NovelToon NovelToon
Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Cintapertama
Popularitas:63
Nilai: 5
Nama Author: Shelly Husein

Laki-laki hanya mencintai satu kali, sisanya hanya menjalani hidup. Ada yang mengatakan seperti itu. Damien tidak tau apakah itu benar, namun perjalanan hidupnya kali ini benar-benar diluar prediksi dan rencana.
Dia kehilangan istri dan keluarga kecilnya juga terancam pecah, namun di saat yang hampir bersamaan, ternyata semua bencana yang dia alami mengantarkan dia bertemu kembali ke sosok wanita yang dulu sangat dia idam-idamkan sepenuh jiwanya untuk menjadi pasangan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shelly Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisi lain.

BAB 3

Lidya masih terpaku diam. Lalu mulai menangis tanpa suara di lobby luar. Hati nya terasa remuk, jiwanya terasa kosong, tak ada harapan.

Lidya lalu menghapus airmata yg masih mengalir cepat di pipinya, lau sambil menahan napas agar isakan nya mereda, ia lalu berjalan ke dalam kamar hotel.

Dia merasa tersia-sia karena menunjukkan kecemburuannya di depan Damien.

Tidak ada gunanya menangis karena cemburu kepada suaminya, bukankah dia sendiri yg menerima lamaran Damien saat itu, padahal mereka bahkan tidak mengenal satu dengan lainnya. Hanya diperkenalkan oleh salah satu sahabat nya, dan bahkan setelah itu sempat tidak ada kontak lebih lanjut , dan Damien juga tidak ada usaha untuk mendekati dia.

Ah... Lidya menghela nafas kembali. Dia tidak pernah mengetahui betul sifat Damien.  Hanya dapatkan info dari sang sahabat kalau dia orang yg cukup religius, tidak gampang tergoda wanita, sangat menjaga perilaku, bersikap lembut dan tidak banyak bicara. Sejak dikenalkan, sebetulnya Lidya sudah terpana terlebih dahulu, bahkan langsung berinisyatif untuk mengajak bicara kepada Damien, dan Damien selalu menjawab basa basi percakapan mereka. Tapi setelah itu, yasudah... dari Damien tidak ada kelanjutan lagi, hanya medsos mereka yg kemudian saling terkoneksi.

Terkadang Lidya nekat mencoba mengirim kan DM (Direct Messages) saat itu, sekedar berbasa basi menanyakan kabar, terkadang lelucon online, tapi ya..tidak terlalu di tanggapi jauh oleh Damien.

Lidya tidak terlalu peduli saat itu, ia hanya menganggap kalau Damien memang sesuai dengan kepribadian yg di gambar kan oleh sahabat nya.

Namun Lidya sempat tersentak ketika terakhir mereka saling mengirimkan DM di medsos, Damien menanyakan berat badannya. Dan setengah bercanda Damien berkata kalau Lidya terlihat montok .

“ coba kalau lebih kurus lagi, pasti lebih baik deh dilihat nya” , tulis Damien disitu.

Lidya tidak menganggap itu sebagai hinaan, dia malah merasa senang karena berarti Damien diam-diam memperhatikan dirinya. Sampai untuk menggoda Damien secara tidak langsung die sempat membuat status  “ katanya, kalau jatuh cinta bisa bikin tubuh jadi kurus ya ?”. Dan betul, setelahnya dia mencoba untuk menguruskan badannya.

Namun entah kenapa, saat itu Damien mulai dingin dan bahkan tidak banyak berinteraksi kembali seperti sebelumnya, seolah olah dia sedang menghadapi sesuatu.  Pada akhirnya Lidya menyerah lalu mulai jua menjauh dari Damien.

 

Dan beberapa lama kemudian, setelah setahun lebih , tiba-tiba Damien mengajak Lidya untuk bertemu orang tua nya. “kamu sudah kurus kan ?” itulah pertanyaan kedua Damien setelah dia bertanya bisakah Lidya diajak untuk datang kerumah orangtua nya.

Lidya hanya menulis iya, terlalu gugup untuk menyadari pertanyaan yg seharusnya menjadi pertanda kesadaran ke perfeksionisan Damien.

