NovelToon NovelToon
Rahasia Ratu Mafia

Rahasia Ratu Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:998
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

 "Ini tentang informasi pria yang Nona cari." Mendengar informasi itu tatapan Nina semakin dingin.

 "Bagaimana hasilnya?" tanya Nina yang akhirnya mendengarkan penjelasan itu dari asistennya.

 "Kurang ajar, jadi tidak hanya pria itu saja tapi masih banyak orang lain yang ikut terlibat dari masalah ini." jawab Nina dengan nada dingin sembari menahan rasa emosinya.

 "Seperti itu memang benar Nona,apakah Nona akan melanjutkan misi ini?" Respon Nina langsung menganggukkan kepala.

 "Aku tak akan tinggal diam, setelah apa yang orang itu lakukan pada keluargaku." kebencian mulai mendarah daging di hidupnya.

 "Baiklah Nona,jika itu sudah keputusan anda Nona." Nina bergegas pergi dari tempat itu sebelum ada seseorang yang mencurigai mereka berdua.

 Posisi Nina sudah sampai di depan kost yang dimana di lokasi kost itu ada lahan parkir khusus sepeda motor.

 Nina turun dari sepeda dan langsung masuk kedalam,saat hendak akan masuk langkahnya terhenti melihat sosok dua wanita berdiri melihat dirinya.

 "Pasti kamu penghuni kost baru ya." ucap wanita itu dengan senyuman.

 "Iya ." jawab Nina yang diam-diam terus mengawasi kedua wanita itu.

 "Perkenalkan,namaku Airin,dan yang disampingku ini Lina." Airin memperkenalkan langsung nama mereka.

 "Nina." Mereka berdua saling berjabat tangan.

 "Akhirnya kita memiliki teman baru lagi." ucap Lina yang merasa senang memiliki teman baru lagi.

 "Kalau butuh sesuatu bilang saja sama kami, kebetulan kamar kamu ada didepan." jawab Airin yang terlihat begitu bahagia dengan kehadiran Nina disisi mereka.

  "Iya." jawab Nina dengan senyuman, setelah perbincangan mereka Airin dan Lina kembali ke kamar mereka.

 Didalam kamar Nina terus mengirim pesan pada seseorang,ia mengecek beberapa laporan dari asistennya.

 "Aku harus secepatnya mencari informasi itu." batin Nina yang ingin segera menuntaskan permasalahan itu.

 Malam hari

 Nina masih fokus dengan laptop miliknya, sesekali ia mengirim email pada seseorang."Sepertinya aku harus keluar lagi." gumam Nina yang baru menyadari air minum di botolnya sudah kehabisan.

 Nina segera mengambil jaket, langsung saja ia bergegas keluar.Tiba-tiba saja langkah Nina terhenti, setelah mendengar suara keributan diluar kost.

 "Ada apa lagi ini." gumam Nina yang tidak sengaja melihat pertengkaran di luar kost.

 "Aku jadi dia tak mau jadi kekasihnya." ucap Airin yang terlihat mulai kesal.

 "Ada apa,didepan ramai?" tanya Nina yang penasaran dengan apa yang terjadi di luar.

 "Biasa pacarnya datang berbuat onar lagi." Mendengar jawaban itu, Nina melihat ada sepasang kekasih sedang ribut.

 Nina terlalu tak memperdulikan hal itu,ia lebih memilih keluar dari tempat itu menuju Minimarket yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

 Nina mulai memilih beberapa belanjaan selama Ia perlukan selama tinggal di kost.Seperti biasa Nina harus sabar mengantri di meja kasir.

 Setelah selesai membayar Nina segera keluar dari mini market itu, tiba-tiba saja kantong belanjaan terjatuh hingga ia mengambil kembali kantong belanjaannya.

 "Maaf ,saya tidak sengaja menabrak mbak." ucap pria itu yang meminta maaf dengan apa yang dia lakukan.

 Pria itu bergegas membantu memasukan barang-barang milik wanita itu,"Sekali lagi maaf ya mbak." Nina hanya terdiam tak menanggapi perkataan dari pria itu.

 Nina pergi meninggalkan pria itu tanpa mengucapkan sepatah kata apapun,"Seperti dia marah." gumam pria itu yang menyadari kesalahannya itu.

