Seorang pria mati dengan penyesalan karena gagal menegakkan kebenaran.
Ia terlahir kembali sebagai pengacara magang yang diremehkan...dan mendapatkan Sistem Keadilan Absolut kemampuan untuk melihat kebohongan, mengungkap fakta tersembunyi, dan menentukan putusan paling adil.
Dari kasus kecil hingga konspirasi besar, ia mulai mengguncang dunia hukum yang korup.
Namun satu hal segera ia sadari...
Keadilan sejati tidak selalu sama dengan hukum.
Dan kali ini...dia yang akan menentukan mana yang benar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Di hadapan Arga, layar sistem memunculkan daftar panjang berisi berbagai barang bukti yang tersembunyi. Isinya sangat lengkap dan rinci:
- [Rekaman video peristiwa pembunuhan dan pembelaan diri Krisanto terhadap Surya]
- [Bukti kekerasan dan pemerkosaan berulang kali yang dilakukan Surya terhadap Yunita selama bertahun-tahun]
- [Bukti Surya membunuh anjing peliharaan, merantai leher Krisanto layaknya binatang, dan melakukan penganiayaan fisik]
- [Peringatan keras dari Pak Harun kepada seluruh warga Desa Bukit Indah - larangan bersaksi demi keselamatan diri]
- [Bukti suap dan manipulasi berita: Pak Harun membayar Media Compas untuk menyebarkan berita bohong dan menyesatkan publik]
- [Bukti penculikan Dinda oleh Pak Harun, mengancam nyawa anak kecil itu demi memaksa Yunita menandatangani surat pernyataan palsu dan membubuhkan cap jempol]
- [Penilaian asli warga desa mengenai watak dan perilaku Yunita yang sebenarnya]
- [Data lengkap praktik rentenir dan pemerasan yang marak di Desa Bukit Indah]
- [Lokasi keberadaan pisau yang digunakan Surya saat kejadian]
...
Ada belasan jenis bukti yang terdaftar di sistem itu! Selain rekaman visual, ada juga dokumen tertulis dan data keterangan saksi. Namun, semua ikon bukti itu berwarna kelabu dan terkunci. Syarat untuk membukanya satu per satu adalah Arga harus pergi langsung ke Desa Bukit Indah, mengunjungi lokasi kejadian, dan bertemu dengan orang-orang yang bersangkutan secara langsung.
Ada batasannya juga: Arga hanya bisa membuka maksimal tiga berkas bukti dalam satu hari. Dia harus bolak-balik ke desa itu dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya agar kunci bukti itu terbuka satu per satu.
Meskipun belum bisa diakses sepenuhnya, melihat daftar panjang bukti itu saja sudah cukup membuat Arga yakin 100%: tindakan Krisanto membunuh Surya murni adalah tindakan membela diri.
Setidaknya satu hal yang pasti: pisau yang dikatakan Krisanto itu benar-benar ada!
Krisanto membunuh Surya bukan semata-mata karena sudah muak ditindas bertahun-tahun. Alasan utamanya adalah Surya berniat membunuh Krisanto saat itu juga, dia sudah mengancam nyawa dan mengancam akan membunuh seluruh keluarga. Karena ketakutan luar biasa, Krisanto mengambil gunting sebagai satu-satunya senjata yang ada di dekatnya dan melawan demi menyelamatkan nyawanya sendiri dan keluarganya.
Secara hukum, ini adalah pembelaan diri, dan artinya Krisanto tidak bersalah!
Tapi... mengubah definisi kasus dari pembunuhan berencana menjadi pembelaan diri di pengadilan itu sangatlah sulit, nyaris mustahil jika tanpa bukti kuat.
Lawan yang dihadapi bukan orang sembarangan. Pengacara yang disewa keluarga Surya adalah ahli hukum papan atas dari Firma Hukum Rasman Nasution & Partners, salah satu firma hukum paling bergengsi dan tangguh di negeri ini. Arga harus berjuang mati-matian melawan pengacara kelas elit itu.
Belum lagi, saat ini dukungan publik masih minim. Kasus ini belum cukup besar perhatiannya, dan opini masyarakat masih banyak yang terpengaruh berita bohong. Laporan polisi yang sudah tertutup, surat pernyataan palsu dari Yunita, serta rekaman wawancara warga desa yang sudah diatur, semuanya menyusun dinding penghalang yang tebal dan kuat.
