"Woi Denada, ayo kita ngopi bareng cuy, dah lama ga ngopi. sok sibuk bener dah lu den." oceh sahabat karib nya, alias besti seperjuangan nya bernama anti.
"Sorry cuy, gue memang sibuk. mikir skripsi yang tak kunjung usai, dan dosen nya yang tiap hari ngilang Mulu, kayak kabar doi, yang selalu ngilang, tanpa kepastian." ucap Denada dengan lebay nya.
Memang kedua kunyuk itu, kalau ketemu pasti ada aja ulah nya, apalagi Denada yang memang anak nya ga bisa diam sehari aja, udah kayak ulat nangka, yang suka uget uget di pohon. Oke lanjut...
"Hahah, kasihan banget sohib gue. dapat dosen gaib Mulu, liat ni, anak Sholeh. Dapat nya baik, dan dipermudah. Ga kayak situ, yang harus ngejar ngejar dosen nya hahaha." ejek anti kepada sohib setia nya.
"Kurang ajar si kunyuk, eh centong nasi, gausah senang dulu. mentang mentang udah di ACC. Liat aja nanti gue kalau dosen nya udah acc, joget pargoy di depan umum." celetuk nya dengan raut wajah yang penuh kekesalan.
"hahaha, gue tunggu neng, joget pargoy, sambil live yak. Udah ah, gue mau ke cafe dulu, mau ngasih makan Instagram, biar kayak orang orang." ucap nya sambil mengibaskan rambut badai cetar nya itu, dan berjalan berlenggak lenggok.
Denada yang mendengar celetukan sohib nya Udah ga perduli, dia melanjutkan perjalanan nya, menuju ke rumah. Dia merasa lelah, dan ingin segera rebahan di rumah
"Enakan tidur di rumah, bisa bobok cantik, dan ga panas panasan. Udah ah, princess pulang dulu, eh lupa gue ga pakek motor ya, kalau gitu gue pesan gojek aja ah, biar cepat cepat rebahan." gumam nya sambil mengotak Ngatik ponsel nya itu.
Setelah menunggu selama 20 menitan, barulah kang gojek nya datang, dengan membawa dua helm. Untung saja si mamang pengertian dan tau bahwa dia tak membawa helm. jadi tanpa berbasa-basi, lagi. Dia langsung menyuruh si mamang berangkat, agar cepat cepat kembali ke rumah.
kebetulan saat dijalan, hujan mengguyur kota Jakarta. Sehingga bajunya Denada basah kuyup, dan dia berusaha menutupi tas nya agar tak kebasahan. Sebab disana ada berkas berkas yang penting, sekaligus skripsi nya.
"Pak, kita berhenti aja dulu. Hujan nya deras banget." teriak nya dengan wajah penuh air hujan.
"Ga bisa neng, udah nanggung. Bapak ga mau kerja setengah setengah, ga baik neng. Pamali nanti nya.
"Yaelah pak, masih jaman percaya begituan. Udah jaman canggih loh ini, saya juga minta bapak berhenti, karena hujan nya makin deras. nanti bapak sakit lagi." teriak nya lagi, karena kalau suara nya pelan, maka si mamang nya ga kedengaran.
"Gpp neng, saya udah makan kok." ucap si bapak yang tak nyambung.
Denada hampir saja emosi jiwa dan raga, untung saja dia orangnya sabar dan tetap anggunly. Kalau ga, udah dia smackdown dari belakang tadi.
Eits, jangan salah, Denada gini gini pemegang sabuk hitam taekwondo. Banyak yang takut dengan gadis itu, karena kepribadiannya yang dingin, dan ceplas ceplos. yang tahan banting kan, cuman si anti. Si cerewet yang hampir sama dengan nya, gadis yang suka di luar nurul dan suka sekali dengan permen coklat.
Kalau Denada bilang si, gadis permen. Karena tiap hari si anti selalu bawa permen, katanya buat amunisi agar tak lemas. Aneh tapi nyata, itulah sohib nya. Oke lanjut...
Di saat perjalanan yang semakin deras nya, tiba tiba si mamang gojek kehilangan keseimbangan nya, dan tiba tiba dia kehilangan kendali, dan menabrak sebuah pohon di pinggir jalan, yang kebetulan sekali, pohon itu cukup besar, dan membuat Denada yang berada di belakang nya terpental ke tengah.
