NovelToon NovelToon
Fy Unig

Fy Unig

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di mata tetangga apartemennya di Los Angeles, Faelynn Yosephine (26) hanyalah "perawan tua" pengangguran.

Namun, di balik pintu kamar, ia adalah penulis novel romantis papan atas yang memikat jutaan pembaca.

Dunia tenangnya terusik saat Kingsley Emerson (29 tahun), seorang agen elit CIA yang menyamar sebagai diplomat, mulai mengirim pesan misterius dengan nama akun Son_Roger.

Kingsley, yang baru saja kembali dari misi berdarah di luar negeri, terobsesi dengan detail taktik dalam tulisan Faelynn yang terlalu akurat.

Berawal dari debat teknis hingga gombalan tak terduga, Kingsley mulai memasuki hidup Faelynn, membawa bahaya nyata yang selama ini hanya Faelynn tulis di Novelnya.
.
.
Happy reading dear 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#26

Cahaya matahari pagi yang lembut menembus tirai sutra di kamar hotel penthouse, tempat Faelynn terbangun dengan perasaan yang sama sekali baru.

Di jari manisnya, cincin keluarga Emerson berkilau, sebuah pengingat permanen bahwa malam tadi bukan sekadar mimpi. Kingsley masih tertidur di sampingnya, gurat wajahnya yang biasanya keras dan waspada kini tampak tenang, seolah dunia luar yang penuh bahaya telah berhenti berputar demi memberinya waktu satu jam lagi untuk beristirahat.

Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Sesuai rencana yang telah disusun Kingsley, hari pertama mereka sebagai suami istri tidak akan dihabiskan dengan bergelung di balik selimut.

Hari ini adalah hari di mana Faelynn akan secara resmi diperkenalkan sebagai bagian dari dinasti Emerson—sebuah langkah yang jauh lebih menegangkan bagi Faelynn daripada menghadapi seribu tetangga kepo di apartemen lamanya.

"Kau sudah bangun, Mrs. Emerson?" suara bariton Kingsley terdengar serak, khas orang yang baru terjaga. Tanpa membuka mata, ia menarik Faelynn lebih dekat ke dalam pelukannya.

"King, kita harus bersiap," bisik Faelynn, tangannya mengusap rahang tegas suaminya. "Kau bilang orang tuamu menunggu untuk makan siang di mansion."

Kingsley membuka mata, menatap istrinya dengan binar pemujaan yang tidak ditutup-tutupi. "Biarkan mereka menunggu sebentar lagi. Menghadapi Arthur Emerson butuh energi ekstra, dan aku ingin menikmatinya bersamamu dulu."

Faelynn tertawa kecil, namun ia tetap memaksa diri untuk bangkit. Ia tahu bahwa bertemu dengan Eleanor dan Arthur Emerson adalah ujian sesungguhnya. Selama ini, ia hanya mengenal mereka dari cerita singkat Kingsley.

Satu jam kemudian, sedan hitam mewah Kingsley meluncur membelah jalanan menuju kawasan elit di pinggiran kota, tempat mansion keluarga Emerson berdiri megah di balik gerbang besi tinggi yang dijaga ketat.

Faelynn mengenakan gaun midi berbahan tweed berwarna krem yang elegan namun sederhana, dipadukan dengan sepatu hak tinggi yang senada. Rambutnya dibiarkan tergerai dengan gelombang alami. Ia tampak sangat berbeda dari penulis fiksi yang biasanya hanya mengenakan kaos longgar saat mengetik di kamarnya.

"Kau gugup?" tanya Kingsley, tangannya yang besar menggenggam tangan Faelynn di atas konsol tengah mobil.

"Sangat," aku Faelynn jujur. "Bagaimana kalau ibumu tidak menyukaiku? Bagaimana kalau ayahmu berpikir aku hanya menginginkan hartamu?"

Kingsley terkekeh, ia membawa punggung tangan Faelynn ke bibirnya dan mengecupnya lama. "Ibu mungkin akan sedikit cerewet soal pilihan warna gaunmu, tapi dia akan mencintaimu karena kau adalah satu-satunya wanita yang bisa menjinakkan putra sulungnya. Dan ayah? Dia sudah menyelidiki seluruh hidupmu bahkan sebelum aku melamar mu. Jika dia tidak setuju, dia sudah menghentikan pernikahan kita sejak di altar kemarin."

Mobil berhenti tepat di depan pilar-pilar marmer yang agung. Pintu mobil dibukakan oleh pelayan berseragam rapi. Kingsley turun lebih dulu, lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Faelynn.

Begitu pintu jati besar mansion terbuka, aroma bunga lili segar dan lilin aromaterapi yang mahal menyambut mereka. Di ruang tamu utama yang luas, Eleanor Emerson sudah berdiri dengan anggun mengenakan gaun sutra berwarna zamrud. Di sampingnya, Arthur Emerson duduk di kursi kulitnya, memegang surat kabar dengan kacamata bertengger di hidungnya.

