NovelToon NovelToon
God Emperor Zhao Xuan

God Emperor Zhao Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:20.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.

Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Peta Empat Benua

"K-Kau... fisik macam apa itu?!"

Komandan Capit mundur tiga langkah, trisula di tangan kanannya bergetar hebat. Di Planet Shenzue, di mana tekanan gravitasi begitu kuat, tubuh fisik adalah segalanya. Namun, melihat seorang manusia menahan senjata tingkat Surga dengan kulit telanjang adalah hal yang menyinggung nalar kultivasinya.

"Aku sudah memberimu pilihan," ucap Zhao Xuan datar. "Pemandu atau sup. Sepertinya kau lebih suka menjadi pilihan kedua."

"LANCANG! Kau hanya mengandalkan teknik penguatan tubuh murahan!" raung Komandan Capit. Wajah bersisik birunya memerah. Ia mengangkat capit kepiting raksasanya ke udara, dan seketika, air laut di sekitarnya tersedot masuk ke dalam capit tersebut, memadat menjadi bola energi biru yang berputar cepat.

"Teknik Lautan Dalam: Capit Penghancur!"

Komandan itu melesat maju. Capitnya membesar dua kali lipat, memancarkan Hukum Air yang beratnya setara dengan tekanan di dasar palung terdalam. Udara di pantai itu meledak akibat gesekan energi.

Zhao Xuan tidak bergeming. Namun, sebelum ia sempat menggerakkan jari, sebuah pilar cahaya perak melesat dari sampingnya.

TRANG!

Tombak Naga Perak milik Long Chen menahan hantaman capit raksasa itu tepat di tengah. Percikan api dan gelombang kejut menyapu pasir pantai, menciptakan badai debu setinggi sepuluh tombak.

"Hehe... Bos, biarkan naga ini yang mengurus hidangan pembuka," Long Chen menyeringai buas. Sisik naga emas di lengannya kini telah menutup hingga ke pundak. "Aku baru menyadari bahwa di planet ini, bertarung dengan kekuatan fisik jauh lebih nikmat daripada di Vermilion yang rapuh!"

"Long Chen, jangan terlalu lama," ucap Zhao Xuan sambil berjalan santai ke arah sebuah batu karang besar dan duduk di sana. Phoenix di pundaknya berkicau, seolah ikut menonton pertunjukan.

"Mati kau, Kadal Daratan!" Komandan Capit menggeram, menekan capitnya lebih kuat.

"Kadal?!" Mata Long Chen menyipit tajam. "Aku akan menunjukkan padamu perbedaan antara udang besar dan Naga Leluhur!"

"Teknik Tirani Naga!"

Long Chen tidak menarik tombaknya, ia justru mendorongnya maju. Niat Naga yang luar biasa murni meledak dari dalam darahnya. Tekanan gravitasi Shenzue yang biasanya menghambat pergerakan, justru digunakan Long Chen sebagai beban tambahan untuk memperkuat daya hancur pukulannya.

KRAAAAAAK!

Suara retakan yang memilukan terdengar. Capit kepiting yang diklaim setangguh baja bintang itu mulai retak di bawah tekanan ujung tombak Long Chen.

"T-Tidak mungkin! Kekuatan fisikmu melampaui ranah God King?!" Komandan Capit membelalakkan matanya ngeri.

"Bukan kekuatanku yang hebat, tapi capitmu yang terlalu rapuh!" Long Chen memutar tombaknya, dan dengan satu sentakan tiranik, ia menghancurkan capit raksasa itu menjadi serpihan cangkang yang berhamburan.

BOOOOM!

Komandan itu terlempar ke belakang, menabrak air laut hingga menciptakan kawah air yang dalam. Ia mencoba bangkit, namun sebuah pedang bergerigi hitam kini telah berada di tenggorokannya. Gu Tianxue telah berdiri di belakangnya tanpa suara, sayap bayangannya membentang menutupi cahaya matahari.

"Bergerak satu inci, dan kepalamu akan menghiasi pantai ini," desis Gu Tianxue dingin.

Zhao Xuan bangkit dari duduknya, berjalan mendekat. Tekanan aura yang ia pancarkan membuat para prajurit Ras Laut yang masih hidup langsung jatuh berlutut, tidak mampu menatap mata Sang Tiran.

"Sekarang, bicara," titah Zhao Xuan. "Di mana Benua Utara, dan apa yang sedang terjadi dengan Klan Iblis Surgawi?"

Komandan Capit yang kini gemetar ketakutan, kehilangan seluruh kecongkakannya. "B-Benua Utara... kalian harus menyeberangi Laut Azure ini sejauh tiga juta mil. Tapi kalian tidak akan bisa lewat! Seluruh jalur laut sedang diblokade oleh armada Putra Mahkota Laut Ketiga!"

"Blokade? Untuk apa?" tanya Gu Tianxue dengan nada mendesak.

