Misunderstanding
Malam itu Winter benar-benar bekerja sangat keras, dan apa yang dikatakan Jihoon juga benar karena pelanggan sangat banyak berdatangan.
Setelah restoran tutup, Bomin dan Jihoon mendatangi Winter.
Bomin
"Gimana hari pertama?? Capek banget kan? Gue juga pernah gini, nanti lo bakalan kebiasa Win."
Winter
"Iya, capek banget Bom. Restoran kalian terkenal banget ya sampai banyak pelanggan tadi." Winter masih ngos-ngosan karena kehabisan banyak tenaga.
Bomin
"Oh iya pulang lo ada yang jemput nggak Win?" Tanya Bomin.
Winter
"Em ada, sahabat kecil gue. Itu tuh si Jaehyuk." Ujar Winter.
Bomin
"Bilang aja hari ini lo bakalan kerja agak malam, jadi pulangnya kemalaman."
Winter
"Lho kenapa?" Heran Winter.
Bomin
"Biar Jihoon yang antar lo pulang ke rumah."
Jihoon
"Kok gue??!!" Kaget Jihoon yang disebut namanya.
Bomin
"Pdkt bro, gue tau lo tertarik." Bisik Bomin.
Bomin
"Ini kesempatan emas loh, jangan disia-siakan." Lanjutnya dan langsung ngacir pergi dari restoran.
Winter dan Jihoon diam-diaman karena canggung.
Jihoon
"Lo nggak keberatan kan gue antar pulang?" Tanya Jihoon.
Winter
"Iya, makasih ya em—"
Jihoon
"Panggil Jihoon aja, walaupun gue setahun lebih tua gue lebih suka dipanggil nama." Potong Jihoon.
Winter mengangguk dan keduanya pergi ke arah mobil Jihoon.
Jihoon membukakan pintu buat Winter membuat Winter berterima kasih lagi.
Di dalam mobil keadaan sangat canggung.
Mobil Jihoon rem mendadak dan membuat kepala Winter kejedot.
Jihoon
"Eh astaga maaf, gue nggak sengaja. Ada motor yang nyelip tadi." Sesal Jihoon.
Jihoon
"Jidat lo merah tuh, nanti bakalan jadi ungu kalo nggak segera di kompres."
Winter
"Nggak papa, nanti di rumah gue kompres."
Jihoon
"Jangan!! Kalo lo pulang dalam keadaan gitu gue bisa dihabisi orang tua lo." Cicit Jihoon.
Winter
"Lo lucu juga ya ternyata Hoon." Kata Winter tertawa pelan.
Jihoon mengobrak-abrik isi mobilnya dan mencari sesuatu.
Jihoon
"Lo tunggu di mobil sebentar ya Win, gue beli sesuatu dulu." Titah Jihoon dan turun dari mobilnya.
tak lama datanglah Jihoon dengan botol minuman yang sudah mengeras karena es batu.
Jihoon
"Gue kompresin ya." Ucap Jihoon dan mendekatkan wajahnya ke Winter kemudian mengompres jidat Winter yang kejedot.
Winter menatap dalam Jihoon tanpa berkedip.
Winter
"Gue nggak pernah sekalipun sedekat ini sama cowok, Jaehyuk aja nggak pernah." Batin Winter.
Setelah selesai mengompres Winter cukup lama, Jihoon melajukan mobilnya lebih pelan lagi.
Winter
"Kok jadi pelan??" Bingung Winter.
Jihoon
"Nanti lo kejedot lagi, bahaya." Takut Jihoon.
Cukup lama sampai mobil Jihoon terparkir di depan rumah Winter.
Jihoon turun duluan dan membukakan pintu mobil buat Winter.
Dari jendela sebelah rumah, Jaehyuk melihat Winter diantar oleh cowok lain.
Jaehyuk
"Lo bohong Win, gue kecewa sama lo. Kenapa harus bohong sih?!!"
Jaehyuk
"Kalo lo nggak mau pulang bareng gue lagi harusnya lo bilang langsung ke gue, jangan kayak gini." Batinnya dan menutup jendela kamar serta lampu kamarnya.
Jihoon
"Besok jangan terlambat Winter, tapi jangan terlalu cepat juga. Jaga kesehatan ya. Sampai ketemu lagi." Pamit Jihoon dan pergi.
Winter masuk ke dalam rumahnya.
Suzy
"Udah pulang?? Gimana kerjanya?"
Winter
"Bagus kok ma, hari ini Winter bahagia."
Suzy
"Tadi Jaehyuk datang kesini loh cari kamu Win, dia nggak bilang??"
Winter
"Ada. Cuma Winter bilang lembur jadi pulang lambat."
Suzy
"Jaehyuk ngotot banget nunggu kamu pulang. Dia bahkan ketiduran di sofa tadi, jadi mama suruh pulang karena kasian."
Winter lari ke kamarnya dan setelah selesai mandi ia mengechat Jaehyuk.