Lalu semuanya terasa cepat, perkenalan, pertemuan untuk kearah serius , persiapan lamaran dan pernikahan.. dan terus dan terus. Semua terasa seperti menaiki kereta cepat yang dia tidak tau ujungnya sampai dmana.

Yang jelas Damien memulai nya dengan, “semua harus sudah diatur dan dibagi bagi, utk kamu, aku dan masa depan kita. Suami istri itu adalah partner, semua harus terbuka, kamu yang mengatur semua, kita harus saling jujur... aku ingin kamu jadi istri yg mengerti, aku berusaha untuk semuanya, aku harap kamu tidak membantah untuk keputusan-keputusan yang harus aku ambil demi masa depan kita. Jadilah istri yg mengerti,selalu nurut dengan ku .Bisa kan ??” tanya Damien saat itu, setelah 2 minggu pernikahan mereka. Dan Lidyà mengangguk penuh ketaatan.

Dan sekarang apalagi yang harus aku lakukan, tanya Lidya kembali kepada dirinya sendiri.

Damien ingin membeli rumah untuk tempat tinggal mereka, sebegitu kerja keras nya mereka berdua utk menabung, membayar cicilan bulanan dan yang lainnya, menabung utk persiapan yg lain , setelah 3 tahun tiba-tiba Damien berkata, “kenapa kamu tidak hamil juga, ?? kita harus punya anak.”

 Lidya hanya menurut lalu memeriksakan dirinya ke dokter kandungan. Semuanya baik-baik saja utk Lidya dan Damien, tapi Damien tidak puas,dia terlihat sangat ambisius ingin secepatnya mempunyai anak, lalu mereka memeriksakan diri hingga mengikuti program bayi tabung, beberapa kali namun selalu gagal.

Damien begitu marah, dia tidak memperlihatkan kemarahannya secara langsung  tapi Lidya bisa merasakan betapa dinginnya Damien memperlakukan dia, semakin tidak banyak berbicara, dan seolah olah beberapa kali melirik Lidya dengan tatapan menuduh seolah olah kalau dia yg tidak subur.

Hingga pernikahan berjalan 7 tahun lebih lamanya, usaha mereka berdua untuk mempunyai anak masih juga tidak membuahkan hasil.

Lidya sangat sedih, tapi dia tau tidak ada gunanya balik marah kepada Damien. Yg dia lakukan agar Damien tetap berada disamping nya adalah, ya ... hanya selalu menuruti apapun yg diminta Damien lakukan. Dia hanya ingin Damien tidak pergi dari sisi nya. Dia terlalu takut bahkan untuk memikirkan harus berpisah dengan Damien. Dia pasti hancur.

Lalu babak baru dimulai. Ketika suatu pagi Lidya bangun dari tidurnya, dia merasa sangat pusing , dan samar-samar dia terkejut ketika mengetahui kedua pergelangan kaki hingga betis dan telapak kakinya mengalami bengkak luar biasa. Dia meminta tolong kepada Damien yang sudah lama bangun terlebih dahulu dan baru saja selesai mengerjakan shalat subuh di masjid dekat dengan perumahan mereka. Tanpa banyak bicara Damien langsung membantu istrinya utk bersiap-siap ke dokter dan membantu mengganti pakaian nya. Lidya merasakan sangat susah berdiri, kakinya bukan cm kebas tapi terasa berdeyut sakit. Ketika sampai dirumah sakit, Lidya di cek darah,  tensi juga sel darah putih nya.

Hasilnya, dia di diagnosis menderita Autoimun, yg juga berefek setiap sel telur yg dibuahi melalui bayi tabung, saat ditaruh di rahim nya akan dianggap sebagai zat asing hingga dimusnahkan oleh sistem kekbalan tubuhnya sendiri.

Lidya makin hancur. Damien hanya terdiam saat mengetahui hal itu.

 Dan saat diputuskan pengobatan utk mengurangi efek penyakit Autoimun nya, Damien memutuskan untuk semakin jarang bersentuhan dengan Lidya.

Sejak awal Damien memang tidak sering menyentuh Lidya, dan bahkan pernah saat Lidya mencoba untuk bercanda menggoda Damien dengan berkata kalau harus lebih sering bercinta agar cepat punya anak, Damien malah memandanginya dengan tatapan jijik. 

