New Friend?
Ketika pelajaran kedua selesai dan Pak Wooshik yang memberikan tugas kelompok, Winter langsung mencari Jaehyuk.
Kebetulan tugas kelompok itu Winter sekelompok dengan Jaehyuk dan Asahi.
Mereka diminta untuk ke museum sekolah dan memotret beberapa bagian yang menarik disana.
Untuk libur yang dibicarakan Pak Wooshik akan berlaku besok. Jadi tugas yang diberikan oleh Pak Wooshik juga dikumpul masih sangat lama.
Asahi
"Winter lo kenapa celingak-celinguk gitu?? Cari siapa?" Tanya Asahi yang kebetulan lewat pengen ke ruang OSIS.
Winter
"Gue cari Jaehyuk, lo liat nggak?" Tanya Winter.
Asahi
"Jaehyuk?? Bukannya kalian sahabat?? Apa berantem?" Tebak Asahi.
Winter
"Ya gitu deh, tapi cuma salah paham doang sih Sa."
Asahi
"Kalo gitu jelasin dong ke Jaehyuk nya, dia juga pasti akan ngerti kalo beneran sahabat lo." Ucap Asahi lembut.
Winter
"Makasih ya Sa, lo emang teman gue yang paling pengertian." Balas Winter dan lanjut mencari Jaehyuk.
Asahi
"Cuma teman ya Win,," Gumam Asahi.
Setelah lama mencari ternyata Jaehyuk ada di belakang sekolah sambil baring terlentang di rerumputan.
Winter
"Gue cari ternyata lo disini." Sahut Winter dan ikut berbaring bersama Jaehyuk.
Jaehyuk
"Ngapain lo disini?" Tanya Jaehyuk yang masih ngambek.
Winter
"Utututu, Jae gue masih ngambekan ternyata." Goda Winter sambil uyel-uyel pipi Jaehyuk.
Jaehyuk langsung menghempaskan tangan Winter dari wajahnya.
Jaehyuk
"Gue lagi nggak mau diganggu. Bisa nggak sih pergi?!" Bentak Jaehyuk ke Winter.
Winter terkejut melihat Jaehyuk seperti ini, ini pertama kali baginya Jaehyuk membentak dan menyuruhnya pergi.
Winter
"Y-ya udah. Gue pergi dulu." Setelah itu Winter benar-benar pergi meninggalkan Jaehyuk yang terdiam.
Jaehyuk
"Apa gue terlalu keterlaluan ya sama Winter?? Gue minta maaf aja deh nanti habis pulang." Batin Jaehyuk.
Winter berjalan pelan, niatnya kembali ke kelas tapi menubruk seseorang.
Asahi
"Winter??" Iya itu adalah Asahi, ketos lembut yang selalu mengerti Winter.
Asahi
"Lo habis nangis ya?" Tebak Asahi.
Winter
"Ngg-nggak Sa, mata gue kelilipan doang." Bohong Winter.
Asahi
"Kalo gitu kenapa harus gugup?? Jangan bohong deh, gue tau lo habis nangis." Ucap Asahi.
Asahi
"Karena Jaehyuk ya? Kalian masih belum baikan?" Tanya Asahi dan diangguki Winter.
Asahi
"Mungkin dia ingin sendiri dulu Win, mau nggak ikut gue?"
Asahi
"Ke tempat yang nggak buat lo sedih lagi, daripada lo nangisin Jaehyuk."
Keduanya pergi ke atap sekolah.
Winter
"Kenapa lo ajak gue kesini Sahi?"
Asahi
"Lo belum makan kan daritadi?? Gue nggak lihat lo ke kantin tadi, makan disini bakalan lebih tenang dan adem." Kata Asahi dan mulai membuka bekalnya.
Isi bekal Asahi hanya gimbap dan beberapa telur gulung.
Winter
"Gue nggak bawa bekal. Mama nggak siapin bekal buat gue, biasanya gue dan Jae bakalan makan di kantin."
Winter
"Dan gue biasanya juga di traktir Jae. Walaupun sebenarnya gue nggak enak sama dia selalu ngebantu." Winter jadi kembali murung.
Asahi
"Ya udah kita habisin berdua aja bekal gue, gue juga nggak terlalu lapar dan makan sedikit." Asahi memberikan sumpitnya ke Winter.
Asahi
"Nggak papa kan kalo kita pakai sumpit yang sama?"
Keduanya asik makan sambil sesekali bercerita tentang masa kecil Winter dan Jaehyuk.
Asahi
"Ternyata lo dan Jaehyuk sedekat itu ya, gue baru tau. Tapi sahabat yang suka berantem itu biasanya langgeng loh." Hibur Asahi.
Asahi
"Artinya persahabatan kalian itu bakalan selalu abadi, nggak bakal putus walaupun lo dan Jae jauh nanti."
Asahi
"Buat apa?" Tanya Asahi.
Winter
"Buat semuanya, lo baik banget sama gue."
Asahi
"Hem iya, sama-sama. Jangan sungkan minta bantuan sama gue ya Win, dan jangan lupa kita punya banyak tugas dari Pak Wooshik." Kata Asahi sembari terkekeh.