"Brugh......argh....jerit Denada yang kesakitan, dan terpental dari jarak si mamang.
Denada yang berusaha untuk bangkit, tak tau bahwa sebuah mobil melaju kencang ke arah nya dengan klakson yang menyala.
Tanpa ada yang tau, bahwa mobil truk sampah alias mobil truk yang mengangkut sampah lewat di tengah, sehingga membuat beberapa pengendara berteriak histeris.
"Tin....tin.... Brughk.....
Denada terlindas mobil truk dan tubuhnya hancur lebur. mamang gojek nya sampai terpaku, dan tertegun saat melihat penumpang nya, meninggal dunia di tempat.
polisi langsung mengevakuasi TKP korban, dan menghubungi keluarga korban.
Anti yang mendengar tentang sohib nya, langsung berlari menuju ke rumah sakit, dan menangis tersedu seduh di kamar Mayat.
Ya setelah itu, jenazah Denada di bawak ke rumah sakit untuk di periksa lebih lanjut.
Anti begitu terpukul, saat sohib nya meninggal dunia, dan merasa begitu bersalah karena tak memaksa Denada untuk ikut bersama nya tadi. Kalau tidak, kejadian nya tak akan seperti ini.
"Denada..... hiks.....kenapa Lo ninggalin gue kunyuk, Lo belom joget pargoy sambil live. Gue ga terima....hiks.....Dena." ucap nya dengan penuh air mata kesedihan.
Denada sahabat karib nya, telah tiada dan saat ini tinggal kenangan kenangan terindah saja. Setiap orang pasti akan merasakan kehilangan dari orang orang terdekat nya.
Hari itu, adalah hari duka bagi anti, karena melihat sahabat karib nya telah tiada dengan tubuh yang hampir sebagian hancur terlindas mobil truk.
...***....
"Engh .......
"Lady rose, akhirnya anda sadar." pekik pelayan setia nya yang begitu senang, sekaligus merasa kasihan melihat lady rose yang dikucilkan di istana ini.
"A_Ir.....gumam nya sambil berusaha bangkit dari tempat tidur.
"jangan bergerak dulu lady, saya akan memanggil tabib Surya kesini." ucap anti dengan nada tergesa gesa.
Anti merupakan pelayan setia nya rose di istana ini. walaupun sifat rose terkenal buruk,dan suka membuat ulah, tapi anti tetap setia kepada nya. Karena menurut pandangan anti, rose ini hanya memerlukan kasih sayang yang baik, oleh sang kaisar dan juga selir marry orang tua kandung rose.
"Tabib, kenapa tabib. Dan kenapa ini rasanya aneh sekali. aku ini, lagi dimana sih?" gumam nya dengan tatapan berkaca-kaca memandang keseluruhan tempat, yang begitu asing sekaligus aneh baginya.
Rose merupakan anak dari seorang selir yang dijuluki sebagai selir gila, oleh para kaum bangsawan. bagaimana tidak, sifat nya marry yang begitu terobsesi oleh sang kaisar istana, dan mencoba dan berusaha menyingkirkan sang permaisuri dari kerajaan, secara terang terangan.
Selir marry juga memiliki ambisi yang kuat, untuk naik ke tahta kerajaan. demi hidup lebih baik, apapun akan dia lakukan untuk menjadi pendamping nomor satu di negeri ini.
Marry juga sering melampiaskan amarahnya kepada rose, dan berharap kaisar akan simpati kepada kedua nya, tapi lagi lagi, marry harus menelan kekecewaan yang pahit, dan bahkan kaisar tak begitu peduli kepada nya dan juga putri nya itu.
Marry juga dijuluki sebagai selir agung, karena pernah menjadi penyelamat bagi sang kaisar saat itu. Jadinya gelar seorang agung, masih tertera di istana, dan di nama nya itu.
Setelah memanggil tabib istana, pelayan setia rose tetap berdiri dengan pandangan cemas, dan berusaha menyakinkan dirinya bahwa lady rose akan baik baik saja.
Tabib Surya menghela nafas nya, dan menyampaikan bahwa kondisi lady rose tak baik baik saja.
