Dokter Sandra
Satu jam, dua jam, tiga jam bahkan Xander tidak tidur karena memikirkan apa yang akan terjadi pada Carla. Ia menunggu di depan pintu kamar Carla untuk segera memberikan bantuan atau bahkan membawa Carla ke rumah sakit jika diperlukan.
Setelah menunggu sampai lama ia memutuskan untuk tidur karna sejujurnya ia sangat lelah memikirkan semua yang terjadi hari ini, jadi ia melangkah meninggalkan kamar Carla ragu-ragu.
Carla yang tidur mulai gelisah, ia merasakan tubuh nya panas dan perutnya terasa sakit. Ia sangat lelah jadi ia tidak sanggup untuk sekedar membuka mata, ia berguling-guling kesan dan kemarin mencari tempat ternyaman namun semuanya sia-sia.
Saat sakit nya semakin terasa ia mulai meremas baju tidurnya dengan kuat dan sedikit merengek karna sakit, ia masih menahan tidak ia membuat keributan dimalam yang tenang.
Saat ia terus berguling ia tidak sadar bahwa ia mencapai ujung ranjang dan terjatuh dengan keras. Ia menahan sakitnya tapi saat darah mulai membasahi celana dan lantai ia langsung panik, tidak ingin kehilangan bayinya.
Menangis, terus memanggil Xander
Carla Avisya
KAKAK AKU BERDARAH, AKU TAKUT KAK...
Carla Avisya
KAKAK TOLONG CARLA, CARLA MOHON KAK....
Xander yang baru saja ingin membuka pintu kamar nya langsung berlari ke kamar Carla bahkan ia sempat tersandung karna kekhawatiran nya terhadap Carla apa lagi saat mendengar darah dan kata mohon dari Carla
Masuk dengan cepat dan mencari keberadaan Carla yang sekarang ada di sisi bawah ranjang yang sedang menangis memegangi perutnya dengan wajah pucat dan dan tubuh gemeteran hebat.
Carla Avisya
Kak tolong, Carla jatuh dan Carla berdarah
Carla Avisya
Carla gak mau kehilangan apapun, kak!
Xander menelan ludah nya susah payah, menyadari Carla saat menginginkan bayi itu. Tidak ada jawaban dari nya, tapi ia langsung menggendong Carla dengan sangat hati-hati tidak ingin menambah sakit pada Carla.
Carla pasrah, masih memegangi perutnya, meremas baju nya dengan kuat, ia tidak bisa menahan sakit nya lagi sekarang. Sebelum kehilangan kesadarannya ia menatap Xander dengan tatapan sendu seolah memberikan isyarat bahwa ia sangat tidak ingin kehilangan.
Xander hampir kehilangan fokusnya saat melihat tatapan Carla yang penuh permohonan, tapi dengan cepat ia mengabaikan itu dan mempercepat langkahnya menuju parkiran. Tidak sulit baginya untuk membawa Carla masuk ke mobil karna ia sudah memberikan perintah pada Liam untuk terus berjaga di luar agar muda memberikan bantuan dan membawa Carla ke rumah sakit dengan cepat dan tepat waktu.
Xander Novic
Kerumah sakit sekarang dengan cepat dan setelah sampai langsung hubungi pihak ruangan UGD darurat. Dan kau sudah menyiapkan dokter khusus, kan?
Xander Novic
Cepat jangan membuat Carla merasakan sakit lebih lama lagi.
Dengan anggukan singkat Liam melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dalam perjalanan ia sangat fokus dengan jalanan malam yang gelap, namun ia menyempatkan waktu untuk menghubungi seseorang yang sudah ia siapkan untuk hal ini.
Sepanjang perjalanan ke rumah sakit Xander tidak pernah memalingkan wajahnya dari wajah Carla, ia merasakan sakit yang Carla rasakan, hatinya terasa sangat nyeri melihat kekacauan di wajah Carla.
Tangannya terulur untuk mengelap keringat yang memenuhi wajahnya dan menghapus jejak-jejak air matanya. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahkan bersumpah tidak akan membiarkan Carla menangis lagi apapun yang terjadi.
Xander Novic
;Kau segalanya bagiku,Carla. Ini akan menjadi yang terakhir kau menangis, mau itu karna aku atau karna orang lain.;
Ia berucap dalam hati, sementara Liam melihat sekilas ke arah mereka melalui kaca dalam mobil.
Pikiran nya dipenuhi dengan keadaan apa yang akan terjadi kedepannya.
Sesampainya dirumah sakit, Xander terus menunggu didepan pintu ruangan Carla dengan wajah berantakan dan rambut acak-acakan ia terus berdiri didepan pintu kaca dan melihat dari celah kaca yang tidak tertutup kain tirai.
Tatapannya sangat tajam, bahkan matanya memerah. Liam ingin berkata pada Xander untuk duduk tapi itu ia urungkan karna ia takut.
Tidak lama dokter Sandra keluar dengan wajah sedikit tegang melihat tatapan Xander yang menatap matanya seolah menusuk sampai ulu hati nya.
Xander Novic
Katakan jangan membuat ku marah dengan diam mu itu, bangsat!
Dokter Sandra
Carla, seperti dia mengonsumsi obat dengan dosis tinggi
Xander menatap Sandra dengan pandangan yang membunuh mendengar ucapan Sandra.
Dokter Sandra
Mengingat umurnya yang masih muda ia sekarang mengalami overdosis tingkat tinggi.
Xander Novic
Bagaimana keadaannya, Sandra?!
Dokter Sandra
Dia koma untuk sementara waktu.
Menundukkan kepalanya takut akan kemarahan Xander.
Xander Novic
Tidak bisaka kau memberikan perawatan terbaik yang kau punya?
Xander Novic
Banjingan seperti mu tidak pantas menjadi dokter Sandra!
Saat Xander melayangkan tangannya untuk memberikan tamparan nya pada Sandra, Sandra langsung menundukkan kepalanya lebih dalam sampai rambut panjangnya menutupi penuh wajahnya dan tidak lupa bahwa kedua tangannya sudah memegangi kepalanya dengan erat.
Liam Garter
Pak tidak. Jika dokter Sandra sakit kita akan kehilangan dokter yang akan mengurus mbak Carla.
Katanya dengan memegangi tangan Xander, jujur saja bahwa ia sebenarnya gemeteran tapi ia tidak bisa tidak melakukan ini, jika ia diam saja ia akan salah lebih jauh nantinya.
Xander melepaskan tangan nya dari tangan Liam dengan kasar dan masuk ke ruangan Carla menutup pintu ruangan hati-hati tidak ingin mengganggu kedamaian Carla.
Setelah kepergian Xander, Liam dan Sandra saling berpandangan.
Xander keluar ruangan Carla dengan wajah masam. Dia meminta Sandra memindahkan Carla keruangan yang lebih terang, ia mengomel dengan nada dan suara yang tidak bersahabat sama sekali.
Lalu kembali masuk keruangan Carla setelah memberikan tatapan ancaman pada Sandra dan Liam.
Liam Garter
Ruangan VIP mungkin yang pak Xander maksud
Dokter Sandra
Ya, aku tahu tapi tidak seharusnya ah, sudahlah.
Liam tertawa kecil menanggapi komentar Sandra
Xander Novic
Ini sedikit lebih baik daripada ruangan bodoh itu.
Sandra dan Liam hanya diam tidak ada yang berani menanggapi nya apalagi saat ia sedang dalam keadaan seperti ini.
Comments