Wanita modern yang bertransmigrasi ke dalam sebuah novel kuno. Berjuang dari nol sampai akhirnya menjadi immortal, bagaimana kisahnya? Ikuti terus perjalanannya!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu
Langit sudah mulai menguning, menandakan senja sudah datang dan malam akan segera tiba. Di sebuah gedung pencakar langit, semua orang sibuk membersihkan meja kerja dan bersiap untuk kembali ke rumah masing-masing.
Di salah satu meja, ada seorang wanita yang sejak tadi masih sibuk membaca sebuah novel digital tanpa menghiraukan orang berlalu-lalang.
"Jessy, hari ini Pak Direktur traktir kita makan malam di resto depan loh. Lo ikut kan?." Ucap seorang wanita berkacamata dengan rambut bob.
"Eh Mil kayaknya gue ngga ikut, have fun yaa." Jawab Jessy tidak minat.
"Serius ngga ikut lagi? sekali-kali ikut aja kali bareng yang lain. Kita jadi ngga enak kalo lo selalu ngga ikut, lagian cuma sebentar kok." Bujuk Mila.
"Gue bener-bener ngga bisa, mungkin lain waktu gue bisa ikut. Sorry ya gue pulang duluan, byee Mila." Jessy buru-buru mematikan komputer dan merapihkan meja untuk segera pulang.
Mila hanya menghela nafas melihat Jessy yang kabur begitu saja. Seorang wanita berambut coklat mendekat dengan wajah sinis melirik ke arah kepergian Jessy.
"Lagian ngapain sih ngajak dia, udah tau dia itu aneh. Setiap hari cuma sibuk ngumpulin sastra kuno, curiga dia tadi nya pengen jadi ilmuwan tapi gagal. Saking obsesi nya sampe jadi gila begitu." Cibirnya.
Mila hanya tersenyum tipis, dia sedikit menyayangkan karena Jessy yang selalu terlihat sendiri dan menjauh dari teman satu devisi nya. Meskipun terkadang terlihat aneh, tapi Jessy itu baik dan sopan.
Di sisi Jessy, saat ini dia sedang duduk di dalam mobil sambil menghela nafas panjang. Sebenarnya dia tau banyak orang yang tidak menyukai sikapnya, tapi dia sulit untuk basa-basi apalagi ikut kumpul-kumpul tidak jelas sampai larut malam.
"Ya lagian kalo cuma makan-makan si gue mau ikut, mereka aja suka nyindir dan ngatain gue gila. Apa salah nya sih suka sama sastra kuno? emang ngerugiin mereka kalo gue punya ketertarikan di bidang ini?." Gerutu Jessy merasa kesal.
Jessy mengendarai mobil nya keluar dari parkiran kantor, pergi menuju apartemen miliknya. Sudah sejak SMA Jessy hidup sendiri di apartemen, itu karena keluarga nya sudah tercerai berai dan sibuk dengan keluarga baru mereka tanpa memikirkan Jessy.
Saat ini Jessy berusia 28 tahun, masih lajang dan belum pernah berpacaran sama sekali. Meski begitu dia suka membaca novel romansa fantasi, dia tau cara merayu laki-laki hanya saja dia belum menemukan tipe laki-laki idaman nya.
Sampai di apartemen Jessy langsung membersihkan diri dan menyiapkan makan malam. Keseharian nya memang sangat monoton, pergi kantor lalu pulang untuk istirahat sambil membaca novel digital yang sudah dirinya simpan.
"Novel ini harga nya mahal banget, kalo ngga bagus awas aja. Gue tertarik karena disini di tulis pake aksara Mandarin kuno, semoga aja ini kisah nyata turun-temurun. Atau bisa aja ini artefact ajaib yang bisa membuka portal menuju dunia fantasi." Gumam Jessy sangat excited.
Halaman demi halaman sudah terbaca, ekspresi Jessy terus berubah-ubah setiap halaman bab berlalu. Hingga akhirnya dia berteriak seperti orang gila, entah apa yang dirinya baca sampai membuatnya seperti itu.
"AAAAARRGGHHHHHHH."
"Brengsek ngga suka bangettt!! benci, benci. Ngga wort it, gue beli ini aja harus nabung dan ngurangin jatah makan siang selama satu minggu. Bisa-bisa nya isinya sampah kaya gini, MUAAKKK!!!!." Teriak Jessy frustasi.
hoshh..
hoshh..
