NovelToon NovelToon
Dikhianati Tunanganku, Dinikahi CEO Dingin

Dikhianati Tunanganku, Dinikahi CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Puteri Bulan

Di atas karpet merah pertunangannya, Aeryn Valerine menyaksikan dunianya runtuh. Tunangannya berselingkuh dengan sang adik tiri, lengkap dengan rencana licik mencuri seluruh warisannya. Namun, Aeryn bukan wanita yang akan menangis di pojokan. Dengan gaun sutra yang memikat, ia melangkah tenang menghampiri Xavier Arkananta—sang CEO "Ice King" yang paling ditakuti.

"Nikahi aku, dan aku akan memberimu kekuasaan yang tak bisa dibeli uang," bisik Aeryn dingin.

Xavier menerima kesepakatan gila itu, tapi ia punya motif tersembunyi yang jauh lebih gelap. Saat dendam mulai terbalaskan secara elegan, Aeryn menyadari satu hal: Menikahi setan adalah cara terbaik untuk menghancurkan iblis. Tapi, bagaimana jika sang setan menginginkan lebih dari sekadar kontrak bisnis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puteri Bulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Pagi itu, langit Jakarta tampak mendung, seolah ikut merasakan kegelisahan yang menyelimuti hati Aeryn. Setelah telepon misterius dari pria yang mengaku sebagai Danu Arkananta semalam, ia tidak bisa memejamkan mata. Setiap kali ia menutup mata, ia mendengar suara berat itu tertawa di telinganya.

Aeryn memutuskan untuk bergerak sendiri. Ia harus memverifikasi ucapan pria misterius itu. Tujuannya hanya satu: Rumah Sakit Medika Utama, tempat Herman menghembuskan napas terakhirnya.

Sesampainya di sana, aroma disinfektan yang tajam menyambutnya. Aeryn berjalan menuju bagian administrasi lama. Ia tidak mencari Xavier, ia mencari jejak Herman. Ia mendekati seorang pria tua berseragam petugas kebersihan yang sedang duduk di sudut koridor sepi. Namanya Pak Joko, staf lama yang menurut catatan Herman adalah satu-satunya orang yang bisa dipercaya.

"Pak Joko?" bisik Aeryn pelan.

Pria itu mendongak, matanya yang mulai kabur menatap Aeryn dengan waspada. "Siapa?"

"Aku Aeryn. Teman Pak Herman."

Mendengar nama Herman, Pak Joko tersentak. Ia segera berdiri dan memberi isyarat agar Aeryn mengikutinya ke sebuah ruang penyimpanan alat pel yang pengap.

"Herman meninggalkan sesuatu di loker pribadinya sebelum... sebelum kejadian itu," suara Pak Joko serak. Ia menyerahkan sebuah map plastik biru yang tampak kusam dan berdebu. "Dia bilang ini adalah satu-satunya barang yang tidak sempat 'mereka' ambil."

Aeryn memberikan amplop berisi uang sebagai rasa terima kasih, lalu segera keluar dari sana. Ia memacu mobilnya ke sebuah taman kota yang sepi untuk membuka map tersebut.

Di dalamnya terdapat sebuah salinan laporan otopsi. Namun, ini bukan laporan otopsi Herman. Ini adalah salinan laporan otopsi Maryam Valerine, ibunya, tertanggal dua puluh tahun yang lalu.

Aeryn mulai membaca baris demi baris. Selama ini, ayahnya, Baskara, selalu mengatakan bahwa ibunya meninggal karena serangan jantung. Namun, laporan ini berkata lain.

Penyebab Kematian: Gagal Napas Akut.

Catatan Toksikologi: Ditemukan residu zat Metilsulfat dalam aliran darah.

Tangan Aeryn bergetar hebat. Metilsulfat adalah zat kimia industri yang jika diberikan dalam dosis kecil terus-menerus akan memicu kegagalan sistem pernapasan yang menyerupai gejala jantung.

"Ibu... diracuni," bisik Aeryn, air mata mulai mengalir.

Ia terus membalik lembar demi lembar sampai ia sampai pada halaman terakhir. Matanya terpaku pada sebuah tanda tangan di pojok kanan bawah, tepat di bawah kolom "Saksi Medis Pendamping".

Nama itu ditulis dengan tinta hitam yang sudah mulai pudar.

Ratna Galih.

Aeryn terdiam sejenak. Ia mencoba mengingat-ingat. Nama itu... ia pernah melihatnya di salah satu dokumen lama milik ayahnya. Itu adalah nama gadis Ibu Bianca, ibu tirinya.

"Dia yang melakukannya," desis Aeryn. "Dia meracuni Ibu agar bisa masuk ke rumah kami sebagai penyelamat."

Tiba-tiba, suara langkah kaki di atas rumput membuatnya tersentak. Sebuah mobil hitam berhenti di depan bangku taman. Xavier keluar dengan wajah yang dipenuhi kecemasan.

