NovelToon NovelToon
Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:22.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu Alexander adalah seorang karyawan rendahan yang sedang berada di titik terendah hidupnya setelah difitnah dan gajinya dipotong semena-mena oleh atasannya. Nasib miskinnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika ia memindai sebuah barcode misterius di halte bus yang diam-diam menginstal Aplikasi Toko Ajaib di ponselnya.

Berbekal sisa saldo lima puluh ribu rupiah, Bayu memanfaatkan fitur diskon kilat aplikasi tersebut untuk membeli kacamata ajaib penilai barang antik, yang menjadi batu loncatan pertamanya meraup ratusan juta rupiah dari pasar loak.

Dari seorang budak korporat yang diinjak-injak, Bayu perlahan membangun kerajaan bisnisnya sendiri, menggunakan item-item tak masuk akal dari sistem untuk menghancurkan karir musuh-musuhnya, mendominasi pasar saham, hingga menumpas mafia kejam yang mencoba mengusiknya, semuanya ia lakukan dalam diam sebagai miliarder baru Jakarta yang rahasianya tidak akan pernah terbongkar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Detik berikutnya, Bayu membuka aplikasi pialang sahamnya. Papan penawaran yang awalnya sepi mendadak diserbu jutaan pesanan beli. Harga NUSA melompat seketika. Dari lima puluh, ke lima puluh lima, lalu enam puluh, dan terus naik hingga akhirnya berhenti di angka enam puluh delapan.

Angka itu berubah menjadi merah terang, menandakan batas maksimal kenaikan harian atau ARA telah tercapai. Tidak ada lagi yang bisa membeli karena tidak ada yang mau menjual.

Nilai aset Bayu baru saja bertambah tiga puluh lima persen dalam waktu kurang dari satu jam. Tapi ia tidak menjual satu lembar pun. Ia tahu ini baru pemanasan.

Senin pagi, NUSA kembali melonjak dan terkena ARA. Selasa, hal yang sama terjadi. Harga saham itu terus melambung liar didorong oleh kepanikan pasar dan berita yang semakin masif. Media massa mulai membahas Nusantara Energi setiap jam. Para analis saham di televisi berlomba-lomba merekomendasikan saham tersebut.

Sementara itu, Bayu hanya duduk santai di kamar kosnya, memakan mi instan kesukaannya, sambil melihat saldo di lima aplikasinya membengkak secara eksponensial.

Keajaiban bunga majemuk sedang bekerja. Tiga puluh lima persen setiap hari dari jumlah yang terus membesar. Dalam waktu tujuh hari perdagangan bursa, harga NUSA yang awalnya lima puluh rupiah telah menyentuh angka hampir lima ratus rupiah per lembar. Kenaikan seribu persen.

Pada hari kedelapan, tablet masa depannya menunjukkan bahwa grafik NUSA akan menukik tajam pada pukul dua siang karena para investor besar mulai melakukan aksi ambil untung massal.

Tepat pukul satu lewat lima puluh menit siang, Bayu mengeksekusi tombol jual di kelima akun sekuritasnya secara bersamaan. Ia menjual di titik puncak absolut, meraup keuntungan maksimal sesaat sebelum harga saham itu hancur perlahan di sesi sore.

Bayu meletakkan ponselnya di atas meja. Napasnya memburu. Ia membuka aplikasi perbankannya dan mulai menarik seluruh dana dari kelima rekening sekuritas tersebut kembali ke rekening utamanya.

Proses penarikan memakan waktu beberapa menit. Bagi Bayu, menit-menit itu terasa seperti bertahun-tahun.

Ting. Ting. Ting.

Deretan notifikasi masuk dari banknya. Bayu menelan ludah, membuka layar utamanya, dan melihat angka saldo terakhir yang tertera di sana.

Empat belas miliar tujuh ratus lima puluh juta rupiah.

Tangan Bayu gemetar hebat. Ia harus menutup mulutnya dengan punggung tangan agar tidak berteriak histeris. Dari lima puluh ribu rupiah di halte bus yang basah karena hujan, menjadi mangkuk setengah miliar, dan kini, belasan miliar rupiah dalam waktu kurang dari dua minggu.

Ia resmi menjadi seorang triliuner pemula.

"Ini belum selesai," batin Bayu, memaksa dirinya untuk tenang. Sifat kehati-hatiannya langsung mengambil alih. "Uang belasan miliar di satu rekening pribadi milik mantan karyawan dengan gaji UMR akan sangat mencurigakan. Pihak bank pasti akan meneleponku untuk verifikasi profil, atau lebih buruk lagi, melaporkanku ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan."

Bayu mengambil jaketnya dan segera keluar dari kosan. Ia tidak pergi ke tempat hiburan malam atau showroom mobil sport. Ia pergi ke sebuah firma konsultan hukum dan bisnis elit di kawasan Sudirman.

Dengan membayar biaya konsultasi jalur cepat yang sangat mahal, Bayu menyewa seorang pengacara bisnis senior. Sore itu juga, ia memerintahkan sang pengacara untuk mengurus seluruh dokumen legalitas pendirian sebuah perusahaan investasi terbatas.