Membalikkan keputusan di tingkat banding itu sulitnya seperti mendaki langit. Fakta bahwa Krisanto memang membunuh orang tidak bisa disangkal. Mengubah status dari pembunuh berencana menjadi orang yang tidak bersalah dan dibebaskan... jaraknya sangat jauh dan terjal.
Tak lama kemudian, atas petunjuk dan bimbingan Arga, Indah mengunggah video dokumentasi lengkap kondisi fisik Yunita ke media sosial.
Berita ini langsung meledak dan menarik jutaan pasang mata.
Di dalam video itu, Indah berbicara dengan suara bergetar namun tegas:
"Lihatlah ini! Ini adalah kondisi tubuh Yunita saat ini. Penuh memar, penuh luka lebam dan sobekan. Di wajah, kaki, tangan, dan banyak bagian tubuh lainnya terluka parah dan rusak. Selain itu, hasil pemeriksaan laboratorium membuktikan ada jejak jaringan kulit dan cairan tubuh milik Lilik yang masih tertinggal di tubuh Yunita. Itu bukti nyata bahwa semua kekejaman ini dilakukan oleh Surya."
"Dan ini berkas resmi dari rumah sakit, tertulis jelas di sini: alat kelamin dan bagian bawah tubuh Yunita mengalami robekan parah dan luka dalam akibat kekerasan berulang kali. Saya hanya teman biasa, saya berbicara demi kebenaran. Yunita diperkosa berulang kali selama bertahun-tahun, dan rumah sakit sudah mengeluarkan bukti medisnya! Jejak DNA Surya masih ada, tidak bisa dihapus atau disembunyikan!"
"Saya tidak mengerti kenapa warga Desa Bukit Indah berkata buruk tentang dia. Padahal Yunita wanita yang sangat baik, dia tidak pernah berbuat salah pada siapa pun. Dia hanya berusaha bertahan hidup dan melindungi anak perempuannya."
"Yunita itu tuna rungu, bisu, lemah, dan tidak berdaya. Sementara Surya dan ayahnya sudah lama menindas keluarga ini dengan sewenang-wenang. Menindas orang cacat yang tidak bisa bicara... ke mana rasa kemanusiaan? Siapa lagi yang mau menolong mereka selain kita?"
Kemudian, giliran Yunita muncul di depan kamera. Dia mulai bergerak menggunakan bahasa isyarat, matanya basah oleh air mata.
"Suamiku orang baik, dia tidak melakukan kesalahan apa pun. Surya sering datang ke rumah, memaksa, dan memperkosa aku. Dia bahkan menggunakan nyawa anakku untuk mengancam supaya aku diam dan menurut. Aku tidak pernah punya hubungan sukarela sama sekali dengan Surya. Semua itu dipaksa oleh mereka, semuanya..."
Bahkan Dinda, anak kecil berusia lima tahun itu, ikut maju ke depan dan bergerak dengan tangan kecilnya:
"Aku rindu Ayah... Di mana Ayahku?"
Begitu video itu terpublikasi, jagat maya langsung gempar! Meledak total!
Banyak netizen yang bukan orang bodoh. Mereka melihat sendiri betapa parahnya luka di tubuh Yunita, dan membaca hasil pemeriksaan dokter yang sah.
Jika benar seperti yang dikatakan warga desa dan media bayaran bahwa Yunita wanita genit yang suka berselingkuh dan menjalin hubungan asmara lalu bagaimana mungkin luka-luka menyayat hati itu bisa dijelaskan? Bagaimana mungkin ada kekasih yang melukai pasangannya sampai separah itu?
"Aku percaya Yunita! Aku percaya sama Dinda! Yunita bilang dia nggak selingkuh, Krisanto juga bilang istrinya korban pemerkosaan. Lihat bukti medisnya, jelas-jelas dia diserang dan disakiti!"
"Sialan... kok opini publik jadi berantakan begini? Di satu sisi ada warga desa yang ngomong macem-macem, tapi di sisi lain bukti fisiknya ada dan nyata banget!"
"Waduh, ternyata Surya itu bejat banget ya! Terus-terusan menganiaya keluarga orang miskin. Kalau gini ceritanya, berarti Krisanto itu laki-laki sejati! Bagus deh Surya mati, pantas dia dapatnya!"
"Masalah ini harus diselidiki ulang sampai ke akar-akarnya! Dukung kebenaran! Dukung Yunita!"