"Aeryn! Apa yang kau lakukan di sini sendirian?" Xavier melangkah cepat dan langsung merenggut map biru itu dari tangannya. "Hugo bilang kau pergi tanpa pamit."

Aeryn menatap Xavier dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia teringat suara di telepon semalam yang mengaku sebagai Danu Arkananta. Ia ingin berteriak, 'Ayahmu masih hidup, Xavier! Dia yang membunuh Herman!'

Tapi saat menatap mata Xavier, Aeryn melihat kesedihan yang tulus. Xavier benar-benar percaya ayahnya sudah mati karena serangan jantung lima tahun lalu akibat rasa bersalah pada Maryam. Jika Aeryn mengatakannya sekarang tanpa bukti fisik tentang keberadaan Danu, Xavier hanya akan menganggapnya gila karena trauma.

"Kau berbohong padaku, Xavier," ucap Aeryn pelan, suaranya bergetar.

Xavier membaca laporan otopsi itu dengan cepat. Matanya menyipit saat melihat tanda tangan Ratna Galih. "Aku tidak tahu soal ini, Aeryn. Aku bersumpah. Aku selalu mengira ibumu meninggal karena sakit jantung yang diperparah oleh tekanan di penjara. Ayahku... Ayahku meninggal karena menyesal tidak bisa menyelamatkannya."

Aeryn menelan ludah. Ia melihat Hugo berdiri di dekat mobil, menatapnya dengan pandangan dingin yang memperingatkan. 'Jika Anda bicara, perang saudara akan pecah,' suara Hugo terngiang di kepalanya.

"Ayahmu..." Aeryn memulai, suaranya tercekat. "Apakah kau yakin dia meninggal karena rasa bersalah, Xavier? Bagaimana jika dia menyembunyikan sesuatu yang lebih besar?"

Xavier memegang bahu Aeryn, mencoba menenangkannya. "Ayahku memang bukan pria sempurna, tapi dia mencintai keadilan. Dia hancur karena gagal membela ibumu. Itulah yang membunuhnya lima tahun lalu. Jangan biarkan laporan ini membuatmu meragukan segalanya."

Aeryn hanya diam. Ia menyadari satu hal: Xavier adalah korban kedua dalam skema besar ini. Xavier dipaksa hidup dalam duka palsu, sementara ayahnya sendiri menonton dari kegelapan.

"Kau benar," ucap Aeryn dingin, ia menarik napas panjang dan menyeka air matanya. "Fokus kita sekarang adalah wanita ini. Ratna Galih. Ibu Bianca."

Xavier mengangguk, lega karena Aeryn tampak kembali tenang. "Aku akan menyuruh tim hukum memeriksa latar belakang medisnya secara diam-diam. Kita akan menghancurkannya, Aeryn. Aku janji."

"Tidak perlu diam-diam," sahut Aeryn, suaranya kini terdengar datar tanpa emosi. "Aku ingin berkunjung ke rumah ayahku besok. Katakan pada mereka, aku rindu masakan Ibu Bianca."

Xavier mengerutkan kening. "Itu berbahaya. Jika dia tahu kau memegang bukti ini—"

"Dia tidak akan tahu," potong Aeryn. "Aku akan menjadi putri yang penurut. Aku ingin melihat bagaimana tangannya yang biasa mengelus rambutku itu memegang sendok yang dulu mungkin ia gunakan untuk meracuni ibuku."

Xavier membimbing Aeryn menuju mobil. Saat Aeryn hendak masuk, ia menoleh ke arah Hugo yang sedang membukakan pintu.

"Hugo," panggil Aeryn lirih.

Hugo membungkuk sedikit. "Ya, Nyonya?"

"Pastikan pengamanan rumah sakit Medika Utama diperketat. Aku tidak ingin ada 'sampah' lagi yang dibakar di belakang rumah," ucap Aeryn dengan penekanan pada kata 'sampah'.

Hugo terpaku. Matanya bertemu dengan mata Aeryn, dan untuk pertama kalinya, Hugo melihat kilatan pengetahuan yang berbahaya di sana. Namun, Xavier tidak menyadari percakapan terselubung itu.

Saat mobil mulai melaju, Aeryn meraba saku blusnya. Di sana, terselip catatan kecil yang ia temukan di bagian bawah laporan otopsi tadi:

"Instruksi Nyonya R jelas. Selesaikan malam ini sebelum kunjungan Tuan B."

Aeryn tahu "Nyonya R" adalah Ratna Galih. Tapi yang paling membuat nya merinding adalah ingatan tentang suara Danu Arkananta di telepon semalam: "Berhati-hatilah dengan apa yang kau temukan di rumah sakit."

Danu sengaja membiarkan nya menemukan laporan ini. Danu sengaja mengumpankan Ibu Bianca untuknya. Aeryn menyadari, ia sedang dijadikan pion oleh Danu untuk menghancurkan keluarga Valerine, sementara Xavier tetap di biar kan buta dalam duka palsu nya.

1
Devie~S
bikin ketagihan bacanya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!