Tiga hari berlalu dengan lambat bagi Xander. Ia tidak pernah meninggalkan Carla jika tidak sangat dibutuhkan, ia terus menggenggam tangan nya.
Xander Novic
Ini tidak akan terjadi lagi, Carla.
Katanya tulus, ia memandang wajah pucat Carla dengan sedih. Ia meninggalkan hotel dan membebankan Liam untuk pekerjaannya.
Xander kelelahan ia ingin tidur tapi tidak jadi karna ia merasakan gerakan kecil dan lemah dari jari-jari Carla yang berada di dalam genggaman nya.
Xander Novic
C- Carla..
Suara Xander sedikit bergetar sebelum ia menatap wajah Carla untuk melihat mata-mata indahnya terbuka dan berkedip lemah.
Xander Novic
Hei, kau sudah bangun?..
Ada senyum tulus diwajahnya
Carla Avisya
Kak..
Dengan suara serak ia mencoba bangun, Xander langsung membantunya untuk duduk dan menyandarkan Carla di kepala ranjang rumah sakit.
Xander Novic
Aku akan memanggilnya Sandra, dulu.
Carla menahan pergelangan tangan Xander, Xander menatap tangan Carla sebentar lalu menatap wajahnya. Carla menggeleng kan kepalanya pada Xander dengan lemah
Carla Avisya
Kakak kenapa kita disini?
Carla Avisya
Aku mau pulang Kak
Carla Avisya
Panda aku mana?
Carla Avisya
Kenapa kakak tidak membawanya?
Xander Novic
Ah, aku lupa untuk membawanya
Xander Novic
Tapi nanti aku akan menyuruh Liam untuk mengambilnya.
Carla mengangguk pelan, ia bersandar dengan nyaman saat Xander kembali duduk di sampingnya. Mata Carla meneliti setiap sudut ruangan hingga ia mulai tersadar sesuatu saat tangannya menyentuh perut, matanya ia alihkan untuk menatap Xander
Carla Avisya
Kak
Xander Novic
Ya
Xander Novic
Apa ada yang sakit, aku panggil Sandra saja ya?..
Carla Avisya
Anak kita baik-baik saja, kan?
Carla Avisya
Aku tidak kehilangan dia, kan?
Xander diam membeku mendengar pertanyaan Carla
Carla Avisya
Kak, kenapa kakak diam
Carla Avisya
Kak?
Tangannya terulur untuk menyentuh bahunya, menggoyang goyang kan tubuh Xander
Carla Avisya
Kakak, kenapa kakak diam saja
Carla Avisya
Jawab aku, Kak!
Xander Novic
Maaf, Carla
Xander menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajahnya
Carla Avisya
Kakak bohong!
Carla menarik dengan cepat tangannya yang berada di bahu Xander, dengan tangan gemeteran ia menyentuh perutnya dan memandangi perutnya dengan mata berair
Carla Avisya
Aku tidak melakukan apa-apa kenapa aku kehilangan?
Carla Avisya
Kakak aku tidak mau ini!
Carla menangis, ia terus me remas-remas perutnya tidak percaya akan hal ini.
Xander Novic
Maaf, Carla!
Carla Avisya
Enggak!
Dengan berteriak ia menampar Xander sekuat yang ia bisa, karna tubuhnya masing-masing lemah itu tidak berarti apa-apa bagi Xander. Tapi itu mampu menghancurkan hatinya, ia takut Carla akan membencinya.
Xander Novic
Maaf!.
Carla Avisya
Kenapa kakak selalu bilang maaf?, oh jadi kakak yang menciptakan ini semua, iya?
Carla Avisya
Aku salah apa sama kakak, sampai kakak tega membunuh bayi ku?
Carla Avisya
Aku selalu menuruti kakak tanpa meminta apa-apa. Tapi kenapa kakak membunuhnya?.
Xander Novic
...
Carla Avisya
Apa karna aku meminta panda?
Carla Avisya
Kenapa kak, kenapa?!
Carla terus berbicara menumpahkan semua kekesalannya dan amarah nya pada Xander, bahkan Carla menampar dan memukul dada Xander berkali-kali tanpa henti.
Tidak ada pembelaan dari Xander, ia hanya diam ditempat untuk memudahkan Carla menumpahkan semua emosinya.
Sandra datang ketika ia mendengar keributan dari ruangan Carla, ia meminta perawat untuk menyiapkan bius atau penenang agar Carla tidak terus membuat kekacauan.
Xander melihat Sandra yang sudah siap untuk menyuntik Carla dan Xander memegang tangan Sandra untuk menahan Sandra.
Xander Novic
Aku tidak ingin ia kembali tidur dalam waktu yang lama, Sandra. Aku tidak apa-apa seperti ini.
Ini pertama kali Sandra melihat tatapan rapuh dan memohon dari Xander, Sandra mulai ragu tapi ia menolak permohonan Xander dengan keras.
Dokter Sandra
Maaf Xander tapi ini untuk kebaikan Carla, jika ia terus seperti ini ia tidak akan mendapatkan istirahat yang cukup dan itu akan sangat mempengaruhi kesehatannya.
Xander Novic
Tidak Sandra tidak!
Sandra dengan kejam memberi isyarat pada beberapa perawat nya untuk memegangi Xander. Xander yang sekarang lemah memudahkan perawat untuk memegangi nya dan membiarkan Sandra menyuntik Carla dengan benar.
Carla langsung lemas dan tidak sadarkan diri setelah mendapatkan suntik dari Sandra. Sementara Xander ia meletakkan tubuh Carla dengan hati-hati sebelum ia menjatuhkan dirinya di kursi yang berada disamping ranjang Carla.
Dokter Sandra
Kalian pergilah
Para perawat keluar setelah mendapat perintah dari Sandra.
Dokter Sandra
Xander ini hanya menahan nya udah beberapa saat saja setelah nya ia akan kembali dan...
Dokter Sandra
Saran ku kau harus bisa menyelesaikan masalah kalian secepatnya.
Menepuk bahu Xander beberapa kali sebelum pergi ke luar meninggal Xander dengan pikiran dan diam nya.
.
Liam Garter
Dokter apa yang terjadi
Liam Garter
Aku mendapat telepon dari perawat bahwa mbak Carla mengamuk.
Dokter Sandra
Ya tapi sekarang sudah baik-baik saja
Dokter Sandra
Sebaiknya sekarang kau jangan menemui Xander dahulu, ia sangat kacau sekarang!
Liam Garter
Baik dokter, terimakasih
Sandra mengangguk
Dokter Sandra
Aku akan mengurus pasien ku yang lain, jika ada apa-apa kau cepat beri tahu aku.
Liam Garter
Ya, dokter
Setelah mendapat jawaban dari Liam Sandra pergi.
Liam Garter
;Semoga mbak Carla baik-baik saja, dan bapak bisa menjelaskan pada mbak Carla.;
Dengan gelisah ia duduk menunggu Xander keluar atau sekedar memberinya perintah melalui ponsel, mungkin.
Comments