Aku memang tinggal di laut.

----
Matahari mulai terbit dan melewati jendela di sisi brankar.
Kirana yang tidur di sofa perlahan membuka matanya. Karena patungan ketiga sahabatnya, Pria itu bisa tinggal di kamar VIP.
Kirana duduk perlahan untuk melihat pria yang tidak pernah bangun.
Namun yang mengejutkannya adalah pria itu telah duduk dan terus menatapnya.
Kirana
Kirana
(Bangun dengan terkejut.)
Kirana
Kirana
Jangan menatap orang seperti itu tanpa suara.
Kirana
Kirana
Membuatku takut saja.
Sean
Sean
Ah, iya.
Kirana
Kirana
Baik, aku akan mencuci muka dan menggosok gigi terlebih dahulu.
Sean
Sean
(Mengangguk patuh.)
Jadi Kirana menyelesaikan cuci mukanya dengan cepat untuk bisa bertanya pada pria itu.
Melihat pria yang linglung itu, Kirana mulai bertanya tentang identitas pihak lain.
Kirana
Kirana
Permisi, siapa Namamu?
Sean
Sean
Mereka bilang namaku Sean.
Kirana
Kirana
Hah? Mereka?
Kirana
Kirana
(Bingung.)
Kirana
Kirana
Lalu, dimana kamu tinggal?
Sean
Sean
Di laut??
Sean
Sean
(Menatap Kirana bingung.)
Kirana
Kirana
Hey, jangan bercanda denganku.
Kirana
Kirana
(Marah.)
Kirana
Kirana
Omong kosong untuk tinggal di laut.
Sean
Sean
Tapi saya memang tinggal di laut.
Sean
Sean
(Menatap polos.)
Kirana
Kirana
(Melihat ekspresi Sean.)
Kirana
Kirana
Terserah.
Kirana
Kirana
Apa kamu ingat nomor telepon keluarga atau orang terdekatmu?
Sean
Sean
Nomor apa??
Kirana
Kirana
(Menggertak kan gigi marah.)
Kirana
Kirana
Oke, aku akan memanggil Dokter.
Dokter segera tiba dalam bangsal dan mengecek keadaan Sean.
Seperti yang diperkirakan, dokter juga berkata bahwa dia mungkin mengalami benturan dan tidak mengingat apapun.
Namun dokter berkata Sean baik-baik saja dan bisa pulang lusa.
Saat itu, teman-temannya juga sampai membawa sarapan.
Hilya
Hilya
Jadi, dia amnesia?
Kirana
Kirana
Tidak lebih tepatnya mungkin menjadi bodoh.
Semua orang melihat pria tampan di brankar yang memiringkan kepalanya tidak mengerti dan mengangguk setuju dengan pendapat Kirana.
Devina
Devina
Sepertinya memang menjadi bodoh.
Aqila
Aqila
Wow jadi bagaimana selanjutnya.
Devina
Devina
Biarkan tinggal bersama Kiran.
Kirana
Kirana
Apa, tidak mungkin.
Kirana
Kirana
(Berkata dengan tidak setuju dalam nadanya.)
Devina
Devina
Kan kamu tinggal sendiri.
Devina
Devina
Hanya sebentar, aku akan memberitahu dan membujuk kekasihku untuk menampung pria itu selanjutnya.
Kirana
Kirana
Justru karena itu tidak mungkin.
Aqila
Aqila
Tidak apa kan.
Aqila
Aqila
Kita akan melaporkannya ke polisi dan menunggu keluarganya datang.
Kirana
Kirana
Polisi tidak mungkin menerimanya.
Kirana
Kirana
Bahkan mungkin membiarkan dokumen itu termakan debu di sudut.
Hilya
Hilya
Benar apa yang dikatakan Kiran.
Hilya
Hilya
Pria itu hanya punya nama yang kita tidak tau asli atau tidak.
Hilya
Hilya
Lalu hanya wajah dan DNA yang bisa untuk pengenalan.
Hilya
Hilya
Jadi, itu sendiri mustahil untuk pencarian.
Kirana
Kirana
Ya, kecuali dia orang terkenal atau keluarga besar.
Kirana
Kirana
Jika yang terakhir dia akan muncul di surat kabar atau Televisi untuk orang hilang.
Devina
Devina
Jika seperti itu, bukankah lebih baik tinggal denganmu.
Kirana
Kirana
Tidak mungkin.
Devina
Devina
Kan kita bertiga lebih tidak mungkin.
Devina
Devina
Jika itu kamu, anggap saja dia kakak sepupu atau sesuatu.
Devina
Devina
Oke. (Memohon dengan mata berbinar.)
Aqila
Aqila
Ya, orang tuaku akan memukuliku jika dia harus bersamaku.
Kirana
Kirana
Huh, kalian ini.
Kirana
Kirana
(Berpikir dengan ragu.)
Hilya
Hilya
Dan Kiran, kita tidak mungkin meninggalkan orang yang bodoh itu untuk sendiri.
Hilya
Hilya
Dia yang pasti tidak akan bisa hidup kan.
Kirana
Kirana
(Menatap ketiga temannya.)
Kirana
Kirana
(Menghela nafas.)
Kirana
Kirana
Baiklah, jika seperti itu.
Kirana
Kirana
Aku akan menjaga pria itu.
Aqila
Aqila
Oke, kita akan sering ke sini saat kamu di rumah sakit.
Hilya
Hilya
Ya, dan membelikan banyak makanan.
Devina
Devina
Maafkan aku.
Devina
Devina
(Merasa bersalah.)
Devina
Devina
Aku akan berbicara dengan kekasihku agar membiarkan pria ini tinggal bersamanya.
Devina
Devina
Sampai saat itu, aku hanya bisa meminta tolong kamu.
Hilya
Hilya
Aku juga akan menanyakan pada kekasihku.
Kirana
Kirana
Iya, tidak apa.
Devina
Devina
Kiran memang yang terbaik. (Sedih.)
Dengan itu, mereka berempat berpelukan lama dengan sedih.
Mereka saling menghibur sebelum mereka berbicara seperti biasa. mereka juga memakan makanan sambil berbincang. Mereka bahkan melupakan seorang pria di brankar.
Sean melirik pada makanan yang ada di tangannya sebelum melihat bagaimana keempat orang itu makan.
Dengan pemikiran cepat dan adaptasinya, Sean meniru mereka dan berhasil untuk memakan makanannya sendiri.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!