Itu sangat melukai Lidya hingga setelahnya Lidya memutuskan tidak  pernah lagi mencoba untuk mengomentari hal itu.

 

Selama Beberapa tahun kedepan, Lidya berjuang keras meminum obat-obatan dan therapi, sehingga ketika dokter memberitahukan kalau dia hamil saat masih menjalani pengobatan, dia merasa seperti dipeluk oleh Tuhan. Sangat bersyukur dan bahagia. Dan benar, ketika Damien pun mengetahui nya, Damien tersenyum senang. Dan sambil terus berjuang mengatasi penyakitnya, dia merawat kehamilan nya, hingga lahir anak perempuan yg cantik, seperti dia. Dinamakan Morin.

Dan tidak disangka-sangka, menjelang Morin dua tahun, dia hamil kembali. Kali ini laki-laki, dia namakan Bayu.

 

Dan tiba-tiba, Damien berkata kalau dia merasa cukup punya 2 anak, dia tidak mau lagi anak lainnya. “kamu pakai kontrasepsi ya, mengurus anak membutuhkan biaya banyak utk pendidikan dan masa depan mereka. Aku ga mau ada anak lagi” kata Damien kepada lidya saat dia sedang menyusui Bayu dengan memakai susu formula.

 Itu saja. Dan itu adalah perintah.

 

Dan sekarang, sambil berjalan ke arah kamar dimana ada anak-anak nya yg baru saja tidur di temani mbak Nunuk, pengasuh mereka, Lidya berkata dengan pelan kepada sang pengasuh ,”mbak temani anak-anak ya. Saya tidur nya tidak disini dulu. “, “baik bu.” Jawab Nunuk patuh.

Lidya berjalan pelan dan berhati-hati agar tidak sampai membangun kan anak-anak nya, lalu masuk ke kamar satunya, dan kemudian duduk di pinggir ranjang. Dia menunggu suaminya selesai mandi, sambil memandang sekitar tempat tidur itu. 2 meja yg diletakkan di sisi tempat tidur terdapat beberapa barang. Dompet suaminya, arloji, kacamata hitam dan juga dompet kartu milik suaminya. Tapi tidak ada handphone suaminya.

Lidya memandang lebih jauh, lalu matanya tertuju kepada celana bahan panjang  berwarna biru dongker yang tadi dipakai suaminya. Celana itu disampirkan dengan rapih di dalam lemari pakaian yg sedang terbuka.

Ia terdiam, jantung nya berdebar keras, dia ingin sekali datang dan memeriksa kantung celana suaminya itu. Tapi itu namanya cari masalah  !!

 Suaminya bukan tipe yang suka membentak apalagi memaki saat marah, tapi dia bisa mendiamkan sang istri berhari-hari tanpa bicara sedikit pun, selain dia juga tidak akan mau terlibat dengan hal apapun di dalam rumah tangga . Benar-benar menjauhi Lidya, itu adalah perlakuan pengabaian paling di benci oleh Lidya sendiri .

Akhirnya Lidya kembali menghela nafas panjang. Lalu memutuskan untuk mengambil kotak koper yg berisi peralatan pribadinya sendiri, karena ia ingin membersihkan make up yg dia pakaikan ke wajahnya. Dia memutuskan agar lebih baik memendam semuanya kembali, sendiri.

Damien menyuruh nya agar tidur dengan anak-anak nya, tadi. Tapi Lidya pikir lebih baik dia tidur bersama suaminya malam ini, Lidya ingin membujuknya pelan-pelan, memperbaiki suasana yg tadi menegangkan dan panas karena komentar nya sendiri. Sambil mengganti bajunya ke baju tidur, ia terus berdoa agar Damian menerima sentuhannya di saat tidur nanti. Setidaknya Damian jarang menolak sentuhan nya, walaupun dia tidak terasa antusias juga saat melakukannya.

Mereka jarang melakukannya karena dengan beberapa alasan pekerjaan, Damien lebih suka tidur dengan kamar terpisah, apalagi semenjak akhirnya mereka mempunyai anak, sejak awal Damien memerintahkan agar anak-anak tidur bersama Lidya, sementara dia di kamar terpisah yang sekaligus dijadikan kamar dia bekerja saat harus lembur mengerjakan pekerjaan kantor.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!