Sea Damnation And Love Genuine
Aku memang tinggal di laut.
Matahari mulai terbit dan melewati jendela di sisi brankar.
Kirana yang tidur di sofa perlahan membuka matanya. Karena patungan ketiga sahabatnya, Pria itu bisa tinggal di kamar VIP.
Kirana duduk perlahan untuk melihat pria yang tidak pernah bangun.
Namun yang mengejutkannya adalah pria itu telah duduk dan terus menatapnya.
Kirana
(Bangun dengan terkejut.)
Kirana
Jangan menatap orang seperti itu tanpa suara.
Kirana
Membuatku takut saja.
Kirana
Baik, aku akan mencuci muka dan menggosok gigi terlebih dahulu.
Jadi Kirana menyelesaikan cuci mukanya dengan cepat untuk bisa bertanya pada pria itu.
Melihat pria yang linglung itu, Kirana mulai bertanya tentang identitas pihak lain.
Kirana
Permisi, siapa Namamu?
Sean
Mereka bilang namaku Sean.
Kirana
Lalu, dimana kamu tinggal?
Sean
(Menatap Kirana bingung.)
Kirana
Hey, jangan bercanda denganku.
Kirana
Omong kosong untuk tinggal di laut.
Sean
Tapi saya memang tinggal di laut.
Kirana
(Melihat ekspresi Sean.)
Kirana
Apa kamu ingat nomor telepon keluarga atau orang terdekatmu?
Kirana
(Menggertak kan gigi marah.)
Kirana
Oke, aku akan memanggil Dokter.
Dokter segera tiba dalam bangsal dan mengecek keadaan Sean.
Seperti yang diperkirakan, dokter juga berkata bahwa dia mungkin mengalami benturan dan tidak mengingat apapun.
Namun dokter berkata Sean baik-baik saja dan bisa pulang lusa.
Saat itu, teman-temannya juga sampai membawa sarapan.
Kirana
Tidak lebih tepatnya mungkin menjadi bodoh.
Semua orang melihat pria tampan di brankar yang memiringkan kepalanya tidak mengerti dan mengangguk setuju dengan pendapat Kirana.
Devina
Sepertinya memang menjadi bodoh.
Aqila
Wow jadi bagaimana selanjutnya.
Devina
Biarkan tinggal bersama Kiran.
Kirana
Apa, tidak mungkin.
Kirana
(Berkata dengan tidak setuju dalam nadanya.)
Devina
Kan kamu tinggal sendiri.
Devina
Hanya sebentar, aku akan memberitahu dan membujuk kekasihku untuk menampung pria itu selanjutnya.
Kirana
Justru karena itu tidak mungkin.
Aqila
Kita akan melaporkannya ke polisi dan menunggu keluarganya datang.
Kirana
Polisi tidak mungkin menerimanya.
Kirana
Bahkan mungkin membiarkan dokumen itu termakan debu di sudut.
Hilya
Benar apa yang dikatakan Kiran.
Hilya
Pria itu hanya punya nama yang kita tidak tau asli atau tidak.
Hilya
Lalu hanya wajah dan DNA yang bisa untuk pengenalan.
Hilya
Jadi, itu sendiri mustahil untuk pencarian.
Kirana
Ya, kecuali dia orang terkenal atau keluarga besar.
Kirana
Jika yang terakhir dia akan muncul di surat kabar atau Televisi untuk orang hilang.
Devina
Jika seperti itu, bukankah lebih baik tinggal denganmu.
Devina
Kan kita bertiga lebih tidak mungkin.
Devina
Jika itu kamu, anggap saja dia kakak sepupu atau sesuatu.
Devina
Oke. (Memohon dengan mata berbinar.)
Aqila
Ya, orang tuaku akan memukuliku jika dia harus bersamaku.
Kirana
(Berpikir dengan ragu.)
Hilya
Dan Kiran, kita tidak mungkin meninggalkan orang yang bodoh itu untuk sendiri.
Hilya
Dia yang pasti tidak akan bisa hidup kan.
Kirana
(Menatap ketiga temannya.)
Kirana
Baiklah, jika seperti itu.
Kirana
Aku akan menjaga pria itu.
Aqila
Oke, kita akan sering ke sini saat kamu di rumah sakit.
Hilya
Ya, dan membelikan banyak makanan.
Devina
Aku akan berbicara dengan kekasihku agar membiarkan pria ini tinggal bersamanya.
Devina
Sampai saat itu, aku hanya bisa meminta tolong kamu.
Hilya
Aku juga akan menanyakan pada kekasihku.
Devina
Kiran memang yang terbaik. (Sedih.)
Dengan itu, mereka berempat berpelukan lama dengan sedih.
Mereka saling menghibur sebelum mereka berbicara seperti biasa. mereka juga memakan makanan sambil berbincang. Mereka bahkan melupakan seorang pria di brankar.
Sean melirik pada makanan yang ada di tangannya sebelum melihat bagaimana keempat orang itu makan.
Dengan pemikiran cepat dan adaptasinya, Sean meniru mereka dan berhasil untuk memakan makanannya sendiri.
Comments