"Klan Iblis Surgawi di Utara... mereka sedang mengalami perang saudara!" jawab sang Komandan dengan terbata-bata. "Klan Iblis Darah telah mengirimkan utusan dan menyusup ke dalam tetua mereka. Faksi Iblis Surgawi yang setia sedang diburu. Ras Laut kami membuat kesepakatan dengan faksi pemberontak untuk menutup akses bantuan dari benua lain!"

Mendengar itu, Gu Tianxue mengepalkan tangannya hingga berdarah. Prediksinya benar. Klannya sedang dimakan dari dalam oleh parasit Iblis Darah.

"Satu pertanyaan lagi," Zhao Xuan menyipitkan matanya. "Di mana kota terdekat yang memiliki peta lengkap planet ini dan kapal penyeberangan yang cukup cepat?"

"K-Kota Seribu Layar..." jawab Komandan itu. "Dua ratus mil dari pantai ini ke arah Timur. Itu adalah kota perdagangan netral. Tapi hati-hati... di sana sedang berkumpul orang-orang dari Klan Han Kuno. Mereka mencari seseorang yang baru saja mendarat dari planet bawah."

Zhao Xuan menyeringai. Seringai yang membuat phoenix di pundaknya mengepakkan sayap dengan semangat.

"Mencari seseorang? Sepertinya Klan Han benar-benar sangat merindukanku," ucap Zhao Xuan. Ia melirik Long Chen. "Lepaskan mereka. Kita butuh seseorang untuk menyampaikan pesan kepada Kaisar Laut mereka."

Long Chen menarik tombaknya, sedikit kecewa karena tidak bisa membuat sup. "Kau dengar itu, Udang? Katakan pada tuanmu, Zhao Xuan telah tiba di Shenzue. Jika mereka ingin menutup laut, mereka harus menyiapkan cukup banyak peti mati untuk seluruh ras mereka."

Para prajurit Ras Laut itu tidak menunggu perintah kedua. Mereka langsung melompat ke dalam air dan berenang pergi secepat kilat, seolah-olah dikejar oleh dewa kematian.

Zhao Xuan menatap ke arah timur, ke arah Kota Seribu Layar. Udara asin Shenzue membawa aroma peperangan yang familiar.

"Tianxue, siapkan dirimu. Kita akan mengambil peta, menghancurkan beberapa orang Klan Han, lalu kita akan pergi ke Utara untuk mencabut akar Iblis Darah dari klanmu."

"Saya siap, Tuan," jawab Gu Tianxue dengan mata yang menyala-nyala oleh api balas dendam.

"Hehe, ini baru awal yang bagus!" Long Chen tertawa, menatap langit Shenzue yang luas. "Kota Seribu Layar... aku harap arak dan petarung di sana tidak mengecewakan!"

Mereka mulai melangkah meninggalkan pantai, menuju jantung intrik Planet Shenzue. Tanpa mereka sadari, jauh di kedalaman Laut Azure, sebuah mata raksasa baru saja terbuka, merasakan kehadiran Niat Naga Leluhur yang sudah ribuan tahun tidak muncul di planet ini.

1
Nono19
wess thanks for crazy upnya author yok ngopi☕
Arinto Ario Triharyanto
iye kelamaan Thor, tumben
Budi Wahyono
ok
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
prima ginting
nantap
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
eka suci
lama juga koma nya , cepat bangun lah , ya walaupun Zhao tetap mampu ,tapi si kakek pemabuk mati , eh dikelilingi para cewe lagi nih🤭
eka suci
buat jadi debu juga musnahkan 💪
eka suci
ngga rela iiihhhh😥
eka suci
duuuuhhh masa si kakek mati sih long Ceng bakal mewek😥
eka suci
makanan mewah 😥 udah lama Zhao xuan ngga berdarah " shenzu emang agak beda🤭
eka suci
si batu kemana tuh ada camilan gratis malah bobo cantik
eka suci
kakek pemabuk jangan kaget ya ,jantung aman kan😄
eka suci
bantu mengarahkan biar ngga mati
eka suci
panggung nya masih dibutuhkan jadi petir nya harus di serap kau kejam Zhao 🤣🤣🤣
saniscara patriawuha.
blarrrrrrrrrr..... sikatttttt epribadiiii...
Xiao Bar
lanjutin
Xiao Bar
lanjut thor
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.
Jika Kalian Suka dengan cerita ini mohon bantuan untuk beri rating bintang dan vote nya.. 🙏 Penilaian kalian sangat berharga bagi author tetap semangat untuk update cerita ini. TERIMA KASIH.... ✌️
Mahyuni Muhyar
Lanjuuuttttt thor 🦾👍🏻
Boo Ceng Li
💪💪💪🔥🔥🔥
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
eka suci
si batu itu mirip si kerak 🤭 udah si gembul tukang tidur, si burung suka main api sekarang si batu suka makan qi🤣🤣🤣
Sang_Imajinasi: tahan ya ingat sekerak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!