Sea Damnation And Love Genuine
Ekor??
Melihat hari lain berganti, Besok adalah hari untuk Sean bisa pulang dari rumah sakit. Namun belum ada kabar bahwa pacar temannya mau untuk menampung Sean di rumah mereka.
Melihat pria yang duduk tenang di tempat tidur, Kirana bahkan bingung mengapa pria ini tidak pergi ke kamar mandi atau sesuatu sejak kemarin.
Sean
(Memiringkan kepalanya.)
Sean
Bisakah aku berenang.
Sean
Itu di air tidak apa-apa.
Kirana
Apa kamu ingin mandi?
Kirana
Hah... (Menghela nafas.)
Kirana
Sini. (Menyeret Sean menuju kamar mandi.)
Kiran menghidupkan airnya dan menunjukkan pada Sean.
Dia juga menjelaskan di mana sabun, pasta dan sikat gigi juga.
Melihat bahwa dia telah memberitahu semuanya, Kirana keluar dari kamar mandi setelah memberitahu untuk tidak membiarkan tangannya terkena air.
Kirana bermain dengan ponselnya.
Menunggu lama, dia merasa ada yang tidak beres.
Panik, dia takut bahwa Sean akan pingsan atau sesuatu.
Kirana
Hey, apa kau tidak apa-apa.
Kirana
Apa kau bahkan tidak bisa mematikan airnya?
Kirana merasa pasti pria itu tidak bisa mematikan air dan bingung.
Kirana
Bisakah aku masuk, akan ku bantu untuk mematikan air.
Saat membuka pintu dan masuk, Kirana terkejut untuk apa yang dilihatnya.
Dia membeku di depan pintu dan merasa bahwa dia bermimpi atau berhalusinasi.
Pasalnya di depannya saat ini, bukanlah Sean dengan dua kaki. Melainkan Ekor ikan yang indah.
Sean duduk di bawah air yang mengalir dan sesekali melambaikan ekornya yang bewarna biru pucat itu.
Kirana
Tidak, dimana kakimu?
Sean
Aku hanya ingin berada di air, jadi kaki itu hilang.
Kirana
Ah... (Mundur dua langkah.)
Kirana
Bisakah kamu berubah ke kaki?
Melihat Sean yang seperti ini, Kirana merasa jantungnya tidak tahan. Itu mengejutkan sampai dia merasa akan terkena serangan jantung kemudian.
Dia yang tidak percaya bahwa makhluk setengah ikan itu ada beberapa saat lalu, sekarang merasa dunianya runtuh.
Sean
Itu akan lama. (Sedih.)
Sean
Apa Kiran tidak suka dengan ekor ini?
Kirana
Tidak, bukan seperti itu.
Sean
Itu akan kembali ke kaki saat aku kering.
Sean
Kiran tidak perlu takut.
Meski seperti itu, Kiran tetap pergi mencari handuk dan pakaian kering untuk mengganti pakaian Sean yang basah.
Menggendong pria yang lebih berat darinya di belakang punggungnya, dia bahkan merasa lebih berat saat Sean memiliki Ekor.
Kirana meletakkan Sean di Kursi dan mengeringkan pria itu.
Kirana
Apa kamu akan berubah saat kamu tersiram air juga?
Sean
Jika itu sedikit, tidak akan berubah.
Sean
Apa kiran memang takut padaku.
Kirana
Ya, aku hanya terkejut.
Kirana
Jangan dipikirkan lagi.
Sean
Baiklah. (Tersenyum.)
Kirana
Itu, Sean tidak bisa memberitahu orang lain jika dia adalah duyung oke.
Kirana
Sean akan ditangkap dan akan dimasukkan ke akuarium.
Kirana
Sesuatu kaca yang diisi air.
Kirana
Sean akan dimasukkan sana dan tidak bisa keluar.
Kirana
(Mencari gambar Akuarium dan memperlihatkan kepada Sean.)
Sean
Ah, Sean tidak ingin ada di dalam situ.
Sean
(Menutup mulutnya dengan kedua tangan.)
Sean
Sean berjanji tidak akan memberi tahu orang lain.
Kirana
Bagus. (Mengusap kepala Sean ringan.)
Kirana merasa telah merawat seorang anak saat ini.
Sean yang polos dan tidak mengeri apapun terlihat seperti sepotong kertas putih yang baru.
Dia sangat patuh dan banyak bertanya, dia juga sangat cerdas dan belajar dengan cepat.
Hanya saja, kirana mungkin senang jika Sean adalah anak kecil sungguhan, bukannya orang dengan tubuh yang lebih tinggi darinya.
Comments