Bab.5

Rose dan bibi anti, duduk di sebuah taman belakang paviliun nya, dengan santai, dan menikmati setiap hembusan angin yang masuk, ke dalam kulit halus nya itu. Sejenak dia berfikir, akan seperti apa kehidupan yang dijalani oleh pemilik tubuh yang asli. apakah ibu nya rose atau selir Merry benar benar tak perduli padanya. Apakah dia memang hidup di tempat yang tak seberuntung itu. Dari dulu, dia ingin sekali memiliki orang tua yang lengkap, dan menyayangi nya sepenuh hati, layaknya anak anak lain yang begitu bahagia dengan para orang tua kandung mereka sendiri. Tapi dia malah, terjebak di tempat ini, dan bingung harus bersikap seperti apa.

"Nona kecil, apa yang sedang anda pikirkan?" tanya bibi anti sang pelayan setia nya yang merasa heran dengan nona kecil nya itu, yang terlihat melamun memandang danau buatan di taman itu. bahkan sesekali dia menutup matanya sejenak, sambil terlihat berfikir keras.

"Tidak ada bibi, aku hanya sedikit lelah saja."

"Kalau begitu, sebaiknya kita kembali ke dalam kamar nona kecil, nona baru sembuh, dan tubuh nona masih sangat lemah." ucap bibi anti dengan penuh kecemasan.

"Baiklah, aku juga sudah mulai lelah. Bibi ayo kita kembali."

"Baiklah nona."

Tanpa Sengaja, rose berpapasan dengan pangeran pertama yaitu pangeran alderick , yang menatap nya begitu tajam, seolah dia adalah mangsa yang harus diterkam hidup hidup.

 Anak dari permaisuri Elli terlihat tak suka, saat berpapasan dengannya. Bahkan tatapan nya menjadi sangat sinis, dan membuat rose juga menunjukkan wajah datar nya. Di tatap balik sama si rose sambil menunjukkan muka julid nya itu.

 Seolah mengatakan, "apa liat liat gue." gumam rose dengan sinis nya. Sedangkan bibi anti langsung membungkuk hormat, sebagai tanda penghormatan nya kepada pangeran pertama.

"nona kecil, ayo beri salam kepada pangeran pertama." bisik bibi anti dengan nada sedikit panik. Apalagi nona kecil nya, malah terlihat santai, dan seolah tak takut, dengan pangeran pertama alderick.

"Ckck, kenapa harus hormat kepada nya. aelah kenapa sih harus banget gitu hormat, dasar gila hormat." gerutu nya dengan nada yang cukup pelan.

 "Apa begini sikap mu kepada seorang pangeran di negri ini?" ucap pangeran alderick dengan nada Seperti bentakan kecil.

 Dia merasa marah, saat melihat anak selir itu, yang tak memiliki rasa hormat kepada nya. Dan seolah dia ini hanya orang biasa, yang tak pantas untuk dihormati. Dari dulu, dia tak pernah Suka dengan gadis kecil ini, beserta selir ayah nya itu. mereka terlihat licik, dan sangat jahat. Tapi hari ini, setelah beberapa kali berpapasan, alderick melihat, ada sedikit perubahan di wajah gadis kecil itu. Tak ada lagi tatapan melas, ataupun rengekan manja dari nya. Yang ada hanya tatapan tegas, dan benci yang terlihat di mata nya itu.

Sikap rose memang terkenal manja dan juga licik, dia melakukan beribu cara, untuk mendapatkan simpati dari orang orang di sekitar nya. Tapi hal itu, malah membuat orang semakin membenci nya, dan menganggap nya seperti sampah yang beruntung, terlahir di istana dan menjadi seorang bangsawan.

"Salam hormat yang mulia putra mahkota alderick, maafkan hamba yang tak terlalu fokus tadi." ucap nya dengan penuh penekanan. ucapan rose bukan karena dia menghormati alderick, tapi itu adalah kalimat sindiran agar manusia itu paham bahwa dia sedang merasa Kesal. Kenapa harus bertemu dengan manusia seperti ini, dan sial nya, dia adalah saudara nya sendiri.