Tidak ada balasan dari Jaehyuk, chat Winter hanya dibaca dan telponnya ditolak berkali-kali.
Winter
"Jaehyuk marah lagi ya sama gue??" Batin Winter.
Winter
"Besok aja deh gue temuin dia, gue mau tidur dulu. Ah badan gue pegel banget." Keluh Winter.
Subin
"Eh Winter, kenapa Win?" Tanya Subin selaku abangnya Jaehyuk.
Winter
"Jaehyuk mana kak?"
Subin
"Lah dia nggak bilang sama lo kalo duluan pergi ke sekolah??"
Winter
"Nggak, makanya Winter kesini cari Jae."
Subin
"Oh mungkin dia lupa kali Win, nanti lo nanya aja ke dia di sekolah. Kalian kan sekelas juga." Saran Subin.
Winter
"Oh gitu, makasih ya kak infonya tadi. Winter pergi dulu." Pamit Winter.
Winter buru-buru naik ke bus untuk ke sekolah menemui Jaehyuk.
Di halte bus,, tiba-tiba mobil mewah terlihat dan berhenti di depan Winter.
Jihoon
"Mau ke sekolah kan?? Bareng gue aja, restoran kan arahnya sama kesana." Tawar Jihoon sambil membuka pintu kaca mobilnya
Winter
"Eh nggak usah Hoon, gue nggak mau ngerepotin lo."
Jihoon
"Gue nggak pernah ngerasa repot kalo berhubungan sama lo Win, terima aja ya." Pinta Jihoon dengan senyumnya yang menawan.
Winter yang tidak enak membuka pintu mobil Jihoon dan mereka berdua pergi ke sekolah.
Jihoon
"Biasanya lo naik bus ke sekolah ya?" Tanya Jihoon memulai topik.
Winter
"Iya, bareng dengan tetangga gue sekaligus sahabat dari kecil tapi tadi dia duluan pergi. Mungkin ada urusan." Pikir Winter.
Jihoon
"Oh gitu. Kapan-kapan lo hubungi gue aja kalo mau bareng, biar gue antar ke sekolah. Lagian gue nggak sibuk." Saran Jihoon.
Jihoon
"Jihoon0123." Lanjutnya.
Winter
"Hah??" Beo Winter.
Jihoon
"Itu nama id line gue, ingat dan tambahkan ke teman lo ya, biar kita bisa berhubungan."
Jihoon
"Nah udah sampai nih." Kata Jihoon, mobilnya berhenti di depan gerbang sekolah.
Setelah Winter pamit, Jihoon pergi juga.
Winter masuk ke kelas dengan buru-buru, takut telat untungnya hari ini yang mengajar tidak masuk jadi dia selamat.
Tidak ada sahutan dari oknum Jaehyuk yang jika ditebak sebenarnya Jaehyuk mendengar itu.
Winter
"Jae." Panggil Winter lagi.
Masih tidak dibalas oleh Jaehyuk.
Winter
"Oalah Yoon Jaehyuk bangs*t!!" Bentak Winter dan membuat atensi seluruh murid melihat ke arah Winter dan Jaehyuk.
Jaehyuk sedikit tersentak mendengar Winter membentaknya dan memakinya.
Jaehyuk
"Kenapa??!" Tanya Jaehyuk dengan mata yang bete.
Winter
"Lo kenapa ninggalin gue tadi?? Kenapa nggak bilang dulu sih kalo mau pergi duluan ke sekolah??!"
Jaehyuk
"Emang gue harus bilang?!" Balas Jaehyuk sewot.
Jaehyuk
"Gue ada urusan tadi pagi, nggak penting harus bilang sama lo. Kita kan cuma sahabat doang." Ucap Jaehyuk menekankan kata sahabat ke Winter.
Bomin
"Ternyata banyak ya yang suka sama Winter. Tiga orang yang berbeda dengan cara yang berbeda pula. Sangat-sangat beruntung." Batin Bomin tersenyum melihat perdebatan Winter dan Jaehyuk.
Winter
"Ya udah oke, tapi kenapa lo marah-marah??"
Jaehyuk
"Lo bilang kemarin lembur kan??" Tanya Jaehyuk dan diangguki Winter.
Jaehyuk
"Terus kenapa lo bareng cowok lain pulangnya?? Nggak minta gue jemput? Segitu susah hubungin gue?!"
Winter mengerti sekarang kenapa Jaehyuk marah, pasti Jaehyuk melihat dirinya kemarin bersama Jihoon.
Winter
"G-gue bisa jelasin." Panik Winter kayak udah kepergok selingkuh aja.
Jaehyuk
"Udahlah Win, gue udah kecewa juga sama lo. Mau lo minta maaf juga itu nggak bakalan berpengaruh sama gue." Kata Jaehyuk dan meninggalkan kelas.
Winter
"Salah paham lagi deh." Batin Winter melihat kepergian sahabatnya itu.
Comments