"Nama perusahaannya, PT Mandiri Alexander Investama," ucap Bayu tegas kepada sang pengacara yang duduk di seberangnya. "Saya ingin perusahaannya tercatat sebagai entitas yang mengelola dana ventura. Buat struktur pajaknya serapi mungkin. Saya tidak peduli biaya administrasinya, yang penting besok sore rekening atas nama perusahaan itu sudah aktif dan uang pribadi saya bisa dipindahkan ke sana sebagai modal setor."

Pengacara itu mengangguk hormat, sama sekali tidak meremehkan pemuda di depannya. Di Jakarta, uang adalah dewa. Dan Bayu memancarkan aura dominasi mutlak orang yang memegang kendali atas dewa tersebut.

Keesokan harinya, urusan legalitas selesai. Bayu memindahkan hampir seluruh uangnya ke rekening perusahaan barunya, menyisakan sekitar dua ratus juta di rekening pribadi untuk uang jajan harian. Ia kini bukan lagi individu mencurigakan yang kaya mendadak, melainkan direktur utama dari sebuah perusahaan investasi yang sah di mata hukum.

Hari itu juga, Bayu menyewa sebuah unit apartemen mewah dua kamar di lantai tiga puluh sebuah menara residensial di kawasan Kuningan. Keamanan gedung itu sangat ketat, membutuhkan kartu akses berlapis untuk mencapai lantainya. Ini adalah benteng pertahanan pertamanya dari ancaman yang mungkin akan terjadi.

Sore itu, Bayu berdiri di depan dinding kaca apartemennya. Pemandangan seluruh kota Jakarta terbentang di bawah kakinya. Langit mulai senja, mewarnai gedung-gedung pencakar langit dengan warna jingga keemasan.

Ia mengeluarkan ponselnya dan mencari sebuah nama di kontak.

Tari Hutagalung.

Ia menekan tombol panggil. Nada sambung berbunyi dua kali sebelum terdengar suara perempuan di seberang sana.

"Halo, Bay? Tumben lo nelepon. Udah dapet kerjaan baru lo? Jangan bilang lo mau minjem duit ya, gue cekik lo nanti pas ketemu," sapa Tari dengan nada ketusnya yang khas, namun terselip rasa rindu sebagai teman.

Bayu tertawa kecil. Mendengar suara Tari membuatnya merasa masih menapak di bumi.

"Kerjaan gue yang lama gimana kabarnya, Tar? Pak Handoko sama Reza beneran diproses hukum?" tanya Bayu santai.

"Wah, gila sih. Kantor heboh banget semenjak lo pergi, Bay. Handoko langsung dipecat tidak hormat, sekarang lagi diurus polisi soal penggelapan. Reza nangis-nangis minta maaf ke HRD tapi tetep ditendang. Divisi kita sekarang dipimpin orang baru, tapi ya gitu deh, tetep aja sistem perusahaannya capek. Gue aja rasanya pengen resign minggu depan," keluh Tari panjang lebar.

"Bagus kalau gitu," jawab Bayu tenang.

"Apanya yang bagus? Lo doain gue nganggur?"

"Nggak, Tar. Gue nanya lo, kalau minggu depan lo resign, lo mau nggak kerja sama gue? Gue lagi buka posisi asisten manajer."

Tari terdiam sejenak di seberang sana. "Lo buka warkop, Bay? Atau jualan baju bekas? Boleh aja sih, tapi gaji gue jangan dipotong gara-gara telat ya."

Bayu tersenyum menatap lampu-lampu jalan raya Jakarta yang mulai menyala di bawah sana.

"Gue baru bikin perusahaan investasi, Tar. PT Mandiri Alexander Investama. Lo bantuin gue urus administrasi dan operasionalnya. Gaji awal lo gue kasih tiga kali lipat dari gaji di kantor Handoko. Kalau lo setuju, besok pagi ke kafe di lobi gedung apartemen gue di Kuningan, kita bahas kontraknya."

Terdengar suara benda jatuh dari seberang telepon, disusul keheningan yang panjang. Tari sepertinya menjatuhkan ponselnya saking kagetnya.

"Halo, Tar? Lo masih hidup kan?" goda Bayu.

"Bayu Alexander... lo habis ngepet dari mana woi?!" teriak Tari histeris, membuat Bayu harus menjauhkan ponsel dari telinganya.

Bayu hanya tertawa lepas. Perusahaannya sudah berdiri. Identitasnya sudah terlindungi tembok korporasi. Kini saatnya ia melebarkan sayap ke bisnis nyata. Bisnis yang akan membuat namanya bergema di ibu kota, tanpa seorang pun tahu darimana asal usul kekuatannya.

1
ラマSkuy
wah apakah bukan hanya Bayu yang punya sistem jadi selain MC ada lagi yang punya sistem. tapi unik juga ya biasanya sistemnya itu menyatu dengan jiwa MC tapi ini dihpnya MC
ラマSkuy
nice 👍
Ironside
Bagus Kak /Smile/, btw mana Insectnya /Curse//Curse//Curse/
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
👻🤣👻
Mamat Stone
🤣👻🤣
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
/Drool/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
ラマSkuy
waw/Sly/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
terserah anda Thor /Ok//Good/
Mamat Stone
pasti salah kaprah 🤣👻
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!