Nyx Morrigan, gadis yang terbuang dari keluarga konglomerat Beckham, Di usia ke-19 tahun Pelariannya membawanya bertemu Knox Lambert Riccardo, mahasiswa teknik sekaligus petarung jalanan.
Di bawah atap apartemen mewah Knox, rahasia Nyx perlahan terkuak, mengubah hubungan menjadi ikatan emosional yang intens.
Saat identitas asli Nyx terungkap, Knox justru menjadi pelindung utama dari kekejaman Dari keluarga nya.
Ketegangan memuncak ketika nama "Morrigan" ternyata menyimpan rahasia darah yang lebih besar dari sekadar skandal keluarga Beckham.
Di tengah konflik identitas, pengkhianatan keluarga, dan dunia yang berbahaya, Nyx harus memilih antara terus bersembunyi atau menyerahkan hatinya sepenuhnya kepada Knox.
Sebuah kisah tentang pencarian rumah, Untuk Rasa Sakit, dan penyembuhan luka.
.
Happy reading dear 🦋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#1
Di bawah langit London yang kelabu, di mana kabut musim dingin sering kali menyembunyikan rahasia di balik pagar-pagar besi setinggi tiga meter, berdirilah sebuah mansion yang megah. Namun bagi seorang gadis bernama Nyx Morrigan, kemegahan itu hanyalah penjara berlapis emas.
Hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke-19. Usia yang seharusnya menandai pintu gerbang kebebasan, namun bagi Nyx, itu hanyalah pengingat akan rantai tak terlihat yang mengikat lehernya sejak embusan napas pertamanya.
Di depan cermin besar berbingkai perak, Nyx menatap bayangannya sendiri. Helai-helai rambut hitamnya baru saja tumbuh beberapa sentimeter, namun sebuah tangan kasar dengan gunting tajam sudah bersiap di belakangnya.
"Jangan bergerak, Nyx," desis Agnesia, ibunya. Matanya tampak liar, cekung, dan penuh dengan obsesi yang telah membusuk selama dua dekade. "Kau harus tetap terlihat seperti laki-laki. Jika David melihatmu sebagai perempuan, kita akan dibuang. Kau tahu itu, kan? Kau harus menjadi putra yang dia inginkan!"
Crak.
Potongan rambut pendek itu jatuh ke lantai marmer yang dingin. Agnesia mencukur habis rambut putrinya, menyisakan potongan cepak yang kasar, menyerupai tentara muda.
Sejak kecil, Nyx tidak pernah mengenal gaun sutra atau pita rambut. Lemarinya dipenuhi kemeja flanel longgar, celana bahan pria, dan binder ketat untuk menyembunyikan lekuk tubuh yang mulai tumbuh.
Nama belakangnya pun bukan "Beckham". David Beckham, sang raja bisnis yang diagungkan dunia, menolak memberikan marga itu kepada anak yang lahir dari rahim Agnesia. Baginya, Nyx hanyalah sebuah kesalahan biologis—sebuah "produk gagal" karena ia lahir sebagai perempuan.
Kehidupan Nyx adalah sebuah tragedi yang dirancang oleh keputusasaan Agnesia. Sembilan belas tahun lalu, Agnesia hanyalah seorang wanita simpanan saat David masih terikat pernikahan dengan istri pertamanya. Demi mengamankan posisinya, Agnesia berbohong. Dia mengklaim hasil tes ultrasonografi menunjukkan bayi laki-laki.
David, yang saat itu sangat terobsesi memiliki ahli waris laki-laki untuk kerajaan bisnisnya, akhirnya menikahinya secara siri. Namun, kebohongan itu terbongkar sebelum Nyx lahir. David tidak pernah memaafkan pengkhianatan itu.
Di hari Nyx lahir, David tidak menggendongnya. Dia justru pergi untuk menikahi istri ketiganya—seorang wanita yang mengaku hamil anak Laki-laki, kemudian memberikan apa yang sangat dia dambakan: Brilian Beckham.
Kini, di dalam mansion itu, hirarki kekuasaan sangatlah jelas.
Di puncak piramida ada Victoria, istri pertama yang tenang dan berwibawa. Dia memiliki seorang putri bernama Laura Beckham yang kini berusia 21 tahun. Laura adalah keajaiban; meskipun dia perempuan, dia lahir dari istri sah pertama, sehingga dia mendapatkan hak istimewa, pendidikan terbaik, dan tentu saja, marga Beckham.
Lalu ada Brilian Beckham, pemuda berusia 18 tahun yang sombong. Dia adalah "Putra Mahkota". Segala keinginannya adalah perintah. Dia adalah alasan mengapa David jarang melirik ke arah paviliun belakang, tempat Nyx dan Agnesia diasingkan seperti hantu yang memalukan.
