat. Kabut di sekitarnya berputar pelan, seolah mengantarnya pergi.
Pria tua itu berdiri diam di ruangan yang sunyi, kabut tipis perlahan kembali menyelimuti sosoknya, menutupi pakaian abu-abu yang sudah lusuh. Pikiran tentang "kehadiran fisik" itu masih terus mengganggunya, seolah ada sesuatu yang penting terlewatkan.
Dia tidak tahu apakah kehadiran itu benar-benar apa yang dia pikirkan. Tapi satu hal yang dia yakini bahwa dunia ini telah tenang terlalu lama. Jika ada variabel yang bisa mengganggu rencana besar garis keturunan Kaisar Kejam...
...maka biarkan ia datang. Seperti yang dikatakan pendahulunya, persaingan sejati baru dimulai setelah semua pihak siap.
Hua Yunfei tiba di area platform teleportasi beberapa saat kemudian. Ratusan kultivator sudah selesai transmisi. Beberapa kelompok terakhir sedang menunggu giliran, duduk-duduk di tanah dengan wajah lelah. Penjaga sekte yang bertugas sedang merapikan formasi rune di permukaan batu hitam, memastikan tidak ada kerusakan setelah pemakaian bertubi-tubi.
Hua Yunfei berdiri di tepi area, mengamati sekelompok yang masih tersisa. Wajahnya masih polos, tidak menunjukkan kecurigaan.
"Apa ada kejadian aneh tadi?" tanyanya pada penjaga yang bertugas.
Penjaga itu menggeleng. "Tidak terjadi apa-apa tuan muda. Banyak kultivator yang menggunakan platform teleportasi. Semuanya tertib seperti biasa.."
"Tidak ada sesuatu yang mencurigakan?"
Penjaga itu berpikir sebentar. "Hmm ada satu orang. Seorang pria muda, sekitar usia dua belas atau lima belas tahun. Memakai jubah putih dan tidak membawa senjata."
Hua Yunfei mengernyit. "Lalu?"
"Tidak yang salah. Dia membayar, naik ke platform, pergi ke Wilayah Utara. Tidak melakukan apa pun yang mencurigakan." Penjaga itu berhenti, lalu menambahkan, "Tapi... Dia menggunakan sumber ilahi sebagai transaksi, anak itu mengeluarkannya sumber ilahi dengan santai. Seolah-olah itu adalah batu sumber biasa."
Hua Yunfei terdiam. Ia mengangguk pelan, tidak bertanya lebih jauh.
"Baik. Terima kasih atas kerja keras anda."
Dia berbalik dan pergi. Dalam hatinya, dia sudah memutuskan untuk melaporkan semua detail ini kepada gurunya, meskipun dia sendiri tidak tahu apakah semua itu penting.
"Membayar dengan sumber ilahi? Mungkin hanya seorang pemuda dari keluarga kuno atau murid tanah suci yang sedang pergi berlatih?" Hua Yunfei tidak terlalu terpengaruh, sudah menjadi hal umum bagi penerus keluarga kuno atau murid tanah suci untuk berlatih diluar.
****
Note: jangan lupa tinggalkan jejak untuk terus mendukung karya ini, terima kasih.