"Saat ini, lady rose harus beristirahat ekstra. Dan kemungkinan ingatan nya hilang sebagian. Dan detak nadi nya sedikit melemah."
Anti yang mendengar nya ikut merasakan kesedihan dari ucapan sang tabib. kasihan lady rose yang begitu malang.
"Terima kasih tabib, saya akan mengantarkan anda ke luar."
"Tidak perlu, sebaiknya kau menunggu lady rose saja Disini. Dan pastikan obat nya habis diminum."
"Baiklah.tabib, terima kasih atas bantuan mu ini." ucap anti dengan nada penuh hormat.
Setelah tabib keluar, Denada, atau yang sekarang menjadi rose merasakan tubuhnya mengalir ingatan ingatan yang jelas, tentang sang pemilik tubuh yang asli.
Keringat nya jatuh bercucuran, dan tatapan nya langsung berubah gelisah. Anti yang melihat nya, langsung merasa panik dan mencoba memanggil nama nona nya itu.
"Lady, tolong katakan apa yang terjadi, lady rose?"
"Argh.....sakit sekali." gumam nya dengan wajah cemas, dan air mata yang mengalir.
Setelah beberapa menit, mengalami perubahan dalam tubuh nya, yang tadinya lemah, dan begitu kesakitan, kini telah baik baik saja. Dan memandang wajah anti dengan tatapan yang rumit.
"Lady, tolong katakan. Apakah kau baik baik saja, apakah aku harus mencari tabib Surya lagi. Tolong lady, jangan diam saja. Apakah ada yang sakit?"
"Aku baik baik saja. Tolong berikan aku minum." ucap rose dengan tatapan datar nya.
"Gluk....gluk...gluk.. setelah air nya habis, barulah dia bernafas lega dan merasa sedikit bertenaga. karena jujur saja, rasanya sangat berbeda setelah bertransmigrasi ke tubuh anak selir kejam itu.
"Siapa nama mu?" tanya rose dengan meneliti penampilan anti dari atas ke bawah. sekaligus menilai apakah orang ini baik kepada nya, atau tidak.
Glek....
Anti yang ditatap begitu tajam, langsung menelan Saliva nya dalam dalam, apakah dia akan di pukul, atau dihukum lagi oleh nona nya. Dia benar benar ketakutan saat ini.
"Lady, tolong jangan hukum saya. tolong jangan pukul saya lady." ucap nya dengan raut wajah ketakutan
"Heh?" gumam nya dengan kaget, melihat respon pelayan itu.
"Kenapa kau ketakutan, apakah aku bersikap seburuk itu" ucap rose dengan tatapan bingung nya. jujur saja, kilatan ingatan yang masuk di dalam pikiran nya, masih terlihat samar. Dan dia hanya tau sebagain saja.
"Tidak, anda tak buruk lady. anda hanya kesal dengan sikap sikap mereka. Jadi anda tak perlu berkecil hati, dan merasa emosi."
"Baiklah baiklah, aku sedikit paham sekarang. Jadi siapa nama mu?" tanya nya ulang dengan penuh penegasan.
"Nama saya adalah anti. Saya adalah pelayan setia lady rose."
"Apa!" pekik nya dengan kaget, dan mata melotot
"Lady, ada apa. Kenapa respon lady seolah tak mengenal hamba?" ucap pelayan itu dengan tatapan kaku nya.
"Kenapa dia malah mirip sohib gue, si anti. Woi lah jauh jauh transmigrasi, malah jumpa anti yang Laen." gumam nya sambil terkekeh kecil. Tapi dia suka dengan gadis di depan nya, sangat polos sekali.
"Eh, tidak tidak. baiklah anti, mulai sekarang gue, eh aku aku berubah. Bukan lagi rose yang bertindak semena-mena, dan hanya ada rose yang baik hati, dan tidak sombong." ucap nya sambil terkekeh geli.
Anti yang merasa perubahan lady nya merasa bingung, sekaligus merasa heran. Lady rose yang terkenal kaku dan bersifat datar, sekarang terlihat berbeda. apakah lady nya benar benar sakit hati, karena tak mendapatkan kasih sayang dari sang kaisar.
