NovelToon NovelToon
Bumil Barbar Di Mansion Megah

Bumil Barbar Di Mansion Megah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:20.1k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Aurelia baru saja akan menikmati masa mudanya sebagai gadis single yang bebas, sampai sebuah kecelakaan menyeret jiwanya ke tubuh Nadia Atmaja. Saat terbangun di ranjang rumah sakit, hal pertama yang ia rasakan bukanlah sakit kepala, melainkan beban berat di bagian perutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 2

***

Setelah perdebatan sengit dengan dokter yang akhirnya menyerah karena ancaman Aurelia yang ingin "demo masak di kantin RS", Nadia atau kita sebut saja Aurelia akhirnya diperbolehkan pulang.

Mobil mewah Mercedes-Benz kelas atas menjemputnya. Aurelia duduk di kursi belakang yang empuknya melebihi kasur busa di kosan lamanya. Sepanjang jalan, ia tak henti-hentinya mengelus perut buncitnya yang mulai terasa aktif.

"Sabar ya, Nak. Kita mau ke istana. Jangan nendang-nendang dulu, nanti Mama muntah di mobil mahal ini, sayang bayarnya," bisik Aurelia pada perutnya.

Begitu mobil memasuki gerbang raksasa berlapis emas, rahang Aurelia hampir jatuh ke lantai mobil. Sebuah bangunan megah bergaya klasik modern berdiri kokoh di hadapannya. Air mancur dengan patung marmer menghiasi halaman depan yang luasnya mungkin setara dengan tiga lapangan sepak bola.

"Gila... ini rumah atau bandara?" gumam Aurelia takjub. "Bi Sum, ini beneran rumah si Kulkas—eh, maksud saya, suami saya?"

Bi Sum terkekeh pelan. "Iya, Bu. Ini Mansion Hadiwinata. Rumah pribadi Bapak dan Ibu."

Saat kaki Aurelia menginjak lantai marmer di lobi utama, ia merasa seperti Cinderella yang baru saja menang lotre. Lampu kristal raksasa menggantung di langit-langit, memantulkan cahaya ke segala penjuru ruangan. Namun, kekagumannya terhenti saat ia mendengar suara cempreng yang sangat tidak merdu dari arah ruang tengah.

"Oh, akhirnya si pembawa sial ini pulang juga? Kirain mau selamanya di rumah sakit biar dapet perhatian Raditya!"

Aurelia menghentikan langkahnya. Di atas sofa beludru merah, duduk seorang wanita paruh baya dengan perhiasan yang beratnya mungkin bisa buat beli satu unit ruko, bersama seorang gadis muda yang memakai riasan setebal tembok yang sedang asyik memoles kuku.

Itulah Nyonya Sekar, ibu mertua Nadia, dan Siska, sepupu Raditya yang sudah lama mengincar posisi di mansion ini.

Aurelia menoleh ke arah Bi Sum dengan dahi berkerut. "Bi, bukannya Bibi bilang ini mansion pribadi suami saya? Kenapa ada dua ulat keket ini di sini?" bisiknya ketus.

Bi Sum kaget setengah mati mendengar istilah 'ulat kekek', ia berbisik balik dengan gemetar, "I-iya Bu. Nyonya Sekar dan Non Siska memang sering datang ke sini tanpa diundang. Mereka bilang ingin bertemu Bapak Raditya, tapi ujung-ujungnya hanya memerintah para pelayan."

"Kenapa nggak ke kantornya aja langsung?" tanya Aurelia heran.

"Karena... mereka merasa seperti penguasa di sini, Bu. Maaf," Bi Sum menunduk.

Aurelia mendengus. "Lalu selama ini, Nadia—eh, saya, maksudnya sikap saya gimana kalau mereka berulah?"

"Ibu selalu diam saja, menghormati Ibu Mertua agar tidak ada pertengkaran. Ibu bahkan sering membuatkan teh tapi malah disiramkan ke lantai oleh mereka..."

Mata Aurelia membelalak. "Disiram ke lantai? Wah, fix. Nadia yang dulu emang terlalu malaikat. Sekarang, iblisnya yang bangun."

Aurelia berjalan mendekat ke arah sofa dengan gaya yang sangat anggun namun sorot matanya tajam. Ia mengelus perut buncitnya dengan dramatis.

"Aduh, sayang... denger nggak? Tadi ada suara berisik banget, kayak suara burung gagak minta makan," ucap Aurelia dengan suara keras sambil menatap Nyonya Sekar.

Nyonya Sekar tersentak, ia berdiri dengan wajah merah padam. "Nadia! Apa kamu bilang? Kamu berani menghina Ibu mertuamu?!"

Siska pun ikut menimpali, "Eh, Kak Nadia, sadar diri dong! Kamu itu cuma istri pajangan yang hamil nggak jelas asal-usulnya. Mas Raditya aja ogah pulang, kenapa kamu yang jadi berisik?"

Aurelia tersenyum manis, sangat manis sampai membuat Siska merinding. "Eh, ada Siska ya? Duh, maaf ya, mataku agak silau lihat mansion semegah ini, jadi ulat-ulat kecil di sofa nggak kelihatan."

"Nadia! Kurang ajar kamu!" Nyonya Sekar berteriak sambil mengangkat tangannya, hendak menampar.

Tepat sebelum tangan itu mendarat, Aurelia tiba-tiba memegang perutnya dan berakting lemas. "ADUH! ADUH! SAKIT! ADUH, ANAKNYA RADITYA STRES DENGER TERIAKAN NENEKNYA!"

Aurelia hampir terduduk di lantai, membuat para pelayan berlarian panik.