Malam itu, makan malam keluarga diadakan untuk merayakan kelulusan Nyx dari High School dan keberhasilan Brilian masuk ke universitas yang sama dengan Nyx dan Laura.
Nyx duduk di ujung meja, mengenakan setelan jas hitam yang terasa mencekik. Di seberangnya, Laura Beckham tersenyum manis. Laura selalu bersikap baik, atau setidaknya, dia berpura-pura baik.
"Selamat atas kelulusanmu, Nyx," ujar Laura dengan suara lembut. "Sayang sekali kau tidak membiarkan rambutmu tumbuh. Kau punya fitur wajah yang cantik, kau tahu?"
Agnesia, yang duduk di samping Nyx, langsung menegang. "Nyx lebih suka gaya seperti ini, Laura. Lebih praktis untuk seorang... anak yang aktif."
David Beckham, yang duduk di kepala meja, bahkan tidak mendongak dari piringnya. Baginya, kehadiran Nyx di meja itu hanyalah bentuk amal.
"Kalian Berdua akan berada di kampus yang sama mulai semester depan," suara berat David memecah keheningan. Matanya tertuju pada Brilian. "Brilian, kau adalah wajah keluarga ini. Aku sudah menyiapkan apartemen terbaik di dekat kampus untukmu. Jangan permalukan namaku."
"Tentu, Dad," jawab Brilian dengan seringai sombong. Dia melirik Nyx dengan tatapan merendahkan. "Bagaimana dengan Nyx? Apakah dia akan tinggal di asrama?"
"Nyx akan tinggal di asrama biasa," jawab David dingin. "Dia perlu belajar mandiri karena dia tidak membawa nama Beckham di belakang namanya."
Hati Nyx berdenyut perih. Dia baru saja menyelesaikan tahun terakhirnya dengan nilai tertinggi di sekolahnya, namun di mata ayahnya, dia tetaplah nol besar. Dia menatap ibunya, berharap ada pembelaan, namun Agnesia hanya menunduk, sibuk memotong dagingnya dengan tangan yang gemetar. Ibunya sudah gila oleh ketakutan—takut kehilangan kemewahan, takut dibuang kembali ke jalanan.
...----------------...
Hari keberangkatan tiba. Nyx membawa koper tuanya yang berisi baju-baju laki-laki yang ia benci. Saat ia melewati lorong utama mansion, ia berpapasan dengan Brilian yang sedang dikelilingi oleh pelayan yang sibuk mengangkut koper-koper mewahnya.
"Ingat satu hal, Morrigan," bisik Brilian saat mereka berpapasan. "Di kampus nanti, jangan pernah mengaku mengenaliku. Aku tidak ingin orang-orang tahu bahwa makhluk sepertimu punya hubungan darah denganku."
Nyx hanya terdiam. Dia sudah terbiasa ditindas. Namun, ada satu api kecil yang menyala di matanya. Kampus adalah tempat yang luas. Di sana, tidak ada Agnesia yang memegang gunting setiap pagi, dan tidak ada David yang memandangnya dengan jijik.
Sesampainya di asrama yang kecil dan pengap, Nyx mengunci pintu. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia melepaskan binder yang menekan dadanya. Dia menarik napas dalam-dalam, merasakan paru-parunya mengembang sepenuhnya tanpa rasa sakit.
Dia melihat ke cermin kecil di atas wastafel. Wajahnya adalah perpaduan sempurna antara ketajaman David dan kelembutan Agnesia. Dia cantik, namun kecantikan itu telah dikubur di bawah lapisan kain kasar dan kebohongan selama 19 tahun.
"Namaku Nyx Morrigan," bisiknya pada bayangannya sendiri. "Bukan Nyx Beckham. Dan mungkin... itu adalah sebuah berkah."
Di universitas, status mereka benar-benar kontras. Brilian Beckham adalah Kalangan atas kampus. Dia datang dengan mobil sport, dikelilingi teman-teman dari kelas atas, dan selalu menjadi pusat perhatian. Laura Beckham adalah senior yang populer dan elegan, ketua perkumpulan mahasiswi yang disegani.
Sementara Nyx? Nyx adalah mahasiswa beasiswa yang biasa. Dia dikenal sebagai "pemuda" pendiam yang selalu memakai tudung jaket dan duduk di barisan belakang. Tidak ada yang tahu bahwa di balik penampilan itu, Nyx sedang menyusun rencana.
Sore Harinya di perpustakaan pusat, Laura menghampiri Nyx.
