NovelToon NovelToon
SISTEM OJOL PEMBASMI KORUPSI

SISTEM OJOL PEMBASMI KORUPSI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Action / Penyelamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Na-Hyun

Hidup Bang Jack berubah drastis setelah memasang aplikasi asing. Ia mendadak memiliki kekuatan fisik luar biasa dan akses misi rahasia negara.

Jack harus melawan jaringan mafia yang berkolusi dengan penguasa. Bukti dikumpulkan, kejahatan diungkap, dan pelaku diamankan.

Mampukah ia mengantarkan keadilan agar selamat sampai di tujuan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Transformasi Jadi Pejuang Rakyat

Pintu mobil terbuka perlahan dan Jack melangkah turun dengan gaya yang sangat berbeda. Tidak ada lagi wajah lelah, tidak ada lagi pakaian lusuh dan kotor yang melekat di tubuh.

Jack berdiri tegak di depan cermin besar yang disiapkan oleh tim penolongnya tadi. Ia mengenakan setelan jas warna gelap yang pas di badan, rapi, dan memancarkan aura wibawa.

Rambutnya disisir rapi ke belakang, wajahnya dibersihkan dari darah dan debu, dan tatapan matanya berubah total. Dulu matanya penuh amarah dan ketakutan, kini matanya tenang, tajam, dan menusuk hati.

Jack meluruskan kerah bajunya dan menarik napas dalam-dalam menenangkan jiwa. Ia merasa ringan dan bebas dari beban berat yang selama ini mengikat kakinya.

"Bagaimana Tuan? Penampilan sudah sesuai permintaan? Apakah sudah layak menghadap orang-orang besar itu?" tanya pria pengantar setelan itu dengan hormat.

"Sempurna! Terima kasih banyak! Kalian berhasil mengubah penampilanku total! Sekarang aku terlihat layak dan pantas disebut pejuang rakyat, bukan pengemis jalanan!"

"Bagus sekali Tuan! Perubahan ini bukan cuma di luar saja! Kami lihat sorot mata Bapak sudah berubah jadi sangat dingin dan berwibawa! Rakyat pasti akan percaya dan bangga!"

"Benar! Aku harus tampil tenang dan berkelas! Kalau aku teriak-teriak atau marah-marah, aku sama saja dengan mereka! Aku harus jadi cermin ketenangan di tengah badai!"

Jack berjalan mondar-mandir sedikit untuk menyesuaikan diri dengan gaya barunya ini. Setiap langkahnya terukur, mantap, dan penuh percaya diri yang meledak-ledak.

Tiba-tiba dari arah jauh terdengar suara sirine dan deruman mesin kendaraan yang sangat keras. Sekelompok motor dan mobil berhenti tepat di hadapan mereka memblokir jalan keluar.

"AWAS TUAN! ITU PASUKAN KHUSUS MILIK SANG RAJA! MEREKA MENEMUKAN LOKASI KITA! KITA DIKEPUNG SEKARANG JUGA!"

Jack tidak kaget dan tidak lari mencari tempat bersembunyi seperti dulu. Ia justru berjalan maju selangkah demi selangkah menghadap rombongan yang datang.

"Biarkan mereka datang! Jangan dilawan dengan senjata! Kita hadapi dengan kepala tegak dan bukti yang kuat! Lihat saja nanti siapa yang sebenarnya takut!"

Seorang pria bertubuh kekar dan berwajah garang turun dari mobil paling depan. Dia menatap Jack dengan tatapan meremehkan dan penuh kesombongan.

"Wah wah wah... Si cantik manis siapa ini? Kok mirip sekali sama si pengemis Jack yang kemarin kita hajar babak belur itu ya? Kok bisa bergaya mewah begini sekarang? kamu pikir dengan pakai jas bagus kamu jadi orang penting hah? Tetap saja kamu sampah masyarakat! Tetap saja kamu tikus yang harus kita basmi hari ini!"

Jack tersenyum tipis, senyum yang sangat tenang namun sangat menakutkan. Ia tidak menjawab dengan teriak, ia justru berbicara dengan nada rendah dan berat.

"Silakan kamu mau bilang apa saja Pak! Tapi ingat satu hal... Rakyat sudah sadar! Kebenaran sudah menyebar! Dan hari ini aku datang bukan untuk lawan otot, tapi untuk tuntut HUKUM!"

Pria itu tertegun sejenak melihat perubahan sikap Jack yang drastis dan menakutkan itu.

Pria kekar itu melangkah maju sambil memutar-mutar kepalanya.

Otot-ototnya terlihat menegang siap meluncurkan serangan mematikan.

"Kalian boleh anggap aku sampah. Kalian boleh anggap aku sudah tamat. Tapi coba tanya pada diri kalian sendiri. Apakah kalian tidur nyenyak setiap malam? Uang yang kalian makan itu darah dan air mata rakyat. Kalian hidup dari pencurian dan penipuan. Itu yang kalian banggakan?"

Jack tidak mundur selangkah pun.

Suaranya rendah namun terdengar jelas sampai ke telinga setiap orang yang hadir.

"Omong kosong! Kami hidup enak, kami hidup kaya, dan kami punya kuasa! Itu yang penting! Sedangkan kamu? kamu cuma bikin masalah dan bikin hidup orang susah! Serahkan semua data yang kamu curi itu sekarang juga! Mungkin kami bisa pertimbangkan untuk membiarkanmu hidup sedikit lebih lama."

