NovelToon NovelToon
PEWARIS NAGA EMAS

PEWARIS NAGA EMAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: suryadharma

Di sebuah kabupaten kecil di provinsi Jawa Barat, di Negara Nusantara, Arkan Wijaya baru saja lulus SMA, namun saat pulang dia mendapati rumahnya kosong, kedua orang tuanya tidak ada, dia mencari kesana kemari namun tidak ada kabar tentang mereka, hanya menemukan secarik kertas bertuliskan "Arkan kamu sudah dewasa, carilah jalanmu sendiri, kami tidak bisa terus menjagamu, dan ada kewajiban yang harus kami lakukan, suatu saat nanti mungkin kamu akan mengerti, maafkan kami Arkan." Dan di samping kertas itu ada cincin emas berbentuk kepala dan permata kecil berkilau di kedua matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suryadharma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Pertemuan di Pulau Netral

Sebulan berlalu dengan cepat. Paviliun Naga Emas semakin solid dengan 68 anggota aktif. Arkan sudah stabil di Foundation Establishment Tingkat 1, sementara Sela mencapai Qi Condensation Tingkat 8. Orang tuanya juga mengalami kemajuan pesat berkat sumber daya Paviliun.

Hari pertemuan damai dengan Naga Hitam tiba. Lokasinya di Pulau Netral — sebuah pulau kecil di Laut Jawa yang dijaga oleh Aliansi Kultivator Nusantara agar tidak ada pertumpahan darah di sana.

Arkan membawa 20 orang terbaik termasuk Sela, orang tuanya, dan Juanda. Dua yacht mewah meluncur meninggalkan pelabuhan Tanjung Priok pagi-pagi sekali.

Di deck yacht, Arkan berdiri dengan Pedang Raja Naga di pinggang. Baju hitamnya ditiup angin laut. Sela memeluk pinggangnya dari belakang, dagunya bertumpu di bahu Arkan.

“Kamu yakin ini jebakan?” tanya Sela pelan.

“Pasti jebakan,” jawab Arkan tegas. “Tapi kita datang bukan untuk damai. Kita datang untuk menunjukkan kekuatan.”

Sesampainya di Pulau Netral, suasana sudah tegang. Naga Hitam membawa hampir 50 orang, dipimpin langsung oleh seorang pria tua berjubah hitam keemasan — Elder Supreme Zhu, Core Formation Tingkat 9 puncak.

Di tengah pulau ada sebuah paviliun terbuka untuk pertemuan. Kedua belah pihak duduk berhadapan.

Elder Zhu tersenyum sinis melihat Arkan. “Pewaris muda. Kau sudah berani sekali. Bunuh banyak anak buah kami, rebut warisan, dan sekarang bangun paviliun sendiri. Serahkan Cincin Naga Emas, maka kami mundur dari Jakarta.”

Arkan tertawa dingin. “Kalian yang mundur dari Nusantara, atau aku yang akan musnahkan kalian satu per satu.”

Suasana langsung panas. Beberapa elder Naga Hitam berdiri marah. Tapi Elder Zhu mengangkat tangan.

“Baiklah. Mari kita buat kesepakatan. Serahkan cincin, kami beri kalian wilayah Jakarta selama 10 tahun.”

Arkan berdiri. “Tidak ada kesepakatan. Aku datang untuk deklarasi perang.”

Ia melemparkan sebuah kotak berisi kepala Vice Leader Gao Tian yang dulu ia bunuh di Gunung Gede ke tengah meja. Semua orang Naga Hitam langsung marah.

“Berani sekali!” teriak salah satu elder.

Pertempuran meledak di pulau netral meski dilarang. Arkan langsung menyerbu ke tengah musuh. Pedang Raja Naga berputar ganas. Dalam sekejap, tiga orang tewas di tangannya.

Sela bertarung di samping Arkan. Gerakannya lincah dan mematikan. Teknik yang Arkan ajarkan membuatnya mampu melawan lawan yang lebih tinggi level.

Elder Supreme Zhu turun tangan sendiri. Ia menyerang Arkan dengan **Telapak Naga Hitam** yang sangat kuat. Arkan balas dengan Pedang Raja Naga. Benturan mereka menghancurkan paviliun pertemuan.

“Kau hanya Foundation Tingkat 1, berani lawan aku?!” bentak Elder Zhu.

Arkan tersenyum dominan. “Level bukan segalanya.”

Ia melepaskan seluruh kekuatan. Bayangan naga emas raksasa muncul di langit pulau. Jurus **Raja Naga Turun ke Dunia** dilepaskan penuh. Serangan itu memaksa Elder Zhu mundur terluka, dada bajunya robek.

