NovelToon NovelToon
Say, Love You Too

Say, Love You Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:452.4k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.

Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?

Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Naka suka Shanum?

Shanum berjalan santai sendirian, baru saja ia menyerahkan proposal itu pada Juna di kelasnya untuk ditelaah dan bahan rapat gabungan nanti, agar Juna paham tema rapat begitupun pada Canza sebagai ketua komisi yang mengawasi langsung kinerja OSIS di lapangan.

Sempat Shanum dimintai Arjuna untuk menelaah dan menemukan titik lemah dari kegiatan sumpah pemuda nanti, agar bisa ia munculkan di permukaan dan dapatkan solusi dan jawabannya dari OSIS. Memang begitu kan kerja MPK, mengawasi, memberikan suara dari siswa satu sekolah demi kebaikan bersama.

Ia tak menemukan sebagian teman-temannya yang kemungkinan besar sedang ikut pertemuan OSIS. Karena seperti biasa hanya akan ada Jemima dan Frizka yang menunggunya istirahat.

Pandu masih bersila melipat kaki diantara kaos kaki setengah bersihnya dengan perasaan gugup, takut dan khawatir, bahkan cilok yang sempat ia kunyah terasa ia telan bulat-bulat saat di grup chat OSIS----Jeevika memanggil mereka untuk merapat ke ruang OSIS. Ucapannya dan Adit tadi pagi nyatanya hanya angan-angan semu, sebab....

Ketegangan kembali menyelimuti ruangan OSIS ini. Setelah Naka mengevaluasi dan meminta deadline pekerjaan masing-masing. Janji para pengurus divisi-divisi yang menurut Naka sudah harus ditunaikan justru anteng saja.

Mulai dari Ghibran, yang selesai menjabarkan program kencleng mingguan untuk sesama dari masjid yang rencananya memang sudah berjalan tapi beberapa kali sempat macet terkendala pendistribusian, terkena semprot Naka.

"Kalo Lo ngga mampu sendiri. Jangan diem aja...gerakin anak forum remaja masjid buat bantu...perangkat kelas sie rohis, gerakin juga pengurus OSIS lain...jangan Lo ngga bisa tapi Lo anteng aja latihan karate." Semprot Naka.

Lalu kini ia menunjuk Adit dan Nimas, yang meski aman-aman saja, tetap...wajah Naka terlihat keruh tak terbantahkan, macam air comberan di depan sekolah membuat keduanya tegang.

Ah, benar...mengenai gerakan jumsih, tentu saja Lutfi dan divisi Humas, Daffa serta Tegar turut kena sembur, sebab ia masih saja kena kritik pihak sekolah tentang penjadwalan yang tidak konsisten dan ketidakseriusan para siswa di gerakan ini.

"Lo mestinya bisa campurin anak-anak yang memang keliatannya rajin sama engga. Jangan kemakan omongan anak-anak yang request disatuin jadwal jumsihnya sama criclenya, yang ada mereka malah ngobrol, bukan kerja malah makin nyampah. Coba rombak lagi jadwal, kerjasama sama perangkat kelas kaya sie. Kebersihan. Masa gitu aja ngga bisa mikir?!" Naka menatap setiap pengurus OSIS seolah akan melahap para anggotanya itu.

Lalu, Chika...ia menyerahkan laporan keuangan, pemasukan dan pengeluaran OSIS.

"Ini yang bulan kemaren ngga disertakan juga, Chik? Sebagai pembanding? Mestinya udah kaya buku jurnal...kita bisa liat dan rekap semuanya, ngga selembar-selembar begini... Sertakan...tempel..." Naka menyerahkan kembali laporan keuangan pada Chika. Dan kini, apesnya bagian Pandu...

Terlalu sibuk stalking dan menggibahi Naka, ia sampai lupa menyerahkan jadwal rutin pengecekan atribut dan razia bersama pak Bowo pada Airani. Ia juga terlupa dengan rundown acara nanti yang akan dibawa sebagai bahan rapat bersama mpk, seharusnya sudah ia rapikan dan serahkan pada Airani atau Jeevika agar dibaca dan dipahami Naka.