Winter
"Kapan kita pergi ke museum Sa?" Tanya Winter.
Asahi
"Lo tanya ke Jae aja dulu, kapan dia bisa nanti lo kabarin gue lewat chat." Balas Asahi.
Asahi
"Dan ini buat lo." Asahi memberikan sapu tangan birunya.
Winter
"Ini apaan?" Winter mengeryitkan satu alisnya bingung.
Asahi
"Lebih baik lo ke toilet dan cuci muka deh Win, habis itu lap muka lo pakai sapu tangan itu." Titah Asahi.
Asahi
"Soalnya nanti dikira lo itu kuntilanak lagi yang tiba-tiba muncul di kelas." Canda Asahi dan pergi dari atap membawa bekalnya yang sudah habis dimakannya dan Winter.
Winter beneran pergi ke toilet sesuai yang diminta Asahi. Ia membasuh muka nya.
Tiba-tiba dua orang cewek datang menghampiri Winter.
Somi
"Berhenti dekati Jaehyuk. Dia punya gue." Kata Somi sambil pura-pura cuci muka.
Winter
"Lo bicara sama gue??" Tanya Winter menoleh ke Somi.
Somi
"Menurut lo?!!" Sewot Somi.
Winter
"Oh gue kira lo bicara sendirian disini." Savage Winter sembari tersenyum sinis.
Somi
"Berani lo sama kita berdua?!" Somi menatap tajam Winter.
Winter
"Ya berani lah, kalian kan cuma manusia bukan setan. Eh tapi bisa juga sih setan soalnya lo dan teman lo manusia berkedok setan."
Somi
"Sialan!!" Somi yang menampar Winter langsung dihalangi oleh seseorang.
Minju
"Kalo lo buat kekerasan disini gue bakalan laporin ke Asahi loh. Kalian berdua tau kan kalo dia ketos di sekolah ini?? Lebih baik pergi darisini kalo nggak mau gue ikut campur juga." Ancam cewek itu.
Somi dan Chaeryeong pergi dari hadapan Winter dan cewek yang menolong Winter.
Minju
"Lo nggak papa?" Tanyanya.
Winter
"Makasih udah nolongin gue ya, btw nama gue Winter. Nama lo?"
Minju
"Gue Minju, salam kenal ya Win. Mulai sekarang kalo mereka berdua ganggu lo lagi lapor aja ke gue, gue disini sebagai wakil ketua OSIS."
Winter
"Iya, makasih Nju bantuannya tadi." Ucap Winter tersenyum.
Minju
"Kalo nggak salah lo sekelas sama Asahi dan Jaehyuk kan?"
Minju
"Nggak sih, gue rasa mereka berdua ada rasa deh sama lo Win." Pikir Minju.
Winter
"Hahaha nggak mungkin Nju, Jaehyuk itu selalu anggap gue sahabatnya. Kalo Asahi sih kan kita baru kenal beberapa hari, lagipula dia nggak baik ke gue doang kok. Dia emang terkenal ketos yang lembut."
Minju
"Tapi gue nggak sepemikiran sama lo Win." Ucap Minju kekeh.
Winter
"Daripada bahas mereka, gue mau ke kelas duluan ya Nju. Makasih bantuannya yang tadi sekali lagi." Pamit Winter dan berlalu dari toilet.
Minju
"Hmm untunglah." Batin Minju.
Setelah pulang sekolah, Jaehyuk, Asahi, dan Winter sepakat untuk mengerjakan tugas mereka di museum.
Winter yang sudah siap-siap membuka pintu gerbang rumahnya dan melihat mobil tak asing dan motor tak asing terparkir di depan.
Asahi
"Win, barengnya sama gue yuk." Ajak Asahi lembut
Jaehyuk
"Lo mau bareng gue nggak?" Tawar Jaehyuk.
Winter sendiri masih terlihat diam.
Tak lama mobil seseorang datang lagi.
Subin
"Eh Winter, ada Jaehyuk sama temannya juga. Ngapain kalian disitu??" Tanya Subin selaku abangnya Jaehyuk.
Winter
"Kita mau ke museum kak. Kakak sendiri kenapa lewat sini?? Tumben banget." Heran Winter.
Subin
"Lah kebetulan dong gue mau ke museum, tapi lo pilihnya yang mana tuh Win?? Adek gue apa cowok tampan itu??" Ucap Subin dengan nada menggoda.
Tanpa basa-basi Winter masuk ke mobil seseorang.
Subin
"Lah lo ikut sama gue??" Kaget Subin.
Winter
"Tujuannya kan sama kak, nggak ada salahnya Winter numpang kan?? Lagian mereka nanti berantem lagi kalo gue pilih salah satunya." Bisik Winter.
Subin ngangguk dan langsung melajukan mobilnya ke museum diikuti mobil Asahi dan motor Jaehyuk.
Asahi
"Siapa sih itu?!!" Gerutu Asahi.
Jaehyuk
"Ah abang gue nggak peka banget, masa gebetan adek sendiri mau ditikung." Kesal Jaehyuk dalam hatinya.
Comments
Helios Maria Wijaya
wkwkwkwk
2022-07-11
0