Studying Together
Setibanya di rumah Asahi, Winter dibuat terkagum-kagum. Rumah Asahi terlihat sangat mewah.
ilustrasi gambar rumah Asahi yang dilihat Winter.
Winter
"Ini beneran rumah lo Sahi??" Winter masih menatap takjub.
Asahi
"Iya, kenapa Win? Aneh ya?"
Winter
"Aneh?? Ya nggaklah!! Malahan ini kayak istana, keren banget tau!!" Puji Winter membuat Asahi sedikit tersipu malu.
Asahi
"Ayo masuk, cuaca lagi dingin." Asahi menarik tangan Winter masuk ke dalam rumahnya.
Jinyoung
"Baru pulang Sahi?" Tanya papa Asahi yang bernama Jinyoung.
Asahi
"Iya pa, kenalin ini teman kelas Sahi namanya Winter." Asahi memperkenalkan Winter.
Winter
"Hai om, saya Winter. Teman kelas Asahi, saya kesini buat belajar bersama dengan Asahi. Kita berdua ditunjuk sama Pak Wooshik untuk ngikutin olimpiade matematika." Jelas Winter.
Jinyoung
"Santai dong nak, nggak usah kaku. Saya nggak bakalan makan kamu kok, saya bukan kanibal." Canda Jinyoung.
Jinyoung
"Wooshik emang ya suka banget nyuruh muridnya kerja tugas banyak-banyak. Inilah, itulah, banyak mau banget." Kata Jinyoung.
Asahi
"Lho papa kenal Pak Wooshik?"
Jinyoung
"Ya kenal lah nak. Dia kan teman SMP nya papa dulu, kamu baru tau?"
Asahi
"Kan papa nggak pernah cerita ke Sahi."
Jinyoung
"Kamu nya nggak nanya atuh."
Winter hanya menatap bergantian perdebatan tidak jelas antara Asahi dan Jinyoung.
Jinyoung
"Ya udah papa sibuk, mau kerja lagi di ruang kantor papa. Kamu baik-baik sama dia, janga macam-macam soalnya kalian masih kecil." Bisik Jinyoung sebelum pergi keluar rumah.
Winter
"Papa kamu emang gitu?"
Winter
"Ya lumayan, sama kayak anaknya." Ucapan Winter membuat Asahi tertawa pelan.
Asahi
"Yuk ke kamar gue. Kita belajarnya disana." Ajak Asahi.
Winter menurut dan mengikuti Asahi dari belakang.
Tiba-tiba Asahi berhenti membuat Winter merunduk punggung Asahi.
Winter
"Aduh sakit. Kenapa berhenti Sahi?" Winter mengelus dahinya.
Asahi
"Jangan jalan di belakang gue, sini bersamaan jalannya. Lo bukan pengawal gue Win." Titah Asahi dan menarik Winter.
Kamar Asahi tertata dengan rapi membuat Winter semakin takjub
Winter
"Kamar lo ini?? Rapi banget Sahi, gue jadi pengen nginap disini." Puji Winter lagi diakhiri candaan membuat Asahi tersenyum.
Asahi
"Lama-lama lo lucu juga ya Win, gemesin." Asahi mengacak-acak rambut Winter membuat pipi Winter merona.
Kemudian keduanya belajar selama kurang lebih tiga jam sampai sore hari.
Jaehyuk
"Halo Win?? Gue udah di rumah lo, gue tunggu ya. Jangan lupa janji lo sama gue hari ini." Kata Jaehyuk lewat telpon.
Baru saja Winter ingin membalasnya langsung dimatikan sepihak oleh Jaehyuk. Memang ya Jaehyuk itu sangat laknat.
Winter
"Gue balik duluan ya Sahi, makasih atas cemilan dan minumannya. Lain kali kalo gue ada waktu kita belajar bareng lagi."
Winter
"Apanya?" Winter yang baru saja mau keluar kamar berbalik menatap Asahi dengan wajah bingung.
Asahi
"Olimpiade udah mau mulai, kita cuma punya waktu sedikit buat belajar. Besok boleh nggak?"
Winter
"Gue bakalan liat lagi jadwal gue Sahi. Nanti gue kabarin."
Asahi
"Kalo gitu gue minta nomor hp lo Win, biar lebih gampang hubungin nya." Kata Asahi dan merebut langsung hp Winter tanpa persetujuan yang punya.
Asahi
"Itu nomor gue, save ya. Namanya Asahi ketos yang tampan nan menawan." Ucap Asahi membuat Winter terkekeh.
Asahi mengantar Winter pulang ke rumahnya Winter dan itu dilihat oleh Jaehyuk.
Jaehyuk
"Ngapain sih pakai acara ngantar pulang kesini??! Kan Winter bisa hubungin gue minta di jemput disana." Batin Jaehyuk sambil misuh-misuh.
Asahi
"Sampai besok lagi Win, jangan terlambat lagi ya ke sekolah. Nanti dihukum loh." Asahi memperingati Winter, yang diperingati hanya tertawa.
Winter
"Sampai besok Sahi. Hati-hati." Balas Winter sembari senyum.
