Sea Damnation And Love Genuine
menemukan pria aneh.
Di rumah yang sederhana, seorang gadis saat ini tengah menikmati waktu luangnya yang santai dan bermalas-malasan.
Karena hari ini libur, jadi dia masih berbaring di tempat tidurnya dan berencana untuk melanjutkan tidurnya.
Sampai bel di pintu rumahnya terus berbunyi dengan nyaring mengganggunya.
Dengan malas Kirana bangun dan membuka pintu. Di depan pintu ketiga sahabatnya telah menunggu.
Aqila
Lama sekali, memangnya kamu lupa kalau kita ada janji untuk keluar?
Devina
Yang pasti dia memang lupa.
Kirana
Maaf, Aku benar-benar malas untuk keluar.
Hilya
Tidak apa, kita akan menunggu kamu lagi sebentar.
Kirana
iya, tunggu sebentar.
Kirana bergegas masuk ke kamarnya lagi, mandi, berpakaian dan keluar dari kamar.
Mereka berangkat menggunakan mobil Hilya.
Mereka berencana pergi ke pantai yang jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggal mereka.
Sesampainya disana, mereka merasakan nostalgia.
Dulu saat mereka masih sekolah, mereka bisa pergi ke pantai ini menggunakan sepeda.
Mereka tidak pernah bosan untuk datang ke sini. Ada pula seorang kakek yang tinggal dekat laut yang suka menceritakan Mitos tentang makhluk laut.
Jadi mereka sering datang ke sini hanya untuk mendengarkan kakek itu bercerita tentang banyak makhluk aneh yang pernah ditemuinya.
Namun belakangan dia mendapat kabar bahwa kakek itu sudah meninggal.
Hilya
Wah, kita telah lama tidak pergi ke sini lagi.
Kirana
Ya, hampir lima tahun kita tidak pergi ke sini.
Kirana
Itu juga karena kita sibuk dengan masalah kita masing-masing.
Aqila
Yah itu lumayan lama.
Aqila
Devina dan Hilya juga fokus pada kekasih mereka belakangan ini.
Devina
Kan kamu juga sama sibuknya.
Devina
Kita bisa berkumpul juga karena liburan kan.
Kirana
Sudah kalian tidak perlu berdebat.
Kirana
Kita akan bersenang-senang hari ini.
Jadi mereka melupakan keluhan beberapa saat lalu dan bersenang-senang dengan bebas.
Sambil mengingat kenangan lalu, mereka bermain dengan air laut yang jernih.
Mereka bersenang-senang sampai mereka mendengar suara Devina yang panik.
Devina
(berteriak dengan terkejut.)
Devina
Hay, teman. ka-kalian harus melihat ini.
Hilya
(Mendekat pada Devina untuk melihat.)
Aqila
Eh, ayo lihat juga kirana.
Saat mereka sampai di sebelah Devina, yang mereka lihat adalah seorang pria dengan memar di tangannya dan rambut yang basah karena air laut.
Selain itu, mereka melihat bahwa pakaian pada tubuh pria itu sedikit compang camping dan kotor. di dada sebelah kirinya, mereka bisa melihat samar-samar tulisan nama. yang pasti itu mungkin nama orang ini.
Sean, hanya kata itu yang bisa di baca.
Aqila
(Menoleh ke Kirana.)
Aqila
Coba cek apa masih hidup.
Kirana
Mengapa sesuatu seperti ini kau serahkan padaku?
Walau mulutnya mengeluh, Kiran tetap mengecek pria itu.
Devina
Dia sangat tampan, tapi sepertinya mati muda.
Kirana
Jangan berbicara seenaknya seperti itu.
Kirana
lagi pula, orang ini masih hidup.
Kirana
Iya, jadi kita bisa membawanya ke rumah sakit untuk perawatan segera.
Aqila
Syukurlah dia bisa selamat.
Aqila
Aku takut karena melihat kulitnya yang aneh.
Aqila
Kulitnya sudah seperti mayat saja.
Kirana
Iya, jadi ayo bantu membawanya ke mobil.
Dengan perkataan itu, mereka membantu untuk memindahkan pria berat itu ke dalam mobil.
Kirana
Sebelum dia benar-benar mati.
Mereka segera menyalakan mobil dan segera mencapai jalan raya. Mereka dengan cepat menuju ke rumah sakit.
Comments