Pertarungan berlangsung 15 menit. Arkan semakin mendominasi. Dengan satu tebasan penuh, ia memotong lengan kanan Elder Zhu. Pria tua itu berteriak kesakitan dan melarikan diri dengan teknik darurat.

Sisa pasukan Naga Hitam panik dan mundur ke kapal mereka. Arkan tidak mengejar. Ia berdiri di pantai sambil memegang pedang yang berlumur darah.

“Mulai hari ini,” teriaknya keras, “Paviliun Naga Emas menyatakan perang terbuka dengan Sekte Naga Hitam!”

Berita pertempuran di Pulau Netral menyebar cepat ke seluruh Nusantara. Banyak sekte kecil mulai mendekati Paviliun Naga Emas. Dalam waktu seminggu, jumlah anggota Paviliun naik menjadi 120 orang.

Kembali ke markas di Jakarta, Arkan mengadakan rapat besar.

“Kita akan bangun cabang di Bandung, Surabaya, dan Medan. Sela akan memimpin tim rekrutmen. Ayah dan Ibu mengurus logistik dan bisnis. Aku akan fokus kultivasi dan membuat pil massal.”

Malam harinya, Arkan dan Sela merayakan kemenangan di kamar pribadi. Arkan mengangkat tubuh Sela ke meja kerja dan menyatukan mereka dengan penuh gairah.

“Kamu semakin kuat… dan semakin liar,” desah Sela sambil memeluk leher Arkan.

Arkan menciumnya dalam. “Karena aku punya kamu.”

Setelah sesi panjang, Arkan duduk meditasi di lantai. Ia berhasil stabil di Foundation Establishment Tingkat 2. Sela naik ke Tingkat 9.

Dua minggu kemudian, kabar buruk datang.

Sekte Naga Hitam melakukan serangan balasan besar ke salah satu gudang Paviliun di pinggir Jakarta. 18 anggota tewas. Arkan marah besar.

“Kita balas malam ini juga,” katanya dingin.

Malam itu, Arkan memimpin serangan langsung ke salah satu markas kecil Naga Hitam di pinggiran kota. Dengan Foundation Establishment Tingkat 2, ia seperti dewa perang. Pedang Raja Naga menebas tanpa henti. Dalam waktu satu jam, markas itu hancur total. 43 anggota Naga Hitam tewas, termasuk dua elder.

Berita kemenangan ini semakin membuat nama Paviliun Naga Emas harum. Banyak kultivator muda berbondong-bondong bergabung.

Suatu malam, saat Arkan sedang memeluk Sela di balkon, seorang tamu penting datang — seorang wanita cantik dari Sekte Langit Suci, salah satu sekte putih terbesar di Jawa Tengah.

“Saya datang mewakili Sekte Langit Suci,” kata wanita itu. “Kami ingin aliansi dengan Paviliun Naga Emas. Naga Hitam sudah terlalu berani. Kami siap mendukung Anda dalam perang besar nanti.”

Arkan tersenyum. “Aliansi diterima. Tapi ingat, Paviliun ini dipimpin oleh saya. Tidak ada yang boleh mengatur.”

Wanita itu mengangguk hormat. “Kami paham.”

Dengan aliansi baru ini, kekuatan Arkan semakin besar.

Di sebuah istana bawah laut yang gelap jauh di timur, Pemimpin Tertinggi Naga Hitam membuka mata. Aura mengerikan Core Formation Tingkat 12 memenuhi ruangan.

“Pewaris kecil sudah mulai mengganggu… Saatnya aku turun tangan sendiri.”

Badai besar semakin mendekat.

Arkan berdiri di balkon markas, memandang langit malam Jakarta. Sela memeluknya dari belakang.

“Kita akan hadapi semuanya bersama,” bisik Sela.

Arkan mencium keningnya. “Ya. Dan aku akan jadi Raja Naga yang menguasai seluruh Nusantara.”

Paviliun Naga Emas terus tumbuh. Perang dengan Naga Hitam baru memasuki babak sesungguhnya.

1
Manusia Ikan 🫪
pembukaan yang menarik/Chuckle/
Nur Mohammad Rahman Arif: makasih kak
total 1 replies
T28J
aku suka 👍
T28J: jangan lupa mampir ketempat syaa juga kak👍
total 2 replies
Tarmin Dono
bagus sih ni,smngat yaa thor nulisnya,,,,💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏
Nur Mohammad Rahman Arif: makasih kak, siap🙏🏻😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!