"Keluarga ini menderita banget... Yunita dipukuli dan diperkosa sampai sehancur itu. Nyesek banget lihatnya. Kalau Krisanto sampai dihukum mati, siapa yang mau ngurus Yunita sama anaknya? Yunita nggak bisa dengar, nggak bisa ngomong, susah cari kerja, gimana dia mau besarin Dinda sendirian? Dinda kan masih butuh sekolah dan kasih sayang ayah."
"Pasti ada yang ditutup-tutupi dan aneh di sini. Dukung penyelidikan tuntas! Jangan biarkan kejahatan ditutupi uang!"
"Mereka sebetulnya sudah diam selama bertahun-tahun. Krisanto difitnah, mereka diam. Dihujat habis-habisan di internet, mereka juga diam. Tapi hari ini kami sudah tidak bisa tinggal diam lagi. Kami akan lawan semua fitnah ini! Ingat baik-baik, kami akan lawan! Bukan cuma demi nama Krisanto, tapi demi keadilan dan kebenaran yang selama ini diinjak-injak!”
Namun ada juga netizen yang menganalisis dengan dingin dan realistis:
"Masalahnya... sekalipun diselidiki ulang, faktanya tetap sama: Krisanto membunuh orang. Surya memang jahat, tapi hukum kita nggak menghukum pemerkosa dengan hukuman mati. Surya masih harus diadili, bukan dibunuh sembarangan. Siapa pun pengacaranya, menang kasus ini rasanya mustahil."
Meskipun hati mereka tersentuh dan ingin membela Yunita, banyak netizen sadar bahwa posisi hukum sangat berat. Krisanto tetap pembunuh, dan belum ada bukti kuat yang bisa membuktikan dia melawan karena terancam nyawa.
Siapa yang sanggup membalikkan keputusan ini?
Sidang pertama sudah selesai, vonis mati sudah ditetapkan. Polisi sudah menutup berkas dengan definisi pembunuhan berencana. Mengubahnya... rasanya mustahil.
"Ah, percuma saja... Cuma bisa dibilang nasib keluarga ini terlalu tragis. Nggak ada jalan keluarnya. Membunuh tetap salah, nasib Krisanto sudah ditentukan, paling-paling juga tetap mati."
"Nggak ada pengacara yang sanggup menolong kasus seberat ini. Dengar-dengar sih Pak Harun nyewa pengacara paling hebat dari Firma Hukum, namanya Rasman Nasution ! Dia sudah puluhan tahun berkarier di pengadilan, tingkat kemenangannya sampai 80%! Dia pengacara nomor satu di bidang pidana!"
"Hah? Rasman Nasution? Kalau lawannya dia, ya sudah... nggak ada harapan lagi deh. Krisanto pasti mati."
"Semahir apa pun pengacaranya, susah banget ini. Paling banter cuma bisa ubah hukuman mati jadi penjara seumur hidup. Itu pun kalau beruntung."
"Betul... Kasus ini terlalu rumit dan berat. Kasihan sekali nasib keluarga Yunita."
Warga internet bersimpati dan sedih, tapi di depan hukum yang keras dan fakta yang sudah terangkai, mereka merasa tak berdaya.
Prinsipnya sederhana: nyawa dibayar nyawa. Seburuk apa pun perbuatan Surya, fakta Krisanto yang membunuh tetap ada dan tak terbantahkan.
Krisanto pasti akan dipenjara, itu sudah pasti. Pertanyaannya cuma satu: apakah hukuman matinya bisa diringankan menjadi penjara seumur hidup, atau penjara jangka panjang?
Opini publik makin memanas, emosi masyarakat memuncak. Meski semua orang tahu betapa sulit dan nyaris mustahilnya kasus ini, harapan kecil masih tersisa. Banyak orang berteriak dan berdoa supaya kebenaran terungkap, supaya ada jalan keluar lain.
"Kita harus tuntut penyelidikan total! Aku pengin tahu persis kejahatan apa saja yang sudah dilakukan keluarga Pak Harun di desa itu selama ini!"
"Selidiki tuntas! Harus selidiki sampai habis!!"
"Yunita itu korban, Krisanto juga korban! Krisanto memang membunuh, tapi dia dipaksa sampai batas kesabaran! Jangan sampai mereka berdua hancur begitu saja tanpa keadilan!"
"Siapa pun pengacara yang berani membela Krisanto, kalau bisa selamatkan nyawanya atau paling tidak kasih hukuman penjara saja, biar Yunita masih punya suami dan anaknya masih punya ayah... orang itu akan jadi pahlawan bangsa."
semangat author/Determined/
tapi kali ini, saya akan lawan💪
semoga endingnya nggak mengecewakan🤭