Jessy menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan kekecewaan dalam diri nya. Meksipun dia berhasil menerjemahkan semua bahasa Mandarin kuno dalam buku ini, tetap saja dia masih kecewa karena isinya terlalu sampah untuk harga semahal itu.
sraakk
"Sampai mati pun ngga akan gue maafin, oke gue harus masuk ke dalam buku ini dan hancurin alur nya. Bakal gue acak-acak karya ga jelas ini, dasar author sampah." Jessy menatap tajam buku novel fisik yang pertama kali dirinya beli (biasanya beli novel digital).
Brukkk
"MASUKK!!!."
Brukkk
"DUNIA FANTASI!!."
"PORTAL DIMENSI!!."
"SIHIR TELEPORT!!!."
Seperti orang gila Jessy memukul kan buku ke kepalanya sambil berteriak, dia berharap bisa masuk ke dalam buku secara magic seperti komik fantasi.
"Aarrgghhhhhhhh kok ngga bisa sih!! oh tadi ada tulisan mantra di akhir bab. Jangan-jangan itu kunci nya?." Dengan frustasi Jessy membuka halaman terakhir dalam buku.
srakk
sraakk
"HAHAHAHAHAHAHAH, ini dia mantra nya. Lihat aja, gue pasti bakal masuk ke dalam buku itu dan acak-acak cerita sampah lo ini sialan." Jessy tertawa seperti orang gila.
"Atas nama langit dan keagungan bumi menghadap sang surya matahari nan agung. Aku Jessy Pitarossa menjelma sebagai roh utusan Dewa, membawa dunia ke dalam perdamaian sebagai reinkarnasi masa depan yang jauh. Dengan kekuatan para roh dan kehebatan sihir, aku akan datang sebagai harapan bagi semua umat manusia."
...
...
kriikk..krikk..krikk..
Sunyi, tidak terjadi apapun. Jessy terduduk lesu, dengan kasar melempar buku ke ujung Sofa dan menangis sedih dengan kekanakan.
"Sialan, bodoamat lah." Jessy yang sudah lelah bekerja seharian, menangis sampai tertidur diatas sofa apartemen nya.
Di suatu tempat yang jauh, di sebuah hutan dengan pepohonan yang sangat tinggi dan rindang. Burung berkicau merdu bersamaan dengan turun nya sinar matahari dan embun yang sejuk.
Sesosok manusia tergeletak lemas di ujung tebing curam, tubuhnya tersangkut tanaman rambat dengan dar*h mengering di pakaian kusut nya.
"Ugh... pusing." Gumam nya lirih.
"Aduh ini dimana kok dingin banget, gue lupa matiin AC sampe masuk angin ya." Gumamnya lagi.
"Bau apa sih? bau amis banget___ AAKKKKKKHHHHHHHHHHHHH
Setelah membuka mata dengan benar, manusia itu berteriak nyaring. Suaranya melengking seperti perempuan, entah apa yang terjadi sampai dia berada di tebing curam seperti ini.
hoshh..
hoshh..
"I-ini mimpi kan? gue inget ketiduran di sofa masa tiba-tiba bangun di tebing begini? ini gue kalo gerak bakal mati kan? gue harus gimana?." Gumam nya ketakutan.
"Bentar, kalo mimpi mending terjun aja ngga sih? kan kalo kaget nanti bakal bangun." Ujar nya berpikir secara logika.
"Bener kan, ngga bakalan sakit orang cuma mim___ akhhh.. s-sakit?." Wanita itu terdiam saat merasakan sakit pada luka di tangan dan kepala nya.
"N-ngga mungkin, ini nyata? gue... transmigrasi?! atau jangan-jangan gue di culik dan di buang diem-diem waktu tidur?. Tapi emang ada tempat kaya gini di dunia? rindang banget tanpa polusi." Ucapan nya berpikir.
Benar, wanita yang tergantung di tebing curam saat ini adalah Jessy Pitarossa. Entah bagaimana cara nya dia berhasil transmigrasi namun pendaratan nya cukup ekstrem sekali.
Setelah syok sebentar, akhirnya Jessy berhasil menenangkan diri. Berpikir dengan kepala dingin bagaimana cara nya naik ke atas, meskipun dia saat ini ketakutan dan merinding melihat ketinggian di bawahnya. Dia berusaha tetap tenang dan percaya, dia akan selamat jika tidak menyerah di sini.
"Tenang-tenang... ayo pikirkan secara logika." Batin Jessy ketar-ketir.