NovelToon NovelToon
DAO TERLARANG KAISAR SEGALA ELEMEN

DAO TERLARANG KAISAR SEGALA ELEMEN

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Abai Shaden

Di dunia di mana takdir ditentukan oleh kemurnian akar spiritual, Wang Tian terlahir sebagai kutukan. Memiliki lima elemen dasar yang saling bertabrakan, ia dicap sebagai "sampah abadi" dan dibuang ke Perpustakaan Terlarang yang terlupakan. Namun, di balik debu sejarah, ia menemukan Sutra Kaisar Sembilan Unsur—sebuah teknik terlarang yang mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari kemurnian, melainkan dari kekacauan primordial.

​Demi mengubah nasib, Wang Tian menempuh jalan yang diharamkan: menghancurkan pusat energinya sendiri untuk membangun Pusaran Primordial yang mampu melahap segala elemen alam semesta. Dari murid pelayan yang dihina, ia bangkit menjadi anomali yang mengguncang tatanan langit.

​Perjalanannya penuh darah dan pengkhianatan. Ia harus menyembunyikan kekuatannya dari 12 Klan Kuno yang angkuh dan 4 Sekte Penguasa Arah Angin yang mengincarnya sebagai ancaman dunia. Di tengah pelariannya, ia dipertemukan dengan empat wanita luar biasa—termasuk sang Ratu Kegela

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: Runtuhnya Kota Dirgantara

Langit di atas Kota Dirgantara—markas terapung Klan Langit yang megah—biasanya dipenuhi dengan nyanyian burung surgawi dan aroma dupa yang menenangkan. Kota ini dibangun di atas pulau-pulau batu yang melayang menggunakan kristal gravitasi purba, menjadikannya simbol kekuasaan yang tak tersentuh oleh rakyat jelata di daratan. Namun, ketenangan itu hancur saat sebuah retakan ruang berwarna abu-abu muncul tepat di tengah alun-alun utama.

KRAAAK!

Udara seolah-olah robek. Wang Tian melangkah keluar dari kehampaan, diikuti oleh sosok Long Wei yang kini setinggi dua meter dengan otot yang dilapisi zirah emas hitam. Di belakang mereka, Lin Xuelan, Sui Ren, dan Mora mendarat dengan anggun, memancarkan aura yang jauh lebih pekat daripada tiga hari yang lalu.

"Siapa yang berani mengusik kesucian Kota Dirgantara?!" teriakan peringatan bergema dari menara penjaga. Ratusan prajurit berbaju zirah putih segera mengepung mereka, tombak-tombak energi diarahkan ke pusat retakan.

Wang Tian menatap istana kristal di kejauhan dengan mata peraknya yang dingin. "Kesucian? Kota ini dibangun di atas tumpukan tulang naga dan keringat para budak. Hari ini, aku datang untuk mengembalikan semuanya ke tanah."

Amukan Sang Naga dan Bayangan

"Tembak!" perintah komandan penjaga.

Ribuan panah cahaya meluncur. Namun, sebelum panah-panah itu mencapai Wang Tian, Long Wei melangkah maju. Ia menarik napas dalam-dalam, dan dadanya membusung dengan cahaya emas yang membara.

"Raungan Naga Emas Hitam!"

ROOOAAAARRRR!

Gelombang suara yang mengandung frekuensi penghancur materi menyapu seluruh alun-alun. Panah-panah cahaya itu hancur berkeping-keping di udara, dan para prajurit penjaga terlempar seperti daun kering, zirah mereka retak seketika.

"Mora, Sui Ren, Xuelan—hancurkan menara pengawas dan sistem gravitasi mereka. Jangan biarkan satu kapal pun lepas landas," perintah Wang Tian.

Mora menghilang ke dalam bayangan, muncul kembali di atas menara tertinggi. Sabitnya, Nightfall, kini memancarkan aura Takdir Terputus. Setiap tebasannya bukan hanya memotong leher penjaga, tetapi juga menghancurkan koneksi spiritual mereka dengan dunia.

Sui Ren memanggil Badai Kehampaan. Ia menciptakan pusaran angin di empat sudut kota yang menyedot energi spiritual dari kristal-kristal penggerak pulau melayang. Kota yang tadinya stabil mulai berguncang hebat.

Lin Xuelan berdiri di pusat, tangannya menempel ke tanah. Ia menggunakan Es Mutlak untuk membekukan seluruh sumur energi kota, memastikan tidak ada bantuan yang bisa dipanggil melalui gerbang transmisi.

Konfrontasi: Wang Tian vs Penatua Agung

Di tengah kekacauan itu, tiga sosok tua dengan jubah bordir emas melayang turun dari istana. Mereka adalah Tiga Penatua Agung Klan Langit, semuanya berada di puncak Ranah Spirit Severing.

"Wang Tian! Kau benar-benar mencari mati!" salah satu penatua raung sambil melepaskan teknik Telapak Langit Menghancurkan Bumi. Sebuah telapak tangan raksasa dari energi cahaya murni turun dari langit-langit awan, mencoba memipihkan Wang Tian.