"Nyx, ibumu meneleponku berkali-kali," kata Laura, duduk di depan Nyx. "Dia khawatir kau mulai berubah di sini. Dia memintaku untuk mengawasi mu."
Nyx menutup bukunya. "Kenapa kau melakukan ini, Laura? Kau punya segalanya. Kenapa kau harus repot-repot bersikap baik pada anak simpanan yang tidak dianggap?"
Laura menatap Nyx cukup lama, lalu tersenyum tipis. Ada kilatan kesedihan di matanya yang selama ini tersembunyi. "Karena di rumah itu, Nyx, kita semua hanyalah properti bagi Ayah. Aku adalah alat politik untuk aliansi bisnisnya di masa depan. Brilian adalah alat untuk meneruskan warisannya. Dan kau... kau adalah pengingat akan kegagalannya mengontrol takdir. Aku menyukaimu karena kau adalah satu-satunya yang tidak memiliki nama itu. Kau punya kesempatan untuk menjadi dirimu sendiri, sedangkan aku tidak."
Kata-kata Laura menghantam Nyx dengan keras. Selama ini dia mengira Laura adalah musuhnya, namun ternyata Laura hanyalah seekor burung di sangkar yang lebih besar.
***
Sebulan kemudian, Kebebasan yang Nyx impikan mulai terancam saat Agnesia tiba-tiba datang ke asramanya tanpa pemberitahuan. Agnesia histeris saat melihat Nyx mulai memiliki beberapa helai pakaian wanita yang disembunyikan di bawah tempat tidur.
"Apa ini?!" teriak Agnesia sambil melemparkan sebuah blus sederhana yang baru dibeli Nyx. "Kau ingin membunuhku? Jika David tahu kau bertingkah seperti perempuan, dia akan mengusir kita! Kau harus tetap menjadi laki-laki!"
"Aku bukan laki-laki, Ibu!" teriak Nyx, air mata akhirnya pecah setelah 19 tahun dipendam. "Aku adalah perempuan! Aku lelah berpura-pura! Aku lelah dicukur habis! Aku lelah menjadi bayangan Brilian!"
Agnesia menampar Nyx dengan keras. "Kau adalah tiketku untuk tetap berada di mansion itu! Jika kau gagal, aku tidak punya apa-apa!"
Di saat yang sama, pintu asrama terbuka. Brilian berdiri di sana bersama beberapa teman kampusnya, berniat untuk mengejek Nyx seperti biasa. Namun, mereka terpaku melihat adegan itu. Mereka melihat Agnesia yang histeris dan Nyx yang menangis dengan pakaian wanita yang berserakan.
"Jadi... ini rahasia kotor paviliun belakang?" Brilian tertawa sinis, namun ada nada terkejut dalam suaranya. "Kau benar-benar gila, Agnesia. Dan kau, Nyx... kau bahkan lebih menyedihkan dari yang kukira."
Berita tentang identitas asli Nyx mulai menyebar di kalangan terbatas. David Beckham mengamuk. Dia merasa dipermalukan. Dia memerintahkan Agnesia untuk dikirim ke fasilitas rehabilitasi mental dan mengusir Nyx sepenuhnya dari segala aset keluarga.
Namun, bagi Nyx, itulah saat kebebasannya benar-benar dimulai.
Malam itu, Nyx berdiri di jembatan yang membelah kota. Dia tidak lagi mengenakan jaket dan kemeja laki-laki. Dia memakai gaun sederhana milik Laura yang diberikan secara diam-diam. Rambutnya yang pendek mulai ia tata dengan rapi.
Dia mengeluarkan ponselnya dan menghapus semua kontak yang berhubungan dengan kediaman Beckham. Dia hanya menyisakan satu nama: Laura.
Nyx Morrigan menatap cakrawala. Dia tidak punya marga besar. Dia tidak punya warisan jutaan poundsterling. Dia hanya punya dirinya sendiri dan kecerdasannya yang selama ini diabaikan.
"Sembilan belas tahun aku hidup untuk keinginan orang lain," gumamnya pada angin malam. "Mulai hari ini, Nyx Morrigan akan hidup untuk dirinya sendiri."
Dia berjalan menjauh dari bayang-bayang kemewahan itu, menuju cahaya lampu kota yang menjanjikan masa depan yang sulit, namun nyata.
Di kampus yang sama dengan saudara-saudaranya, Nyx tidak lagi berjalan dengan kepala tertunduk. Dia bukan lagi "putra" yang gagal dari David Beckham. Dia adalah perempuan yang baru saja lahir kembali dari abu obsesi orang tuanya.
Dan dunia akan segera mengenal namanya—bukan karena siapa ayahnya, tapi karena siapa dia sebenarnya.
gasss baca sampai habis.... 🤭😁😂