Usia rose saat ini adalah sekitar 10 tahunan. Jadi masih sangat kecil, dan sudah mengalami kepahitan dikucilkan, dan dihina habis habisan oleh anak sang permaisuri kerajaan. Tak heran bila sikap rose suka memberontak, sebab perlakuan kaisar benar benar berbeda dan begitu pilih kasih terhadap nya.
"Lady, apakah lady butuh sesuatu?" tanya anti yang berdiam diri dari tadi, melihat sang nona nya melamun.
"Anti, apakah aku pernah memukul mu, atau pernah menyakiti mu?" ucap nya dengan suara tulus dan lembut.
"Sialan, gue kembali jdi anak anak. Apes banget. Mana jadi anak selir lagi. huft, nasib gue gini banget. Dan suara gue kayak tikus kejepit lagi. Dahlah, semangat Denada, eh rose Lo pasti bisa menjalankan hidup di jaman kuno ini." ucap nya dengan nada penuh semangat, tak sabar menjelajahi seluruh wilayah nymeria.
Anti yang ditanyai seperti itu, langsung merasa sendu, dan merasa sedikit kaget melihat nona muda nya bertanya tentang perilaku nya selama ini.
"lady, anda tak perlu merasa bersalah. Hamba memang pantas menerima nya. jadi lady tak perlu merasa sungkan seperti ini. Hamba yakin, ingatan lady juga akan kembali secepatnya."
" bibi Anti, maafkan aku ya. dan semua perlakuan ku, selama ini. dan tolong jangan memanggil lady lagi. panggil saja nona kecil. Karena aku memang masih kecil." gumam nya yang terlihat kesal dengan transmigrasi menjadi bocil pula.
"Lady, tapi_
"Tak apa apa bibi anti, sekarang bibi adalah sohib ku. Jadi aku akan memanggil bibi mulai sekarang. Oh ya, dimana selir, eh maksud nya ibu ku?'
"Ibu nona kecil saat ini, sedang sibuk mengurus upacara kedewasaan nya pangeran pertama."
"Apa! kenapa ibu ku harus repot repot mengurus nya, bukan kah dia memiliki permaisuri?' yah dimaksud oleh rose adalah pangeran pertama memiliki seorang ibu dari permaisuri. dan kenapa harus ibu nya yang mengurus pesta kedewasaan nya. Ibu nya kan hanya seorang selir, apa jangan jangan ada niat dari orang orang yang tak suka dengan ibunya itu. Huft, dasar selir gila, terlalu ikut campur dalam permasalahan di istana ini.
"ini atas perintah permaisuri nona kecil, permaisuri Elli meminta selir agung mengurus seluruh pesta pangeran pertama. Dan sang kaisar menyetujui nya. selir agung juga tak bisa menolak titah sang kaisar." ucap anti yang menjelaskan sedikit yang dia tau, kepada nona kcil nya itu.
Walaupun anti merasa aneh, dan heran melihat lady rose, yang dulu nya tak Suka dipanggil nona, dan sekarang malah meminta dipanggil nona, membuat anti merasa senang, sebab perlahan lady rose mau berubah menjadi lebih baik. Dan tak sekasar dulu lagi. Ini adalah awal yang bagus untuk nona kecil nya, dan tak mengharapkan orang orang yang telah menghina nya selama ini.
" bibi Anti, tolong bantu aku ke toilet, karena ingin membersihkan diri terlebih dahulu. Sebab rasanya sangat lengket dan aku merasa tak nyaman dengan gaun ini." ucap rose kepada pelayan setia nya.
"Baik nona kecil. Sini biar saya bantu."
"Tak perlu bibi anti, aku bisa sendiri. Dan tolong bantu buka kan saja gaun berat ini."
Dengan cekatan bibi anti membantu nya membuka gaun yang cukup berat itu, dia bernafas lega. Dan langsung berendam di air hangat yang berisi wangi wangian disana.
"Enak juga jadi orang kaya di jaman ini, ya walaupun seorang anak selir, tapi fasilitas nya masih tetap wort it di gunakan." ucap nya sambil menggosok gosokan punggung, serta kulit nya yang sebening susu itu.
rose yang telah selesai mandi langsung bergegas menuju ke ruangan gaun gaun kecil nya itu. Disana tertata rapi, berbagai gaun gaun indah, dan gaun gaun besar untuk nya saat remaja nantinya.