 Nina terlihat begitu dingin,"Dasar, penganggu." batin Nina yang merasa sedikit kesal dengan apa yang pria lakukan.

 Akhirnya Nina sampai di kostnya,didepan terlihat Airin yang berdiri menunggu seseorang,"Rapi sekali." ucap Nina yang baru saja sampai di kost.

 "Biasa,lagi nunggu seseorang." mendengar jawaban itu, Nina hanya menganggukkan kepala.

 Mulai lagi kesibukan Nina didepan laptop hingga ponsel miliknya berdering.

 "Ya,halo."

 "Ini saya Lukas Nona."Mendengar nama itu,Nina langsung menghentikan pekerjaannya.

 "Ada apa?" tanya Nina dengan nada dingin.

 "Saya hanya ingin melaporkan jika segala persiapan untuk anda besok sudah siap semua."mendengar informasi Nina tersenyum sinis.

 "Baiklah,besok aku akan kesana.Selama aku pergi semua pekerjaan di kantor aku serahkan padamu dan Milano." Nina langsung memberikan tugas pada mereka berdua.

 "Baik Nona saya mengerti." jawab Lukas yang langsung menutup sambungan teleponnya dengan Nonanya.

 Terlihat Nina tersenyum puas,"Besok aku akan mencari siapa saja yang terlibat di kejadian waktu itu." gumam Nina yang semakin semangat mencari kebenaran yang sebenarnya, mengungkapkan apa yang sebenarnya yang terjadi.

 Pagi hari

 Nina sudah bangun lebih dulu,ia Mulai menyusun beberapa rencana yang harus ia lakukan,"Aku akan menyamar sekaligus menjadi mata-mata untuk mereka."batin Nina yang tiba-tiba mengingat sesuatu yang membuat dirinya runtuh.

 Nina segera bersiap untuk berangkat di pagi itu.Sebelum Nina berangkat ,dari samping pintu kamarnya sudah berdiri Lina yang baru selesai membereskan jemuran baju miliknya.

 "Pagi-pagi sudah rapi." ucap Lina dengan senyuman pada Nina.

"Iya,takutnya nanti di jalan macet." jawab Nina yang sibuk memasukkan kunci kamar miliknya.

 Nina segera lari meninggalkan Lina tanpa berpamitan,Lina yang melihat hanya menggelengkan kepala.

 Nina segera menaiki sepeda motor miliknya,"Aku harus bisa beradaptasi dengan kehidupan baruku ini,setelah semuanya selesai aku segera kembali." batin Nina yang mencoba belajar beradaptasi dengan kehidupan barunya itu.

 Nina segera pergi dengan membawa sepeda motor miliknya,tanpa Nina sadari dari depan kostnya ada sosok pria yang sedari menatap dirinya.

 "Kenapa Wanita itu mirip dengan wanita yang aku temui di Minimarket itu." batin pria itu yang masih meragukan hal itu.

 Tiba-tiba dari belakang ada orang yang menepuk pundaknya,"Hey, ngapain bengong begitu." ucap Doni yang baru saja siap berangkat bekerja.

 Andra hanya terdiam melirik kearah Doni,"Sudah siap belum?" tanya Andra pada Doni yang dimana keduanya bekerja di kantor yang sama sebagai pegawai biasa.

 "Sudahlah,ayo kita berangkat sekarang." mereka berdua berangkat menuju lokasi kerja mereka.

 Sedangkan di posisi Nina sekarang ini,ia sudah sampai didepan sebuah restoran yang ternyata restoran itu milik Nina sendiri.

 Nina masuk dengan Santai kedalam restoran itu, tepat diruang tengah ada sosok pria yang berdiri tegak menyambut kedatangan dirinya.

 "Selamat datang Nona." pria itu menundukkan kepala.

 "Lebih baik kita bicarakan diruang kerjamu." jawab Nina yang pada akhirnya mereka berada di dalam satu ruang yang tertutup.

 Nina memulai dengan rencana barunya dan sesuai perintahnya Nina memerintahkan pria itu.

 "Apa kamu sudah mengerti?" tanya Nina pada Pria itu.

 "Baik Nona,akan saya kerjakan." jawab pria itu,yang tak lain posisi pria itu di restoran sebagai Manager di tempat itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!