Pagi pun berlalu, dan pekerjaan Danu di rumah Tante Imelda telah selesai.
Kini Tante Imelda tengah mengantar kembali Danu kerumah Proyek, dengan menggunakan mobil seperti saat membawanya dari rumah proyek tersebut.
Di dalam perjalanan itu...
Imelda istri pak Budiman
Danu...? Apakah Danu sudah mempunyai pacar nih? <Sambil menyetir.
Danu
Pacar...? Belum Tante..! <Duduk di samping setir mobil.
Imelda istri pak Budiman
Masa sih? Memang usia Danu berapa saat ini?
Danu
Dua puluh tahun Tante...!
Imelda istri pak Budiman
Owh...Seharusnya masih Kuliah ya, kalau melanjutkan sekolah?
Danu
Iya Tante...?
Imelda istri pak Budiman
Pertanyaan Tante tadi belum di jawab, Danu...?
Danu
Yang mana Tante...?
Imelda istri pak Budiman
Itu...Mengenai pacar?
Danu
Owh...?
Imelda istri pak Budiman
Lha, cuma owh doang...?
Danu
Terus gemana Tante, orang saya belum punya pacar...?
Imelda istri pak Budiman
Jadi beneran nih, belum punya pacar...?
Danu
Beneran Tante, buat apa saya berbohong sih, Tante...?
Hening sesaat.
Tante imelda melihat ke arah Wajah Danu.
Danu pun melihat kearah Tante Imelda.
Dan tatapan mata mereka pun bertemu.
Danu
Duhhh... Cantik amat sih Tante...? <Di otak Danu.
Danu melirik ke arah dada Imelda, yang masih menggunakan baju kebaya itu.
Dada itu begitu mulus dan mempesona di mata Danu, membuat jakun Danu naik turun melihatnya.
Imelda istri pak Budiman
Ada apa Danu...? Kenapa melihat Tante begitu...?
Danu
Ehhh... Emmm...Nggak apa apa Tante? <Langsung tertunduk.
Imelda istri pak Budiman
Kenapa malu Danu? Kamu suka melihat Tante ya...?
Danu
Ehhh...Iya... Enggg... Anu... Danu tidak berani Tante...?
Danu terdongak, sambil menjawab perkataan Tante Imelda dengan gelagapan. Kemudian menunduk kembali.
Imelda istri pak Budiman
Tante tidak marah ko Danu...? Tante tahu bagaimana perasaan pemuda seusia kamu itu, jika melihat perempuan?
Danu
Maa... Maafkan Danu Tante...? <Masih menunduk.
Imelda istri pak Budiman
Kenapa minta maaf Danu? Tante tidak marah ko... ?
Tiba tiba sambil berkata begitu, tangan kiri Tante Imelda memegang paha Danu yang berada di sebelahnya itu.
Danu Terperanjat, dan terkejut bukan main. Namun hanya diam saja, dengan jantung yang seakan mau copot.
Degupan jantung Danu semakin cepat, manakala telapak tangan Tante Imelda bergerak seolah mengelus.
Danu
Tan...Tante...? <Gumamnya.
Tante Imelda tersenyum, mendengar gumaman dari Danu.
Dan, seakan dengan sengaja, menggeser tangannya ke arah pangkal paha Danu.
Danu dengan reflek menangkap telapak tangan dari Tante Imelda itu dan menahannya.
Imelda istri pak Budiman
Kenapa Danu...?
Danu hanya diam saja dan masih menunduk.
Imelda istri pak Budiman
Apa kamu belum pernah merasakan ini, Danu...?
Sambil berkata begitu, Tante Imelda menuntun tangan Danu menyentuh pahanya yang sedikit tersingkap, karena mengenakan kebaya pendek tadi.
Danu
Owhh... Tante...? <Mendesah.
Namun bersamaan dengan itu tiba tiba.
"Ciiiitttttttt..."
Dari arah depan, terlihat mobil yang hendak menyalip nyaris mengenai sudut depan mobil yang di kendarai Tante Imelda. Sehingga dengan terpaksa Tante Imelda menginjak rem mobilnya secara mendadak.
Imelda istri pak Budiman
Ughhh, nyaris saja...! <Gumamnya.
Danu pun ikut terkejut dan menarik tangannya dari atas paha Tante Imelda. Kemudian berpegangan pada kursi yang ia duduki.
Danu
Hati hati Tante...? Sekali lagi, maafin Danu...?
Imelda istri pak Budiman
Iyaaa...? Kamu tidak salah Danu...? Tante saja yang sedikit kurang fokus tadi!
Hening kembali menyelimuti mereka berdua.
Mereka berdua, hanyut dalam pemikiran mereka masing masing.
Terutama Danu, yang memang dasarnya pemuda kampung yang masih lugu.
Dan tanpa terasa, mobil sudah memasuki halaman rumah proyek milik Tante Imelda yang baru setengah jadi, tempat di mana Danu bekerja....
Comments