"Aku mau gaun nya, jangan yang terlalu berat bibi, dan yang terlihat sederhana saja." ucap rose dengan tegasnya.
bibi Anti yang mendengar, ucapan nona kecil nya, langsung merasa bingung, sekaligus merasa heran. Nona kecil nya itu, suka sekali warna warna yang mencolok. Tapi kenapa sekarang berubah. Apa orang yang kehilangan ingatan akan berubah drastis seperti ini.
"Nona, bagaimana dengan gaun ini?" tanya bibi anti yang membawa dua gaun berwarna abu abu dengan bordir yang terlihat lebih sederhana.
Rose yang melihat baju baju itu, merasa sedikit kesal. kenapa disini harus menggunakan gaun, dia kan suka memakai celana dibandingkan gaun.
"Bibi, aku mau yang berwarna abu abu saja." ucap rose menjatuhkan pilihan nya kepada gaun yang terlihat lebih sederhana, dan tak seberat gaun gaun lainnya.
Setelah selesai bersiap, dia pun menatap dirinya ke depan cermin bundar itu, dengan tatapan tajam dan langsung tersenyum kecil.
"nona kecil sangat cantik sekali." puji bibi anti dengan tatapan berbinar melihat gaya baru nona muda nya. Ini pertama kalinya, nona kecil nya memakai riasan yang sangat tipis, dan tak setebal biasa nya.
"Aku memang cantik bibi anti. baiklah, mari kita keluar dan lihat kehidupan sehari-hari disini." ucap nya dengan kepercayaan diri yang tinggi.
Saat dia hendak membuka pintu kamar nya, bibi pelayan nya langsung menghentikan langkah nya itu.
"Nona kecil....tunggu dulu!" ucap bibi anti yang terlihat ragu untuk menjelaskan nya. Sebab nona kecil nya pasti lupa akan hukuman dari sang kaisar terhadap nya sebelum ini.
"Bibi Anti, ada apa. Aku sudah lapar. ayo kita ke meja makan, ayo bibi." desak nya dengan wajah yang heran.
"Nona kecil, hum,, sebenarnya nona tak boleh bergabung di jamuan makan siang, kerajaan. sebab kaisar melarang nona kecil dan menghukum nona, untuk membuat ulah kepada putri Felicia." ucap bibi anti yang menjelaskan.
"Apa!" pekik nya dengan tatapan melongo sambil melotot kaget.
"Bibi, boleh tolong jelaskan apa yang terjadi sebelum aku pingsan berhari hari?" ucap rose yang merasa heran dengan kejadian yang menimpa nya itu.
"Sebenarnya nona kecil dan putri Felicia tengah berdebat saat itu.
Flashback....
"Wah, ada anak selir agung yang sok berkuasa disini. Padahal statusnya begitu rendahan." cibir putri Felicia kepada rose yang tengah duduk bersama dengan pelayan setia nya.
"Untuk apa kau kesini?" ucap rose dengan tatapan tajam nya.
"Kasihan yang ga pernah diakui oleh orang orang istana. Tapi meminta belas kasihan dari ayahanda. Anak dan ibu sama sama rendahan." ucap Felicia dengan tatapan sinis nya. Pelayan setia Felicia juga mendukung perlakuan dari sang putri. Sebab mereka lah yang suka memanas manasin kedua nya, saat bersitegang.
"Dengar putri Felicia, jangan menyebut ibu ku rendahan!" teriak nya dengan mata tajam, dan tangan yang mengepal.
"Hei, dasar anak selir sialan, jangan meneriaki sang putri kerajaan. Kau harus dihukum". ucap pelayan setia sang putri dengan tatapan menyalang.
"Aku tidak bersalah, kalian jahat! kalian jahat." teriak rose dengan air mata yang bercucuran.
Dia begitu sedih saat ibunya dihina, dan dicaci maki seperti ini.
Anti yang mendengar perdebatan kedua anak sang kaisar ini, langsung berusaha menarik pelan tangan rose, agar tak kehilangan kendali.
"Lepas anti, aku akan menghajar nya. Dia berani sekali menghina ibuku."