Setelah mobil Asahi sudah pergi jauh Jaehyuk mendatangi Winter dan berkacak pinggang.
Jaehyuk
"Enak banget ya kencan sama ketos?!!"
Winter
"Kencan apa sih?! Kita cuma belajar buat olimpiade nanti bukannya kencan." Elak Winter.
Jaehyuk
"Heleh, padahal tadi senyum-senyum nggak jelas gitu. Suka kan lo sama dia??" Tebak Jaehyuk dengan wajah kesalnya.
Winter
"Terus urusannya apa sama lo kalo gue beneran suka??!" Sewot Winter juga.
Jaehyuk
"Oh gitu. Gue ngerti sekarang, gue kayaknya udah nggak dibutuhkan lagi sama lo. Gue pulang duluan, untuk jalan-jalan hari ini gue rasa nggak perlu Win." Jaehyuk langsung melangkah pergi dari Winter.
Winter jadi merasa bersalah.
Winter
"Jae tunggu!!" Teriak Winter.
Jaehyuk
"Apa?" Ketus Jaehyuk.
Winter
"Maaf, gue nggak maksud gitu. Gue nggak kencan sama Asahi, gue nggak suka sama dia jadi jangan salah paham Jae." Jelas Winter.
Jaehyuk
"Kenapa lo harus jelasin ini ke gue? Gue kan cuma sahabat lo." Ujar Jaehyuk.
Winter
"Karena gue tau lo lagi marah tadi gara-gara gue lebih milih belajar bareng Sahi ketimbang pergi jalan sama lo."
Jaehyuk menghela nafasnya.
Jaehyuk
"Maaf juga Win, gue kebawa emosi. Gue terlalu kelewatan sebagai sahabat lo, gue juga overprotektif dan nggak suka lihat lo sama cowok lain. Mulai hari ini dan seterusnya lo bebas bergaul sama siapapun, gue nggak akan ngelarang lagi ataupun marah-marah nggak jelas sama lo." Balas Jaehyuk dan mengelus pelan kepala Winter.
Winter
"Jadi kita baikan nihh?"
Winter
"Terus jalan-jalan nya?"
Jaehyuk
"Kapan-kapan aja, mungkin sesudah lo ikut olimpiade itu. Oh iya hari ini hari pertama lo kerja kan??"
Winter
"Eh bener, gue hampir lupa." Winter menepuk jidatnya.
Jaehyuk
"Ya udah gue antar kesana ya, nanti lo telat lagi." Tawar Jaehyuk.
Winter langsung naik ke motornya Jaehyuk dan mereka pergi ke tempat kerja Winter.
Jaehyuk
"Disini tempatnya?"
Winter
"Iya, ini bener alamatnya." Winter melihat alamatnya lagi di kertas.
Jaehyuk
"Ya udah lo masuk sana, kerja yang baik jangan buat masalah di hari pertama lo apalagi sama bos lo nanti." Saran Jaehyuk.
Jaehyuk
"Dan nanti gue bakalan jemput lo lagi, pulangnya hubungin gue aja." Lanjutnya dan melajukan motornya pergi dari restoran.
Winter
"Belum juga gue setuju." Batin Winter.
Winter masuk ke dalam restoran tempat kerjanya.
Sang manager menjelaskan Winter apa saja kerjanya.
Winter langsung mengangguk.
Winter
"Kenapa lo disini?" Lanjut Winter dan menatap heran teman kelasnya.
Bomin
"Gue kerja disini sekaligus keluarga dari pemilik restoran ini."
Bomin
"Lagi sibuk paling di ruangannya. Mau ketemu sama dia?"
Winter
"Eh nggak kok, cuma nanya doang."
Bomin
"Ya udah, ini hari pertama lo kan?"
Bomin
"Fighting!!" Bomin memberi semangat sambil senyum manis.
Bomin
"Eh lo udah nggak sibuk lagi??"
Bomin bertanya ke seseorang yang terlihat sangat tampan, lucu, dan terlihat menawan.
Jihoon
"Lagi bosan di ruangan jadi gue cari angin." Balasnya.
Bomin
"Kenalin ini Winter, anak magang baru disini. Hari ini hari pertamanya Hoon jadi lo baik-baik sama dia." Kata Bomin.
Winter
"Kenalin saya Winter. Salam kenal pak. Hari ini saya akan kerja keras buat pelanggan yang banyak."
Jihoon hanya terdiam menatap Winter.
Bomin
"Jawab njir." Bisik Bomin.
Jihoon
"O-oh iya, semangat ya. Disini bakalan banyak pelanggan yang makan jadi mungkin akan sibuk banget."
Jihoon
"Nama saya Jihoon, sepertinya saya lebih tua setahun dari anda. Jangan terlalu formal dengan saya, pakai kata lo dan gue saja." Titah Jihoon.
Jihoon
"Ah dan juga jangan panggil gue bapak karena gue belum nikah." Lanjutnya.
Jihoon
"Kelihatannya gue sudah menemukan apa yang gue cari selama ini." Batin Jihoon sembari menatap Winter dan sedikit tersenyum.
Comments
Yasashi Hoshin
Sementara masih tim Asahi
😄
2022-07-12
0