"Ah, pengantin baru kita sudah sampai!" seru Eleanor dengan nada yang hangat namun tetap menjaga wibawa. Ia melangkah mendekat, memeluk Kingsley singkat, lalu beralih ke Faelynn. Matanya yang tajam memindai Faelynn dari ujung kepala hingga ujung kaki, membuat jantung Faelynn berdegup kencang.

"Faelynn," ucap Eleanor, sebuah senyum tipis mengembang di bibirnya. "Selamat datang di keluarga ini. Kingsley benar, kau jauh lebih cantik secara langsung daripada di foto."

"Terima kasih, Mrs. Emerson. Suatu kehormatan bagi saya," jawab Faelynn sopan.

"Panggil aku mommy, atau Ibu. Kita bukan rekan bisnis di sini," sahut Eleanor lembut sambil menarik Faelynn untuk duduk di sofa.

Arthur Emerson menurunkan korannya. Ia berdiri, menunjukkan postur tubuh yang masih tegap meski rambutnya sudah memutih di sisi-sisinya. Sorot matanya sangat mirip dengan Kingsley—tajam.

"Kingsley, kau akhirnya melakukan satu hal yang benar dalam hidupmu," ujar Arthur dengan suara beratnya. Ia menjabat tangan putranya, lalu menatap Faelynn. "Jangan dengarkan rumor tentang keluarga ini, Faelynn. Selama kau membuat putraku bahagia, kau memiliki perlindungan penuh dariku."

"Terima kasih, Sir," ucap Faelynn dengan rasa lega yang mulai merayap.

...****************...

Suasana di ruang makan formal mansion Emerson berangsur-angsur mencair, berubah dari kesan kaku menjadi sebuah simfoni tawa yang akrab.

Di balik kemegahan pilar marmer dan lampu gintang kristal, Faelynn menemukan sisi lain dari Kingsley yang tidak pernah ia duga: sisi seorang pria keluarga yang begitu lembut, terutama saat berhadapan dengan keponakan kecilnya.

"Aunty Faelynn! Lihat, aku punya bunga buat Aunty!"

Seorang gadis kecil berusia tiga tahun dengan gaun satin merah muda berlari kecil menghampiri kursi Faelynn. Daisy, putri mungil dari adik perempuan Kingsley, tampak seperti malaikat kecil dengan rambut ikal pirang kecokelatan yang dikuncir dua. Di tangannya, ia menggenggam setangkai mawar putih yang kelopaknya sedikit layu karena genggaman tangannya yang terlalu semangat.

"Oh, Daisy... cantik sekali. Terima kasih, Sayang," ucap Faelynn dengan senyum tulus, menerima bunga itu seolah-olah itu adalah harta paling berharga di dunia.

"Hati-hati, Daisy. Jangan sampai mengotori gaun Aunty barumu," suara lembut seorang wanita menyusul dari arah pintu.

Nazela, adik perempuan Kingsley, melangkah masuk dengan anggun. Nazela memiliki kemiripan yang luar biasa dengan Kingsley—terutama pada garis rahang dan mata cokelatnya yang tajam—namun pembawaannya jauh lebih hangat dan ramah. Ia adalah sosok di balik kesuksesan Petals & Prose, toko bunga.

"Selamat datang di keluarga gila ini, Kak Faelynn," sapa Nazela sambil memeluk Faelynn dengan erat. "Maaf kami terlambat. Daisy bersikeras ingin merangkai buket bunga sendiri dari toko tadi pagi untuk dibawa kemari."

"Tidak apa-apa, Nazela. Bunga ini sangat indah," balas Faelynn.

Kingsley berdiri, mengangkat Daisy ke dalam gendongannya, dan mengecup pipi gembul keponakannya itu. Pemandangan itu membuat hati Faelynn bergetar; sang pria yang biasanya memegang senjata dengan tangan dingin, kini tampak begitu piawai menggendong seorang balita.

"Bagaimana kabar toko kita, Zela?" tanya Kingsley sambil mendudukkan Daisy di kursi tinggi di sampingnya.

"Lancar, King. Para pelanggan Petals & Prose suka sekali konsep memadukan buket mawar dengan novel romansa. Kita mungkin perlu menambah stok baru," lapor Nazela dengan bangga.

Arthur Emerson, sang ayah, mengangguk puas dari ujung meja. Berbeda dengan dugaan Faelynn yang mengira mertuanya adalah seorang pejabat militer atau intelijen, Arthur ternyata adalah seorang pengusaha tekstil yang sangat sukses. Kerajaan bisnisnya memasok bahan kain berkualitas tinggi ke berbagai rumah mode di Eropa.

"Bisnis tekstil itu soal tekstur dan detail, sama seperti menulis novel," ujar Arthur dengan suara baritonnya yang tenang. "Aku senang Kingsley memilihmu, Faelynn. Dia butuh seseorang yang bisa memberikan 'warna' pada hidupnya yang selama ini terlalu monoton dengan urusan keamanan."

