Bab.3

rose yang telah selesai mandi langsung bergegas menuju ke ruangan gaun gaun kecil nya itu. Disana tertata rapi, berbagai gaun gaun indah, dan gaun gaun besar untuk nya saat remaja nantinya.

 "Aku mau gaun nya, jangan yang terlalu berat bibi, dan yang terlihat sederhana saja." ucap rose dengan tegasnya.

 bibi Anti yang mendengar, ucapan nona kecil nya, langsung merasa bingung, sekaligus merasa heran. Nona kecil nya itu, suka sekali warna warna yang mencolok. Tapi kenapa sekarang berubah. Apa orang yang kehilangan ingatan akan berubah drastis seperti ini.

"Nona, bagaimana dengan gaun ini?" tanya bibi anti yang membawa dua gaun berwarna abu abu dengan bordir yang terlihat lebih sederhana.

Rose yang melihat baju baju itu, merasa sedikit kesal. kenapa disini harus menggunakan gaun, dia kan suka memakai celana dibandingkan gaun.

"Bibi, aku mau yang berwarna abu abu saja." ucap rose menjatuhkan pilihan nya kepada gaun yang terlihat lebih sederhana, dan tak seberat gaun gaun lainnya.

 Setelah selesai bersiap, dia pun menatap dirinya ke depan cermin bundar itu, dengan tatapan tajam dan langsung tersenyum kecil.

"nona kecil sangat cantik sekali." puji bibi anti dengan tatapan berbinar melihat gaya baru nona muda nya. Ini pertama kalinya, nona kecil nya memakai riasan yang sangat tipis, dan tak setebal biasa nya.

"Aku memang cantik bibi anti. baiklah, mari kita keluar dan lihat kehidupan sehari-hari disini." ucap nya dengan kepercayaan diri yang tinggi.

Saat dia hendak membuka pintu kamar nya, bibi pelayan nya langsung menghentikan langkah nya itu.

"Nona kecil....tunggu dulu!" ucap bibi anti yang terlihat ragu untuk menjelaskan nya. Sebab nona kecil nya pasti lupa akan hukuman dari sang kaisar terhadap nya sebelum ini.

"Bibi Anti, ada apa. Aku sudah lapar. ayo kita ke meja makan, ayo bibi." desak nya dengan wajah yang heran.

"Nona kecil, hum,, sebenarnya nona tak boleh bergabung di jamuan makan siang, kerajaan. sebab kaisar melarang nona kecil dan menghukum nona, untuk membuat ulah kepada putri Felicia." ucap bibi anti yang menjelaskan.

"Apa!" pekik nya dengan tatapan melongo sambil melotot kaget.

 "Bibi, boleh tolong jelaskan apa yang terjadi sebelum aku pingsan berhari hari?" ucap rose yang merasa heran dengan kejadian yang menimpa nya itu.

"Sebenarnya nona kecil dan putri Felicia tengah berdebat saat itu.

Flashback....

"Wah, ada anak selir agung yang sok berkuasa disini. Padahal statusnya begitu rendahan." cibir putri Felicia kepada rose yang tengah duduk bersama dengan pelayan setia nya.

"Untuk apa kau kesini?" ucap rose dengan tatapan tajam nya.

 "Kasihan yang ga pernah diakui oleh orang orang istana. Tapi meminta belas kasihan dari ayahanda. Anak dan ibu sama sama rendahan." ucap Felicia dengan tatapan sinis nya. Pelayan setia Felicia juga mendukung perlakuan dari sang putri. Sebab mereka lah yang suka memanas manasin kedua nya, saat bersitegang.

 "Dengar putri Felicia, jangan menyebut ibu ku rendahan!" teriak nya dengan mata tajam, dan tangan yang mengepal.

 "Hei, dasar anak selir sialan, jangan meneriaki sang putri kerajaan. Kau harus dihukum". ucap pelayan setia sang putri dengan tatapan menyalang.

"Aku tidak bersalah, kalian jahat! kalian jahat." teriak rose dengan air mata yang bercucuran.

Dia begitu sedih saat ibunya dihina, dan dicaci maki seperti ini.

Anti yang mendengar perdebatan kedua anak sang kaisar ini, langsung berusaha menarik pelan tangan rose, agar tak kehilangan kendali.

"Lepas anti, aku akan menghajar nya. Dia berani sekali menghina ibuku."

