Sekitar pukul 13:00 Danu sampai di rumah proyek, dengan di antarkan oleh Tante Imelda.
Begitu sampai di halaman Rumah proyek tersebut, dan menurunkan Danu, sembari memberikan uang terhadap Danu sabagai upah atas kerja Danu memperbaiki kran air yang bocor. Tante Imelda langsung putar balik mobilnya, dan meninggalkan pekarangan rumah itu.
Danu memandangi kepergian Tante Imelda, sampai mobil itu tidak terlihat lagi oleh matanya.
Selagi Danu Masih berdiri mematung di halaman Rumah proyek itu, tiba tiba bahunya di tepuk oleh seseorang dari belakang.
Darso
Hai, Danu. Ngapain kamu bengong disini?
Danu
Ehh.. Emmm.. Ti.. Tidak ngapa ngapain, Darso!
Darso
Aneh kamu, panas panas gini berdiri di halaman?
Darso
Bukanya kamu, tadi pagi pergi sama Joko. Dimana dia sekarang, Danu?
Danu
Ehhh.. Anu.. Joko aku tinggalkan di Mall!
Danu terpaksa berbohong terhadap Darso. Sebab jika ia berkata jujur, seluruh teman temannya di proyek pasti akan heboh.
Tau sendiri lah bagaiman Darso itu, paling suka nyebarin gosip.
Darso
Wahhh, tega kau ya Danu, ninggalin teman kayak gitu!
Danu
Aku ninggalin Joko, tapi aku udah bilang sama dianya, Darso?
Darso
Owh... Ya sudah! Kamu sudah makan apa belum Danu?
Danu
Sudah, Darso, barusan tadi!
Darso
Ya udah kalau gitu, aku mau pergi nyari makan dulu!
Danu
Iya, Darso...!
Kemudian Darso pun pergi meninggalkan Danu sendirian lagi di halaman rumah Proyek itu.
Selang beberapa saat kemudian, Danu juga meninggalkan halaman rumah tersebut dan masuk ke dalam rumah proyek, menuju ke kamarnya.
Baru saja Danu memasuki kamar, tiba tiba datang si Muji yang memberitahukan jika Joko mengalami kecelakan dan sekarang ada di Rumah Sakit.
Mendengar itu, Danu segera berangkat menuju Rumah Sakit di mana Joko di rawat.
Sesampainya Danu di rumah sakit, Danu bergegas masuk ke dalam kamar di mana di sana terlihat sahabatnya itu, tengah terbaring di atas tempat tidur dengan kepala dan tangan yang di perban.
Danu
Joko, apa yang terjadi? Apa kamu baik baik saja?
Danu berkata sembari melangkah mendekati sahabatnya itu.
Melihat Danu, sahabatnya itu datang dengan wajah yang cemas. Joko tersenyum, lalu berkata.
Joko
Tidak apa apa Danu, aku baik baik saja ko!
Danu
Syukur lah kalau baik baik saja, jok...? Tapi kepala sama tanganmu itu...?
Joko
Ini cuma luka kecil Danu, susternya saja yang berlebihan memakaikan perbannya!
Danu
Hemmm...Kamu yakin Joko! Aku bertanya serius nih? Bukan sedang bercanda!
Joko
Iya Danu! Bahkan aku sudah tidak merasakan sakit sekarang!
Danu
Owh, ya sudah. Jangan ngegas gitu dong?
Joko
Lagian kamunya sih, nggak percayaan!
Mereka berdua akhirnya asik bercanda, dan Danu malah kadang dengan sengaja menyenggol tangan Joko yang di perban, membuat Joko meringis kesakitan yang di sambut dengan tawa oleh Danu.
Danu
Oya, Jok...! Ngomong ngomong siapa yang membawa kamu kesini?
Joko
Yang membawaku kesini, orang yang menyerempetku, Danu?
Danu
Owh...! Terus masalah pengobatannya gemana, apa dia juga yang menanggungnya?
Joko
Ya iya lah, kan Tante itu yang menabrakku!
Danu
Tante...? Jadi yang bawa mobil itu perempuan toh?
Joko
Iya Danu. Tadi dia habis dari sini ko, lihat keadaan aku!
Joko
Namanya Tante Yola. Ini aku di kasih nomer telfonnya? Katanya suruh hubungi dia kalau masih ada keluhan di diri aku?
Danu
Owh, gitu...! Baguslah kalau gitu, Jok...?
Danu
Terus bagaimana, apa kamu mau langsung keluar atau harus rawat inap, kata Dokternya?
Joko
Kalau Dokternya sih bilang, aku bisa langsung pulang. Tapi kata Tante Yola, di rawat saja dulu sampai bener bener sembuh. Aku malah bingung mesti gemana?
Danu
Ya sudah di rawat saja dulu, Jok...! Lagian dengan keadaan kayak gini, kamu juga tidak mungkin bisa kerja?
Joko
Iya juga sih? Tapi aku ngerasa kayak memanfaatkan kesempatan gitu. Jadi nggak enak sama Tante Yolanya, Danu...?
Danu
Yaa, iya juga sih? Tapi kan dianya juga minta kamu di rawat, Joko?
Joko hanya diam saja mendengar perkataan Danu.
Mereka berdua terhanyut dalam pemikirannya masing masing.
Dalam keadaan seperti itu tiba tiba.
Tante Yola
Ehemm...ehemmm...!
Mendengar suara berdehem Danu dan Joko, menoleh ke arah sumber suara tersebut.
Seorang perempuan setengah baya dengan paras yang cantik, ternyata telah berdiri di ruangan itu.
Joko
Ehhh...Tante Yola!
Danu
Jadi ini Tante Yola? <Pikir Danu.
Perempuan bernama Yola itu tersenyum, mendengar sapaan dari Joko. Kemudian ia melangkah ke arah Joko, lalu mengatakan sesuati terhadap Joko.
Tante Yola
Kamu Istirahat saja di sini dulu, sampai kamu sembuh. Tante minta maaf karena sudah membuat kamu seperti ini. Masalah biaya Rumah Sakit sudah aku urus, jadi kamu tidak usah khawatir! Tante permisi pulang ya, Joko?
Joko
Ii...Iya Tante, terimakasih? Hati hati di jalan ya Tante?
Tante Yola tersenyum kembali, menanggapi ucapan dari Joko. Kemudian ia melangkah keluar dari kamar itu, seraya melihat ke arah Danu yang berdiri di dekat Kaki Joko. Dan tersenyum kepada Danu.
Danu sendiri tanpa sadar membalas senyuman dari Tante Yola, dan memandangi perempuan tersebut sampai hilang di balik pintu kamar.
Comments