"Data itu milik rakyat. Bukan milik kalian dan bukan milikku. Aku tidak akan menyerahkan bukti kejahatan pada penjahat. Kalau mau tangkap, tangkap saja sekarang. Tapi ingat, dunia sudah tahu wajah-wajah asli kalian."

Pria itu tertawa keras dan keras sekali.

Ia memberi isyarat tangan agar anak buahnya maju dan mengurung Jack lebih rapat.

"kamu benar-benar tidak tahu diri! Oke kalau begitu! Kami bawa kamu paksa! Ikat tangan dia! Bawa ke markas! Bos Besar mau yang urus langsung!"

Dua orang pengawal langsung maju hendak menangkap Jack. Jack tetap diam dan tidak bergerak sama sekali untuk melawan.

"Jangan sentuh dia! Mundur kalian semua!"

Tiba-tiba sebuah mobil sedan hitam lain melaju kencang dan berhenti membelah kerumunan.

Seorang pria berkacamata dengan penampilan sangat rapi dan formal turun dari kendaraan itu.

"Siapa kamu? Berani-beraninya kamu menghalangi tugas kami? Kami dari tim khusus keamanan negara!"

"Aku penasihat hukum senior yang ditunjuk langsung oleh lembaga tertinggi. Kalian tidak berwenang menangkap orang ini tanpa surat perintah resmi. Dan lihat ini. Dokumen perlindungan saksi penting. Kalian sentuh dia satu jari saja, kalian yang akan masuk penjara hari ini."

Pria berkacamata itu menyerahkan berkas tebal ke hadapan pemimpin pasukan tadi.

Wajah pemimpin pasukan itu berubah pucat dan ragu membaca isi dokumen resmi itu.

"kamu... kamu mau bawa dia kemana? Ini perintah langsung dari Atasan kami! Jangan main-main!"

"Kami akan bawa dia ke tempat yang aman dan legal. Urusan kalian selesai di sini. Kembali atau kami laporkan pelanggaran wewenang ini ke atas."

Situasi menjadi buntu.

Pasukan elit itu tidak berani melanggar perintah hukum yang jelas tertulis.

"Baiklah! Kali ini kalian menang! Tapi ingat pesanku! Jangan merasa aman selamanya! kamu Jack! Kita belum selesai! Bos Besar tidak akan membiarkan kamu hidup tenang!"

"Terima kasih atas peringatannya. Silakan lapor pada majikanmu. Aku siap menunggu kapan saja."

Pasukan itu akhirnya mundur dan meninggalkan lokasi dengan kecepatan tinggi.

Debu jalanan beterbangan seiring hilangnya rombongan kendaraan mereka.

Jack menghela napas panjang namun tetap menjaga postur tubuhnya.

Ia menoleh ke arah pria berkacamata yang baru saja menolongnya.

"Terima kasih Tuan. Kalau bukan karena Bapak, mungkin hari ini sudah berakhir buruk buat aku."

"Tidak perlu berterima kasih Tuan Jack. Kami melakukan ini karena tugas dan kebenaran. Silakan masuk ke mobil. Kita harus segera bergerak."

"Tapi... Kendaraan ini terlalu mewah. Terlalu mencolok. aku tidak nyaman naik mobil semewah ini."

"Keamanan dan kecepatan itu prioritas utama Tuan. Silakan pilih saja. Kami sediakan dua opsi."

Pria itu menunjuk ke arah garasi terbuka di samping tempat itu.

Di sana terparkir sebuah sedan mewah dan sebuah motor trail tua namun terawat.

"Opsi satu, sedan lapis baja anti peluru. Aman dan nyaman. Opsi dua, motor biasa tapi mesin sudah dimodifikasi tangguh."

Jack langsung berjalan mendekati motor butut itu.

Ia menepuk tangki besi yang terlihat sudah banyak cat yang mengelupas.

"aku ambil yang ini saja. Motor biasa. Tidak ada yang curiga. Dan aku lebih suka mengendarai sendiri."

"Tapi Tuan... Keamanannya tidak sebanding dengan mobil. Dan Bapak kan sekarang sudah tidak punya kekuatan super."

"Itu justru poinnya. Kendaraan boleh biasa saja. Tapi niat dan tujuan kita di luar batas biasa. Motor ini mengingatkan aku pada asal usul aku. Tidak perlu kemewahan untuk melakukan hal besar."

Jack naik ke atas sadel motor itu.

Ia membetulkan posisi duduknya dan meraba stang yang terasa sangat akrab di tangan.

"Siapkan rute perjalanan. Kita langsung menuju kantor kejaksaan agung hari ini juga. Bawa bukti asli dan salinannya."

"Siap Tuan! aku akan kawal dari belakang dengan mobil. Tetap waspada di jalan."

Klakson kecil berbunyi nyaring.

Mesin motor itu menyala dengan suara yang garang namun stabil.

Jack menancap gas dan melaju meninggalkan tempat itu. Angin malam menerpa wajahnya yang kini penuh tekad baja.

1
Manusia Biasa
ayo bang jack warga indo mendukungmu, runtuhkan para pejabat koruo🤣👍
Manusia Biasa
gebukin aja tu presiden 🗿
Manusia Biasa
🗿🗿🗿
Manusia Biasa
ngawor 😭 mbg o??
Fajar Fathur rizky
cepat bongkar kebusukan musuhnya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!