"Bi Sum! Telepon Mas Raditya! Bilang ke dia, kalau bayinya keguguran sekarang juga, itu gara-gara ibunya mau nampar menantunya yang lagi hamil empat bulan!" teriak Aurelia dengan nada yang sangat meyakinkan.

Nyonya Sekar seketika membeku. Tangannya gemetar di udara. Raditya adalah putra yang sangat ia takuti jika sudah menyangkut reputasi keluarga. Jika berita 'Nyonya Sekar membunuh cucunya sendiri' tersebar, dia akan diusir dari daftar ahli waris.

"Ka-kamu... kamu jangan akting ya, Nadia!" Siska membela ibunya, meski suaranya mulai ciut.

"Akting? Kalian mau coba?" Aurelia berdiri tegak kembali dengan kecepatan kilat, wajah lemasnya hilang seketika. "Dengar ya, ulat-ulat cantik. Mulai hari ini, peraturan di mansion ini berubah. Saya adalah Nyonya di sini. Dan bayi di perut saya ini adalah pewaris tunggal Hadiwinata."

Aurelia mendekat ke arah Siska, menatap kuku merahnya yang baru dipoles. "Siska, kuku kamu bagus. Tapi sayang, otaknya nggak sebanding. Daripada kamu asyik di sini nungguin suami orang, mending kamu cari kerjaan. Atau mau saya carikan lowongan jadi pembersih kolam renang di sini?"

"Kak Nadia! Mas Raditya nggak akan tinggal diam lihat kamu jadi kasar begini!"

"Oh, si Kulkas itu? Di mana dia sekarang?" tanya Aurelia pada Bi Sum, sengaja mengabaikan Siska.

"Bapak masih di kantor, Bu," jawab Bi Sum takut-takut.

Aurelia mendengus kasar. "Ya Tuhan... punya suami modelan kayak gitu. Istri pulang dari rumah sakit dibiarin hadepin ulat kekek sendirian. Bi! Siapkan kamar saya. Dan tolong, buang semua barang-barang di ruang tamu ini yang pernah diduduki oleh orang yang bukan penghuni rumah. Saya nggak mau aura negatif ulat-ulat ini bikin anak saya lahir jadi buncis."

Nyonya Sekar hampir pingsan mendengar perintah itu. "Nadia! Kamu mengusir kami?!"

Aurelia menguap lebar, lalu mengelus perutnya lagi. "Aduh sayang, Mama capek ya denger suara bising. Ayo kita ke kamar, biar ulat-ulat ini pulang ke sarangnya sendiri sebelum Mama panggil satpam untuk 'membantu' mereka keluar."

Aurelia berjalan melewati mereka begitu saja, bahunya menyenggol Siska hingga gadis itu hampir terjungkal ke sofa. Dengan kepala tegak, ia menaiki tangga mewah itu, meninggalkan Nyonya Sekar dan Siska yang mematung dengan mulut menganga.

"Mulai hari ini," gumam Aurelia sambil memandang luasnya mansion dari atas tangga, "Saya bukan Nadia yang lemah. Saya adalah ratu di sini. Dan Raditya... siap-siap aja kamu akan di bikin pusing tujuh keliling."

***

Bersambung

Hai man teman, ini cerita terbaru dari author semoga kalian suka ya,,😚

jangan lupa mampir di cerita author yangain, banyak juga kok cerita cerita bagus yang engga kalah menarik pastinya, hehehe....

Lopp sekebonnn ❤️❤️❤️

1
partini
wah tumben mafia bermain dulu bisa sikat tebas biarpun itu ibu ayah sodara ga penting,keren bang Radit
partini
wow
aku
sangat jelas..... 🤣🤣🤣🤣
partini
ahhh ternyata mafia juga Thor,masih di dalam perut aja aktif luar biasa gimana kalau dah lahir bisa lebih sadis dari ayahnya tu baby
MOZZA AUDYA
sikattt trussssssssss Thor buat nyaaaa seru bat drama siang yang di buat nadia 🤭
partini
itu baru di semprot kalau pakai jurus 10 tinju dan tendangan apa ko langsung 😂
MOZZA AUDYA
lanjut thorrr.... gk sabar nih nunggu drama di kantor nyaaa🤭
partini
ulet kadut itu,ayo nak bantu mommy buat hempas uler kadut 😂😂
tunggu aksi luar biasa bumil thor
𝐀⃝🥀Weny
si kulkas jadi bucin😁
MOZZA AUDYA
wahhhhh nampak aada drama baru yang akan di main kn nihh🤭
partini
Thor sekali pakai lingerie bagus deh perut Belendung uhhhh
partini
see main masuk aja kata ga berani wkwkwk
partini
lah masa udah ketauan aja sih ,roh nya Nadia ganti yg tau orang lain pula 🤦
MOZZA AUDYA
aduhh nadia jiwa barbar nya gk bisa di tahan sihhh 🤭
partini
good story 👍👍👍👍👍
partini
lanjut Thor 👍👍👍👍
Heresnanaa_: stay tune beb 😚
total 1 replies
partini
Nemu juga novel kaya gini suka "❤️
Heresnanaa_: hai kaka🤭
happy reading yaa 🤭
total 1 replies
rara🍁🍃🦋
mo nangis tapi mallu
Heresnanaa_: diam diem aja author engga liat kok🤭
total 1 replies
MOZZA AUDYA
bi sumi ampe terkagum-kagum karna ke barbaran nya si nadia🤭
Heresnanaa_: author aja sampe terkamjangya🤣🤣
total 1 replies
MOZZA AUDYA
lanjut thorr seru bat cerita nya
MOZZA AUDYA: Oke thorr
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!