"Lady, kumohon, Jangan bertindak kasar. lady akan dihukum oleh kaisar nanti nya." ucap anti yang tak ingin, nona muda nya terpancing emosi, dan lepas kendali.
putri Felicia yang melihat wajah gadis itu, langsung membenci nya. dia tak menyukai anak selir yang satu ini. Gara gara selir agung, ayah nya harus menikahi selir gila yang mencoba merebut posisi ibu nya sebagai ratu. Tentu saja dia sebagai anaknya, tak ingin posisi ibunya di geser oleh anak dari gundik rendahan ini.
"bibi hajar dia untuk ku, dia berani sekali melawan ku." ucap putri Felicia kepada para pelayan nya itu.
"Baik putri Felicia." ucap mereka yang menyeringai melihat wajah anti dan lady rose ketakutan.
Sebenarnya rose yang asli begitu lemah, dan mudah ditindas, oleh sebab itu putri Felicia gampang membuat nya marah dan emosi hanya sedikit bumbu saja, maka rencana nya untuk mempermalukan lady rose berjalan dengan lancar.
Putri Felicia ini, memiliki sifat yang manipulatif dan ambisi. Apapun yang dia inginkan harus dituruti, termasuk menyingkirkan gundik dan anak haram ayah nya itu.
Di jaman ini, kaisar diperbolehkan mengambil selir selir muda, dan ada beberapa selir yang tinggal di istana haram saat ini. Tapi belum memiliki anak. hanya selir agung atau selir marry yang memiliki anak dari sang kaisar. Itulah sebab nya, selir marry di musuhi oleh orang orang istana, terutama para selir yang begitu iri dengan nasib nya.
dengan senang hati, para pelayannya sang putri itu, menarik tangan rose begitu keras, dan memukul nya cukup kuat.
"Bugh....bugh...argh..."
Rose tak sempat mengelak, karena tangan nya dipegang oleh kedua pelayan putri itu.
Dan tak lama, kasim setia sang kaisar yang sedang berjalan menuju ke ruangan kerja kaisar. Merasa kaget melihat perdebatan anak anak dari sang kaisar ini.
"Hei....hentikan." ucap nya dengan bergegas menuju kearah mereka.
"Kasim song." gumam putri Felicia yang langsung berpura pura kesakitan, dan wajah nya langsung menangis tersedu seduh.
"Putri, apa yang terjadi, dan kenapa para pelayan mu itu,. Memukuli lady rose?"
"Dia yang telah menganggu kami Kasim. Dia telah memukul ku terlebih dahulu, dan pelayan ku hanya membalas perbuatan nya itu." ucap putri Felicia yang memainkan akting nya dengan sangat baik.
"Tidak....dia berbohong, Kasim song, aku dipukul oleh pelayan rendahan itu, dan dia yang mulai dulu karena telah menghina ibu ku."
"Kasim song, kau pasti tak percaya dengan gadis itu kan. Dia selalu berbuat ulah selama ini. Aku akan bilang ke ayahanda agar dia dihukum, agar jera."
wajah rose memandang mereka dengan penuh kebencian, dari dulu memang dia tak pernah dibela, bahkan orang orang tak ada yang percaya dengan nya. Termasuk ibu nya sendiri.
Anti yang mendengar ucapan sang putri, dan menuduh nona kecil nya, merasa begitu sedih. Dan dia adalah saksi bahwa putri Felicia terlebih dahulu, yang mencari gara gara kepada lady rose.
"Baiklah, kalian semua harus menghadap ke pada sang yang mulia kaisar." ucap Kasim song yang memutuskan.
Setelah perdebatan berakhir, tetap saja putri Felicia menang dan rose lah yang dihukum oleh ayahanda nya, untuk tak menghadiri jamuan makan siang maupun malam di istana. Dia hanya diperbolehkan keluar saat kepentingan mendesak saja, dan itu membuat lady rose lagi lagi kecewa dengan tindakan ayah nya itu.
"Jangan mencari gara gara lagi lady rose, atau kau akan menjalani pengasingan." ucap sang kaisar dengan tatapan tajam dan membuat lady rose menatap nya dengan pandangan yang kosong.
"setelah itu, barulah nona kecil tak sadarkan diri, dan selama tiga harian ini, nona tak menunjukkan tanda tanda untuk siuman." ucap bibi anti yang telah menjelaskan seluruh kejadian nya.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!