"Gue ngga mau tau. Nanti siang beres?!" matanya menatap tajam seolah mengintimidasi.

"Beres Ka, gue usahain...gue sempet simpen file salinannya di laptop OSIS..." tunjuk Pandu ke arah meja samping Naka, "ntar gue cari sama kroscek lagi."

"Gue tunggu balik sekolah disini. Pertemuan gue cukupkan sekian...yang belum setor tugas kerjanya, kasih Jeevika, Airani atau Savero." Naka membawa serta lampiran proposal itu untuk dibawa dan bertemu dengan pak Bowo. Juga seluruh laporan bulanan mereka.

.

.

Sepeninggal Mainaka suasana tegang mulai terurai, Pandu bahkan sudah merebahkan dirinya, "gue kira Naka ngga akan minta sekarang, anjirrr. Ketinggalan sumpah, belum gue rapiin juga."

Savero tertawa, "lah, Lo sendiri yang sering bilang temen gue itu ketos galak, disiplin, modelan Fir'aun...masih aja Lo nyantai, bikin kesalahan..."

Chika berdecak, "Naka lagi kumat PMS nya ya, Ro? Kemaren justru anteng banget...laporan gue ada coretannya aja dia ngga ngambek. Sekarang gue kena semprot?"

"Jangankan lu, gue aja temennya tetep kena....ngga ngaruh kalo lagi mode begini, status ngga laku buat Naka..." Lutfi bersuara, tapi ia terlihat anteng, macam sudah biasa menghadapi Naka---justru saat ini ia mainan ponsel dan meminta Gistara sang wakil menghubungi sie kebersihan setiap kelas untuk bertemu dengannya.

"Lah gue kira Naka lagi ada masalah sama pacarnya makanya marah-marah sekarang, imbasnya sama anak-anak OSIS..." ujar Adit ikut bersuara, kini Airani yang mengernyit, "Naka, pacar? Siapa?"

Cika, Pandu dan Adit saling berpandangan.

Savero, dan Lutfi tertawa.

"Kasih bocoran dong Ro...siapa pacar Naka...kalii aja bisa kita ajak jadi anggota OSIS, jadi pawang Naka kalo kita ada buat salah..."

"Bukannya Lo sering pada stalkingin Naka ya?" kini Lutfi yang bertanya mencibir.

Pandu berdecak, sembari meraih laptop OSIS, "ngga tau gue...mentok di pembaruan postingannya sama cewek sambil benerin sepeda. Cewek Naka bocah ya?"

Savero menaikan alisnya, pasalnya ia pun tak begitu tau...mereka berteman, tapi ia tak sekepo itu memaksa Naka untuk bercerita setiap saat.

"Masa sih, Naka ada posting begitu?" tanya Lutfi terlihat kaget. Chika tertawa, "Lo temen apaan sih ngga tau temennya posting hal penting..."

Lutfi mengalihkan pada Ig milik Naka, "ya menurut gue ngga penting...gue kan taunya Naka sukanya cewek-cewek tipe Shanum."

Chika tersedak salivanya, Pandu melotot dibuat berhenti bernafas dan Adit, "an jing. Shanum temen gue?"

Savero mendorong kepala Lutfi yang bocor.

"Lah, num-num...ah masa sih, sumpah Lo ngga boong, ngga keliatan banget gelagat sukanya?!" Chika benar-benar dibuat terkejut mendapati kenyataan itu.

"Ya bisa aja, Shanum kan cantik...kalem, ngga doyan gosipan kaya lo bertiga."

"Tapi kayanya bakalan ditolak juga ngga sih sama Shanum?" Chika bicara pada Pandu.

"Temen gue itu... jangankan Naka, Arjuna aja dia cuekin..." angguk Adit. Savero mendengus, "sayang banget...padahal kalo Shanum bisa taklukin Naka, Lo semua punya pawangnya Naka."