Eleanor, sang ibu, menimpali sambil mengisyaratkan pelayan untuk menyajikan makanan penutup. "Dan aku sudah menyiapkan sesuatu yang spesial untukmu, Faelynn. Ini resep terbaru dari toko kuenya mommy."

Sebuah piring berisi lemon tart dengan hiasan meringue cantik diletakkan di depan Faelynn.

"Cobalah. Ini favorit Kingsley sejak kecil. Dia tidak akan mau makan jika bukan mommy yang membuatnya," goda Eleanor, membuat telinga Kingsley sedikit memerah.

Faelynn mencicipi kue itu. Rasa asam yang segar dan manis yang pas langsung lumer di mulutnya. "Ini luar biasa, mom. Pantas saja Kingsley begitu pemilih soal makanan."

"Oh, dia memang pemilih dalam segala hal," Nazela tertawa, melirik kakaknya. "Termasuk soal istri. Dia bercerita padaku bahwa dia tidak sampai Tiga bulan untuk mendekatimu, Namun cukup seminggu saja untuk mencintai mu."

"Zela, kurasa cukup rahasia memalukan ku untuk hari ini," potong Kingsley, meski sebuah senyum tipis tersungging di bibirnya. Ia menggenggam tangan Faelynn di bawah meja, seolah ingin memastikan bahwa istrinya merasa nyaman di sana.

Suasana makan siang itu benar-benar jauh dari bayangan Faelynn tentang keluarga kaya yang kaku. Mereka adalah orang-orang pekerja keras yang mencintai bidang mereka masing-masing—dari tekstil, roti, hingga bunga.

Daisy tiba-tiba menarik ujung gaun Faelynn. "Aunty, nanti main di taman bunga sama Daisy, ya? Mama bilang Aunty suka cerita tentang tuan putri."

"Tentu, Sayang. Aunty punya banyak cerita untuk Daisy," jawab Faelynn lembut.

Arthur Emerson berdehem, menarik perhatian semua orang. "Faelynn, aku sudah bicara dengan Kingsley. Kami ingin kau tetap melanjutkan karier menulis mu. Aku bahkan sudah meminta tim tekstilku untuk menyiapkan beberapa sampel kain eksklusif. Siapa tahu kau butuh inspirasi untuk sampul buku edisi terbatas mu nanti."

Mata Faelynn berkaca-kaca. Dukungan ini jauh melebihi harapannya. Ia merasa tidak hanya diterima sebagai seorang menantu, tetapi juga sebagai seorang seniman.

"Terima kasih banyak, Dad, Mom, Nazela... aku tidak tahu harus berkata apa," ucap Faelynn haru.

Kingsley mengeratkan genggaman tangannya. "Kau tidak perlu berkata apa-apa, Lyn. Kau hanya perlu menjadi dirimu sendiri. Seperti yang kukatakan semalam, ini adalah rumahmu sekarang."

Setelah makan siang berakhir, mereka berpindah ke beranda belakang yang menghadap ke taman bunga mawar yang luas. Eleanor menyajikan teh hangat, sementara Daisy berlarian di rumput bersama Nazela. Kingsley dan Faelynn duduk berdampingan di kursi ayunan kayu, memperhatikan dinamika keluarga itu dalam diam yang nyaman.

"Kau bahagia, Mrs. Emerson?" bisik Kingsley di telinga Faelynn.

Faelynn menyandarkan kepalanya di bahu suaminya, menghirup aroma maskulin Kingsley yang kini bercampur dengan wangi mawar dari taman. "Sangat bahagia, King. Ternyata 'Petals & Prose' bukan hanya nama toko bungamu, tapi gambaran indah tentang hidupmu. Penuh kelembutan kelopak bunga."

Kingsley mengecup kening istrinya. Di mansion megah itu, Faelynn menyadari bahwa ia baru saja menemukan pelabuhan terakhirnya. Sebuah keluarga yang menghargai mimpi, merayakan cinta, dan menyambutnya dengan tangan terbuka. Dan bagi seorang penulis seperti Faelynn, ini adalah akhir bahagia yang jauh lebih indah daripada tinta mana pun yang pernah ia goreskan di atas kertas.

🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

Cerita nya sudah Direvisi ya 😍🫶🏼

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
ren_iren
kembalikan king dan faelynn😂
Ros 🍂: maafkan author Buntu 😭🤣🙏🏼
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍
ren_iren
dan tetiba king and faelyn berubah jd gadis angkat jemuran... dirimu kak, ada2 aja.... 😂😂😂
Ros 🍂: Nanti saya revisi kak, biar masuk cerita nya, Makasih Kak 🫶🙏🥰
total 3 replies
winpar
lnjut thorrr
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍
Ros 🍂: ma'aciww kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!