Wang Tian mendongak. Ia memanggil Lingkaran Elemen Primordial di punggungnya. Sembilan cahaya elemen berputar dengan kecepatan cahaya, menciptakan perisai yang tak kasat mata.

BOOM!

Telapak tangan raksasa itu menghantam perisai Wang Tian, namun bukannya hancur, energi cahaya itu justru diserap masuk ke dalam Lingkaran Elemen.

"Energi yang lemah," ucap Wang Tian datar. Ia menghunus Dragon's Wrath. "Biar kutunjukkan apa artinya kekuatan yang sebenarnya."

Wang Tian melesat. Gerakannya bukan lagi sekadar kecepatan, melainkan teleportasi jarak pendek melalui celah ruang. Dalam sekejap, ia berada di depan penatua pertama.

"Tebasan Sembilan Segel: Pemutus Takdir!"

Bilah pedang kristal emas itu membelah ruang. Penatua tersebut mencoba menangkis dengan perisai giok tingkat tinggi, namun perisai itu terbelah seperti kertas. Pedang Wang Tian melewati tubuhnya, memutuskan Nascent Soul dan jiwanya secara bersamaan tanpa meneteskan darah.

Dua penatua lainnya terbelalak. "Dia... dia membunuh seorang master Spirit Severing dengan satu serangan?!"

Runtuhnya Sang Legenda

Wang Tian tidak memberi mereka waktu untuk bernapas. Ia memicu Hukum Gravitasi Hampa. Seluruh Kota Dirgantara mendadak terasa ribuan kali lebih berat. Pulau-pulau melayang mulai retak, kristal gravitasi mereka hancur di bawah tekanan yang tidak wajar.

"Long Wei! Sekarang!" teriak Wang Tian.

Long Wei melompat ke inti pulau utama. Ia menghantamkan tinjunya yang dilapisi elemen Logam Primordial ke pusat kristal energi kota.

"Hancurlah, penjara langit!"

KRAAAAAAAA-BOOOOOM!

Ledakan energi yang luar biasa mengguncang seluruh Benua Tengah. Kota Dirgantara, simbol kekuasaan tertinggi selama ribuan tahun, mulai hancur berkeping-keping dan jatuh menuju bumi. Kapal-kapal perang yang mencoba kabur tertimpa reruntuhan bangunan kristal.

Wang Tian berdiri di atas reruntuhan istana yang sedang jatuh, jubah hitamnya berkibar liar di antara api dan asap. Ia menatap dua penatua yang tersisa yang kini bersimpuh, kehilangan seluruh kekuatan mereka.

"Kembalilah ke klan kalian yang tersisa," ucap Wang Tian, suaranya terdengar di seluruh penjuru kota yang sedang runtuh. "Katakan pada mereka bahwa kaisar yang mereka buang telah kembali untuk menagih hutang. Kota Dirgantara hanyalah awal. Selanjutnya... adalah dunia kalian."

Dengan lambaian tangan, Wang Tian membuka gerbang ruang dan membawa saudara serta istri-istrinya pergi tepat sebelum pulau itu menghantam tanah dengan dentuman yang setara dengan gempa bumi tingkat dahsyat.

Malam itu, seluruh Benua Tengah melihat cahaya merah di ufuk barat. Simbol kekuasaan lama telah runtuh, dan di atas abunya, sebuah legenda baru telah lahir.

Statistik Bab 22:

Karakter: Wang Tian, Long Wei (Mode Amukan), Penatua Agung Klan Langit (Tewas 1, Kalah 2).

Pencapaian: Menghancurkan Kota Dirgantara (Markas Klan Langit), Membuktikan kekuatan Ranah Nascent Soul setara Spirit Severing.

Status Dunia: 12 Klan Kuno dalam kondisi panik total; Perintah Pembunuhan Surga kini berubah menjadi Perintah Bertahan Hidup

1
septian arista
ke mana lin sia?
septian arista
cerita pertemuannya dengan naga kok berbeda sama bab yang sebelumnya
Abai Shaden: author lagi pusing,,maaf ya,,,
kurang ngopi
total 2 replies
septian arista
Baru kali ini ada cultivator yang melakukan terobosan di penginapan yang dan menghancurkan penginapan itu karena terobosannya
septian arista
selalu saja ada tuan muda sebuah klan yang bersikap arogan dan sangat angkuh
Abai Shaden
terimakasih masukkan nya
Abai Shaden
nanti di season II nya,,,
jalur kultivasi lebih panjang,adegan baku hantam,,,,tar kita bikin dia berdarah
Joe Maggot Curvanord
terlalu cepat op thor ga ada ber darah2nya
Abai Shaden: kita bikin berdarah nanti di NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL
total 1 replies
Nanik S
Mantap
Nanik S
ikut Tes Lagi
septian arista: cepat banget kenaikan kultivasinya
total 1 replies
Nanik S
Sama sama bermarga Lin
Nanik S
Pertemuan awal
Nanik S
Oky Lanjut
Nanik S
Awal yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!