"Jaga sikap dan sifat mu lady! Kau hanya seorang anak rendahan di istana ini. Jangan sampai kau menyakiti, putri Felicia lagi, atau aku sendiri yang akan membunuhmu dengan tangan ku!" ucap nya yang merasa murka mendengar adik nya disakiti oleh anak seorang selir rendahan ini.

Rose yang mendengar nya kesal, dan terkekeh geli melihat lontaran, dari seorang putra mahkota itu.

"Yang mulia, apa anda sedang mengintimidasi, seorang anak kecil ini. Dan berkata seolah saya yang bersalah, dan membuat adik anda terluka? Apakah anda tau Seperti apa kondisi saya, sesudah pertengkaran itu terjadi, saya tak sadarkan diri selama beberapa hari. apakah ada yang bertanya kondisi kesehatan saya. Tidak ada yang bertanya sedikit pun, bahkan sang kaisar sendiri tak perduli. Jadi saya memutuskan, akan berdamai hari ini. dan tak akan menuntut, ataupun mengemis perhatian kaisar lagi. Jadi pangeran tenang saja, saya tak akan mengusik hidup pangeran dan juga putri Felicia lagi, ataupun permaisuri Elli. dan soal ibu ku selir marry, biarlah dia mengurus dirinya sendiri, kalau kalian ingin memberikan pelajaran kepada nya, langsung saja kepada nya ya. Jangan kepada ku, karena aku tak terlibat sedikit pun, dengan selir marry. baiklah, saya pamit dulu ya, ayo bibi anti. Aku sudah mengantuk." ucap rose dengan tatapan datar nya, dan langsung pergi meninggalkan pangeran alderick yang melongo kaget.

Alderick yang mendengar ucapannya, langsung terdiam dan terpaku saat melihat kepergian gadis kecil itu dari hadapan nya.

"Apa!, kenapa dia berubah. Dan tadi dia bilang, tak perduli dengan ibunya itu. apa yang terjadi dengan nya. biasanya dia akan, marah dengan hinaan yang jelek, saat menyangkut nama ibunya, tapi ini dia Bahakan terkesan tak peduli?" gumamnya pangeran alderick dengan nada tak percaya apa yang terjadi dengan anak selir itu.

 Rose yang berjalan tersenyum cerah, dia akan menjauh dari orang orang disini. Lebih baik, dia menikmati hidupnya ini, seperti berburu makanan di jaman ini, membeli gaun yang lebih sederhana, dan keluar dari istana ini dengan damai. Tapi sebelum itu terjadi, dia akan memberikan pelajaran untuk orang orang yang telah menyakiti nya di masa lalu. Dia tak akan membiarkan mereka lolos gitu aja, apalagi dia juga type orang yang pendendam.

 "Nona, bibi takut sekali, pangeran pertama sangat membenci nona kecil, mengaggap nona seperti seorang musuh. Lebih baik, jangan mendekat lagi kepada nya nona kecil, dia sangat berbahaya." ucap bibi anti dengan penuh rasa khawatir.

"Iya bibi, tenang aja. aku adalah seorang rose, yang siap menghadapi orang orang yang jahat."

 Bibi Anti hanya tersenyum, dan merasa sedikit gelisah. Semenjak bangun, nona nya seperti orang yang berbeda. Lebih terlihat tenang, dan tatapan nya yang dulu selalu berbinar saat berada di dekat, pangeran pertama. Kini tak ada lagi rasa kagum di mata nya. Hanya ada rasa benci, dan sorot mata yang menyimpan makna tersendiri di sana. Dia saja terlihat bingung sendiri. Apa yang menyebabkan nona nya berubah, apakah ada sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya. Dia masih menebak nebak di dalam hatinya sendiri.

Terpopuler

Comments

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Bersiap-siaplah menghadapi kecerdikan Rose.

2025-08-20

0

kaylla salsabella

kaylla salsabella

lanjut Thor

2025-08-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!