NovelToon NovelToon
GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: RISMA AYINI SAFITRI

seorang gadis bernama hazia ayini que'en namyesa yang merupakan seorang gadis bar bar, nakal, jahil, dan juga bermulut pedas yang susah di atur oleh orang tua nya sehingga iya dan juga kakak sepupu laki laki nya yang bernama kevin di kirim ke sebuah pondok pesantren yang merupakan milik sahabat keluarga hazian.

apakah ayini si gadis bar bar bisa berbuat baik dan memperbaiki akhlak serta adab nya di pondok pesantren itu?
atau apakah ayini akan berbuat jahil dan mengacaukan pondok itu?
apa yang akan ayini lakukan ketika iya bertemu dengan anak kyai yang bernama Alvaro!
atau kerap di panggil gus alvaro? seorang Gus yang memiliki sifat dingin dengan wajah datar yang ternyata akan menjadi CALON SUAMI nya karena masalah yang iya lakukan sendiri...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RISMA AYINI SAFITRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33. DEBAT BAYI DI BAWAH POHON AKASIA.

Setelah kejadian penculikan itu, Raffi dan Pak Darmawan diproses secara hukum.

 Nama baik Ayini justru semakin terangkat di mata para santri karena keberaniannya menghadapi penculik, dan semua foto masa lalunya dianggap sebagai bagian dari proses hijrahnya yang luar biasa.

Satu bulan telah berlalu sejak insiden penculikan di dermaga tua. Keadaan sudah kembali tenang, namun hubungan Ayini dan Gus Alvaro justru memasuki babak baru yang lebih "panas".

Trauma Ayini seolah hilang berganti dengan keinginan yang meledak-ledak untuk memberikan sesuatu yang berharga bagi suaminya.

Sore itu, mereka sedang berjalan-jalan di taman kota Muara Teweh, menikmati waktu santai setelah sekian lama dicekam ketegangan.

Di sebuah bangku taman tak jauh dari mereka, terlihat sepasang suami istri muda sedang bercanda tawa dengan seorang bayi mungil dan seorang balita yang berlarian.

Suara tawa bayi itu terdengar sangat renyah.

Ayini menghentikan langkahnya. Ia menatap pemandangan itu dengan mata berbinar-binar.

Ia lalu menoleh ke arah Alvaro yang sedang memegang payung untuk melindunginya dari panas matahari.

"Gus... punya bayi yuk?" ucap Ayini tiba-tiba dengan nada yang sangat santai, seolah mengajak makan bakso di pinggir jalan.

Deg!

Gus Alvaro yang sedang meminum air mineral langsung tersedak hebat. Ia terbatuk-batuk sampai wajahnya memerah.

Payung di tangannya hampir saja terjatuh. Ia menatap Ayini dengan mata melotot, syok luar biasa. Kepalanya mendadak terasa pening, seperti dihantam godam seberat sepuluh kilo.

"Ayini! Kamu... bicara apa di tempat umum seperti ini?" bisik Alvaro dengan suara yang bergetar karena malu dan kaget.

"Lho, beneran Gus. Liat tuh, lucu banget kan? Ayini pengen deh punya satu yang mirip Gus, tapi hidungnya mirip Ayini biar mancung," lanjut Ayini tanpa dosa, malah semakin bersemangat.

Alvaro menarik napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya yang mulai berdisco.

Ia membawa Ayini duduk di sebuah bangku yang lebih sepi.

"Dengarkan saya, Ayini. Jangan memikirkan yang tidak-tidak dulu. Kamu itu masih enam belas tahun. Masa depanmu masih panjang, kamu masih harus kuliah, masih harus mengejar cita-citamu," ucap Alvaro dengan nada mendidik yang sangat serius.

"Ihh Gus mah nggak seru! Nggak apa-apa kali punya bayi di usia muda. Toh banyak anak SMA jaman sekarang yang udah nikah terus punya anak, mereka baik-baik aja tuh. Lagian kan ada Umi yang bisa bantuin jaga," bantah Ayini dengan wajah cemberut, sifat bar-bar-nya mulai keluar karena merasa idenya ditolak.

Alvaro menggelengkan kepala dengan tegas. "Tunggu sampai usiamu di atas dua puluh tahun. Setelah kamu dewasa secara fisik dan mental, baru kita... baru kita..." Kalimat Alvaro terhenti.

 Ia tidak sanggup melanjutkan kata-kata "melakukannya" atau "membuatnya".

 Kerongkongannya terasa kering dan wajahnya panas bukan main.

"Baru kita apa? Mas Alvaro payah! Kaku banget sih jadi suami!" seru Ayini kesal.

 Ia berdiri dan berjalan mendahului Alvaro dengan langkah yang dihentak-hentakkan ke tanah.

Alvaro hanya bisa mengelus dada, beristighfar berkali-kali. "Ya Allah... beri hamba kesabaran ekstra menghadapi istri hamba yang satu ini."

Sepanjang perjalanan pulang hingga makan malam, Ayini terus mendiamkan Alvaro. Ia benar-benar kesal karena keinginannya dianggap angin lalu.

 Sementara itu, Alvaro merasa serba salah. Di satu sisi ia sangat menginginkan keturunan, namun di sisi lain, ia sangat menghormati masa muda Ayini dan ingin istrinya itu menikmati masa pertumbuhannya tanpa beban terlalu dini.

Malam semakin larut. Alvaro sedang duduk di atas ranjang, menyandarkan punggungnya sambil membaca kitab suci.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!