"Lady, kumohon, Jangan bertindak kasar. lady akan dihukum oleh kaisar nanti nya." ucap anti yang tak ingin, nona muda nya terpancing emosi, dan lepas kendali.

putri Felicia yang melihat wajah gadis itu, langsung membenci nya. dia tak menyukai anak selir yang satu ini. Gara gara selir agung, ayah nya harus menikahi selir gila yang mencoba merebut posisi ibu nya sebagai ratu. Tentu saja dia sebagai anaknya, tak ingin posisi ibunya di geser oleh anak dari gundik rendahan ini.

"bibi hajar dia untuk ku, dia berani sekali melawan ku." ucap putri Felicia kepada para pelayan nya itu.

"Baik putri Felicia." ucap mereka yang menyeringai melihat wajah anti dan lady rose ketakutan.

Sebenarnya rose yang asli begitu lemah, dan mudah ditindas, oleh sebab itu putri Felicia gampang membuat nya marah dan emosi hanya sedikit bumbu saja, maka rencana nya untuk mempermalukan lady rose berjalan dengan lancar.

Putri Felicia ini, memiliki sifat yang manipulatif dan ambisi. Apapun yang dia inginkan harus dituruti, termasuk menyingkirkan gundik dan anak haram ayah nya itu.

 Di jaman ini, kaisar diperbolehkan mengambil selir selir muda, dan ada beberapa selir yang tinggal di istana haram saat ini. Tapi belum memiliki anak. hanya selir agung atau selir marry yang memiliki anak dari sang kaisar. Itulah sebab nya, selir marry di musuhi oleh orang orang istana, terutama para selir yang begitu iri dengan nasib nya.

 dengan senang hati, para pelayannya sang putri itu, menarik tangan rose begitu keras, dan memukul nya cukup kuat.

"Bugh....bugh...argh..."

Rose tak sempat mengelak, karena tangan nya dipegang oleh kedua pelayan putri itu.

Dan tak lama, kasim setia sang kaisar yang sedang berjalan menuju ke ruangan kerja kaisar. Merasa kaget melihat perdebatan anak anak dari sang kaisar ini.

"Hei....hentikan." ucap nya dengan bergegas menuju kearah mereka.

"Kasim song." gumam putri Felicia yang langsung berpura pura kesakitan, dan wajah nya langsung menangis tersedu seduh.

"Putri, apa yang terjadi, dan kenapa para pelayan mu itu,. Memukuli lady rose?"

"Dia yang telah menganggu kami Kasim. Dia telah memukul ku terlebih dahulu, dan pelayan ku hanya membalas perbuatan nya itu." ucap putri Felicia yang memainkan akting nya dengan sangat baik.

"Tidak....dia berbohong, Kasim song, aku dipukul oleh pelayan rendahan itu, dan dia yang mulai dulu karena telah menghina ibu ku."

"Kasim song, kau pasti tak percaya dengan gadis itu kan. Dia selalu berbuat ulah selama ini. Aku akan bilang ke ayahanda agar dia dihukum, agar jera."

wajah rose memandang mereka dengan penuh kebencian, dari dulu memang dia tak pernah dibela, bahkan orang orang tak ada yang percaya dengan nya. Termasuk ibu nya sendiri.

Anti yang mendengar ucapan sang putri, dan menuduh nona kecil nya, merasa begitu sedih. Dan dia adalah saksi bahwa putri Felicia terlebih dahulu, yang mencari gara gara kepada lady rose.

 "Baiklah, kalian semua harus menghadap ke pada sang yang mulia kaisar." ucap Kasim song yang memutuskan.

Setelah perdebatan berakhir, tetap saja putri Felicia menang dan rose lah yang dihukum oleh ayahanda nya, untuk tak menghadiri jamuan makan siang maupun malam di istana. Dia hanya diperbolehkan keluar saat kepentingan mendesak saja, dan itu membuat lady rose lagi lagi kecewa dengan tindakan ayah nya itu.

"Jangan mencari gara gara lagi lady rose, atau kau akan menjalani pengasingan." ucap sang kaisar dengan tatapan tajam dan membuat lady rose menatap nya dengan pandangan yang kosong.

"setelah itu, barulah nona kecil tak sadarkan diri, dan selama tiga harian ini, nona tak menunjukkan tanda tanda untuk siuman." ucap bibi anti yang telah menjelaskan seluruh kejadian nya.

Terpopuler

Comments

kaylla salsabella

kaylla salsabella

lady rose sudah meninggal

2025-08-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!