NovelToon NovelToon
THE UNOFFICIAL HOUSEMATE

THE UNOFFICIAL HOUSEMATE

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:902
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

Nala hanya ingin memulai hidup baru, bukan malah terjebak satu atap dengan Saga—arsitek dingin yang memperlakukan apartemennya seperti museum suci. Akibat ditipu agen properti, keduanya terpaksa berbagi unit 402 dengan satu garis imajiner sebagai batas perang.
Nala yang berantakan adalah "polusi" bagi hidup Saga yang simetris. Mereka saling benci, saling mengusir, namun dipaksa bernapas di ruang yang sama setiap hari. Tapi, saat jarak hanya sebatas dinding tipis dan rahasia mulai bocor, garis pembatas itu tak lagi cukup untuk menahan debaran yang salah alamat.
Di Unit 402, aturan nomor satu sangat jelas: Jangan sampai jatuh cinta. Tapi di antara mereka, siapa yang akan melanggar kontrak itu lebih dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2. Menang Telak

Nala berdiri tegak di tengah ruang tamu, masih menggenggam gagang bidet sebagai senjata darurat. Rambutnya yang berantakan tertiup angin dari AC sentral, memberikannya kesan seperti pahlawan perang yang baru saja keluar dari parit.

"Mas jangan coba-coba ya! Saya punya kontrak fisik, tanda tangan di atas materai, dan foto Pak Bambang yang lagi senyum jempol!" seru Nala, suaranya menggelegar meski badannya sedikit gemetar.

"Mas itu yang penyusup! Ngaku-ngaku arsitek tapi kerjanya mandi di tempat orang!"

Saga, yang sekarang sudah memakai kacamata frame tipisnya kembali, menatap Nala dengan tatapan sedingin es. Ia tidak berteriak. Ia hanya berjalan perlahan ke arah meja kerjanya yang berada di "wilayah suci".

"Kontrak dari penipu bernama Bambang?" Saga mendengus sinis. "Mari kita bandingkan dengan ini."

Saga mengambil sebuah map kulit berwarna biru dongker dari laci terkunci. Dengan gerakan yang sangat elegan dan penuh kemenangan, ia membanting lembaran kertas ke atas meja marmer.

"Ini Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun nomor 402, atas nama Saga Adiputra," ujar Saga datar. Ia kemudian menggeser sebuah tablet yang menampilkan bukti pembayaran PBB tahunan dan tagihan service charge atas namanya sendiri selama tiga tahun terakhir.

"Dan ini KTP saya. Silakan periksa apakah wajah 'maling' yang kamu semprot tadi cocok dengan foto di sini."

Nala terdiam. Ia meletakkan gagang bidet ke lantai. Dengan tangan gemetar, ia mendekat dan membaca baris demi baris dokumen tersebut.

Sertifikat asli. Hologramnya berkilau. Nama Saga Adiputra tertulis jelas di sana.

Dunia Nala mendadak berputar. Gelembung kebahagiaannya bukan cuma pecah, tapi meledak sampai jadi debu. "Jadi... Pak Bambang..."

"Pak Bambang itu mantan kontraktor renovasi saya yang saya pecat karena dia mencoba mencuri ubin impor dari Italia," potong Saga tanpa ampun.

"Dia sepertinya menggandakan kunci dan kartu akses unit ini sebelum saya sempat mengganti sistemnya. Dan kamu, Nona Nala, adalah korban keseribu dari kebodohanmu sendiri."

Saga melipat tangannya di dada. "Sekarang, karena fakta sudah jelas, silakan angkat koper merah mudamu itu. Saya akan memanggil petugas keamanan untuk mengantarmu keluar, atau saya bisa langsung menelepon polisi untuk melaporkan penganiayaan dan masuk tanpa izin."

Nala melihat ke arah jendela. Hujan di luar makin menggila, petir menyambar-nyambar seperti sedang menertawakan nasibnya. Ia melirik sisa saldo di ponselnya yang hanya cukup untuk beli mi instan cup tiga biji.

Jika ia keluar sekarang, ia benar-benar akan menjadi gelandangan paling "estetik" di Jakarta.

Detik itu juga, mode "Bar-bar" Nala mati. Sistem operasinya berganti menjadi "Drama Queen Level 99".

Nala tiba-tiba terduduk di lantai, tepat di depan kaki Saga. Wajahnya yang tadi garang mendadak melas, matanya berair dalam hitungan detik.

"Mas Saga..." suara Nala berubah menjadi cicitan yang menyayat hati. "Mas arsitek yang ganteng, cerdas, dan... dan baik hati..."

Saga mundur satu langkah, wajahnya menunjukkan kengerian.

"Apa-apaan kamu? Jangan coba-coba menyentuh celana saya, ini bahan cashmere!"

"Mas, saya ditipu! Motor saya dijual! Kosan lama saya sudah dihuni mahasiswa baru yang hobi main gitar sampai subuh! Saya nggak punya siapa-siapa di Jakarta ini kecuali koper merah muda itu!" Nala mulai terisak (sebagian besar palsu, tapi air matanya asli karena kepikiran saldo ATM).

"Kalau Mas usir saya sekarang, besok pagi Mas bakal nemu mayat saya tersangkut di selokan depan apartemen!"

"Itu bukan tanggung jawab saya," kata Saga, meski suaranya sedikit goyah karena belum pernah menghadapi serangan emosional sefrontal ini.

"Saya janji! Saya bakal jadi asisten yang baik! Saya bakal bersihin debu yang Mas nggak lihat pakai mikroskop! Saya bakal... saya bakal nggak napas kalau Mas suruh supaya nggak ngerusak oksigen di sini!" Nala memegang ujung jubah mandi Saga yang menjuntai (sebelum akhirnya dilepaskan Saga dengan jijik).

"Tolong, Mas... kasih saya waktu seminggu. Eh, tiga hari! Oke, semalam saja sampai hujannya reda dan saya bisa mikir mau ke mana," mohon Nala, sekarang dia sudah dalam posisi sujud di atas lantai marmer yang dingin.

Saga melihat ke luar jendela, lalu melihat jam dindingnya. Sudah jam 11 malam. Mengusir perempuan di tengah badai seperti ini memang agak bertentangan dengan kode etik kemanusiaannya—walaupun perempuan ini baru saja mencoba "membunuhnya" dengan bidet.

"Tiga hari," desis Saga akhirnya.

Nala mendongak, matanya berbinar. "Serius, Mas?!"

"Hanya tiga hari. Dan dengan aturan yang sangat ketat. Jika kamu melanggar satu milimeter saja keteraturan di rumah ini, saya sendiri yang akan melempar kopermu dari balkon lantai empat ini. Mengerti?"

Nala langsung berdiri dan melakukan hormat gerak. "Siap, Komandan Arsitek! Unit 402 akan tetap simetris, suci, dan harum cendana!"

Saga memijat pangkal hidungnya yang mulai berdenyut lagi. Ia punya firasat, tiga hari ini akan terasa seperti tiga dekade di neraka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!