Teman jahat memang, Chika, Adit dan Pandu saling pandang, lalu tertawa bersama, "jahat banget annjirr...gue ngga setega itu buat tumbalin temen sendiri."

"Lah, tumbal, dikira Naka siluman!" Tawa Lutfi.

"Lah, nada bicara Vero barusan begitu...ngarah kesitu."

"Ya kali aja Lo semua mau bantu, temen gue tuh...belum punya pawang..." Tunjuk Vero. Airani mendengus mendengar pembicaraan mereka tentang Naka, dan satu yang ia ketahui dari Vero---Lutfi, Naka suka Shanum?

"Kaya sendirinya udah ada aja..." cibir Chika.

.

.

.

.

1
bubble
ada bnr nya jg si omongan nya Shey 😁😁
bubble
aku di pihak Shey 😁😁😁
Attaya Zahro
ibarat makan,kemarin tinggal nyaplok Num tapi sekarang harus berjuang untuk mendapatkan yang mau dicaplok 🫢
susi_ambarsari
hangat & kompak sekali ya keluarga novel... real ada gk y yg spt ini
Daisy❤️HilVi
seberat rindumu pada shanum gak ka?
Farani Masykur
reflek protektifnya Naka ternotis kan om jd jgn sumbu pendek lebih bijaklah utk kedepannya
Yashlaura
dan dari sini lah baru tau ada menu makanan "sayur besan"
aku kira pas obrolan yg ada ucel di atas sayur besan itu sayur kiriman dr besannya icot si umi salwa atau bu ayu 😆😆😆😆
Anonymous
Ada sedikit perubahan sikap pak Septa pada Naka sedikit melunak 🙏
Bulan-⁶
lihat pak lihat tingkah naka emang sudah semengalir itu buat ngelindungi sha
Bulan-⁶
sadarnya telatttt,,, tau kah pak keputusan anda yang grusak grusuk itu menyakiti putri anda yang anda bilang paling anda jaga dan sayangi
Bulan-⁶
masalahnya si bapak yang menuntut sang menantu perfect karna sudah berasa menjaga anak gadisnya dengan baik,, padahal menjaga melindungi anak kan wajib sedang menuntut orang lain gak salah itu kan gak bisa dipaksa karna wajar orang lain khilaf dan patut dimaafkan selama alasannya masuk akal dan berjanji tidak mengulangi lagi dengan sungguh-sungguh
rheisha
dah lah liat perlakuan naka,sama putrinya sebegitunya,luluh pasti hati si om,di restuin lagi kan om ..
novel destiny
aduh manis banget anak orang 😍😍
Kh2103💙
Mulai luluh papanya shanum.... naka sebaik itu lho om.... kalo dia pernah salah, itu murni krn jiwa labilnya yg msh tinggi, namanya hg remaja iya kan...?🙏🙏🤭🤭
Nurs_tars
aih aih meleleh sampe luber hati adek
Shabrina Darsih
suiandeh sm cerita Novel ka Sinta. sst set Cerita nya
ka d tunggu kelanjutan verita anak2 KKN ka 🫢😀
Miko Celsy exs mika saja
naka siap lgsng gas ini lampu ijo smpe hitam sdh siap menyala...siapin seserahan yg byknya😂
ieda1195
klo misal naka naik mobil bak terbuka ngelindungin kepala shanum kek mana yaa?? barangkali bisa dibuat contoh 🙄
ieda1195: terimakasih kakak sudah menjawab dengan nada lemah lembut,
harusnya dengan nada senggol bacok sihh, sambil koprol klo perlu 🤭
total 10 replies
Iccha Risa
pada akhirnya ayahpun mengakui egoisnya, twntang harapan ayah ga salah ke Naka, udh sesayang itu ke Naka tapi ada salahnya Naka yg buat ayah kecewa maka ayah harus bertindak biar putri ayah bahagia.. buka hati lagi buat restu Sha dgn Naka
Miko Celsy exs mika saja
nah gt dong sha keluarin unek2nya,mumpung si mulut mercon bantuin ngomong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!